Sunday, 2 October 2016

Sunday, October 02, 2016 0

Pidato Perpisahan Sekolah

Kita semua pasti punya momen berkesan. Entah itu sedih atau bahagia yang tidak terlupakan. Begitu pun saya, yang juga punya banyak momen. Tapi momen yang akan saya ceritakan ini momen yang cukup ajaib. Dan yang pasti bakal terus terngiang di ingatan saya *halah*

Bagaimana ceritanya? Check it out!

Berawal dari ujian praktek

Ceritanya kelas 6 SD. Saat masuk ujian praktek Bahasa Indonesia, semua murid disuruh pidato di depan kelas. Yang mana tema pidatonya itu tentang perpisahan sekolah dan teksnya harus dibuat sendiri. Sayangnya, karena dulu saya tidak pandai menulis *uhuk* jadi saya minta tolong kakak saya untuk membuatkan teks pidato tersebut. Hihi maaf ya Pak Guru *peace ^^* Jangan ditiru ya adik-adik! Oke sip. 
https://pixabay.com/id/pidato-panggung-kuliah-mikrofon-1020355/
Tibalah hari H ujian praktek. Satu per satu murid kelas 6 maju ke depan kelas untuk membacakan teks pidatonya. Saya agak lupa, apakah waktu itu boleh bawa buku atau tidak, sepertinya sih boleh. Naah, beberapa hari kemudian usai ujian praktek itu, mendadak guru yang juga merangkap sebagai wali kelas memanggil saya dan seorang teman, untuk maju ke depan kelas. Ternyata sang guru terkesan dengan isi pidato kami. Katanya isi pidato kami bagus dan berisi. Seneng dong ya dibilang gitu. Dalam hati langsung terima kasih banget sama kakak saya :v

Singkat cerita, guru saya langsung bilang, "silakan kalian tentukan, siapa yang mau maju buat nanti acara perpisahan." Apah?! Saya pun terkejut. Karena itu artinya, kami akan tampil di acara paling sakral satu sekolah. Dan dihadiri oleh kepala sekolah, guru-guru, komite sekolah bahkan orang tua murid. Seketika langsung ciut nyali saya. Sebab saya bukan orang yang pemberani :( Jadi saya pikir, sudah deh teman saya saja yang maju. 

Keesokannya, saya cerita soal pidato ini ke teman-teman dekat. Eh alih-alih mendukung saya supaya teman saya saja yang maju, mereka malah menyemangati saya untuk maju dan jangan mau kalah dengan teman saya. Memang sih, teman saya dulu itu lebih unggul daripada saya dan yang jelas lebih berani daripada saya ~_~

Sepulang ke rumah, saya juga cerita ke keluarga, eh malah semakin disemangati untuk maju. Wis, nekat aja dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya putuskan untuk maju. Hitung-hitung untuk tes keberanian juga. 

Menjelang hari H, saya semakin dag dig dug tidak karuan. Mana setiap hari saya harus latihan tampil pidato di depan keluarga saya dan sekali tampil di depan kelas pula. Grogi banget! Lagi-lagi karena tahu saya bukan anak pemberani. Maka tidak pernah tampil di muka umum apalagi untuk pidato. Dan sekarang saya malah harus menghafalkan teks pidato yang cukup panjang walaupun hanya satu lembar kurang :( 

Hari H, acara perpisahan sekolah

Setelah tidak dinanti-nanti, sampailah pada hari H acara perpisahan sekolah. Dengan segala persiapan, hafalan yang sudah mantap, nama saya dipanggil. Saya pun bergegas maju ke panggung.

Jengjeeeeng.

Saking groginyaaaa.... buyaaarrrrlah semua hafalan saya. Selanjutnya saya tidak ingat saya bicara apa di panggung itu ~_~ Mungkin satu dua kata masih mirip dengan yang ada di teks, tapi selebihnya, kebanyakan saya improvisasi yang tentu saja ala kadarnya :'(. 
http://s1037.photobucket.com/user/kokoronotomox/media/EMOTICON%20KASKUS/malu.gif.html
Sebenarnya, grogi ini ada dua alasan. Pertama, karena saya takut dan malu tampil di khalayak umum. Kedua, saya merasa tidak ada yang mendengarkan saya bicara selama di panggung. Mata saya melihat, mereka sibuk masing-masing ngobrol dengan orang-orang di sebelahnya :( Huhu memang sih kalau diingat nada saya pidato itu monoton dan membosankan. Makanya, kalau pun ada videonya, sepertinya saya tidak mau melihat -___-

