Wednesday, 18 January 2017

Wednesday, January 18, 2017 8

Tipe Kekasih yang Saya Dambakan

Oke, di awal tahun ini saya agak terhambat menulis blog. Tidak seperti akhir-akhir tahun lalu yang masih bisa rutin, tapi semakin kesini ide saya agak sedikit mandeg. Kalaupun ada, masih kebanyakan mikir apa pantas ditulis atau tidak :( Jadi sengaja saya mencari ide kesana kemari, aktif di medsos, sampai ngajak temen buat kolaborasi (yang ini belum tahu bakal jadi apa nggak) supaya blog terus hidup.

Nah untung saja kemarin ada seorang teman Facebook yang ngepost tentang #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge. Pikir saya kayaknya bagus juga. Toh 'cuma' 10 hari ini. Bisalah ya. Dengan bismillah saya niat ikutan :D So, kalau 10 hari ke depan blog Sohibunnisa keluar dari jadwal biasanya, nggak apa-apa ya hehe. Saya juga sudah bikin label #10DaysKF, supaya teman-teman pembaca tahu ini postingan dalam rangka #10DaysKF :)

Untuk kamu yang mau ikutan juga boleh banget. Jadi sistemnya kamu tulis jawabanmu di blog sehari satu pertanyaan. Dimulai kan hari ini, berarti kamu jawab nomor satu. Besok tanggal 19 kamu jawab nomor 2, tanggal 20 nomor 3, begitu seterusnya.  Ini dia infonya: 
So, let's start today!

1. Jelaskan bagaimana tipe kekasih yang kamu dambakan?

Ya suami hehe. Bercanda, tapi memang iya sih :P Semua yang sudah saya damba ada di suami. Jadi sebenarnya bagaimana tipe kekasih yang saya damba itu? 

Disclaimer: kekasih yang saya maksud adalah juga kriteria dalam mencari jodoh ya. Jadi bukan sekedar hubungan sebelum menikah atau pacaran :)

1. Seiman

Ini penting banget buat saya. Bukan hanya karena saya terlahir dari keluarga besar muslim. Tapi saya memang sengaja mencari yang seiman supaya bisa saling mengingatkan. Dan akan lebih mudah bagi kami untuk bersikap saling dan tidak saling bentrok. Kalau saya islam, dia islam. Saya sholat, dia sholat. Saya ngaji, dia ngaji. Intinya dengan seiman, kami jadi satu visi dan misi :)

2. Pemahaman agamanya bagus

Saya pernah nulis bahwa seiman atau seagama saja belum cukup jika tidak dilandasi pemahaman yang baik (baca: 5 Kriteria yang Bisa Dipertimbangkan dalam Mencari Jodoh). Kalau agamanya Islam tapi dia tidak paham bagaimana ajarannya, percuma. Dia tidak paham tentang adab, fikih, atau aturan-aturan dalam islam ya buat apa. Saya harapkan dia yang paham, sebab ia yang paham akan tahu bagaimana aturan-aturan dalam islam yang harus dijalani dan larangan-Nya yang harus dijauhi. Makanya buat saya, mengerti dengan memahami itu berbeda. Mengerti saja belum cukup. Tapi ketika seorang itu paham, otomatis dia akan mengaplikasikannya di dunia nyata. Paham agama ini juga sebagai tanggung jawab dia sebagai seorang laki-laki yang akan jadi imam. Seorang imam sudah pastilah bertugas memimpin dan membimbing makmum atau keluarganya. 

3. Tidak merokok!

Hehe maaf ya pakai tanda seru. Ini sekaligus bukti bahwa saya memang benar-benar tidak menyukai perokok. Sekalipun kakak pertama saya perokok, percayalah saya orang pertama yang mengutuk seorang perokok. Saya tidak punya penyakit asma atau apapun, tapi saya orang yang menyukai udara segar. Kalau pasangan saya merokok, bagaimana mungkin saya bisa dapat udara segar. Miris rasanya kalau melihat seorang suami merokok di depan istrinya. Kayak seolah-olah dia ingin membuat mati istrinya hiks. Saya orang yang percaya bahwa rokok sama sekali tidak ada manfaatnya. Ia hanyalah perusak kehidupan. Membuat uang habis, pun membuat umur menjadi pendek, naudzubillah. Apalagi kalau sudah menikah. Saya akan hamil dan punya anak, saya tidak mau kehamilan dan rusak nantinya huhu.

