Monday, 21 October 2013

Bagaimana Muslimah Membagi Waktu?


Judul: Bagaimana Muslimah Membagi Waktu?
Penulis: Dr. Sulaiman bin Hamid Al-Audah
Penerbit: Darul Falah

Sinopsis:
Ada banyak kaum wanita yang menyia-nyiakan waktunya hanya dengan mendengarkan kaset-kaset yang diharamkan, nonton film-film serial atau membaca majalah dan tabloid-tabloid yang tidak mendidik; yang pada hakikatnya mereka telah tertipu dalam kancah peperangan dan tujuan utama musuh-musuh Islam. Pihak musuh bermaksud menanggalkan baju-baju keagamaan mereka dan menjauhkannya dari simpul akidah. Mereka tidak sadar bahwa waktunya adalah kehidupannya itu sendiri. Bila kita melewatkannya tanpa mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat, maka kita telah kehilangan kesempatan beribadah. 
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimullah berkata, "Tahun itu adalah pohon, bulannya adalah cabangnya, harinya adalah rantingnya, jamnya adalah dedaunannya, dan hembusan nafasnya adalah buahnya. Maka barangsiapa yang hembusan-hembusan nafasnya selalu dalam ketaatan maka itu merupakan buah dari pohon yang baik.

Resensi:
Sebuah judul yang cukup menampar. Khususnya untuk saya sendiri. Sudahkah saya membagi waktu dengan bijak, dengan sebaik mungkin. Rasanya kalau diputar ke belakang masih banyak hal yang saya sia-siakan. Pernah suatu ketika seharian saya benar-benar sibuk dan merasa waktu sangat kurang, lalu saya bilang "Adakah yang saat ini punya waktu luang, kalau begitu saya curi saja waktunya. Waktu itu amat berguna untuk saya!" Ya. Memang enak jadi orang sibuk, enak pula jadi orang yang punya banyak waktu luang. Enak jadi orang sibuk, sebab orang sibuk tak pernah punya waktu untuk memikirkan hal yang tidak-tidak alias tidak berguna. Jadi orang yang punya banyak waktu luang? Lebih enak lagi. Ia bisa melakukan hal semaunya. Nah disinilah buku ini berperan.

Buku ini membahas bagaimana dan apakah selama ini kita sebagai muslimah sudah membagi waktu dengan baik. Nabi SAW bersabda, "Ada dua nikmat yang banyak di antara manusia itu justru merasa merugi karenanya: kesehatan dan kekosongan." Sungguh nikmat bukan kala kita sehat dan mempunyai banyak waktu luang. Namun sudahkah kita mensyukurinya? Mensyukuri dengan cara memanfaatkan kesehatan kita dengan mengisinya dengan hal-hal yang berguna. Nabi SAW juga bersabda, "Gunakan lima perkara sebelum lima perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati."

Seperti yang tertera di cover belakang buku ini:
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimullah berkata, "Tahun itu adalah pohon, bulannya adalah cabangnya, harinya adalah rantingnya, jamnya adalah dedaunannya, dan hembusan nafasnya adalah buahnya. Maka barangsiapa yang hembusan-hembusan nafasnya selalu dalam ketaatan maka itu merupakan buah dari pohon yang baik.
Buku kecil ini tidak banyak uraian, sehingga lebih fokus dalam pemaparannya. Hanya saja menurut saya yang mungkin bermata minus ukuran tulisannya terlalu kecil.

Kesimpulan dari buku ini, kita hanya punya dua kenikmatan, kesehatan dan waktu luang, maka seyogyanyalah kita bijak dalam memanfaatkannya.

1 comment:

  1. Manusia...
    Ketika diberi kesibukan, ia meminta waktu yang lebih lapang
    Ketika diberi kelapangan waktu, ia menyia-nyiakannya
    Astaghfirullah, *merasa tertampar @__@

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...