Pas saya turun dari panggung, Bapak wali kelas langsung komentar, "bagus, bagus, De." Padahal beliau lagi sibuk ngurusin paduan suara yang tampil setelah saya. Huhu Pak, meskipun Bapak harus berbohong karena sebenarnya Bapak tidak terlalu menonton, tapi makasih lho Pak sudah menghibur saya :') 

Pelajaran

Yah begitulah teman-teman. Momen ajaib, memalukan, namun tidak pernah terlupakan oleh saya :( So, pelajaran dari cerita ini:
  • Saat ditunjuk untuk pidato, usahakan jangan menghafal teks. Karena menghafal justru bisa membuat ingatanmu buyar seperti saya. Akan lebih baik isi pidatonya dipahami. Dengan paham, kita bisa improvisasi lebih bagus.
  • Percaya diri dan buang ketakutan itu dengan berpikir positif bahwa kamu bisa. Ini sih pinternya saya aja ngomong. Padahal saya juga masih takut banget tampil depan umum -_-
  • Hargai dan hormati saat ada yang bicara. Iya, saya paham sekarang kenapa kalau ceramah di masjid, yang ngobrol sendiri itu suka diomelin. Soalnya emang nggak enak banget sih ngomong di depan tapi nggak ada yang dengerin :(

Jadiiii... intinya saya bukan orang yang suka ngomong. Apalagi untuk ngomong depan umum itu bisa menjadi monster menyeramkan buat saya :( Mungkin ini sebabnya saya lebih suka menulis, hehe :))

Oia, semoga tidak ada anak sekolah yang mencari teks pidato di google dengan keyword seperti judul postingan saya. Bisa-bisa mereka dialihkan ke sini dan tidak mendapatkan hasil apa-apa ~___~

Nah bagaimana dengan teman-teman? Adakah momen yang tidak terlupakan? Atau mungkin punya pengalaman memalukan seperti saya? Share dong! :))

Friday, 30 September 2016

Friday, September 30, 2016 24

Mana yang Lebih Baik, Pasang Foto Profil atau Tidak?

Teman-teman yang sedari awal mengikuti blog Sohibunnisa, barangkali menyadari satu hal yang berbeda dari blog saya. Bukan, bukan soal template. Kalau ini sih maklumi saja saya seringkali ganti template. Karena memang saya orangnya bosanan (mudah-mudahan yang sekarang bisa klop deh -_-) atau karena template itu mendadak ada salah satu komponennya yang eror atau pertimbangan-pertimbangan lainnya. Trus, kalau bukan template, apa dong?

Foto. Yap. Foto yang terpampang jelas di sidebar About Me. Yes. Mengapa? Karena sebelumnya saya tidak pasang foto di sini. Lantaran dulu saya masih berpikiran, takut kalau foto saya dicuri. Walaupun ada beberapa foto yang saya selipkan di postingan, tapi bisa dipastikan TIDAK ADA foto saya yang sendiri. Keberanian saya saat ini adalah karena saya sudah bersuami dan memiliki anak. Yess. Sesederhana itu :)) Nanti saya jelaskan.

Masalah memasang foto profil di media sosial ini kembali lagi pada hak masing-masing orang. Ada yang merasa tidak perlu. Ada yang takut fotonya dicuri seperti saya. Atau pun hal lainnya. Yaah tapi bukan media sosial jika tidak ada perdebatan. Bahkan untuk hal seperti ini saja masih dibahas. Ada seorang perempuan atau yang biasa disebut akhwat, memasang foto kakinya yang memakai kaus kaki di media sosial, dibilang kurang sopan karena kaki bukan untuk ditampilkan. Memasang foto tampak belakang, nanti dikiranya si akhwat bikin penasaran ikhwan-ikhwan (laki-laki.red). Nah lho? Ya tidak usah pasang foto saja sekalian :v Eh tapi nanti kalau tidak pasang foto juga dibilang tidak punya identitas atau bikin penasaran *ups. Halaaah memang kesannya serba salah ya :))

Baca: Jadikan Media Sosial Sebagai Ajang untuk Bersyukur

Itulah media sosial. Seterusnya yang kita lakukan selalu dinilai orang. Pasti akan ada saja yang berkomentar. Kalau tidak mau dikomentari ya tidak usah muncul di media sosial :P 