4. Tidak suka mengeluh

Saya paling tidak suka dengan laki-laki yang hobinya mengeluh. Bukan artinya dia tidak boleh mengeluh, tapi itu ada kalanya bukan terus-terusan dan selalu dilakukan. Saya yakin seorang laki-laki diciptakan memang lebih kuat daripada wanita. Karena tugasnya pun memimpin wanita. Maka sudah pasti dia juga yang akan melindungi wanitanya. Jika dia saja suka mengeluh, bagaimana dia bisa memimpin dan melindungi? Bahkan saya sering meremove laki-laki yang statusnya sering mengeluh di media sosial. Euh, terlihat sangat lemah sekali. Sorry to say, seperti tidak punya harapan, hiks. So, kodrat laki-laki memang harus kuat dan tegar :)

5. Sayang orang tua, terutama ibu

Logikanya kalau ia sayang dengan ibunya, otomatis dia akan hormat dan nurut dengan ibunya. Laki-laki yang sayang ibu, buat saya mengagumkan sekali. Dan sekarang saya bisa merasakan. Melihat suami yang sayang dengan ibunya, setelah menikah justru beliau lebih bisa menghargai saya sebagai pasangannya. Mungkin karena beliau sudah bisa dan mengerti cara menghargai dan menghormati seorang wanita, jadinya beliau tidak pernah meremehkan. Bahkan untuk urusan dapur dan anak pun, beliau tidak pernah malu untuk selalu membantu.

Oke, 5 itu sih tipe kekasih dambaan saya. Sebenarnya masih ada lagi: saya suka dengan yang lebih tua daripada saya, minimal 3 tahun di atas saya. Lebih tinggi daripada saya. Lebih baik agamanya daripada saya. Yah, pokoknya lebih baik deh daripada saya hehe. Dan sekarang dapat suami yang mencakup semua kriteria yang saya mau. Alhamdulillah :D

Intinya, kalau punya kriteria idaman ya pertahankan. Toh kita punya hak kok untuk bisa memilih, apalagi untuk urusan jodoh yang dijalani seumur hidup. Tapi sembari menetapkan kriteria, jangan sampai lupa untuk menyeimbangkan diri agar kita sesuai dengan kriteria yang kita mau :)

Monday, 16 January 2017

Monday, January 16, 2017 22

Bakmi Mewah, Sajian Mewah yang Mudah Dibuat Sendiri

Mie sudah jadi makanan kesukaan saya. Apalagi pas hamil begini, entah kenapa mie malah semakin memikat. Nggak salah juga sih ya, toh mie kan juga bisa jadi pengganti nasi karena sarat karbohidrat juga. Tapi karena saya nggak bisa beli terus, mau tidak mau ya tetep nyetok di rumah buat persediaan. Yap, itu artinya saya selalu sedia mie instan :D Meskipun nggak boleh setiap hari juga bikin mie instan.

Dari sekian jenis mie, ada lagi yang namanya bakmi. Sayangnya, selama ini saya belum menemukan bakmi instan. Kebanyakan yang jual ya memang tukang-tukang atau warung bakmi di pinggir jalan atau restoran-restoran. Padahal kepengen juga bisa bikin di rumah. Apa daya, karena kayaknya sulit menemukan bakmi seperti di luar-luar itu, alhasil nggak bisa bikin bakmi sendiri di rumah huhu.


