Monday, 18 February 2013

Ketika Hanya Ada Satu Jalan

Tidak ada jalan lain, untuk mengusir semua kerisauan hanya ada satu jalan.
Jalan lain tak akan bisa untuk ditolerir karna berbagai macam alasan.
Namun aku tak tahu sampai kapan aku berhak untuk menempuh jalan itu.
Jika ditanya berani atau tidak, aku berani saja.
Ditanya siap mental atau tidak, yaa meskipun ada saja pikiran pesimistis yang masuk, namun aku rasa jalan itu jauh lebih baik.

Sejak aku memutuskan untuk meninggalkan jalan yang dirasa tak aman,
keinginan untuk menempuh jalan ini semakin besar.
Entah kenapa rindu ini begitu membuncah.
Allah seperti menunjukkan jalannya.

Aku tau akan banyak ujian untuk menempuh jalan ini.
Aku tau tak bisa dalam waktu singkat aku memutuskan.
Ini adalah jalan yang panjang.
Jika tak ada bekal sebelumnya, aku takut tak ada yang terselamatkan.
Karena akulah penentu jalan ini.
Karena akulah yang akan menjadi tiangnya.

Hanya Allah yang mampu menunjukkan.
Hanya Allah yang pantas menilai sejauh mana aku berhak untuk menempuh jalan ini.
Dan hanya kepada Allah aku akan berharap.

No comments:

Post a Comment

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...