Friday, 24 March 2017

Friday, March 24, 2017 8

Bertamu, Jangan Sampai Lupa Adabnya

Saat membaca postingan Mbak Munasya tentang Adab Bertamu, saya jadi inget banget pesen ibu saya tentang menerima tamu yang baik. 
"Jangan sampai tamu pulang dalam keadaan kehausan. Sediakan paling tidak air putih. Karena air putih itulah yang bisa jadi do'a sepanjang perjalanan tamu pulang ke rumahnya." 
Pesan ini nempel banget sampai sekarang. Makanya, semenjak nikah dan sudah punya rumah sendiri saya selalu berusaha untuk menerima setiap tamu yang datang dengan baik. Walaupun ada tamu yang kadang menolak untuk merepotkan tuan rumahnya, tapi saya selalu yakin, hati siapapun akan lebih bahagia kalau si tuan rumah tetap menyuguhkan sesuatu, atau paling tidak ya minum tadi.
via Pixabay

Kepekaan saat bertamu dan menerima tamu

Saya sendiri beberapa kali punya pengalaman kurang enak soal bertamu. Rumah yang saya datangi memang teman yang tergolong akrab. Tapi lama sekali saya tidak disuguhkan minum sampai saya kehausan. Tadinya saya malu, tapi daripada dehidrasi hiks 🙈 Akhirnya dengan keberanian dan malu yang saya sembunyikan untuk sementara, saya harus minta minum. Duh yang begini ini jatuhnya jadi tidak enak. Jadi belajar dari sini saya tidak mau sampai tamu saya meminta minum karena tidak kunjung saya suguhkan. 

Berumah tangga itu bikin saya belajar juga cara bertamu dan menerima tamu yang baik. Karena jujur, saat single saya tergolong cuek jika ada tamu orang tua yang datang. Makanya dulu saya sering ditegur ibu karena anak gadis harusnya bisa peka kalau ada tamu yang datang. Jangan cuma mempersilakan masuk, tapi harus peka juga untuk buatkan minum 🙈

Suami juga sering mengingatkan saya supaya kalau bertamu ke rumah orang apalagi menginap, jangan sampai kita sebagai tamu tidak bantu apa-apa. Kalau tuan rumah masak misalnya, ya dibantu. Apalagi kalau niatnya silaturahmi. Kalau memang tidak mau bantu-bantu atau ngapa-ngapain ya mending nginep aja di hotel supaya bisa bobo cantik

Terus kalau bertamu itu juga harus tahu waktu. Soal ini saya juga punya pengalaman. Setelah melahirkan Emir dulu, saya masih banyak begadang karena Emir masih sering bangun malam. Kepinginnya siang itu saya bisa tidur. Tapi dari pagi-pagi buta, sampai malam mau tidur lagi, tamu yang datang tidak kunjung selesai-selesai sampai saya tidak punya waktu tidur sama sekali hiks. Begitu terus sampai beberapa hari. Saya nyaris stres karena kurang tidur membuat saya agak emosi 😑  
So, please, pahami kalau mau menjenguk ibu setelah melahirkan itu ya paling tidak jam 4 sampai 5 sore aja. Karena pagi biasanya waktu ibu sibuk masak, beres-beres, siang dan malam tidur, jadi waktu paling pas ya memang sore. Atau lebih bagus lagi kalau menjenguknya setelah sebulan setelah melahirkan saja *eh hehe.