Bakmi Mewah, sajian mewah yang mudah dibuat sendiri

Tapi sekarang, bolehlah saya berbahagia. Karena semenjak ada iklannya Raffi Ahmad dan Indy Barends, saya jadi tahu kalau ada bakmi yang bisa dibikin sendiri di rumah! Yeay! So, saya nggak perlu lagi harus keluar rumah jauh-jauh ke tukang atau warung atau restoran yang menjual bakmi hehe. Karena sekarang saya juga bisa bikin sendiri. Kabar bahagianya lagi, bakmi ini memang sengaja diproduksi supaya bisa dibuat instan dan mudah oleh para konsumennya! Yuhhuuu.
Kok bisa mudah buatnya? Yaiya, kita cuma tinggal cemplung-cemplungin, jadi deh bakmi mewah ala-ala restoran gitu :D
maaf ya, saking semangat hasil fotonya seadanya -_-
Nih langkah-langkahnya:
  • Pertama. rebus mie dalam air mendidih
  • Kedua, setelah + 2 menit, angkat lalu tiriskan
  • Ketiga, tuang ke dalam mangkuk atau piring
  • Keempat, tuangkan kecap, minyak, dan daun bawang
  • Kelima, aduk secara merata,
  • dan Keenam, tuangkan daging ayam asli, aduk secara merata, tambahkan sambal sebagai pelengkapnya. 
  • Jadilah Bakmi Mewah, bakmi ayam tanpa kuah, siap untuk disantap!
Mudah banget kan! Memang seperti mie instan yang mudah sekali dibuatnya. Bahkan nggak sampai 3 menit, sudah bisa kita angkat mienya :D

Selain itu, saya juga berkreasi sendiri dengan resep lain. Saya namai saja Omelette Bakmi Mewah :D

Omelette Bakmi Mewah

Bahan-bahan:
Bahan-bahan Omelette Bakmi Mewah

  • 1 buah telur
  • 1 bungkus Bakmi Mewah
  • Garam secukupnya
  • Minyak secukupnya
  • (Bisa juga ditambah potongan daun bawang, sawi hijau dan cabe rawit. Sesuai selera)
Cara membuat:
pecahkan telur dan tuang semua bumbu-bumbu dan tambahannya
aduk, sampai mie tercampur telur
  • Rebus mie sampai matang, tiriskan. Lalu sisihkan.
  • Sementara itu, tuang semua bumbu instan Bakmi Mewah termasuk bumbu pelengkap, ayam dan sambalnya ke dalam mangkuk atau piring.
  • Pecahkan telur dan kocok bersama bumbu-bumbu yang sudah dituang tadi.
  • Tambahkan garam, daun bawang atau bawang merah, kocok kembali.
  • Masukkan mie yang sudah direbus, lalu aduk sampai mie tercampur rata dengan adonan telur.
  • Panaskan minyak. Setelah panas, tuang kocokkan telur dan mie, lalu tunggu beberapa menit sampai matang. Balik dan tunggu sisi satunya matang lagi. Selesai.
  • Omelette Bakmi Mewah siap dihidangkan! 
Omelette Bakmi Mewah
Haha gampang kan! Apalagi kalau dimakan panas-panas pakai saus, beuh tambah maknyus. Mau dimakan pakai nasi juga enak kok :D Meskipun karbonya jadi double, nggak apa-apalah ya sekali-kali :v

Bakmi Mewah, Bakmi Ayam tanpa kuah dengan daging ayam asli!

Bakmi Mewah ini tanpa kuah. Enaknya mie-nya kenyal, licin, tipis dan lembut tapi nggak mudah putus. Rasanya juga nggak tajam di tenggorokan, bahkan nggak membuat haus setelah memakannya. Jadi serasa bukan mie instan sama sekali. Aromanya pun menggugah selera dan so pasti topingnya. Ayam dan jamur asli yang juicy di mulut. Yes, ayamnya benar-benar asli. Jadi kita nggak perlu khawatir tuh di PHP-in karena ayamnya asli, gede-gede dan benar-benar berasa. 

Bakmi Mewah juga sudah dapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). So, kita nggak perlu ragu lagi karena Bakmi Mewah sudah terjamin bahan-bahannya halal dan kualitasnya terjaga.
Kepinginnya sih, ke depan Bakmi Mewah bisa lebih enak lagi dan bikin varian rasa baru. Daging sapi misalnya, dengan daging asli pasti enak banget hehe. 