Kembali ke niat 

komikmuslimah.com

Dulu saya pernah diberi tahu oleh guru menulis saya, Pak Isa di KBM. "Kalau memang niat jadi penulis, ya pasang foto sendiri. Bukan mencuri foto orang lain." Maka bisa dibilang pasang foto profil ini lebih dari sekedar pamer. Tapi memang orang ingin menunjukkan identitasnya. Misalnya saja seorang blogger. Untung saja dulu tidak ada orang yang mengkritik saya karena tidak pasang foto profil di blog. Sebenarnya, jauh dari lubuk hati *halah* saya agak tidak tenang. Karena teman-teman blogger lain sudah pasang foto profilnya. Ya kembali lagi, karena dulu saya takut foto saya dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Berbeda dengan sekarang. Saya sudah bersuami. Jadi lebih berani memasang foto profil di media sosial. Makanya juga, saya sengaja pasang foto bersama suami dan anak. Selain karena ini amanah suami, juga supaya orang-orang tahu bahwa saya sudah bersuami dan memiliki anak. Bahkan mungkin memang harus. Supaya tidak ada laki-laki yang modus. Kalaupun masih ada yang modus, laki-lakinya saja yang tidak tahu diri -_- Makanya, orang seperti ini PASTI saya blokir! Walaupun itu teman sendiri. Intens nanya kabarlah atau bertanya hal-hal yang sekiranya kurang penting.

Sekarang saya juga membatasi pertemanan di facebook dengan cara melihat profilnya. Saya tidak mau menerima pertemanan orang-orang yang sedang berjualan. Katakanlah dia jual ponsel dengan memasang foto profil Samsung Galaxy Note 7, ya sudah pasti isinya jual Samsung Galaxy Note 7 atau ponsel-ponsel lainnya. Masalahnya orang-orang ini kadang, setelah diterima pertemanannya langsung inbox menawarkan jualannya, atau yang lebih menjengkelkan lagi sembarangan menandai saya dalam jualannya dan memasukkan saya ke grup jualannya -_-

So, apapun niatnya ya dikembalikan lagi pada pribadi masing-masing. Daripada sibuk mengomentari foto profil orang lain, ya lebih baik kita saja yang mengendalikan diri dengan memasang foto profil yang baik. Dan kalau pun kita memakai akun pribadi untuk berjualan, maka janganlah sembarang menandai foto jualan kita. Percayalah itu akan sangat menyebalkan, apalagi jika orangnya sama sekali tidak kenal -_-

Wednesday, 28 September 2016

Wednesday, September 28, 2016 6

Priceza, Memudahkan Belanja Online

Semakin ke sini rasanya kebutuhan semakin meningkat. Ditambah dengan eranya media sosial, sehingga banyak bermuncullah online-online shop atau belanja lewat internet. Utamanya di Indonesia, online shop kian merebak. Terbukti dari banyaknya toko yang awalnya berjalan offline, menuju online. Mudah memang. Kita hanya tinggal punya perangkat yang mendukung, disertai koneksi internet, maka kita bisa berselancar dengan mudahnya. Membuat suatu akun atau website, mengambil foto dari barang-barang yang ingin kita jual. Maka jadilah online shop.

Bagi pengguna pun sangat mudah. Untuk mencari barang yang kita butuhkan. Cukup ketik di mesin pencari, lalu kita akan ditujukan pada toko-toko online yang menjualnya. Bisa juga dengan mengunjungi online shopnya secara langsung.

Tapi tidak beda dengan belanja secara langsung, di internet atau online pun kita juga harus pintar-pintar memilih toko. Hanya bedanya, jika offline atau jalan langsung ke toko kita akan lelah dengan berjalan mengelilingi toko-tokonya, maka di internet kita bisa mencari perbandingan dengan lebih mudah. Lebih sederhananya lagi, kita bisa memanfaatkan salah satu situs yang menyediakan fasilitas pembanding harga barang di online shop.

Priceza

Ialah Priceza. Situs yang didirikan di Thailand ini merupakan website guna mencari, mengecek, dan membandingkan harga suatu produk. Yakni dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan harga produk dari berbagai toko ternama di seluruh Indonesia, baik dari toko online maupun offline. Juga membantu para pembeli dalam mencari dan mengetahui harga produk dengan cepat, mudah, dan akurat serta memberi kemudahan bagi pembeli dalam membandingkan harga suatu produk dari berbagai toko yang ada.


