Thursday, 20 July 2017

Thursday, July 20, 2017 6

Semata Menjadi Pengingat dan Berbagi Manfaat

Waktu saya baru lepas dari pacaran dan memutuskan hijrah, saya jadi rajin ikut kegiatan-kegiatan positif like seminar, gabung di komunitas-komunitas positif, ikut kegiatan yang diadakan komunitas, pokoknya semua yang serba positif saya ikutin. Termasuk juga acara-acara yang berhubungan dengan blog 😁

Nah ngomongin blog, semenjak punya blog saya jadi kepikiran buat nulis semacam review dari semua kegiatan yang saya ikutin. Mungkin teman-teman bisa baca di label Event beberapa di antaranya.
via Pixabay
Apa karena dibayar makanya nulis? Tidak. Bahkan tidak ada satu pun dari event itu yang dibayar. Malah yang ada saya yang bayar, contohnya kayak event seminar 😂

Lalu apa tujuan saya menulis? 

Semata menjadi pengingat dan berbagi manfaat

💁 Pengingat bagi diri sendiri
Semata untuk menjadi pengingat bagi diri sendiri. Yap. Karena saya senang menulis. Saya senang punya media yang berwarna untuk menyimpan tulisan-tulisan saya a.k.a blog. Maka dengan senang hati pula saya selalu membawa catatan kecil saat ikut suatu acara. Itu semata agar saya bisa memindahkannya ke blog dan bisa dibaca kembali kapan pun saya mau. Ya karena blog juga tidak rawan hilang seperti file di komputer kita.

💁 Berbagi manfaat
Selanjutnya, niat saya adalah berbagi manfaat pada khalayak. Karena saya merasa kegiatan itu positif, sayang sekali kalau hanya saya pendam sendiri. Sementara media blog adalah media yang efektif supaya kegiatan positif itu juga bisa dirasakan alias dibaca banyak orang.

Ini pernah terbukti ketika saya membagikan tulisan saya tentang seminar Jodoh Impian dan menandai pembicara-pembicaranya di Twitter. Twitt saya diretweet pembicara tersebut, dan ratusan followersnya pun meretweet pula. Bahkan mereka mengucapkan terima kasih. Masya Allah 😍 
Maka sejak itu pula saya berjanji pada diri sendiri untuk sebisa mungkin (malah kalau bisa harus) menulis di blog seusai menghadiri acara yang positif. 
Bahkan saya juga pernah menonton beberapa tayangan positif (entah video di laptop, tv, internet) sambil memegang catatan untuk merangkum supaya bisa saya tuliskan di blog 😁 Sempat ingin menekuni hal ini, sayangnya terbentur waktu apalagi sudah punya dua anak kayak sekarang nggak sempet nonton apa-apa 😂 *excuse 🙈

Ya, sesederhana itulah niat saya. Menulis bukan karena dibayar, tapi karena saya memang senang menjalaninya. Bahkan dari rumah (saat berangkat menuju acara) pun saya sudah punya niat untuk benar-benar menyimak kegiatan dengan baik, supaya bisa saya tuliskan di blog dengan baik pula. Makanya saya malah suka sedih kalau ada yang kelewat disimak 😄

So, kesimpulannya, menulis setelah menghadiri suatu acara apalagi itu sangat bermanfaat, bagi saya penting. Karena untuk mengikat ilmu yang saya dapatkan. Dan bukan hanya saya yang merasakan manfaatnya, tapi juga khalayak yang membaca tulisan-tulisan tersebut 😊 

Wednesday, 19 July 2017

Wednesday, July 19, 2017 2

Ini Dia, Isi Tas Bayiku!

Tas. Saya kadang nggak habis pikir dengan perempuan-perempuan yang hobinya ngoleksi tas. Beli tas sampai bejibun-jibun ((bejibun-jibun)), padahal tas yang sebelumnya masih pada bagus. Yauda sih, De. Mereka beli pake duit sendiri, kok lu yang repot wkwkwk. 

Iya sih, padahal saya juga punya beberapa tas hihi. Tapi kalau saya menggolongkannya sesuai manfaatnya. Yang kecil misalnya buat kondangan. Yang selempang besar buat kalau pergi dan bawaan agak banyak. Yang ransel buat pergi jauh biar pundak nggak pegel. Jadi memang bukan karena hobi beli tas ya 😆 Eeh iya sekarang ketambahan tas bayi hehe. Karena saya sudah punya dua bayi.

