Wednesday, 5 June 2013

Cantik, Bicaralah!

Hei Cantik. Apa kabarmu?
Lama tak menghampirimu membuat aku seperti berdosa. Meski aku tetap menyapa, namun tak singgah di rumahmu membuat hatiku ada yang janggal.

Aku bingung Cantik.
Niat awal ingin mengurusmu dengan sepenuh hati, namun apa? Nyatanya aku belum bisa istiqomah. Ah,  mungkin bukan belum bisa. Tapi belum mau! Astagfirullah. Maaf Cantik, maafkan aku :(

Cantik, apa kau tahu mauku?
Apa kau paham maksudku?
Sesungguhnya aku ingin segala hal yang terbaik untukmu. Segala hal murni dan menarik yang ku tuang untukmu. Tak ingin aku terus-terusan (seperti) mencuri di rumah mereka demi mempercantik rumahmu. Meskipun aku tetap membawa nama mereka dalam rumahmu.

Cantik, bukan aku diam selama ini.
Kau pun pasti tahu bagaimana usahaku. Ah, iya usahaku memang belum sempurna, atau jangan-jangan lagi-lagi belum sepenuh hati? Sungguh renungan untukku. Aku sudah berusaha memperkenalkanmu pada mereka, pada khalayak ramai. Dari yang ku kenal sampai yang tidak ku kenal sekalipun! Toh pada akhirnya bukan salah mereka yang masih memandang sebelah mata, tapi ini memang murni salahku. Usahaku yang harusnya lebih keras lagi!

Cantik, maafkan aku.

Bicaralah!

Sampai kapan kau diam, dan enggan mempersilahkan aku untuk masuk lagi?

No comments:

Post a Comment

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...