Monday, 22 July 2013

He is Playboy

Aku mengenalnya, aku tahu bagaimana kehidupannya. Aku sendiri bingung, apa yang sebenarnya sedang ia cari. Jika ku tanya, ia hanya menjawab "mencari yang lebih baik." Ah namun haruskah seperti itu caranya. Cara yang sangat merugikan orang lain (baca: pihak wanita) dengan menyakiti hatinya. Dan nampaknya ia tak terlalu peduli dengan apa yang nantinya dirasakan oleh si wanita, saat ia dengan seenaknya pergi begitu saja. Bahkan ia juga tidak peduli meski sang wanita telah menaruh harapan besar padanya. Hhh..

"Hei kau ini sadar atau tidak!" keluhku padanya.

Berulang kali aku marah padanya. Berulang kali sudah mulutku berbusa untuk menasihatinya. Hmh sayang, hatinya sedang keras. Ia keukeuh pada pendapat "mencari lebih baik" nya. Hhh. Lelah. Kadang lelah. Aku hanya berkata "Percuma, mulut ini berbusa, kalo ngga ada keinginan dari diri sendiri buat berubah."

Maka untuk wanita:
Berhati-hatilah, jaga hatimu tetap pada tempatnya. Jangan termakan segala bujuk rayunya. Asal kau tahu, kata-kata yang selalu ia kirimkan itu sebagian besar bukan buatan asli dari hatinya, melainkan ia contek dari berbagai macam sumber, mungkin sumbernya lebih banyak dari internet. Dengan rajin ia mengirimmu puisi-puisi atau kata-kata indah, memang normal jika hatimu pastinya akan luluh. Kau merasa ia begitu baik padamu. Belum lagi dengan perhatiannya yang membuat hatimu semakin luluh. Dan asal kau tahu juga, kata-kata juga perhatian itu bukan hanya tertuju padamu, tapi juga tertuju pada wanita-wanita lain. 

Begitulah. Wanita selalu dijadikan objek permainannya. Alih-alih beralasan mencari yang lebih baik, menurutku sebenarnya ia hanya sedang mencari kepuasan. Entahlah kepuasan seperti apa yang ia cari. Tidak jelas tujuannya.

Sadis? Memang.
Itulah kenyatannya.

Sayangnya aku juga wanita yang tak mampu melihat bagaimana tingkat keseriusannya. Karena kebanyakan ia sulit ditebak. Namun aku punya satu cara yang menurutku cukup ampuh. Suruh ia menemui orang tuamu alias melamar dan menikahimu. Jika ia punya banyak alasan untuk menunda, maka bisa kau ragukan keseriusannya.

2 comments:

  1. Playboy vs playgirl, bagaimana menurut anda ?
    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya tidak ada bedanya.
      silahkan baca season duanya ya http://sohibunnisa.blogspot.com/2013/08/he-is-playboy-2.html

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...