Jadi saya mau bongkar si tas bayi aja ya. Apa aja sih isinya? Cekidot, ini dia! 

Isi tas bayiku

👶 Diapers alias pospak (popok sekali pakai) 
Ini sudah pasti ada di urutan pertama. Apalagi untuk pergi-pergian. Karena dua bayi saya memang selalu pakai pospak. Nah bawa pospak di tas buat salinan pastinya. Biasanya saya bawa 2 sampai 4 pospak untuk masing-masing bayi. Banyak ya, iya takut penuh atau pup di jalan 😂

📁 Tisu basah dan kering
Ini juga wajib banget karena baik tisu kering dan basah sangat bermanfaat. Biasanya buat lap-lap sisa makanan di mulut atau tangan apalagi kalau situasinya nggak ada air, jadi bisa pakai tisu basah. Selain itu tisu basah juga bisa berguna buat cebok bayi.

🍼 Botol susu
Maaf ya nggak ada di foto. Lupa dimasukkin hihi. Botol susu juga termasuk wajib karena sekarang Emir sudah dibantu susu formula. Jadi buat jaga-jaga kalau misalnya saya lagi nyusuin adiknya, Emir bisa dikasih sufor saja. 

👛 Dompet
Yaiya dong masa pergi nggak bawa uang. Walaupun sekarang ada suami, tetep aja bawa dompet 😆 

📱 Handphone 
Sebelumnya maaf ya nggak ada gambarnya karena hp nya dipake buat foto 😂 Tapi biasanya saya memang naruh hp ya di tas aja. Dan termasuk jarang pegang hp kalau lagi di dalam kendaraan. Jadi maklum ya kalau nggak dibales chatnya, bisa dipastikan lagi di jalan *nggak penting 😂

🔌 Power bank
Ini juga nggak kalah penting. Sekalipun baterai hp full, saya tetep bawa power bank buat jaga-jaga di jalan. Apalagi kalau lagi bepergian jauh.

💆 Kipas tangan
Saya orang yang nggak tahan gerah. Jadi kemana-mana pun ya bawa kipas tangan.😄 Apalagi punya bayi, bisa juga dipakai untuk ngipasin mereka supaya nggak kepanasan. 

☔ Payung 
Saya tipe yang menganut sedia payung sebelum hujan. Jadi dari zaman single memang slalu bawa payung kemana-mana 😄 Sekalipun itu lagi musim kemarau, tapi yaa sekarang cuaca kan nggak nentu ya. Lagi panas bisa aja tahu-tahu hujan 😄

✔ Plastik keresek
Maaf juga ya lupa difoto hihi. Biasanya saya bawa keresek buat jaga-jaga kalau mabuk di perjalanan. Tapi nggak cuma itu, kadang keresek juga berguna buat buang sampah atau simpan baju kotor atau sisa makanan yang masih bisa dimakan. 

Udah sih, kayaknya 9 item aja. Item-item itu wajib kalau bepergian dekat maupun jauh. Palingan tambahannya bawa baju ganti anak-anak sama minyak telon aja buat kalau pergi jauh. Dan biasanya kalau pergi jauh saya bawa tas bayi yang agak besar supaya muat banyak 😄

So, bisa dibilang sekarang saya malah jarang pakai tas pribadi. Lebih sering ya pakai tas bayi. Kecuali kalau jalannya mungkin nggak lama, atau cuma pergi berdua sama suami aja *ciye* baru saya pakai tas sendiri 😄

Kalau isi tas kamu, apa aja? Kepo dong 😆

Tuesday, 18 July 2017

Tuesday, July 18, 2017 18

3 Hal yang Bisa Kita Dapatkan dari Jalan-jalan

Travelling sekarang lagi in banget kayaknya ya. Saya juga suka kok. Bahkan sempat terpikir untuk ikutan bikin blog travelling. Cuma karena jalan-jalannya masih jarang-jarang, jadi ditunda dulu deh 😂 Tapi memang dasarnya dari dulu saya suka jalan sih 😂 Meski itu cuma ngumpul sama temen, komunitas, jalan-jalan bareng keluarga, atau sekedar jalan keluar karena memang ada keperluan 😂
credit: Pixabay
Nggak cuma bisa refreshing, tapi seringkali saya atau bahkan kita bisa dapatkan banyak hal dari jalan-jalan meskipun sekedar jalan karena ada keperluan itu. Di antaranya:

3 Hal yang Bisa Kita Dapatkan dari Jalan-jalan

💼  Dapat ide tulisan
Kalau lagi di jalan saya suka perhatiin lingkungan sekitar atau orang-orangnya. Trus suka aja terbersit ide buat ditulis. Kayak dulu banget, saat saya pulang dari tempat kuliah, saya ngeliat anak yang lagi jalan sama laki-laki dewasa (entah itu ayahnya atau omnya atau orang lain nggak tau juga). Tapi si anak diam gitu. Sementara si laki-laki kayak ketakutan. Saya langsung kepikiran, anak itu kenapa ya. Laki-laki itu juga kenapa, kok kayak ketakutan gitu. Lantas saya kepikiran buat nulis tentang masalah orang tua dan anak.