Sesuai infografis di atas, Priceza sudah bekerja sama dengan perusahaan investor dunia, Hubert Burda Media. Dengan kerja sama ini, Priceza optimis bisa menjadi situs pencari belanja dengan fitur pembanding harga yang terbaik di Asia Tenggara. Terbukti pula dari jumlah visitornya setiap bulan, yang mencapai angka lebih dari 14 juta per bulan! Angka yang cukup fantastis!

Manfaat adanya pembanding harga

Seperti yang sudah saya sebut di atas tadi. Dengan adanya situs yang menyediakan pembanding harga, maka kita tidak perlu repot-repot lagi membuka banyak online shop. Bukan saja agar menjadi lebih efisien, namun kita juga akan dimudahkan jika - bisa langsung menemukan online shop dengan harga yang sesuai dengan budget atau harga yang kita inginkan. 

Kelebihan Priceza

Kelebihan dari Priceza sendiri, situsnya sudah menyediakan berbagai online shop yang tersebar. Seperti di Indonesia ada Tokopedia, MatahariMall, Lazada, BukaLapak, dan masih banyak yang lainnya. So, kita tidak perlu lagi mengunjungi semua situs itu satu per satu. Cukup membuka Priceza, cari barang yang kita inginkan. Maka kita bisa memilih langsung harga yang kita inginkan. 

Yap. Priceza telah memudahkan kita. Situs yang menyediakan fitur pembanding harga, yang membuat belanja online kita menjadi lebih mudah. Let's try ^_^
Wednesday, September 28, 2016 13

Ada Suatu Masa Saya Ingin Berhenti Menulis

Bukan, saya ingin berhenti menulis bukan karena tulisan saya telah dicopas. Bukan juga karena blog saya dihack atau dikloning orang lain. Walaupun memang pernah terjadi tulisan saya dicopy paste -_- Melainkan karena sering terpikir oleh saya, mengapa rasanya hidup menjadi berat setelah saya menulis. Terlebih menulis tentang hal-hal yang baik.

Sama seperti Mak Liza yang dalam tulisannya bercerita mengalami trauma dalam menulis. Percaya atau tidak, bukan sekali dua kali saya mengalami hal serupa. Beberapa kali saya pun mendapat ujian setelah menulis sesuatu.
https://pixabay.com/id/kantor-catatan-notes-pengusaha-620817/
Katakanlah saat menulis tentang Kesabaran dan Pengingat Diri misalnya. Esoknya saya langsung diuji dengan kesabaran tingkat tinggi. Lalu setiap kali saya ingin marah, saya seperti ditegur oleh diri sendiri. Baru saja kemarin kamu menulis tentang kesabaran, lalu mana sabarmu? Apa kau tidak malu? Sontak saja rasanya saya ingin marah. Ya marah pada diri sendiri. Pada seseorang yang berada di dalam diri saya. Tapi saat marah itu berhasil saya keluarkan, lantas saya malu. Sangat malu pula pada diri sendiri. Lebih tepatnya karena saya sudah menulis.

Lantas saya bertanya, apakah seorang penulis lain pernah mengalami hal serupa? Kata-kata yang ditulisnya menjadi bumerang untuk dirinya sendiri? Wallahua'lam. Hanya mereka yang tahu. Maka itu sebabnya, tidak jarang saya nyaris putus asa. Apa yang saya tulis, ternyata telah mempengaruhi diri saya sendiri.

I'm not perfect

Kita dicintai, tersebab Allah yang menutupi aib kita. Ya, kebaikan semua orang yang nampak di hadapan kita adalah yang hanya kita lihat. Tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di belakang mereka. Maka begitu halnya saya. Percayalah bahwa saya ini tidak sempurna. Allah masih menutupi aib-aib saya. 
http://www.salingsapa.com/artikel/read/kajian/8332/selagi-allah-menutupi-aib-kita.html
Mungkin ini pula yang membuat kita dilarang untuk percaya 100% pada orang lain. Bahkan mencinta makhluk 100% saja tidak boleh. Sebab sebagai manusia, kita akan selalu memiliki titik kesalahan. Tidak terhindar dari melakukan suatu keburukan. Sesungguhnya hal ini juga untuk menghindari kita dari rasa kecewa karena merasa dibohongi. Padahal jika mau jujur, tidak ada yang dibohongi. Hanya kita yang terlanjur sering terlalu percaya pada orang lain.