Oke, Bakmi Mewah, kini jadi sajian mewah yang mudah dibuat sendiri :D

Sunday, 15 January 2017

Sunday, January 15, 2017 6

Wisata Wihara Menyempurnakan Liburan Kita

Salah satu impian saya adalah bisa menjelajahi semua pantai di Indonesia. Meski kenyataannya, baru beberapa pantai saja yang saya datangi hiks. Padahal Indonesia punya banyak sekali pantai yang bagus dan sayang kalau dilewatkan. Seperti kawasan wisata Pelabuhan Ratu di Sukabumi yang sudah dikenal sebagai destinasi favorit para pelancong. Bersama dengan kawasan Ujung Genteng, pantai-pantai di Pelabuhan Ratu sering jadi tempat berselancar. Selain itu, pelancong juga bisa menikmati sunset yang indah bila cuaca sedang bagus.

Pantai Pelabuhan Ratu sendiri berada 60 kilometer sebelah barat Kota Sukabumi. Meskipun kesannya jauh dari keramaian kota, Pelabuhan Ratu tidak pernah sepi pengunjung. Karena tingginya kunjunganlah, kawasan ini pun menawarkan alternatif hotel di Sukabumi, yang terbaik di kelasnya.

Pilihan hotel alternatif di kawasan pantai Sukabumi, memang melintang. Bila kita menempuh jalur darat sepanjang 85 kilometer, dari Pelabuhan Ratu sampai Ujung Genteng, terdapat banyak hotel yang bisa kita jadikan pilihan singgah. Kita bisa menemukan pilihan hotel di Sukabumi itu melalui Traveloka Hotel.

Pemilihan hotel yang tepat, akan membuat kunjungan kita semakin nyaman. Tinggal kita atur kriteria pencarian hotel di Sukabumi, supaya kita menemukan lokasi hotel yang strategis. Semakin strategis lokasi penginapan, semakin mudah pula kita menjangkau berbagai objek wisata.

Cermati juga fasilitas yang disediakan oleh sejumlah hotel. Ketersediaan concierge dan penyewaan mobil, harus jadi pertimbangan utama kalau kita memilih hotel yang terletak di antara jalur darat Pelabuhan Ratu dan Ujung Genteng. Dengan begitu, kenyamanan kita tetap terjamin ketika hendak berpindah, misalnya, dari penangkaran tukik di Pantai Pangumbahan ke Vihara Dewi Kwan Im.


Kuil di Antara Dua Pantai

credit: Jelajah Sukabumi
Wihara, yang nama resminya adalah Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa ini, bisa menjadi pelengkap liburan kita di Sukabumi. Selepas menikmati sejuknya angin pegunungan, menjalani kelas yoga alam di air terjun, serta bersantai di tepi laut, kunjungan ke wihara akan menambah pengalaman liburan dan koleksi foto Instagram kita :D

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa sudah berdiri sejak 8 Agustus 2000. Kita bisa menemukan wihara di perbukitan ini, dengan mengarahkan kendaraan ke Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan. Letaknya sekitar dua jam perjalanan darat dari Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng.

Jika kita melintas dari pusat keramaian Pelabuhan Ratu, wihara bergaya Thailand ini dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu jam. Jaraknya setara 23-25 kilometer saja. Perkiraan kedua jarak tempuh di atas, seharusnya mempermudah kita untuk menentukan hotel di Sukabumi, yang akan jadi titik keberangkatan kita.

Daya tarik utama dari Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa adalah letaknya yang berada di atas bukit dan menghadap langsung ke Samudra Hindia. Menurut penuturan sang pendiri, Anothai Kamonwathin, pemilihan lokasi wihara merujuk pada mimpi yang dia peroleh. Di dalam mimpi itu, dia diberi petunjuk untuk membangun sebuah wihara yang lokasinya tepat di tepi laut.

Setelah gagal mendapatkan lokasi yang cocok di Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Batu, Malang, Anothai Kamonwathin pun mendapatkan informasi tentang ketersediaan sebidang tanah di Jawa Barat. Akhirnya, di barat daya Sukabumi inilah beliau berhasil mewujudkan mimpinya.


Menghormati Kebaikan dan Kedamaian

credit: Sukabumi Today
Pemilihan warna ornamen yang dipilih Anothai Kamonwathin untuk wihara ini, sangat dipengaruhi latar belakangnya sebagai penganut Buddhisme dan warga negara Thailand. Meskipun sekarang sudah resmi menjadi WNI, corak khas ornamen tidak lantas berubah. Beliau tetap mempertahankan ciri khas arsitektur agar identitas kebatinannya tetap terjaga.