Ada lagi, saat saya pulang kerja dan ketemu nenek-nenek yang bawa box besar bekas tempat beliau jual makanan. Setelah saya iseng-iseng ngobrol dengan sang nenek, lantas kepikiran buat bikin tulisan di blog ini tentang betapa syukur itu mudah. Silakan cari sendiri ya tulisannya 😂

Bahkan saya pernah dengan sengaja niat dari jauh-jauh hari. Kayak pas pasang KB Kamis kemarin di rumah sakit. Pas di jalan, saya udah kepikiran mau cerita tentang proses pasang KB itu di blog Celoteh Bunda nanti 😂

Begitulah. Makanya kenapa saya pernah nulis salah satu tips untuk mendapatkan ide adalah dengan kita tidak berdiam diri di rumah alias cobalah untuk jalan-jalan keluar rumah (baca: Cara Mendapatkan Ide untuk Menulis) . Nah kalau yang Nggak Ada Ide kemarin itu karena saya emang bener-bener blank, nggak nemuin sesuatu yang menarik buat ditulis huhu *pembenaran diri 😂

💼 Keintiman dengan orang-orang terdekat
Percaya atau tidak, kadang dengan jalan-jalan, kita bisa dapat cerita lain dari orang-orang terdekat kita. Dengan kata lain, kita bisa saja tahu hal-hal terbaru tentang mereka. Apalagi kalau jalan-jalan itu murni refreshing, biasanya kan memang diisi dengan cerita-cerita ya. Jadi deh kita bisa mendapat sudut pandang baru dari orang-orang terdekat itu. Alhasil hubungan dengan orang-orang terdekat bisa jadi lebih dalam lagi karena kita semakin mengenal mereka 😊

💼 Budaya orang sekitar dan sudut pandang baru
Selain sudut pandang baru dari orang-orang terdekat, ketika kita mengunjungi suatu tempat apalagi itu tempat yang baru kita kunjungi, biasanya kita akan 'ngeh' dengan sendirinya bahwa budaya setiap tempat itu berbeda. Sesederhana kita biasa makan pakai sendok, di tempat lain makan pakai sendok itu justru asing karena mereka biasa makan pakai tangan misalnya. Atau bahasa kita yang beda dengan orang-orang di tempat yang kita kunjungi itu. Atau budaya-budaya lainnya yang baru kita tahu setelah kita berkunjung ke tempat tersebut. Well, pada akhirnya, kita banyak mendapat pengetahuan-pengetahuan yang memberi kita sudut pandang baru. Karena dari perbedaan ini pula biasanya kita jadi orang yang lebih bisa menghargai 😊

So, selain sekedar jadi refreshing, travelling pun ternyata bisa menambah hal-hal yang baru buat kita. Entah itu ide tulisan, keintiman dengan orang-orang terdekat, ataupun pengetahuan dan sudut pandang baru dari tempat-tempat yang kita kunjungi.

Ah, Maha Benar Allah dengan segala firmannya ya:
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kami, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada Allah lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. QS. Al-Mulk: 15
Jadi yuk, mau jalan-jalan kemana kita? 😄

Monday, 17 July 2017

Monday, July 17, 2017 8

Nggak Ada Ide?

Sebenernya saya bingung mau nulis apa. Karena tema ODOP hari ini bebas. Iya, saya lagi ikutan One Day One Post nya grup Indonesian Social Blogpreneur. Walaupun secara teknis kayaknya gugur sih. Karena pas hari Sabtu kemarin absen hehe 🙈

Jadi sekarang saya mau curhat aja. Gapapa ya 😄

Ikut ODOP ngapain sih? 