Yah, segala sesuatu itu memang harus pakai adab. Bahkan adab itu memang lebih utama daripada ilmu.
Ilmu memang memilki derajat yang tinggi di hadapan Allah, namun adab adalah buah nyata dari ilmu itu. Sikap kritis terhadap pendapat manusia adalah kewajiban setiap orang yang tidak ingin disebut muqollid (taqlid). Namun adab terhadap ilmu dan ahlul ilmi melebihi tingginya kewajiban untuk bersikap kritis tersebut.
Seorang ulama Salaf menasehati anaknya :
يا بنى لأن تتعلم بابا من الأدب أحب إلى من أن تتعلم سبعين بابا من أبواب العلم
“Wahai anakku, aku lebih suka melihatmu mempelajari satu bab tentang adab dibanding mempelajari tujuh puluh bab tentang ilmu.”
sumber: http://www.muslimdaily.net/artikel/opini/antara-adab-dan-ilmu-manakah-yang-didahulukan.html
Apalagi soal bertamu yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Jangan sampai kita melupakan adab bertamu dan menerima tamu yang baik. Lebih lengkap soal adab ini bisa dibaca di artikel Mbak Munasya di atas ya 😊 Sebab kita ini makhluk sosial yang pasti akan membutuhkan orang lain, maka menjaga adab adalah suatu keniscayaan agar hubungan sosial kita berjalan dengan baik :)

Tentang Blogger Muslimah Sisterhood

Pengalaman berkesan saat bertamu ini adalah postingan kedua dari Blogger Muslimah Sisterhood. Setelah sebelumnya postingan Mengapa Saya Menulis? Jadi, Blogger Muslimah Sisterhood adalah sebuah program kolaborasi bersama anggota Blogger Muslimah Priority yang pemenangnya diundi setiap minggu. Pemenang nanti memiliki kebebasan untuk menentukan tema. Jika terjadi kesepakatan dengan anggota lainnya, maka bisa dilanjutkan untuk menulis di blog masing-masing dan saling memberi link ke blog pemenang dan website Blogger Muslimah. 

Wednesday, 22 March 2017

Wednesday, March 22, 2017 4

Belanja di Instagram, Nay or Yay?

Belanja di Instagram, nay or yay? YAY! Sudah dari zaman kerja saya beberapa kali belanja online di Instagram. Bahkan sampai sekarang pun masih suka. So far, saya selalu puas belanja di sana. Karena Alhamdulillahnya selalu dapat seller yang terpercaya dan memuaskan hehe. Malah untuk produk gamis, kerudung, baju-baju atau mainan anak, saya prefer nyari di Instagram. Karena menurut saya, di sana lebih bagus dan lebih mudah dicari dibanding di marketplace atau e-commerce yang kadang agak susah nyari yang pas. Selain itu, di Instagram kita juga lebih mudah buat nanya-nanya tentang produknya lebih detail ke penjualnya.

Oya, postingan ini dalam rangka kolaborasi dengan Mbak Ratna, dan Mbak Laela ya. Baca punya mereka:

Mbak Laela:
Belanja di Instagram, Nay or Yay?
via Pixabay

5 kekurangan online shop Instagram yang tidak akan saya pilih

Tapi meskipun begitu, ada online shop yang memiliki kekurangan. Kalau punya 5 kekurangan ini, biasanya nggak akan saya pilih buat belanja. 
1. Akun dikunci
Euh, saya sebel banget kalau lagi nyari barang, eh pas nemu akunnya dikunci. Ya iya sih, berdasar cerita teman-teman, akun dikunci itu untuk mengurangi kejahatan fotonya diambil sembarangan. Tapi bagi saya, daripada saya harus follow dulu dan harus menunggu diterima, sementara saya lagi butuh barang tersebut, mending saya melipir nyari online shop yang lain aja :P

2. Tidak mencantumkan harga
Yang ini nggak kalah sebel sih. Di caption gambar tidak ditulis detail harga. Padahal harga itu jadi salah satu pertimbangan saya sebelum beli sesuatu. Makanya kalau dari bionya sudah jelas ditulis "mau tahu harga, langsung inbox/kontak" biasanya saya cari yang lain aja. Lah, kalau sudah inbox harganya nggak cocok piye? Sudah buang-buang waktu harus nyatet nomor kontak, menghubungi, menunggu balasan, tiba-tiba harga nggak sesuai harapan -___- Dan lagi-lagi berdasar cerita teman-teman, tidak mencantumkan harga itu maksudnya supaya nggak kesaing sama toko sebelah. Trus biar bisa lebih dekat dengan konsumen juga *tsah (mungkin jadi semacam punya kontaknya kali ya). Kecuali kalau memang nggak nemu lagi yang lain, baru saya mau bela-belain inbox dan menghubungi.

