Monday, 17 February 2014

Untitled

Menyakitkan saat kamu bilang, "Bukan kita, tapi saya dan Anda."
Mengapa? Ada apa? Sedang cemburukah? 
Apa yang harus dicemburui?
Mereka?
Bukankah sudah lama kau tahu? 
Bukankah sudah sejak lama aku sering bilang?
Kalau saja jiwa dan raga ini bisa dibagi dua, akan kubagi dua. Yang satu untukmu, dan satu untuk mereka. SEPENUHNYA. Ya sepenuhnya. Dan sepenuhnya bisa kau genggam.

Kalau kau berpikir cemburu hanya ada antara lelaki dan wanita, kau salah!
Bahkan dalam persahabatanpun ada yang namanya cemburu.
Begini, aku memang lebih dulu mengenalnya. Setahun kemudian, baru mengenal mereka. 
Aku tak mengerti mengapa ia slalu berbeda dengan mereka. Bukan. Bukan aku yang membedakan, tapi rasanya telingaku panas tiap kali ia berbicara tentang mereka. 

Hei mereka sahabatku!
Kamu pun sahabatku!
Kalian memiliki aku!
Aku di sini. Masih di sini.
Apa yang kamu khawatirkan?
Kalau aku sedang bahagia bersama mereka, bukankah kamu jua harusnya bahagia?
Aku tak pernah melupakanmu sekalipun bahagia bersama mereka.
Kalau boleh jujur, bukan aku yang melupakanmu.
Tapi kau yang seolah perlahan menyuruhku mundur dan berkata, "Jangan ganggu aku."
Baiklah. Akan aku turuti.
Bukankah seorang sahabat harus membuat sahabatnya nyaman?
Dan ketika kau menikmati kenyamananmu sendiri, aku hanya mencari teman.
Dan mereka lah yang hadir untukku.
Lalu?

Aku yang bodoh, terlalu tegang atau memang maksudmu sama dengan yang kumaksud?

2 comments:

  1. Setuju, cemburu memang tidak hanya antara sepasang kekasih yah.. Tapi juga pada sahabat, orang tua, atau saudara kita.. Nice post, penelusuran yg dalem :)

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...