Tujuan saya buat ikutan ODOP ISB ini semata karena kepingin blog saya tetep update. Karena jujur lagi blank banget mau nulis apa huhu 😣 Ada beberapa ide sih di notes, tapi kayaknya belum penting-penting amat buat ditulis ((penting-penting amat)) padahal ini juga nggak penting 😂
credit: Pixabay
Jadi yaudalah pas ada pengumuman di grup ISB bakal ada ODOP lagi, mata saya langsung blink-blink 😍 Apalagi ODOP ini selalu ada temanya *meskipun ada juga tema bebasnya kayak hari ini*. Setidaknya dengan adanya tema yang ditentuin, saya jadi nggak bingung mau nulis apa. Ya walaupun mesti keluar dari tema yang seharusnya sesuai jadwal yang udah saya buat sendiri di blog Sohibunnisa ini. 
Dan walaupun saya nggak bisa ikut setiap hari. Karena bisa jadi ada halangan, lagi nggak ada ide atau apapun yang nggak memungkinkan saya buat nulis *halah*. 

Faktor nggak ada ide?

Entahlah. Karena mungkin dari bulan kemarin saya terlalu fokus mau lahiran kali ya. Sudah gitu saya hijrah ke rumah mertua. Nggak bawa laptop, dan bener-bener nggak punya ide lagi buat menyesuaikan tulisan sesuai jadwal. Padahal browsing udah, buka-buka berita terkini udah (pas mau ditulis kok asa garing, akhirnya nggak jadi nulis 😑), baca share-share-an di grup udah, jalan-jalan juga udah. Tapi kok ya nggak jua menemukan ide yang brilian buat ditulis di blog ini *halah. 

Trus mungkin juga karena mindset saya sudah tertanam bahwa sekarang saya punya dua anak. Pasti bakal jarang buka laptop. Pasti bakalan lebih sibuk. Mau nulis kapan? Jadilah blank beneran 😥

Aduduh buyuuung. Padahal kan resolusi saya setelah punya dua anak, saya maunya bisa tetap produktif ngeblog hiks. Baik blog ini maupun 3 blog lainnya. Semoga nggak ada idenya nggak berkelanjutan ya huhu. Saya bakal sedih banget kalau blog saya sepi hiks.

Baca: 5 Wishlist Saya untuk Ngeblog

Ya udah gitu aja curhatan saya haha. Intinya saya lagi nggak ada ide. Bingung. Kasih ide dong? *eh.

Sekarang sih Alhamdulillah ada ODOP ISB. ODOP inilah yang akhirnya nolong saya sehingga blog ini tetap terupdate. Terima kasih ISB 😁 Yeyeye hari ini bisa nulis jadinya 😂

*Gile, nulis gini aja udah 300 kata lebih. *bahagiaku sederhana. Bisa nulis lebih dari 300 kata itu udah sesuatu istimewa wkwkwk 

Sunday, 16 July 2017

Sunday, July 16, 2017 8

Mengatur Diri Sendiri

Dalam hidup ini, rasanya sulit untuk mengatur orang lain. Jadi daripada sulit, mengapa tidak kita coba atur diri sendiri saja? 
credit: http://chillinaris.blogspot.co.id/2015/02/cerita-tentang-seorang-pria-yang-ingin.html
Sama halnya dengan quote yang mengatakan, kita tidak bisa mengubah dunia. Yang bisa kita ubah adalah diri sendiri. Maka begitu pula yang selalu saya yakini sampai sekarang. 

Saya mungkin benci saat melihat orang melakukan perbuatan buruk. Saya mungkin tidak suka ketika orang melakukan hal yang tidak saya suka. Saya mungkin murka ketika melihat orang update atau share tentang hal yang tidak seharusnya dibagi di media sosial. Tapi sekali lagi, pada akhirnya saya tidak bisa mengatur mereka. Apalagi jika orang itu tidak saya kenal secara nyata 😂 Dan mereka juga sudah dewasa, yang saya yakini mereka sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. 

Dulu saya sering sekali pasang status yang intinya, saya tidak suka jika ada friend list saya yang upload hal-hal pornografi, kekerasan, atau hal-hal yang tidak senonoh. Saya juga tidak suka diundang ke sebuah grup secara sembarangan. Saya pun tidak suka jika diundang untuk bermain game karena saya bukan gamers. Tapi justru status-status saya tidak berpengaruh. Masih ada saja yang melakukan hal-hal yang tidak saya suka tadi. Akhirnya saya mengerti, oke mungkin saya memang tidak bisa mengatur orang lain. Kalau begitu, saya saja yang atur diri sendiri. Saya punya banyak pilihan. Unfollow, unfriend, bahkan blokir jika saya tidak suka.  