Kembali ke menulis. Layaknya suami yang sering bercerita, bahwa alasan ia tidak lagi menulis adalah karena ia takut. Takut tidak sesuai dengan tulisannya. Memang, berat kadang menulis itu. Apalagi menulis tentang hal-hal kebaikan. Sebagai penulis, kita dituntut untuk menjadi pengamal pertama dalam tulisan kita sendiri. 

Terus menulis

Menulis sama saja dengan berbicara. Semakin kita banyak bicara, maka semakin banyak pula salahnya. 

Lantas apa saya benar-benar ingin berhenti menulis? Tidak :) Karena saya ketagihan untuk diingatkan. Saya merasa punya asisten pribadi yakni tulisan-tulisan saya. Saat saya ingin marah, saya harus ingat bahwa saya pernah menulis tentang sabar. Saat saya ingin menyerah dari masalah, saya harus ingat bahwa saya pernah menulis cara menghadapi masalah. Dan seterusnya. 

Sebenarnya, saat saya menulis pun itu sudah berdasar pengalaman. Tapi seringnya, setelah menulis saya diuji sedemikian lebih hebatnya. Tapi barangkali dengan cara inilah Allah ingin menegur saya. Apakah saya bisa konsisten dengan apa yang saya tulis.
Demikian. Berat memang. Tapi kapan lagi saya bisa menyampaikan apa yang saya tahu, bila harus menunggu diri saya benar-benar sempurna. Jika seperti itu, barangkali selamanya saya tidak akan pernah menulis. Lagi pula bukankah ilmu harus diikat dengan menulis?

Sekarang, saya semakin mengerti dengan satu pepatah Arab yang pernah diceritakan oleh seorang teman. Undzur ma qal, wala tandzur man qal. Lihat apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. Bicara ini saya juga teringat dengan Tere Liye, salah satu alasan beliau tidak pernah mencantumkan identitasnya adalah karena beliau ingin pembaca melihat tulisannya, bukan siapa dirinya :') Maka begitu pula pembaca sekalian. Semoga yang dilihat isi tulisan saya. Bukan siapa diri saya :)

Monday, 26 September 2016

Monday, September 26, 2016 18

Agar Tidak Mudah Sakit, Lakukan 3 Hal Ini Yuk!

Bisa dibilang, saya ini orangnya jarang sakit. Atau mungkin lebih tepatnya jarang mau sakit >_< Kalau sakit pun, selama masih bisa ditahan ya obat manjurnya cuma istirahat alias tidur hehe. Jadi baru mau ke dokter dan minum obat itu, memang kalau benar-benar parah dan tidak bisa ditahan O_O Bukan kenapa sih, tapi karena saya memang tidak terlalu suka ke dokter apalagi harus minum obat. Buat saya, obat itu bisa jadi ketergantungan. Misal sakit dikit, minum obat. Kalau tidak minum obat, tidak sembuh rasanya. Please, don't judge me ya. Itu hanya pendapat saya pribadi saja kok :))

Lantas, apa yang bisa membuat saya jarang (mau) sakit?
https://pixabay.com/id/wanita-blow-hembusan-hidung-698943/

Perbanyak makan sayur, buah dan minum air putih

Saya suka makan sayuran dan buah-buahan. Iya, itu kuncinya hehe. Pasti semua sudah pahamlah kalau sayur dan buah itu memang makanan yang harus - WAJIB - kudu dimakan bagi semua orang. Manfaatnya bukan hanya membuat kulit bagus dan pencernaan menjadi sehat. Tapi sayur dan buah juga membuat daya tahan tubuh menjadi kuat sehingga tidak mudah sakit.
https://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/588721/227550832/stock-photo-composition-with-assorted-raw-organic-vegetables-227550832.jpg
Manfaat buah dan sayur bagi tubuh memiliki banyak sekali manfaat. Hal tersebut karena kandungan didalam buah dan sayur yang beragam seperti vitamin dan mineral yang tinggi, kemudian serat yang tinggi akan melancarkan pencernaan, mampu menurunkan obesitas serta bisa menurunkan kadar kolesterol yang cukup tinggi, tekanan darah yang lebih stabil bahkan mampu mencegah terjadinya penyakit kanker. - manfaat-buah.com
Saat saya sakit, saya tidak perlu minum obat. Tapi cukup saya kejar dengan makan sayur dan buah. Misalnya, saat saya sariawan, ya saya makan buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk. Saat saya kurang darah, saya dibuatkan jus buah bit oleh suami (meskipun awalnya saya tidak suka :v). Saat saya susah BAB, saya makan pepaya atau sayur yang hijau-hijau seperti bayam dan kangkung. Dan sebagainya. Hmm saya tidak tahu deh kalau dulu waktu kecil saya tidak dicekoki sayuran sama ibu. Mungkin bisa-bisa sampai sekarang saya tidak suka makan sayur.