3. Slow respon
Whuaa please ya, hari gini punya online shop tapi slow respon? Mending tutup aja tokonya. Ya saya paham kalau memang alasannya darurat, atau mungkin kebanjiran order (eh tapi kalau kebanjiran order berarti sudah saatnya hire admin baru tuh). Tapi jangan sampai berhari-hari tidak dibalas. Pelanggan pasti jengkellah. Saya sendiri, daripada nggak sabar nunggu, cusss cari yang lain ajalah.


4. Hashtag tidak tepat
Sering saya nyari barang di instagram pakai pencarian. Ada yang langsung ketemu akun, tapi lebih banyak biasanya muncul hashtag. Nah kalau pas saya klik hashtagnya #gamismurah misalnya, eh pas saya buka ternyata akunnya jualan daster rumahan -___- Memang sih hashtag banyak itu untuk memancing orang supaya kesasar ke akunnya. Tapi masa iya, jual daster tapi hashtagnya #gamismurah -____- Please atuhlah...


5. Tidak mencantumkan informasi jelas

Saya rasa yang menerapkan ini tidak niat jualan -_- Buat apa dia jualan tapi tidak ada informasi yang menjelaskan tentang kontaknya, bahkan tidak juga mencantumkan kota dimana dia berada. Iya, saya pernah menemukan yang begini. Dan biasanya memang postnya sedikit. Oke fix, dari sini saja sudah kelihatan kalau memang dia tidak niat berjualan. So, cari yang lain ajalah. Padahal kalau informasinya jelas, pelanggan pun jadi enak. Dan mencantumkan kota itu kadang jadi pertimbangan saya juga untuk menghitung ongkirnya.

Belanja di Instagram yay, saya suka. Tapi kalau ketemu dengan lima kekurangan di atas, biasanya tidak akan saya pilih. Kalau sekedar salah satu aja sih, okelah masih bisa dimaklumi dengan catatan saya benar-benar butuh barangnya dan tidak menemukan lagi di toko lain. Pokoknya yang saya suka itu ya yang berlawanan dengan 5 kekurangan di atas tadi. Akun tidak dikunci, mencantumkan harga dan informasi yang jelas, fast respon, dan hashtagnya pun tepat sesuai apa yang dia jual. Gitu aja sih.

Kalau kamu, belanja di Instagram, yay or nay?

Sunday, 19 March 2017

Sunday, March 19, 2017 6

Belanja Online Jadi Lebih Mudah dan Cepat dengan Aplikasi Mobile Prizeza Indonesia

Kadang yang bikin lama belanja online itu karena saya harus membandingkan harga dulu di beberapa online shop. Mungkin teman-teman yang lain juga begitu ya? Suka males nggak sih jadinya? :D Apalagi kalau misalnya lagi butuh banget barangnya, tapi tetep pengen harga yang lebih terjangkau. Hmm... Yayaya, menghabiskan waktu ya sepertinya. Alih-alih dapet harga murah, seringnya kita jadi nekat aja beli yang mahal. Besokkannya, pas nemu toko sebelah lebih murah, nyeseknya di sini. Haduduh *guebanget :v.

Tapi sekarang sudah ada Priceza. Pernah saya review juga sih di blog ini (baca: Priceza, Memudahkan Belanja Online). Jadi Priceza adalah situs yang didirikan di Thailand yang berguna untuk mencari, mengecek, dan membandingkan harga suatu produk. Yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan harga produk dari berbagai toko ternama di seluruh Indonesia, baik dari toko online maupun offline. Juga membantu para pembeli dalam mencari dan mengetahui harga produk dengan cepat, mudah, dan akurat serta memberi kemudahan bagi pembeli dalam membandingkan harga suatu produk dari berbagai toko yang ada.

