Wednesday, 16 August 2017

Wednesday, August 16, 2017 22

Gimana Sih Cara Menyikapi Media Sosial Saat Ini?

👧 "Yang, mobil Daihatsu yang kecil itu apa namanya ya?"
👨 "Ayla?"
👧 "Ah iya. Trus kalo bahasa inggrisnya pemandangan apa?"
👨 "View."
👧"Nah kalo mobil Daihatsu tadi sama bahasa inggrisnya pemandangan digabung jadi apa?"
👨 "Aylaview."
👧 "I love you too ayang."

Haha mungkin teman-teman udah nggak asing ya dengan gombalan yang lagi in tadi. Lucu nggak sih? Kalau menurut saya sih lucu 😂 Lebih lucunya banyak istri yang mencoba gombalan itu ke suaminya, lalu discreenshot dan diupload ke media sosial. 

Tapi beberapa hari kemudian ada yang menggelitik saya. Yakni salah seorang yang mengatakan bahwa tidak seharusnya percakapan suami istri tersebut diunggah ke media sosial. Karena dikatakan bisa-bisa memancing rasa cemburu akhwat (perempuan) lain. Bahkan bisa-bisa si akhwat minta dipoligami karena melihat suami dari si istri tersebut yang nampak kebaikannya. 

Aduh buyuuuung, kok saya malah jadi geli sendiri ya. Terlalu jauh nggak sih mikirnya? 😂 Apa lelucon receh kayak gitu harus banget ditanggapi serius? Bahkan nyasar-nyasar ke poligami segala? Okelah, kita memang nggak bisa membaca hati orang lain. Nggak bisa tahu dari postingan kita yang mana yang bisa menimbulkan rasa iri atau cemburu orang lain. Tapi cobalah untuk lebih rasional. Lebih santai memandang hidup *halah. Maksudnya, ini kan hanya media sosial dan sudah era nya orang banyak yang kreatif. Jadi, nggak perlu serius bangetlah ya 😊 
via Pixabay
Jadi, sebenarnya kita harus gimana sih menyikapi media sosial saat ini? Ini poin-poin menurut saya: 

💁Nggak perlu baperan

Si A posting status tentang blablabla. Lalu si B baca, dan merasa bahwa blablabla itu ditujukan untuk dirinya. Akhirnya merasa tersindir, lalu klarifikasi ke si A. Ternyata kata A, dia sama sekali tidak menyinggung B. Wah berapa banyak kejadian kayak gini? Atau mungkin kita sendiri pernah mengalami?  Kita merasa bahwa status dia menyindir kita, padahal tidak sama sekali. Artinya apa? Artinya memang kitalah yang seharusnya menjaga perasaan. Media sosial luas. Bukan hanya untuk kita saja. Kita tidak perlu merasa bahwa apa yang diposting orang lain hanya untuk membuat kita tersinggung, cemburu, iri, atau apapun.
Maka jika perasaan kita tiba-tiba kacau saat membaca suatu postingan, lebih baik alihkan perhatian pada hal lain dibanding hanya memikirkan media sosial yang sebenarnya tidak ada gunanya. Alih-alih peduli, malah bisa-bisa kita jatuh suudzon kepada orang lain. Duh, naudzubillah deh. 
Begitu pula dengan urusan follow, like, comments, add friends, tak perlulah diambil perasaan jika itu semua tidak kita dapatkan. Toh media sosial hanyalah dunia yang semu. Takkan kiamat jika kita tidak eksis di media sosial 😁