Selain itu, saya juga suka minum air putih. Tepatnya semenjak hamil sih. Saat mual-mual dan tidak ada makanan yang masuk, saya justru lebih suka minum air putih. Jadi terbawa deh sampai sekarang. Di samping saya pokoknya harus ada air putih hehe.

Manfaat air putih ini juga banyak banget. Salah satunya menjaga kadar cairan tubuh, sehingga tubuh tidak mengalami gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan, sirkulasi, ginjal, dan penting dalam mempertahankan suhu tubuh yang normal (alodokter.com)

Bagaimana dengan olahraga? Nah ini yang saya masih agak malas sih hehe. Ya paling olahraganya saya itu ya mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan rumah saja :P Lumayan lho, ya setidaknya cukup berkeringat dan membakar kalori :P

Minum multivitamin

Daripada minum obat, saya lebih prefer minum multivitamin. Lagi-lagi saat saya kecil. Saat susah makan, orang tua membelikan saya vitamin minyak ikan. Hasilnya, ya Alhamdulillah nafsu makan bertambah. 

Belum lagi saat flu baru-baru kemarin yang menyerang saya. Hidung mampet, kepala pusing, suara bindeng. Duh tidak enak rasanya. Memang benar, kalau sudah jadi ibu itu harus sehat. Karena sakit bisa mengganggu aktivitas. Apalagi anak saya juga masih bayi, jadi akan mudah sekali dia bisa tertular hiks. Karena tidak mau minum obat, ya saya siasati dengan minum air hangat. 

Selain itu, saya dapat rekomendasi vitamin yang bisa diminum setelah sembuh dari sakit. Namanya Theragran-M Multivitamin - Mineral
Kegunaan
Di belakang kemasan tertulis kegunaannya untuk Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit. Pas banget kan, buat saya yang baru sembuh dari flu. Jelas saja, supaya daya tahan tubuh semakin kuat. Karena di dalamnya juga mengandung vitamin C.
Isi
Satu strip ada 4 tablet. Modelnya bentuk kapsul gitu. Di kemasan ada tulisannya salut gula. Memang, saat diminum agak manis gitu rasanya. Tapi jangan bayangkan kayak vitamin anak-anak yang manis banget juga sih :v Dosis untuk dewasa, diminum 1 tablet sehari atau sesuai anjuran dokter.

Kelebihan
Disitu tertulis, vitamin yang terkandung di dalamnya ada vitamin A, D, B1, B2, B6, B12, Niasinamida, Kalsium Pantotenat, C, dan E. Juga mineral Iodium, Besi, Tembaga II, Mangan II, Magnesium, dan Seng. Kelebihan lainnya, Theragran-M ini sudah jelas HALAL. Bisa dilihat ya di foto atas ada logo dari MUI nya. Jadi tidak perlu khawatir lagi. Sebab sudah otomatis tidak ada kandungan yang berbahaya atau haram di dalamnya.

Berbahagia dan berpikir positif

Nah ini sih yang menurut saya paling penting. Sakit itu terkadang berasal dari pikiran juga. Kalau pikiran stres, daya tahan tubuh bisa melemah, akhirnya bisa jatuh sakit deh. Maka, selama masih diberi kesehatan, banyak-banyaklah bersyukur. Dengan syukurlah hati kita akan bahagia dan jauh dari pikiran negatif. 
https://pixabay.com/id/smiley-emoji-pura-pura-simbol-1041796/
So, agar tubuh tidak mudah sakit, kuncinya perbanyak makan sayur dan buah, banyak minum air putih, dan mulai berolahraga atau melakukan sesuatu yang bisa mengeluarkan keringat. Serta tidak ada salahnya minum multivitamin agar daya tahan tubuh semakin kuat.