Bicara soal kebatinan, Vihara Dewi Kwan Im yang pada hakikatnya adalah tempat beribadah umat Buddha, ternyata juga menampilkan corak budaya yang beragam. Tampilan ini bisa kita nikmati sebelum dan sesudah menapaki anak tangga altar utama, yakni altar Sang Dewi. Di sinilah tempat terbaik untuk menambah koleksi foto Instagram kita :D

Kita juga bisa menemukan ragam sensasi yang memanjakan mata, saat tiupan sejuk angin laut menemani kita mengamati altar Buddha Julai, Phra Phrom (Four Face Buddha), Eyang Semar, Prabu Siliwangi, serta pedepokan Nyai Roro Kidul. Keberadaan foto ulama di pedepokan, seolah hendak menyampaikan bahwa wihara ini terbuka bagi seluruh kebaikan dan kedamaian.

Kebaikan dan kedamaian memang dua syarat utama yang harus diniatkan sebelum berkunjung ke Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Sangat dianjurkan agar kita menjaga sikap dan lisan selama berada di kuil. Supaya kita juga bisa menghormati mereka yang sudah mengajarkan arti kebaikan dan kedamaian. Yap, sampai berjumpa dalam damai, ya! ^_^

Friday, 6 January 2017

Friday, January 06, 2017 6

Terima Kasih, Bismillahi Masya Allah

Saat SMP saya punya guru yang suka sekali bercerita. Entah kenapa saya suka sekali dengan tipe guru seperti ini. Jadi bukan cuma mengajar formal, tapi beliau selalu menyisipkan pesan-pesan lewat setiap ceritanya. Salah satu cerita yang saya ingat adalah ketika beliau bilang bahwa orang kebanyakan saat dipuji biasanya sering berkata "Ah enggak kok, enggak." Padahal kata enggak itu bisa jadi do'a lho. Misalnya gini, saat kita dibilang cantik, eh dengan malu-malu kita bilang, "ah enggak kok enggak." Berarti kita mengakui bahwa diri kita tidak cantik. Trus mestinya gimana? Kata guru saya sebenernya mudah saja. Kita cukup bilang "terima kasih."
Sama halnya ketika saya masuk SMK. Saya punya seorang sahabat yang ngajarin saya untuk bilang "Bismillahi Masya Allah" setiap kali kita dipuji orang. Misalnya dipuji cantik ya bilang aja, "Bismillahi Masya Allah." Bisa juga kalau ditambahi dengan kata-kata guru saya, jadinya "Terima kasih. Bismillahi Masya Allah."

Ya ada benarnya juga sih kata mereka. Kadang kita malu kalau dipuji, lantas dengan spontan menjawab, "ah enggak kok." Padahal misalnya kita dipuji cantik lalu bilang "enggak", itu berarti kita mengakui bahwa diri kita tidak cantik. Sama halnya ketika kita dipuji pintar atau yang lain. Kata-kata "enggak" menunjukkan bahwa memang kita tidak seperti yang dipuji.


Terima Kasih, Bismillahi Masya Allah. Rasa menerima dan ungkapan syukur pada-Nya.

Lain hal jika kita bilang "terima kasih", kita justru menunjukkan rasa menerima yang baik pada si pemberi pujian. Dan "Bismillahi Masya Allah" juga mensyukuri bahwa Allah sudah memberi kita nikmat untuk diberi kelebihan. "Bismillahi Masya Allah" sendiri memang terdiri dari dua kata. Bismillah berarti "dengan nama Allah", dan Masya Allah berarti "terjadi atas kehendak Allah". Maka kalau diartikan lengkap jadilah, "dengan nama Allah semua terjadi atas kehendak Allah." Masya Allah sekali ya artinya.

Memang, manusia juga tidak boleh luput dengan pujian karena bisa membuat kita jadi lupa diri jika berlebihan menanggapinya. Dan pujian bisa jadi hanya ungkapan berlebihan dari seseorang yang barangkali kita belum sampai pada tahap seperti yang dipuji. Apalagi jika memuji manusia yang sejatinya penuh dengan kekurangan. Alih-alih kadang kita justru dibuat kecewa sendiri karena terlalu berlebihan memuji manusia.