🙅 Nggak perlu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain

"Hidup tak seindah instagram Andien dan Nia Ramadhani." Pernah dengar kalimat itu? Semoga kita bukan termasuk di dalamnya ya, bukan orang yang menganggap kehidupan para artis atau orang lain itu sempurna apalagi HANYA berdasarkan postingan-postingan di media sosialnya. Karena ya siapa juga sih yang mau menampilkan masalah pribadinya di media sosial (kecuali orang-orang yang pendek pikiran). Tentu saja lebih banyak orang yang memilih untuk posting sesuatu yang bahagia-bahagia saja. Jadi kita tidak perlu membandingkan bahwa hidup kita ternyata tidak sesempurna para artis atau orang lain. Tidak sesempurna orang yang bisa travelling kemana-mana dari postingan instagramnya. Karena percayalah, hidup itu punya nikmat dan ujiannya masing-masing. Dan media sosial hanyalah yang tampak karena kita tidak tahu kehidupan mereka sesungguhnya. So, bersyukur saja dengan hidup kita saat ini. Karena bisa jadi nikmat bagi orang lain, belum tentu nikmat bagi kita 😊


😂 Nggak perlu terlalu serius menanggapi sesuatu 

Ini yang saya bilang di awal tadi. Nggak perlulah kita jauh-jauh mengaitkan antara AylaView dan poligami. Duh. Jangan-jangan jika kita yang kaitkan, malah memancing rasa penasaran orang lain. Kok bisa ada yang minta poligami? Emang suaminya sebaik apa sih? Ih naudzubillah. Humor-humor receh yang sekarang banyak bertebaran saya rasa semata supaya hidup kita nggak tegang-tegang amat. Jadi sepanjang humor itu tidak melanggar syari'at, tidak mengandung kekerasan, SARA, dan pornografi, sepertinya sah-sah saja. Lagi pula kalau memang humor itu tidak sesuai prinsip kita, kita tinggal klik hide, unfollow, unfriend, atau blokir. Yap, sesimple itu dibanding ngajak orang mikir berat karena kita terlalu menanggapi serius segala postingan di media sosial. 


😉 Pikirkan setiap apa yang kita posting

Pada akhirnya sudah hukum media sosial bahwa kita sulit mengatur orang lain. Jadi yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri sendiri. Pikirkan setiap apa yang akan kita posting. Bagaimana positif negatifnya. Apa suatu postingan layak dishare atau tidak. Bagaimana dari segi manfaatnya. Intinya kendali itu ada di tangan kita, bukan orang lain 😊 Menasihati boleh, sepanjang kata-kata yang kita gunakan sopan, tidak menyindir dan tidak memaksa.

Well, bermedia sosial boleh. Hanya saja kita tetap harus bijak. Selalu ingat bahwa kita punya kehidupan nyata yang lebih penting. Jika kita merasa lelah bermedsos, mungkin saatnya kita taruh gadget, dan menghampiri orang-orang yang ada di sekitar kita 😊

Sunday, 6 August 2017

Sunday, August 06, 2017 11

5 Buah yang Paling Jadi Favorit Saya

Setelah dulu saya pernah post 5 Makanan yang Sulit Ditolak, sekarang saya mau cerita juga tentang 5 Buah yang sulit ditolak 😁  Yes, saya suka makan buah-buahan. Malah kalau bisa di rumah harus selalu sedia buah setiap hari. Selain bagus buat kulit, nambah asupan serat dan cairan, buah kan juga cemilan yang paling sehat ya 😊

Sebenarnya sih pada dasarnya saya suka semua buah, kecuali durian aja yang nggak suka sama sekali. Tapi untuk buah yang lain, terbilang biasa aja. Beda dengan 5 buah di bawah ini yang paling jadi favorit saya. Dan kalau sudah ada buah ini pasti sulit banget buat saya tolak. Bahkan mungkin sekalipun di rumah orang, kalau disediakan buah ini, bisa jadi saya nggak akan nolak 😂 So, apa aja sih? 