Yang terakhir, ya itu tadi. Jangan lupa untuk selalu bersyukur agar bahagia dan pikiran menjadi positif :)

Stay healty, guys! ^_^

Sunday, 25 September 2016

Sunday, September 25, 2016 6

Sarapan Berita

Karena kuasa siapa sih yang berhak mengatakan yang ini penting dan yang lain tidak? Kenapa sih kita harus merasa kurang dan ketinggalan zaman kalau tidak mengikuti berita ini dan berita itu? Apakah petani yang sudah mencangkul di sawah jam 05.00 pagi hidupnya kurang berharga kalau tidak tahu World Trade Centre itu apa? Ke manakah perginya kicau burung-burung yang bebas dalam dunia pendengar berita pagi? Siapa yang masih bisa menghargai keindahan warna keemasan kulit kadal dalam cemerlang matahari pagi? (hlm. 146)
Paragraf di atas adalah salah satu kutipan dari tulisan yang berjudul Sarapan Berita, yang saya ambil dari buku Seno Gumira Ajidarma, Tiada Ojek di Paris. Kutipan yang barangkali cukup menohok bagi para orang kota atau masyarakat urban seperti kita.
Masih banyak dari kita yang menyambut pagi dengan menonton TV. Sembari menghabiskan sarapan, kita seperti tidak ingin ketinggalan sebuah berita. Maka menyambung pertanyaan Pak Seno, apakah hidup kita akan kurang dan ketinggalan zaman bila tidak mengikuti berita? Apakah sebegitu pentingnya berita, sampai-sampai kita tidak menyambut cerahnya matahari pagi?

Berita-berita yang cenderung negatif

Sayangnya, kita tahu bahwa semakin ke sini berita-berita yang disajikan lebih sering membuat kita menjadi pemikir berat. Yang ditampilkan media hanya berita-berita yang justru membuat kita terus berpikir negatif. Kalau kata Pak Seno, berita masa kini disampaikan dengan gaya digawat-gawatkan model CNN. Berita penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, teroris, hingga berita investasi asing di Indonesia dan sebagainya. Bukankah kita tega pada diri sendiri bila melewatkan pagi dengan - hanya menonton berita-berita macam itu? 

Tidak berbeda jauh dengan dunia media sosial. Belum lama ini saya sempat memikirkan satu hal. Mengapa sekarang banyak sekali akun di media sosial yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan orang lain, mengorek-ngorek aib orang lain, dan mengurus urusan pribadi mereka. Anehnya, akun-akun tersebut banyak sekali pengikutnya dan mereka merasa terhibur. Tapi yang lebih parah adalah saat orang-orang justru memperdebatkan urusan orang lain, yang sudah jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan hidup mereka. Lantas saya ingat, hal seperti itu sudah lebih dulu disajikan dalam infotainment di televisi. Yang mirisnya ditayangkan pada pagi hari pula. 

Ya ya ya. Semakin ke sini kita memang disuguhkan begitu banyak informasi. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menyaring mana yang bisa kita lihat, dan mana yang tidak begitu penting untuk kita ikuti. Apalagi hanya melewatkan pagi hari dengan menonton TV atau membuka media berita online yang menampilkan berita-berita 'berat'. Padahal pagi hari sesungguhnya adalah waktu alami. Lingkungan yang masih sejuk. Embun yang menetes. Suara burung yang berkicau. Juga matahari cerah yang sayang bila dilewatkan begitu saja.
Berita penting yang mana pun tidaklah akan lebih penting daripada hidup kita sendiri. Hidup ini indah dan dunia penuh makna, tapi jika diskursus kita terkuasai oleh formasi diskursif media, yang telah bergerak mencengkeram sejak ritus berita pagi - apakah salah jika saya katakan bahwa kita ini orang yang rugi? Padahal kita cuma hidup satu kali. (hlm. 147, Sarapan Berita)
Tiada Ojek di Paris - Seno Gumira Ajidarma
Semoga kita bisa menjadi lebih kritis dan bijak :)

Friday, 23 September 2016

Friday, September 23, 2016 8

Hijrah Movement, Let's Hijrah!