Belanja Online Jadi Lebih Mudah dan Cepat dengan Aplikasi Mobile Prizeza Indonesia

Dan kini Priceza Indonesia hadir dengan inovasi baru. Di zaman serba mobile ini, Priceza pun tidak mau kalah. Yap, Priceza sudah memiliki aplikasi mobile yang bisa didownload di IOS maupun android kita. Aplikasi Priceza kini lebih baik karena dilengkapi dengan fitur yang cukup lengkap.

Lalu, apa aja sih isi aplikasinya?

Pertama-tama kita download dulu aplikasi Priceza. Setelah itu, kita akan diarahkan untuk membuat akun. Tinggal pilih mau pakai via email, Facebook, atau Google.
Setelah akun dibuat, kita bisa langsung melihat tampilan apa saja yang ada di dalamnya.
- Feature: 
Di feature ini ada beberapa tab lagi, yakni:
  • Hot Deals: Berisi item-item dengan harga terbaik dari semua produk
  • Popular: Berisi item-item populer berdasarkan aplikasi Priceza
  • Article: Berisi berbagai macam artikel yang bisa kita baca dan juga bisa disesuaikan dengan kategorinya. Misalnya gadget, events, beauty, lifestyle, dan lain-lain.
  • Gift Ideas
  • Recommend

- Category
Di category kita bisa mencari harga sesuai kategori yang diinginkan. Misalnya mobile, camera, computer, dan lain-lain.
- Search
Kita bisa mencari dengan kata kunci yang kita inginkan. 
Misalnya saya mencari Sarung Hp Anti Air, nanti akan diarahkan dengan berbagai harga dari berbagai toko online. Tidak hanya beda toko, tapi bisa juga dari toko yang sama.

- Notify
Pemberitahuan saya masih kosong sih. Mungkin nanti isinya berisi pemberitahuan-pemberitahuan dari barang yang sudah kita deal kan misalnya. Iya, karena di aplikasi Priceza ini, jika kita sudah menemukan harga yang cocok, kita bisa langsung diarahkan untuk berbelanja ke tokonya. Misalnya saya pilih yang Sarung Hp harga Rp 18.000 di atas, maka saya akan langsung diarahkan ke Elevenia. Kalau barang ternyata sudah habis terjual, maka akan ada pop up yang muncul dan memberitahukan kita saat kita mengklik halaman toko tersebut.

Nah bagaimana? Dengan adanya aplikasi ini, tentunya kita akan lebih mudah untuk mencari barang dengan harga yang kita inginkan. Jadi tidak perlu repot-repot lagi untuk browsing ke toko onlinenya satu-satu :D So, yuk download aplikasinya sekarang!
Download Aplikasi Priceza Via App Store

Download Aplikasi Priceza Via Google Play

Kalau kita mendownload aplikasinya, maka kita akan dapat 5 keuntungan ini nih:
So, yuk download. Jangan lupa ya! Supaya belanja kita makin mudah dan lebih cepat :D

Friday, 17 March 2017

Friday, March 17, 2017 2

Gunakan Kacamata Orang Lain

Saya tergabung dalam suatu grup, dimana anggotanya ada puluhan orang. Sering kita saling berbagi, saling bertanya atau sekedar berbincang santai.

Semakin kesini, saya mulai terganggu dengan satu orang. Di mata saya, dia selalu berkata-kata yang tidak enak. Sering sekali kata-katanya terasa menghakimi anggota lainnya. Oke, fine, saya masih berpikir bahwa hanya saya saja yang merasa. Dalam pikiran saya, barangkali memang begitu sifatnya. Dan anggota lain sudah memakluminya.