5 buah yang paling jadi favorit saya

🍍 Nanas
via Pixabay
Yuhhu... Buah warna kuning ini selalu jadi nomor satu buat saya 😍 Kalau ada rujak buah pun yang pertama saya cari ya nanas. Dan rasa buah nanas di minuman atau makanan juga saya suka. Sulit deh buat nggak makan buah ini kalau lagi ada. Rasanya yang asam manis, euh bikin saya ketagihan 😆 
Makanya saya sedih banget pas nggak dibolehin makan nanas di awal-awal hamil karena katanya panas dan bisa menyebabkan keguguran. Padahal saya percaya kalau semua buah pada dasarnya boleh karena banyak vitaminnya. Barangkali yang nggak boleh itu kalau berlebihan ya. Tapi ada bagusnya sih saya dilarang, soalnya bisa habis satu buah sendiri kalau saya makan nanas 😂 Sebelum lidah gatal, terus aja ngunyah nanas 😂 

😋 Duku
credit: http://manfaatnyasehat.com/manfaat-buah-duku/
Kecil bentuknya, tapi rasanya 😍 Apalagi kalau Duku Palembang tuh yang manisnya kebangetan, beuh bisa-bisa habis 1 kg sendiri sama saya 🙈 Pokoknya favorit banget deh sama duku. Meskipun tangan jadi lengket setelah makan, tetap aja saya suka 😆

🍇 Anggur
via Pixabay
Bukan anggur yang difermentasi lho ya. Jelas itu haram kalau dalam agama saya. Tapi ini murni buah anggur. Mau itu anggur merah, anggur ungu, anggur hijau, semua saya suka 😍 Sayangnya harga anggur ini memang mahal, jadi walaupun suka, agak jarang saya belinya. Padahal mah kalau ada, ya bisa habis banyak sendiri tuh 😅

😋 Manggis
via Pixabay
Buahnya putih. Lembut. Ada yang bijinya besar, kecil, atau nggak ada bijinya. Apalagi kalau bukan buah manggis 😍 Kalau lagi musim, susah deh nolak untuk nggak beli buah ini. 
Saya inget banget, dulu waktu kecil kalau mau makan buah ini mesti dijepit dulu pake engsel pintu biar kebuka kulitnya. Tapi sekarang mah ya pakai tangan aja 😅 Sayangnya sih, saya belum pernah nyoba ekstra kulit buah manggis yang jadi kabar gembira itu 😅

😋 Mangga harum manis
via Pixabay
Meskipun agak malas ngupas buah ini, tapi tetap jadi favorit saya. Tapi saya hanya suka Mangga Harum Manis ya. Mangga jenis lain kurang suka. Dan biasanya kalau lagi males gitu, suka saya bikin tikar aja 😂 Maksudnya saya belah aja, baru dibelah lagi jadi kotak-kotak (seperti penampakkan gambar di atas), udah deh tinggal makan 😂 Tapi kalau begitu kan jatuhnya saya jadi rakus hehe. Karena memang biasanya buah ini untuk dimakan rame-rame 😆

Nah, kalau teman-teman sukanya buah apa aja? Apapun itu, yang penting jangan lupa makan buah setiap hari ya. Supaya tubuh tetap sehat, kulit tetap terjaga dan daya tahan tubuh juga kuat 😊

Friday, 4 August 2017

Friday, August 04, 2017 4

Allah Berkehendak Sesuai Kemauanmu

Dua minggu lalu saya sakit flu dan radang. Batuk-batuk nggak karuan. Hidung tersumbat, kepala pusing. Ah, nggak enak pokoknya. Saya jadi ngedumel sendiri, ini kenapa saya jadi sering sakit begini ya. Soalnya beberapa waktu sebelumnya saya juga masuk angin. Sampai nggak kuat buat ngapa-ngapain saking badan nggak enak dan kepala pusing. Ditambah harus menyusui dua bayi. Duh badan rasanya pegel-pegel banget. Mau istirahat pun nggak bisa, ya karena harus tetap menyusui 😥

Akhirnya saya curhat ke ibu, ibu cuma bilang gini, "itu kan yang kamu mau (menyusui dua bayi). Allah kan berkehendak sesuai kemauan kita." Nah lho. Jegreeenggg! Saya berasa dicubit hiks.

Hmm... Ya ada benarnya sih *eh 😪. Setelah diflashback, kan saya juga yang mau menyusui dua bayi. Tandem nursing kan memang keinginan saya setelah anak kedua lahir (baca: 6 Wishlist Paling Pokok Tahun Ini). Saya tetap ingin memberikan Emir ASI sampai dua tahun. Lah ngapain saya ngeluh? Begitu pikir saya. Itu kan emang kemauan kamu, De. Ya kalau badan pegel, ya udah nikmatin aja. Huhu. Sampai saya menyerah karena merelakan Emir diberi susu formula. Walaupun cuma sebagai pendamping aja karena dia tetap mau ASI.

