Kemerdekaan, Saatnya Kita Menghargai Diri Sendiri dengan Tepat Waktu

17 Agustus nanti sudah hari kemerdekaan lagi nih. Selamat Hari Raya Kemerdekaan Indonesia! Semoga Indonesia selalu diberi keselamatan dan keberkahan bagi khalayak rakyatnya. Kali ini, izinkan saya mengisinya dengan membicarakan soal waktu. Teman-teman pernah dengar nggak sih celetukkan, “Indonesia mah jamnya karet.” Nah lho? Saya adalah orang yang selalu malas telat. Dari zaman sekolah pun […]

Mustahil Membuat Dunia Menjadi Seperti yang Kita Inginkan

Pernah ada orang yang minta sumbangan sama suami. Tapi alih-alih seikhlasnya, orang itu malah dengan lugas nyebutin jumlah yang harus disumbang. (FYI, ini konteksnya memang sumbangan yang seikhlasnya, bukan sudah ditentukan). Hmm, ya walaupun untuk kebaikan, mbok ya pakai etika gitu lho ya. Jangan terkesan maksa begitu sampai harus disebutin jumlahnya harus berapa. Heu 😑 […]

Ngomongin Grup WhatsApp, Yuk!

Saya pernah jadi orang yang misuh-misuh karena ada orang yang gabung dalam grup WhatsApp, tapi cuma silent reader aja. Alias nggak pernah nongol sama sekali. Padahal udah baca chat. Pikir saya, ngapain juga sih ni orang gabung di grup. Tapi kok nggak pernah ikutan nimbrung sama sekali? Ndilalah, setelah kian hari semakin menyibukkan diri, akhirnya […]

Menjadi Produktif di Waktu Luang

Saya habis baca postingan Mbak Annisast tentang waktu luang yang nggak terbuang. Dan terpikir untuk menulis hal yang sama. Karena saya juga merasa aja, sepertinya sekarang setelah punya dua anak, saya malah jadi lebih produktif ya dibanding dulu-dulu *PD mode on*. Merasa ada aja gitu yang saya lakukan. Ya nulis, baca buku, bikin-bikin kue. Bahkan […]

Dia yang Penuntut, Berubah Menjadi Penuntun

Kalau ditanya siapa orang yang bikin saya tidak berpindah hati, jawabannya adalah suami saya 😊 Bukan karena dia memang sudah jadi suami. Tapi karena saya benar-benar jatuh hati padanya. Faktanya saya sudah bersedia menunggunya selama tiga tahun. Silakan baca pertemuan awal saya di postingan ini. Saya nggak akan cerita bagaimana saya bisa menunggunya selama itu. […]