Baca: Ketika Tombol Share Lebih Mudah

Tapi ternyata ada beberapa anggota lain yang saya lihat sering tersindir dengan perkataannya. Oh, rupanya memang bukan saya saja yang merasa. Sampai-sampai ada satu orang yang selalu berani mengingatkan dia supaya lebih berhati-hati dalam berucap. Sayang, pada kenyataannya dia tidak pernah merasa dirinya bersalah. Artinya apa? Dia MASIH MENGGUNAKAN KACAMATANYA SENDIRI. Dia selalu merasa bahwa orang lainlah yang mudah tersindir, mudah baper. Astagfirullah.
via Pixabay
Di sinilah kalau kita tidak pernah menggunakan kacamata orang lain. Tidak pernah memosisikan diri kita sebagai orang lain. Seterusnya kita akan selalu merasa benar, meskipun sudah ada yang mengingatkan bahwa sikap kita salah. Begini jadinya kalau kita SELALU MENGGUNAKAN KACAMATA DIRI SENDIRI.

Memang, bahasa tulisan itu rawan salah paham sekalipun sudah ada emoticon. Dan semua dikembalikan lagi ke diri sendiri bagaimana menanggapinya. Tapi, tidak semua orang bisa berpikir sama. Wajar kalau kita berbeda. Pun soal hati dan pikiran yang juga tidak bisa disamakan.

Maka sesekali, cobalah untuk menggunakan kacamata orang lain. Apakah yang kita katakan sudah baik? Apakah yang kita katakan tidak menyinggung perasaan orang lain? Sekali lagi, coba posisikan diri kita sebagai orang lain. Karena ketika kita mencoba untuk menjadi orang lain, maka kita lebih bisa merasa, menimbang, apakah semua yang kita katakan sudah tepat atau belum? Atau minimal tidak menyakiti hati orang lain?

Jangan sampai kita keasyikan memakai kacamata sendiri, sampai lupa memikirkan orang lain. Percayalah, kita ini masih makhluk sosial. Makhluk yang akan selalu membutuhkan orang lain. Bila orang lain sudah tergores hatinya, lantas ia berdo'a, maka sama saja dengan do'a orang terzalimi. Kita tahu bahwa do'a orang terzalimi adalah salah satu do'a yang mudah dikabulkan. Bagaimana jadinya bila yang mendo'akan bukan satu dua tiga orang? Naudzubillah.
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اِتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. [Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38]
Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda. 


دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةُ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُوْرُهُ عَلَى نَفْسِهِ
“Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri”. [Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib 3/87 dan Haitsami dalam Majma’ Zawaid 10/151, dan Imam ‘Ajluni No. 1302]

Sumber: https://almanhaj.or.id/97-orang-orang-yang-dikabulkan-doanya.html
Mari, belajar menjadi bijak. Belajar menggunakan kacamata orang lain. Agar diri tidak menjadi jemawa, juga tidak merendahkan dan menyakiti orang lain 😊

Wednesday, 15 March 2017

Wednesday, March 15, 2017 20

Mengapa Saya Menulis?

Kenapa aku harus menulis? Saya selalu bingung kalau ditanya begitu. Tapi yang pasti, alasan saya menulis adalah barangkali karena saya memiliki kesulitan untuk berkomunikasi secara langsung. Ya, sejak kecil, semua lebih lancar kalau saya tuang dalam tulisan. Alhasil, sampai sekarang menulis sudah merasuk menjadi passion yang sangat sulit untuk ditinggalkan.
via Pixabay
Baca: Karena Saya Suka

Oya, tema ini sekaligus menjadi awal kolaborasi bersama Blogger Muslimah Sisterhood yang dibuka oleh Mbak Arina.

Mengapa saya menulis?