Kalau tidak ada kata pacaran, barangkali tidak pernah ada kata hijrah dalam hidup saya. Ya. Hidup saya sejak dulu memang lurus-lurus saja. Belum pernah saya melakukan kesalahan yang berarti. Karena saya termasuk orang yang jarang melanggar peraturan *bukan sombong tapi polos :v

Tapi berbeda ketika saya lulus sekolah dan bekerja. Saat keinginan untuk pacaran semakin menggebu, saya justru menjadi orang yang lebih berani. Maka terkabullah do'a saya ingin punya pacar saat itu. Sayang, tiga kali pacaran hanya bertahan dalam hitungan bulan. Paling lama hanya dua bulan malah. Mungkin ini suatu bentuk 'hukuman' dari Allah, agar saya tidak menjauh dari-Nya juga tidak menjadi anak yang durhaka pada orang tua.

Sejak itu saya baru tahu, bahwa putusnya saya dari kata pacaran adalah suatu bentuk saya yang sedang menuju proses hijrah. Hijrah dari pacaran menjadi kesendirian (lagi). Hijrah dari diri saya yang berani menjadi diri saya yang takut. Tentu saja takut akan hukuman Allah. Hijrah dari diri saya yang dulu - yang meskipun pakai kerudung namun memakai pakaian ketat, menjadi berkerudung besar dan berpakaian longgar. Hijrah dari diri saya yang tidak punya kegiatan berarti, menjadi penuh dengan kegiatan positif bersama orang-orang yang positif. 


Apa makna hijrah?

Jadi, apa sesungguhnya makna hijrah? Sependek pengetahuan saya, hijrah berarti pindah. Pindah dari satu tempat menuju tempat lain. Pindah dari satu kondisi satu ke kondisi lain. Hingga hijrah bisa berarti berpindah dari tempat atau suatu yang tidak baik (maksiat), menuju tempat atau suatu yang diridhoi oleh Allah. Ya, dengan kata lain hijrah bisa berarti melakukan segala yang diperintahkan Allah SWT dan meninggalkan segala yang dilarang Allah SWT. 
Hijrah mempunyai banyak arti, salah satunya meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah.
Meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah bisa berarti perpindahan seorang muslim dari kufur kepada iman, dari syirik kepada Tauhid, dari Nifaq kepada Istiqomah, dari maksiat kepada taat, dari haram kepada halal. Atau dengan singkat perpindahan secara menyeluruh seorang muslim dari kehidupan yang serba jahili menuju kehidupan yang serba Islami.
Bisa dibilang pula, hijrah adalah bentuk kedekatan pada kata hidayah. Dan saya selalu percaya. Hidayah bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan dijemput. Selamanya kita takkan mendapat hidayah jika kita tidak berusaha mencarinya. Berusaha menjadi lebih baik dengan mulai belajar. Mulai mendekatkan diri pada Allah SWT dan berkumpul bersama orang-orang baik dan memilki kegiatan yang positif.
Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(QS. An-Nisa: 100)

Hijrah Movement 

Ialah komunitas Man Jadda Wa Jada Bekasi. Satu dari sekian komunitas positif yang saya ikuti. Bersama mereka saya seperti dibimbing. Bergabung dengan komunitas dakwah ini terasa seperti disiram energi positif. Hingga akhirnya saya berani. Berani menunjukkan bahwa langkah hijrah yang saya ambil adalah benar. Berani untuk menunjukkan bahwa segala komentar negatif orang lain tentang perubahan saya adalah salah. 

Maka jika kalian ingin tahu seperti apa komunitas mereka? Jika kalian ingin mengenal mereka lebih dalam. Dan jika kalian ingin mengerti apa itu hijrah dan bagaimana cara mengaplikasikannya di kehidupan kita? Hingga bagaimana caranya agar hijrah itu bisa diterima di lingkungan? Maka tidak ada salahnya teman-teman mengikuti salah satu kegiatan mereka. Yakni Hijrah Movement. Gerakan hijrah yang tepat, yang dimulai dari hati, pikiran, dan diaplikasikan dalam tindakan.


Percayalah, kegiatan ini pasti akan berdampak positif. Saya pernah menjadi bagian inti dari mereka. Teman-teman bisa melihat salah satu kegiatan sebelumnya yang juga pernah saya posting di sini.

So, tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah. Selama kehidupan masih diberi, selama raga masih sehat dan pikiran masih berjalan, maka hijrah bisa kita lakukan segera. Berhijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga diridhoi Allah SWT :)

Come on! Let's Hijrah! ^_^

My Community

kumpulan-emak-blogger Warung Blogger Blogger Perempuan bloggermuslimah.com Blogger Reporter Indonesia