Allah berkehendak sesuai kemauanmu

via Pixabay
Kata-kata ibu itu bikin saya teringat sama salah satu hadits:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
Ø£َنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).
Sumber : https://rumaysho.com/2298-sesuai-persangkaan-hamba-pada-allah.html
Dan apa yang terjadi sama saya, mungkin sudah dinilai sama Allah. Sejak hamil anak kedua, saya sudah berdoa banget sama Allah supaya tetap bisa memberikan Emir ASI. Yang itu artinya, saya sudah tahu akan tandem nursing kalau anak kedua lahir. Dan YES, finally Allah mengabulkan keinginan saya.

Nah, yang jadi poin saya sebenarnya bukan masalah lelah karena menyusuinya, tapi tentang prasangka itu tadi. Dalam kasus saya, karena saya niat banget mau tandem nursing, mungkin Allah melihat tekad kuat saya. Saya nggak kepikiran kalau ternyata bakal capek. Toh, ini kemauanmu kan, De. Barangkali begitu yang Allah lihat. Ya, apa yang dilihat Allah adalah kemauan awal yang kuat yang ada dalam hati saya. Saya optimis bakal bisa menyusui dua bayi, maka karena pikiran positif itu Allah mau mengabulkan. Bisa aja akan beda jadinya jika sejak hamil saya sudah pesimis bisa tandem nursing.

Well, saya dapat pelajaran dari sini. Kalau Allah sesuai prasangka hambaNya, itu artinya segala sesuatu ada di tangan kita. Dalam artian, kita bisa menentukan apa yang kita mau. Kita bisa berusaha. Kita bisa berdo'a. Kita bisa menanamkan dengan kuat apa yang ingin kita lakukan. Dengan tekad yang keras itu, maka Allah akan melihat dan menilai usaha dan do'a kita. Jadilah Allah bisa mengabulkan keinginan kita. Kun fayakun. Kalau pun nantinya kenyataan berbeda, misalnya tidak sesuai dengan kehendak kita, barangkali di situlah Allah ingin kita belajar.

Lagi, misalnya dalam kasus saya. Mungkin lelahnya saya menyusui bikin saya jadi belajar kalau orang-orang terdekat yang mendesak supaya saya ikhlas memberi Emir sufor, itu karena mereka sayang. Mereka tahu bahwa menyusui dua bayi itu tidak mudah dan pasti akan makan banyak tenaga. Tapi karena saya keukeuh, Allah membiarkan saya untuk merasakan sendiri bagaimana rasanya menyusui dua bayi. Ternyata capek ya haha.

Hehe ribet nggak sih? Semoga nggak ya. Inti poinnya sih, kalau punya keinginan, kita hanya tinggal menguatkan keinginan itu di dalam pikiran dengan diiringi usaha dan do'a. Meski ya, pada akhirnya kuasa terbesar tetap ada di tangan Allah 😊 Kalau nantinya kenyataan berbeda, percayalah itu pelajaran yang sungguh berharga buat kita 😊 Dan slalu ingat, bahwa Allah sesuai prasangka hambaNya 😇

Thursday, 20 July 2017

Thursday, July 20, 2017 9

Semata Menjadi Pengingat dan Berbagi Manfaat

Waktu saya baru lepas dari pacaran dan memutuskan hijrah, saya jadi rajin ikut kegiatan-kegiatan positif like seminar, gabung di komunitas-komunitas positif, ikut kegiatan yang diadakan komunitas, pokoknya semua yang serba positif saya ikutin. Termasuk juga acara-acara yang berhubungan dengan blog 😁

Nah ngomongin blog, semenjak punya blog saya jadi kepikiran buat nulis semacam review dari semua kegiatan yang saya ikutin. Mungkin teman-teman bisa baca di label Event beberapa di antaranya.
via Pixabay
Apa karena dibayar makanya nulis? Tidak. Bahkan tidak ada satu pun dari event itu yang dibayar. Malah yang ada saya yang bayar, contohnya kayak event seminar 😂

Lalu apa tujuan saya menulis? 