Maka barangkali kata-kata "Terima kasih, Bismillahi Masya Allah." atau "terima kasih, dengan nama Allah semua terjadi atas kehendak Allah" bisa menyejukkan hati. Selain sebagai rasa menerima yang baik, juga rasa syukur karena Ia sudah memberi nikmat kelebihan pada kita :)

Wednesday, 4 January 2017

Wednesday, January 04, 2017 22

7 Kebiasaan Ngeblog Saya Dulu

Oktober lalu saya sempat membaca blogpostnya Mbak Windi Teguh tentang 5 Hal yang Hilang dari Blogger Masa Kini. Sebenarnya sebelum Mbak Windi menulis itu, saya sudah terpikir ingin bercerita tentang kebiasaan-kebiasaan baru ngeblog saya. Tapi setelah melihat postingan Mbak Windi, kok saya malah kepingin menulis hal yang sama haha *labil. 

Kalau Mbak Windi mengambil garis besar yakni para blogger masa kini, saya cukup mengambil diri saya saja. Jadi tidak cukup melenceng jauhlah dari tema yang sebelumnya ingin saya tulis tentang kebiasaan-kebiasaan baru ngeblog saya jika dihubungkan dengan kebiasaan-kebiasaan ngeblog dulu :))

Apa saja itu?

7 kebiasaan ngeblog saya dulu

1. Nulis ya nulis aja
Dulu apapun bisa saya tulis di blog. Nggak peduli itu panjang atau pendek sekalipun. Bahkan saya pernah menulis kurang dari 100 kata! Sekarang, nggak bisa lagi saya menulis sependek itu. Karena konon katanya kalau kurang dari 300 kata susah untuk dibaca Google. Bahkan sekarang ada aturan baru lagi harus lebih dari 1200 kata, baru top di Google -_- Makanya, sekarang setiap nulis PASTI saya cek jumlah katanya lagi di Word. Kalau sudah lebih dari 300 kata ya tenang hehe. Tapi lebih tenang dan senang lagi kalau sudah lebih dari 700 atau 1000 kata :)))

2. Ambil gambar dari mana aja

Dulu untuk setiap postingan sebenarnya tidak harus selalu ada gambar. Lihat saja post saya yang jadul-jadul, kayaknya kebanyakan nggak pakai gambar. Tapi kalau saya mau pakai gambar, ya saya ambil dari mana aja. Lebih tepatnya sih Google. Tapi semenjak saya tahu bahwa Google bukanlah penyedia gambar, karena beberapa harus meminta izin juga. Dan baru tahu kalau ada situs-situs free image, jadilah sekarang saya lebih sering mengambil gambar dari situs-situs free image. Alasannya sih ya biar lebih tenang aja. Karena di situs free image kan sudah jelas kalau semua gambar bebas diambil. Dan kalau pun masih mengambil dari Google saya tetap akan mencantumkan link sumbernya.

Baca: Etika Pengambilan dan Penyantuman Sumber Gambar

3. Tenang aja menghidupkan link eksternal
Masih sedikit berhubungan dengan gambar. Dulu setiap ambil gambar dari website lain, saya selalu mencantumkan sumbernya dengan mengcopas linknya dan menghidupkannya. Termasuk juga ketika saya membaca sebuah artikel dari website lain, selalu saya hidupkan linknya. Tapi sekarang, setelah tahu tentang broken link, saya tidak pernah lagi menghidupkan link setiap ambil gambar. Karena saat bersih-bersih broken link, saya menemukan banyak sekali link yang dulu saya masukkan, sekarang website atau postingannya sudah dihapus dan tidak ada lagi, dan kemudian jadilah broken link di blog saya -_- Kenapa jangan sampai ada broken link? Silakan baca post Cara Meminimalisir Broken Link ya hehe. Jadi sekarang cukup saya copas link mati saja. Termasuk dengan artikel. Tidak semua link sumber artikel saya hidupkan. Saya selalu pilah-pilah mana yang memang perlu dan tidak. Mana yang kredibel dan kira-kira websitenya tidak akan dihapus. Selain itu, saya juga tidak akan memasukkan lebih dari tiga link eksternal. Karena katanya sih tidak bagus untuk blog kita sendiri dan bisa dianggap spam, CMIIW :)

4. Settingan komentar hanya untuk akun terdaftar
Iyes, dulu saya memasang settingan komentar untuk akun-akun yang terdaftar saja. Biar menghindari anonymous atau komentar-komentar spam. Tapi sekarang, saya menyetting Semua Orang bisa komentar. Tujuannya supaya jika ada blogger yang komen, bisa meninggalkan URL blognya. Jadi ya memang rawan spam atau anonymous, tapi untungnya saya pakai moderasi dari dulu, jadi bisa tetap tersaring hehe.