Sebenarnya, saya juga sering menulis alasan-alasannya di blog ini. Tapi baiklah saya rangkum saja. Selain karena passion, hal-hal inilah yang membuat saya terus menulis:
1. Merefleksikan diri
Meskipun alasan ini sudah lumrah dikatakan siapa saja yang punya hobi menulis, nyatanya saya juga tidak bisa memungkiri bahwa menulis bisa menjadi sumber kekuatan bagi saya. Seperti yang sudah dikatakan di awal, untuk orang yang tidak cukup komunikatif seperti saya, menulis adalah cara terbaik. Dari menulis, saya bisa menuangkan apa saja isi hati dan pikiran saya secara lebih jelas. Dengan mengeluarkan isi hati dan pikiran inilah hidup saya jauh lebih tenang. Saya bisa mengatakan apapun yang saya mau dalam tulisan. Entah itu ekspresi senang, sedih, atau bahkan marah sekalipun. Sampai-sampai tentang perasaan cinta pun saya tuang juga dalam tulisan *uhuk.
Selain itu, menulis sudah menjadi me time paling berharga buat saya saat ini. Ya, kehadiran anak membuat saya semakin sibuk pastinya. Apalagi hiburan yang bisa dengan mudah saya lakukan selain menulis :) Setelah menulis rasanya diri menjadi lebih rileks.

2. Berbagi
Khususnya adalah blog-blog saya. Semua blog ini adalah cara saya untuk menuangkan setiap pikiran yang layak saya bagi pada setiap orang. Awalnya saya tidak pernah berharap apakah ada yang membaca semua tulisan dalam blog saya. Tapi lama kelamaan tepatnya setelah mendapat berbagai tanggapan dari semua tulisan, idealisme saya langsung muncul. Ya, saya ingin seterusnya berbagi. Saya ingin memiliki pembaca tulisan-tulisan saya untuk kemudian terkesan terhadapnya. Baik itu bisa menjadi manfaat, maupun sekedar menghibur.

3. Meninggalkan jejak
Dengan berbagilah maka saya bisa meninggalkan jejak. Dan tulisan-tulisan ini yang akan menjadi saksi bahwa saya pernah ada. Mereka yang mengenal dan tidak mengenal saya, yang dekat dan nun jauh di sana, suatu saat bisa saja bilang "oh Ade, yang blognya ini ya. Yang tulisannya ini ya." Atau "oh blog ini punyanya Ade." Makanya, sebisa mungkin saya ingin blog ini tetap ada meskipun saya sudah tiada nantinya. Karena sayang rasanya kalau semua tulisan ini hanya dipendam sendirian tanpa ada pembacanya. Yah, semoga saja :)

Barangkali tiga itu saja alasan terpenting mengapa saya harus menulis? Sampai sekarang saya bersyukur masih bisa menulis. Apapun tanggapan itu, mau baik, mau disalah pahami, tetap saja tidak akan menyurutkan saya untuk tetap menulis. Sebab saya paham, bahwa sampai kehidupan dunia ini belum berakhir, perbedaan akan terus ada sampai kapanpun.
Tapi jauh di dalam lubuk hati, saya tidak pernah ingin meninggalkan kesan negatif. Seperti yang pernah saya tulis dalam tulisan Saya Ada Karena Menulis:
Menulis bukan lagi sekedar mengungkap isi hati. Tapi menunjukkan keberadaan saya pada dunia karena saya memiliki pembaca-pembaca tulisan saya.
Karena pembaca-pembaca itulah yang sangat amat berharga bagi saya :) 

Monday, 13 March 2017

Monday, March 13, 2017 12

Cara Saya Agar Tubuh Tetap Langsing

Di saat kebanyakan orang kepingin langsing, saya justru kebalikannya: ingin gemuk! Iya, dari kecil badan saya agak susah diajak gemuk. Entahlah. Padahal ibu dan ayah saya bisa dibilang gemuk. Sebenarnya saya juga pernah gemuk sih pas zaman masih sekolah. Tapi cepat merosot lagi hiks. Bahkan saat hamil sekarang pun orang masih melihat saya kurus dan tidak kelihatan seperti orang hamil. Makanya wajar kalau ada orang yang tidak tahu saya hamil, tidak menyadari bahwa saya sedang hamil.
via pixabay
Padahal percaya atau tidak, saya sudah menerapkan ngemil setiap saat. Makan nasi agak banyakkan. Habis makan tidur. Sering makan malam. Tapi hasilnya tetap saja nihil. Berat badan naik pun mungkin hanya bawaan si baby. Karena pengalaman setelah melahirkan Emir dulu, berat badan saya langsung merosot lagi hehe.