Begitu pula di dunia nyata. Saya mungkin tidak suka melihat orang pacaran apalagi sampai mesra-mesraan di depan umum. Atau orang yang marah-marah di tempat umum. Daripada mengingatkan orang-orang secara gamblang - yang mana biasanya kata-kata kita tidak akan digubris karena orang tidak suka, jadi lebih baik saya saja yang menghindar dari mereka. 

So, kesimpulannya apapun hal negatif itu saya lebih memilih mengatur diri sendiri ketimbang mengatur orang lain. Ini bukan berarti saya tidak mau mengingatkan atau meluruskan yang salah, tapi daripada saya baper kata-kata saya tidak digubris 😂 atau jatuhnya ternyata sama saja (dalam artian, sudah saya ingatkan pun tidak ada pengaruhnya), jadi ya lebih baik biar saja mereka dengan jalannya sendiri. Sepanjang tidak merugikan atau menyakiti saya atau orang terdekat saya, lebih baik saya mengatur diri sendiri. Toh saya punya banyak pilihan yang bisa saya lakukan. Kecuali kalau yang keliru itu orang terdekat saya, mungkin saya lebih berani untuk bertindak atau mengingatkan 😊

Friday, 14 July 2017

Friday, July 14, 2017 6

THR Lebaran, Kemana Aja?

Masih berhubungan dengan lebaran, kalau kemarin ngomongin Bedanya Lebaran Tahun Ini dari Biasanya, kali ini saya mau ngomongin THR aka Tunjangan Hari Raya. Hayoo THR nya udah pada abis belum nih? Kalo saya mah udah nggak dapet THR. Secara udah nggak kerja kan 😆 Beda lho ya kalo THR dari suami mah kekekek 😆
credit: http://mm.narotama.ac.id/2013/07/tunjangan-hari-raya/
Dulu pas masih single dan masih kerja saya masih dapet THR tuh. Agak sedih juga ceritanya. Di saat orang-orang mungkin dibagi THR nya di awal-awal puasa, atau bahkan udah habis sebelum lebaran, saya justru belum dapat THR karena kebijakan perusahaan yang emang lambat. Biasanya mendekati hari libur baru dikasih. Tapi ada hikmahnya juga sih. Di saat orang-orang ngeluh karena THR nya udah terpakai, saya justru baru menikmati hasil THR 😂

Biasanya setelah THR dikasih, langsung saya pecah buat zakat. Buat dibagi-bagi ke adik, keponakan dan saudara-saudara yang masih pada kecil. Sisanya buat ngasih orang tua dan ditabung. Alhamdulillah. 

Saya jarang banget pakai uang THR buat beli baju baru. Biasanya baju sudah saya beli dari sebelum puasa atau jauh-jauh hari. Karena semenjak SMK, emang udah nggak merasa harus pakai baju baru pas lebaran. Selama masih ada yang bagus, kenapa nggak. Mungkin karena udah ngerasain susahnya nyari uang kali ya 😂 Jadi kalau memang budgetnya ada, ya beli aja. Nggak mesti nunggu lebaran 😁

Tapi semenjak nikah dan nggak kerja, otomatis nggak ngerasain lagi dikasih amplop THR. Kalau sekarang ya palingan THR dari suami aja hehe. Ini pun masih sama. Buat zakat, dibagi-bagi ke saudara-saudara, orang tua, dan sisanya baru buat kebutuhan keluarga.

Adanya THR ini buat saya emang bermanfaat banget. Terutama buat saya yang pernah jadi karyawan. Selain bisa jadi tambahan buat kebutuhan, THR juga semacam ngasih hadiah selama jadi karyawan. Akhirnya jadi tambahan energi tersendiri buat makin giat kerja karena rasa terima kasih pada perusahaan. Bukannya bikin foya-foya, bagi saya THR malah jadi ajang hemat karena tambahan begitu rasanya mending ditabung atau dialihkan ke sesuatu yang berguna daripada habis nggak karuan.

Entahlah kalau ngomongin kerja saya suka melow. Mungkin karena ngerasain sendiri betapa dulu susah nyari kerja dan dapetin uang 😂 Makanya saya suka sedih kalau ada orang yang kerja, tapi hasilnya nggak tahu kemana huhu. 

Nah kalian sendiri THRnya dipakai buat apa aja nih? 😆

My Community

kumpulan-emak-blogger Warung Blogger Blogger Perempuan Blogger Reporter Indonesia