Semata menjadi pengingat dan berbagi manfaat

💁 Pengingat bagi diri sendiri
Semata untuk menjadi pengingat bagi diri sendiri. Yap. Karena saya senang menulis. Saya senang punya media yang berwarna untuk menyimpan tulisan-tulisan saya a.k.a blog. Maka dengan senang hati pula saya selalu membawa catatan kecil saat ikut suatu acara. Itu semata agar saya bisa memindahkannya ke blog dan bisa dibaca kembali kapan pun saya mau. Ya karena blog juga tidak rawan hilang seperti file di komputer kita.

💁 Berbagi manfaat
Selanjutnya, niat saya adalah berbagi manfaat pada khalayak. Karena saya merasa kegiatan itu positif, sayang sekali kalau hanya saya pendam sendiri. Sementara media blog adalah media yang efektif supaya kegiatan positif itu juga bisa dirasakan alias dibaca banyak orang.

Ini pernah terbukti ketika saya membagikan tulisan saya tentang seminar Jodoh Impian dan menandai pembicara-pembicaranya di Twitter. Twitt saya diretweet pembicara tersebut, dan ratusan followersnya pun meretweet pula. Bahkan mereka mengucapkan terima kasih. Masya Allah 😍 
Maka sejak itu pula saya berjanji pada diri sendiri untuk sebisa mungkin (malah kalau bisa harus) menulis di blog seusai menghadiri acara yang positif. 
Bahkan saya juga pernah menonton beberapa tayangan positif (entah video di laptop, tv, internet) sambil memegang catatan untuk merangkum supaya bisa saya tuliskan di blog 😁 Sempat ingin menekuni hal ini, sayangnya terbentur waktu apalagi sudah punya dua anak kayak sekarang nggak sempet nonton apa-apa 😂 *excuse 🙈

Ya, sesederhana itulah niat saya. Menulis bukan karena dibayar, tapi karena saya memang senang menjalaninya. Bahkan dari rumah (saat berangkat menuju acara) pun saya sudah punya niat untuk benar-benar menyimak kegiatan dengan baik, supaya bisa saya tuliskan di blog dengan baik pula. Makanya saya malah suka sedih kalau ada yang kelewat disimak 😄

So, kesimpulannya, menulis setelah menghadiri suatu acara apalagi itu sangat bermanfaat, bagi saya penting. Karena untuk mengikat ilmu yang saya dapatkan. Dan bukan hanya saya yang merasakan manfaatnya, tapi juga khalayak yang membaca tulisan-tulisan tersebut 😊 

Wednesday, 19 July 2017

Wednesday, July 19, 2017 2

Ini Dia, Isi Tas Bayiku!

Tas. Saya kadang nggak habis pikir dengan perempuan-perempuan yang hobinya ngoleksi tas. Beli tas sampai bejibun-jibun ((bejibun-jibun)), padahal tas yang sebelumnya masih pada bagus. Yauda sih, De. Mereka beli pake duit sendiri, kok lu yang repot wkwkwk. 

Iya sih, padahal saya juga punya beberapa tas hihi. Tapi kalau saya menggolongkannya sesuai manfaatnya. Yang kecil misalnya buat kondangan. Yang selempang besar buat kalau pergi dan bawaan agak banyak. Yang ransel buat pergi jauh biar pundak nggak pegel. Jadi memang bukan karena hobi beli tas ya 😆 Eeh iya sekarang ketambahan tas bayi hehe. Karena saya sudah punya dua bayi.

Jadi saya mau bongkar si tas bayi aja ya. Apa aja sih isinya? Cekidot, ini dia! 

