Sunday, 18 November 2012

Sebuah Rencana Indah

Mungkin ini rencana indah dari Allah yang disiapkan untukku.

H+3 setelah lebaran Idul Fitri kejadian yang menurutku sungguh tak terduga.

Saat itu yang kurasakan hanya malu yang teramat sangat. Kedatanganku yang disambut riang oleh keluarganya membuat aku justru ‘panik’. Bukan senang atau bersyukur. Dalam hati berkecamuk berbagai pertanyaan ‘apa yang sudah dibicarakan oleh ayah dan ibu’. Ingin rasanya saat itu aku cepat beranjak pulang. Namun serasa ada ‘lem’ yang menahanku untuk aku tetap disitu. Aku malu. Bahkan aku tak berani menatap mereka. Saat itu aku menganggap apa yang mereka semua bicarakan hanya sebuah candaan. Aku hanya benar-benar ingin aku dan orang tuaku pulang lalu langsung menanyakan pada mereka sebenarnya apa yang sudah terjadi dibelakangku.
Ba’da maghrib selepas ayah dan ibu mengantar kepulangan keluarganya…
Aku : “Ibu sama ayah ngomong apa sih, kok sampe rame begitu tadi”
Ayah : “Ih kita ga ngomong apa-apa kok, ayah juga ngga tau”
Ibu : “Iya kita dateng juga udah rame”
Aku : “Ah ngga mungkin, pasti ada yang diomongin”
(karna aku tau seorang hebat seperti dia rasanya agak tak mungkin untuk menyukai wanita yang biasa-biasa saja seperti diriku)
Ayah : “Dia ngomong ‘kalo ade cape, suruh milih salah satu mau kerja apa kuliah, kalo mau kerja ya kerja ajah, kalo kuliah nanti biar saya bantu’.
Aku : (dalam hatiku berkata mungkin itu hanya bentuk karna ia merasa kasihan melihat diriku yang harus menjalani dua beban secara bersamaan) lalu aku hanya tersenyum pada ayah dan ibu.

Tak lama kemudian hp ku berdering, rupanya sms…
Mataku terbelalak melihat siapa yang sms.
Pesannya begini
Dia : ‘Gimana udah denger cerita dari ayah ibu apa yang kakak omongin?’.
Aku : ‘cerita yang mana ya ka’ hehe.
Dia : ‘emang belom diceritain yah’
Aku : ‘hehe udah ka, makasih yah :)’ (sama sekali tak berpikir apa-apa)
Dia : ‘ia sama-sama :) yauda sekarang kita fokus aja dulu, sambil kakak cari modal buat hari H nya’
Mataku kembali terbelalak namun kali ini diikuti reaksi ku seperti orang yang tiba-tiba dikejutkan dari belakang ‘Ya Allah apa itu maksudnya, hatiku dag dig dug tak karuan, pikiran melayang, entah ingin senang, atau apa. Yang jelas saat itu rasanya aku harus bersyukur pada Allah SWT.

Setelah kejadian itu bukan aku justru tenang, mungkin aku memang senang, tapi saat ini aku serasa seperti ada "beban". Bukan apa-apa, aku tau dirinya seperti apa, aku juga tau bagaimana keluarganya. Sedang aku, aku hanya wanita biasa yang mungkin tak punya cukup banyak kelebihan seperti dirinya. Begitu juga keluargaku yang tak sehebat keluarganya. Ah rasanya "apa mungkin". Namun aku tersadar bahwa bagi Tuhanku, Allah Yang Maha Kuasa, segalanya tak ada yang tak mungkin.

Berawal dari ke'iseng'an ibu yang berkata pada ibunya bahwa aku menyukai dirinya yang kemudian disampaikan padanya. Ya Tuhaaaan......... Ibu, ibu -_-
Aku memang pernah bercerita pada Ibu bahwa aku suka padanya, (namun lagi-lagi karna aku merasa tak mungkin, aku hanya sekedar mengaguminya saja, (baca: tak lebih.red).

Sampai saat ini setiap mengingat kejadian itu aku senyum-senyum sendiri ‘andai saja tak ada ke'iseng'an ibu' mungkin tak akan ada cerita ini :D

Terkadang kita terlalu cepat menyimpulkan. Padahal kita sendiri belum benar-benar tau seperti apa kelanjutannya. Seharusnya  kita melihat secara jelas dulu, ya setidaknya mengerti dulu cerita apa yang sebenarnya. Baru setelah itu kita bisa menarik kesimpulan. Sama hal nya seperti rencana Allah. kita tak pernah tau seperti apa, sebelum kita mengambil dan mengerti hikmahnya. ^_^

4 comments:

  1. aaaaaaaa..... aku jadi ikutan dagdigdug bacanya...
    Adeeee..... pengen cubit kamu.

    ReplyDelete
  2. Suka sama kata" tetakhir. Iyakkk. Gak boleh menyimpulkan sebelum ada kejelasan.

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...