5. Komentar menggunakan akun G+
Dulu setiap komentar di blog orang lain biasanya saya pakai akun G+, tapi sekarang saya lebih sering menggunakan URL blog. Termasuk juga komentar saya di blog orang lain. Saya pun komentar menggunakan URL Blog saya. Ya katanya sih bagus juga buat backlink. Ya kali aja sang blogger yang saya kunjungi atau komentator-komentator lain berkunjung ke blog saya jadi bisa nambah statistik deh hehe.

Baca: Blog Kamu Belum Dikunjungi? Positif Aja! ^^

6. Menulis lebih bermanfaat
Kalau poin ini, meskipun saya sudah sadar dari dulu, tapi semakin ke sini saya tidak lagi sembarangan menulis curhatan ala gaje-gaje seperti dulu. Sekarang mikirnya lebih ke apa ya yang sekarang lagi orang butuhin. Apa ya pertanyaan orang yang sekiranya bisa saya jawab. Atau apa sih yang lagi ngehits dan buat bagusin traffic blog. Ya semacam itulah. Dengan kata lain, nulis lebih terarah aja.

7. Nggak pernah memikirkan statistik
Mana tahu dulu saya apa itu Domain Authority, Page Authority, Alexa Rank, Google Analytics. Saya nggak pernah memikirkan semua statistik itu. Yang penting nulis aja. Kalaupun ada statistik, paling cuma statistik bawaan Blogspot saja yang saya lihat. Tapi sekarang, ehm tepatnya sih semenjak ketagihan dapat job dan mulai belajar monetisasi blog, saya mulai belajar deh apa itu DA, PA, Alexa Rank, dan Google Analytics. So, bisa dibilang sekarang saya justru lebih sering memperhatikan statistik. Malah sudah jadi hobi di saat waktu luang ya kali aja naik -_-

Nah, itulah 7 kebiasaan ngeblog saya dulu. Dan sekarang sudah banyak perubahannya hehe. Wajar sih ya, karena zaman kan memang terus berkembang. Tuntutan pun berbeda. Apalagi sejak saya memutuskan untuk serius memonetisasi blog, otomatis ada aturan-aturan yang memang harus saya ikuti.

Tapi saya teringat satu pesan yang selalu disampaikan suami, "fokuslah pada konten." Memang benar kan, content is the king. Kalau kontennya bagus, otomatis traffic akan naik sendiri :))

Ya yang terpenting semoga saya tidak pernah lupa tujuan awal saya untuk membuat blog ini. Yaitu semata untuk (belajar) menulis dan berbagi :)

Kalau kamu, kebiasaan ngeblog dulu sama sekarang ada bedanya nggak? :D

Monday, 2 January 2017

Monday, January 02, 2017 11

Review Sohibunnisa Tahun 2016

Empat tahun sudah usia blog Sohibunnisa. Terhitung baru 375 tulisan yang tayang. Ya maklum aja, dulu saya kan belum konsisten bikin jadwal harian hehe. Paling hanya konsisten satu bulan minimal satu postingan aja. Dan Alhamdulillah masih konsisten sampai sekarang. Jadi kalau diruntut, enak ngeliatnya. Setiap bulan pasti ada postingan hehe.

Baru September 2016 saya berani membuat jadwal harian. Karena semakin kesini, saya juga semakin niat untuk serius di blog. Ya hitung-hitung mengisi waktu luang sebagai ibu rumah tangga 😄 Sebenarnya sih, sudah dari tahun-tahun sebelumnya kepingin, tapi takut nggak konsisten dan dulu masih sangat random. Pas September 2016 baru berani karena saat itu saya sudah punya banyak draft tulisan dan mulai menemukan gambaran apa saja yang biasanya banyak saya tulis. Saya punya Senin Happy yang berisi lifestyle, tips, review. Rabu hobby yang berhubungan dengan hobi saya yaitu menulis dan ngeblog. Jum'at renungan yang berisi muhasabah diri tepatnya. Dan minggu yayaya, segala apa saja yang random bisa saya tulis hari ini hehe.