Oke, tapi saya sadar, bahwa yang penting bukan gemuk langsingnya. Tapi sehatnya. Jadi saya mulai meninggalkan kebiasaan buruk, seperti ngemil dan makan berlebihan, setelah makan langsung tidur, dan saya pun sudah tidak makan berat melewati jam 7 malam. Nah, sekarang ini nih kebiasaan yang saya lakukan agar tubuh tubuh tetap langsing:

1. Banyak minum air putih

Percayalah, air putih itu lebih bermanfaat dari minuman apapun. Ya, sejak kerja dulu saya pasti sudah bawa air putih di botol kemana-mana. Selain bermanfaat, air putih juga lebih mampu menghilangkan rasa haus dibanding minuman lain apalagi minuman yang rasanya manis.

2. Jalan kaki 

Jalan kaki ini sudah saya biasakan sejak dulu. Makanya, saya beruntung, dengan saya tidak bisa naik motor, saya jadi tidak punya pilihan kecuali jalan kaki atau naik angkot untuk kemana-mana sendiri hehe. Selain jalan kaki, teman-teman juga bisa olahraga sesuai minatnya. Intinya sih, yang penting keluar keringat. Karena dengan keluar keringat, otomatis kita membakar kalori.

3. Makan teratur

Sebisa mungkin saya selalu berusaha makan teratur setiap hari. Sarapan jam 08.00 pagi. Makan siang jam 12.00. Makan sore jam 16.00. Malam sudah tidak makan berat lagi. Kalau pun masih lapar, ngemil sedikit bolehlah atau lebih bagus ngemil buah-buahan :)

4. Rajin makan sayur-sayuran dan buah-buahan

Ada untungnya waktu kecil saya selalu dicekoki ibu makan sayur. Alhasil sekarang saya jadi doyan makan sayur. Selain itu, saya juga selalu mengusahakan ada buah di rumah untuk cemilan. Pasti kita tahulah kalau sayur dan buah ini sangat bermanfaat. Bukan sekedar bermanfaat untuk membuat kulit bagus dan pencernaan menjadi sehat. Tapi sayur dan buah juga membuat daya tahan tubuh menjadi kuat sehingga tidak mudah sakit. Bahkan saya pernah menonton diet ala Dewi Hughes, bahwa beliau menekankan untuk makan banyak sayur-sayuran. 
Selain itu, bisa juga makan beras merah untuk diet ala tropicanaslim. Karena beras merah ini memang lebih bagus dari beras putih sebab beras merah tinggi serat. Ini solusi yang cocok bagi teman-teman yang ingin menjaga berat badan tetap ideal dan memiliki tubuh yang sehat.


5. Berbahagia dan berpikir positif

Hidup itu harus disyukurinlah. Apapun yang terjadi dengan kita, pasti sudah menjadi kehendak-Nya. Memang tidak mudah, tapi kalau kita mencoba berpikir positif pada segala sesuatunya, insya Allah bahagia itu mudah diraih :) 

Dan poin terakhir inilah yang penting. Sebab pada akhirnya kita jadi berbahagia, apapun bentuk badan kita. Langsing ataupun gemuk, selama kita mensyukurinya, insya Allah kita akan tetap bahagia dan tidak menjadikannya beban. Karena sekali lagi, bukan gemuk langsingnya, tapi yang terpenting adalah kita bisa menjalani pola hidup sehat dan tidak berlebihan :)

My Community

kumpulan-emak-blogger Warung Blogger Blogger Perempuan bloggermuslimah.id Blogger Reporter Indonesia