Isi tas bayiku

👶 Diapers alias pospak (popok sekali pakai) 
Ini sudah pasti ada di urutan pertama. Apalagi untuk pergi-pergian. Karena dua bayi saya memang selalu pakai pospak. Nah bawa pospak di tas buat salinan pastinya. Biasanya saya bawa 2 sampai 4 pospak untuk masing-masing bayi. Banyak ya, iya takut penuh atau pup di jalan 😂

📁 Tisu basah dan kering
Ini juga wajib banget karena baik tisu kering dan basah sangat bermanfaat. Biasanya buat lap-lap sisa makanan di mulut atau tangan apalagi kalau situasinya nggak ada air, jadi bisa pakai tisu basah. Selain itu tisu basah juga bisa berguna buat cebok bayi.

🍼 Botol susu
Maaf ya nggak ada di foto. Lupa dimasukkin hihi. Botol susu juga termasuk wajib karena sekarang Emir sudah dibantu susu formula. Jadi buat jaga-jaga kalau misalnya saya lagi nyusuin adiknya, Emir bisa dikasih sufor saja. 

👛 Dompet
Yaiya dong masa pergi nggak bawa uang. Walaupun sekarang ada suami, tetep aja bawa dompet 😆 

📱 Handphone 
Sebelumnya maaf ya nggak ada gambarnya karena hp nya dipake buat foto 😂 Tapi biasanya saya memang naruh hp ya di tas aja. Dan termasuk jarang pegang hp kalau lagi di dalam kendaraan. Jadi maklum ya kalau nggak dibales chatnya, bisa dipastikan lagi di jalan *nggak penting 😂

🔌 Power bank
Ini juga nggak kalah penting. Sekalipun baterai hp full, saya tetep bawa power bank buat jaga-jaga di jalan. Apalagi kalau lagi bepergian jauh.

💆 Kipas tangan
Saya orang yang nggak tahan gerah. Jadi kemana-mana pun ya bawa kipas tangan.😄 Apalagi punya bayi, bisa juga dipakai untuk ngipasin mereka supaya nggak kepanasan. 

☔ Payung 
Saya tipe yang menganut sedia payung sebelum hujan. Jadi dari zaman single memang slalu bawa payung kemana-mana 😄 Sekalipun itu lagi musim kemarau, tapi yaa sekarang cuaca kan nggak nentu ya. Lagi panas bisa aja tahu-tahu hujan 😄

✔ Plastik keresek
Maaf juga ya lupa difoto hihi. Biasanya saya bawa keresek buat jaga-jaga kalau mabuk di perjalanan. Tapi nggak cuma itu, kadang keresek juga berguna buat buang sampah atau simpan baju kotor atau sisa makanan yang masih bisa dimakan. 

Udah sih, kayaknya 9 item aja. Item-item itu wajib kalau bepergian dekat maupun jauh. Palingan tambahannya bawa baju ganti anak-anak sama minyak telon aja buat kalau pergi jauh. Dan biasanya kalau pergi jauh saya bawa tas bayi yang agak besar supaya muat banyak 😄

So, bisa dibilang sekarang saya malah jarang pakai tas pribadi. Lebih sering ya pakai tas bayi. Kecuali kalau jalannya mungkin nggak lama, atau cuma pergi berdua sama suami aja *ciye* baru saya pakai tas sendiri 😄

Kalau isi tas kamu, apa aja? Kepo dong 😆

Tuesday, 18 July 2017

Tuesday, July 18, 2017 18

3 Hal yang Bisa Kita Dapatkan dari Jalan-jalan

Travelling sekarang lagi in banget kayaknya ya. Saya juga suka kok. Bahkan sempat terpikir untuk ikutan bikin blog travelling. Cuma karena jalan-jalannya masih jarang-jarang, jadi ditunda dulu deh 😂 Tapi memang dasarnya dari dulu saya suka jalan sih 😂 Meski itu cuma ngumpul sama temen, komunitas, jalan-jalan bareng keluarga, atau sekedar jalan keluar karena memang ada keperluan 😂
credit: Pixabay
Nggak cuma bisa refreshing, tapi seringkali saya atau bahkan kita bisa dapatkan banyak hal dari jalan-jalan meskipun sekedar jalan karena ada keperluan itu. Di antaranya:

3 Hal yang Bisa Kita Dapatkan dari Jalan-jalan

💼  Dapat ide tulisan
Kalau lagi di jalan saya suka perhatiin lingkungan sekitar atau orang-orangnya. Trus suka aja terbersit ide buat ditulis. Kayak dulu banget, saat saya pulang dari tempat kuliah, saya ngeliat anak yang lagi jalan sama laki-laki dewasa (entah itu ayahnya atau omnya atau orang lain nggak tau juga). Tapi si anak diam gitu. Sementara si laki-laki kayak ketakutan. Saya langsung kepikiran, anak itu kenapa ya. Laki-laki itu juga kenapa, kok kayak ketakutan gitu. Lantas saya kepikiran buat nulis tentang masalah orang tua dan anak.

Ada lagi, saat saya pulang kerja dan ketemu nenek-nenek yang bawa box besar bekas tempat beliau jual makanan. Setelah saya iseng-iseng ngobrol dengan sang nenek, lantas kepikiran buat bikin tulisan di blog ini tentang betapa syukur itu mudah. Silakan cari sendiri ya tulisannya 😂

Bahkan saya pernah dengan sengaja niat dari jauh-jauh hari. Kayak pas pasang KB Kamis kemarin di rumah sakit. Pas di jalan, saya udah kepikiran mau cerita tentang proses pasang KB itu di blog Celoteh Bunda nanti 😂

Begitulah. Makanya kenapa saya pernah nulis salah satu tips untuk mendapatkan ide adalah dengan kita tidak berdiam diri di rumah alias cobalah untuk jalan-jalan keluar rumah (baca: Cara Mendapatkan Ide untuk Menulis) . Nah kalau yang Nggak Ada Ide kemarin itu karena saya emang bener-bener blank, nggak nemuin sesuatu yang menarik buat ditulis huhu *pembenaran diri 😂

💼 Keintiman dengan orang-orang terdekat
Percaya atau tidak, kadang dengan jalan-jalan, kita bisa dapat cerita lain dari orang-orang terdekat kita. Dengan kata lain, kita bisa saja tahu hal-hal terbaru tentang mereka. Apalagi kalau jalan-jalan itu murni refreshing, biasanya kan memang diisi dengan cerita-cerita ya. Jadi deh kita bisa mendapat sudut pandang baru dari orang-orang terdekat itu. Alhasil hubungan dengan orang-orang terdekat bisa jadi lebih dalam lagi karena kita semakin mengenal mereka 😊

💼 Budaya orang sekitar dan sudut pandang baru
Selain sudut pandang baru dari orang-orang terdekat, ketika kita mengunjungi suatu tempat apalagi itu tempat yang baru kita kunjungi, biasanya kita akan 'ngeh' dengan sendirinya bahwa budaya setiap tempat itu berbeda. Sesederhana kita biasa makan pakai sendok, di tempat lain makan pakai sendok itu justru asing karena mereka biasa makan pakai tangan misalnya. Atau bahasa kita yang beda dengan orang-orang di tempat yang kita kunjungi itu. Atau budaya-budaya lainnya yang baru kita tahu setelah kita berkunjung ke tempat tersebut. Well, pada akhirnya, kita banyak mendapat pengetahuan-pengetahuan yang memberi kita sudut pandang baru. Karena dari perbedaan ini pula biasanya kita jadi orang yang lebih bisa menghargai 😊

So, selain sekedar jadi refreshing, travelling pun ternyata bisa menambah hal-hal yang baru buat kita. Entah itu ide tulisan, keintiman dengan orang-orang terdekat, ataupun pengetahuan dan sudut pandang baru dari tempat-tempat yang kita kunjungi.

Ah, Maha Benar Allah dengan segala firmannya ya:
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kami, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada Allah lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. QS. Al-Mulk: 15
Jadi yuk, mau jalan-jalan kemana kita? 😄

My Community

kumpulan-emak-blogger Warung Blogger Blogger Perempuan Blogger Reporter Indonesia