Baca: Yayaya, Ada yang Baru Lho di Blog Sohibunnisa

Sampai minggu ini Alhamdulillah masih konsisten. Tapi jujur, saya akui semakin kesini, ide tulisan semakin menipis. Nantilah kita bahas. Kita review dulu apa saja yang sudah saya dapat dan lakukan di Sohibunnisa selama tahun 2016.


Review Sohibunnisa tahun 2016

  • Mulai membranding blog
Meskipun tulisan saya masih random, tapi saya tetap ingin punya branding di blog ini yakni Personal & Lifestyle Blog. Branding ini saya tambahkan di tagline blog, supaya orang-orang yang mampir ke blog ini bisa dapat gambaran blog ini tentang apa. Dan tema random, ternyata bisa masuk ke niche Lifestyle Blog.

Kenapa nggak dibuat khusus? Karena sejak awal membuat blog ini, saya memang tidak meniatkan satu kategori saja, alias saya ingin menulis apa saja yang ingin saya tulis. Kecuali untuk postingan tentang buku atau parenting. Karena kedua tema itu saya sudah punya blog sendiri di Delina Books dan Celoteh Bunda.

  • Membuat jadwal

Seperti yang sudah dikatakan di atas ya. September 2016 saya berani membuat jadwal karena punya banyak draft tulisan. Tapi semakin kesini draft semakin menipis hiks. Jadilah saya harus menulis lagi. Tapi ternyata nggak mudah, karena kadang ide mentok. 

So, untuk menghindari hal ini terjadi, akan saya terapkan seperti Celoteh Bunda. Yakni saya tidak akan memaksa untuk rutin publish tulisan lagi. Saya hanya menulis sesuai ide yang ada saja. Kalau idenya hanya tentang hobi dan review, ya berarti hanya hari senin dan rabu saja saya publish tulisan. Jum'at dan minggunya tidak ada. Anggap saja itu libur hehe. Yang penting saya masih menerapkan satu bulan harus ada minimal satu postingan. Do'akan ya, saya sih berharapnya tahun depan malah semakin banyak ide. Jadi bisa rutin publish seperti sebelum-sebelumnya. Aamiin.

  • Lomba yang belum beruntung
Dibanding tahun kemarin, untuk lomba atau kontes blog saya mengalami penurunan. Selain karena mulai jarang ikut kontes, saya pun jarang menang hihi. Baru dua tulisan saja yang berhasil saya menangkan. Itupun bukan juara teratas, melainkan hanya posting tercepat 🙈

Duh, semoga kontes-kontes yang belum diumumkan, nyangkutlah ya nama saya di juara teratas. Aamiin 😇

  • Semakin bertebaran Sponsored Post
Berbeda dengan lomba atau kontes yang belum beruntung, untuk urusan job tahun 2016 Sohibunnisa malah semakin mengalami peningkatan hehe. Memang kalau dilihat dari statistiknya, blog ini semakin meningkat. 

Jadi maaf ya, kalau misalkan di sela-sela postingan ada link iklan. Harapannya tahun depan juga lebih baik lagi :D Walaupun saya tetap memastikan supaya postingan sponsored post tidak mendominasi blog ini. Karena blog ini masih ingin saya buat personal 😊

Yah kalau dilihat-lihat, sebenarnya tahun ini lebih meningkat daripada tahun 2015. Harapannya, tahun 2017 juga semakin meningkat. Semoga saya tidak pernah bosan ngeblog sih supaya semakin banyak tulisan yang bertebaran.

Ngomong-ngomong, boleh lho kalau teman-teman mau kasih saran untuk Sohibunnisa 😊 Apa saja boleh deh. Kali aja ada yang punya kritik dan saran yang bisa saya pertimbangkan 😊
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Community

kumpulan-emak-blogger Warung Blogger Blogger Perempuan bloggermuslimah.com Blogger Reporter Indonesia