Saturday, 22 March 2014

Islam, Cintaku dari Pemahamanku

Kalau saja ditanya apa yang membuatmu paling bersyukur dalam hidup ini, maka saya akan menjawab "Saya bersyukur terlahir sebagai orang Islam. Bangga dilahirkan dari keluarga besar yang muslim. Bangga terlahir di negara yang mayoritas umatnya muslim." Lalu apa alasannya? Innaddina Indallahil Islam. Sesungguhnya agama di sisi Allah itu hanyalah Islam. Ah, saya lupa. Mungkin saya akan berkata lain jika sejak lahir agama saya bukan muslim. Dan mungkin juga bisa saja saya menyanggahnya. Tapi inilah, akan saya ceritakan kenapa saya bisa sangat bersyukur.

Dulu kesyukuran itu mungkin hanya sebatas pada bangga saja, tapi lebih daripada itu tepatnya semenjak saya lepas dari pacaran dan keluar dari 'zona jahiliyah' Allah menunjukkan sesuatu yang lebih dari sekadar bangga. Kenapa sih, kok kayaknya saya nggak pernah bosen bilang bahwa apa-apa yang terjadi dalam perubahan hidup saya karena lepas dari pacaran? Ya iya. Memang itu adanya. Saya pikir tak ada alasan lain selain itu. Sebab memang jauh dan sebelum pacaran agama saya masih terbilang biasa saja. Sholat iya, puasa iya, ngaji iya. Tapi pemahaman kenapa saya harus melakukan itu semua nyaris tidak ada. Saya hanya ikut-ikutan. Hanya mengikuti apa yang orang tua ajarkan. Mereka bilang bahwa itu sudah perintah Allah. Allah Tuhan kita yang tak bisa disanggah. Dan itu semua terbukti dari maksiat yang masih saya lakukan. Astagfirullah. 

Pada akhirnya Allah menolong saya. Ada saja hal yang seolah ingin Allah tunjukkan. Pertama, bahwa saya belum pernah merasakan pacaran saat sekolah. Itu dikarenakan orang tua saya yang tak menginginkan nilai saya di sekolah terganggu. Beranjak remaja, setelah lulus sekolah saya memberanikan diri untuk mulai berkenalan dengan cowok hingga akhirnya masuk fase pacaran. Orang tua sebenarnya tetap tidak setuju, tapi saya bandel. Kalo kata orang sunda teh keukeuh. Ngotot. Berjalan dua bulan lalu putus. Kenalan lagi, pacaran lagi. Dua bulan, putus. Ketemu temen lama, pacaran cuma sebulan, kemudian putus lagi. Sampai akhirnya, yes. Allah bilang, "Enough de. Sudah cukup petualanganmu. Hentikan ini semua." Ya. Setelah putus dari yang ketiga, maka tak ada kamus pacaran lagi dalam hidup saya. Entah apa yang membuat saya memberanikan diri, tapi yang pasti saya merasakan bahwa jalan saya sangat salah. Pacaran bukan membuktikan tulusnya cinta, melainkan lebih mengutamakan nafsu yang mengatasnakaman cinta. Naudzubillahimindzalik. Tapi dari sini ada hal yang saya syukuri, setidaknya, saya tidak pernah punya perasaan hingga begitu mendalam kepada mereka (read: mantan).

Sejak saat itu, nyaris setiap malam saya menangis. Tersukur. Sujud di sajadah. Menangis sejadi-jadinya di hadapan Allah. Tak ada lagi yang saya inginkan. Saya hanya ingin Allah memaafkan dan mengampuni segala kesalahan saya. Perasaan takut jika Allah murkapun muncul. Bagaimana jika saya meninggal masih dalam keadaan Allah tidak ridho, naudzubillah. Bukan hal mudah tentunya, tapi saya yakin bahwa Allah akan menolong saya. Maka sejak saat itu, saya beranikan diri, "Kita putus!" Yaph. Usailah semua dan perubahan terbesar perlahan-lahan terjadi.

Karena saya benar-benar ingin Allah mengampuni saya, maka setiap malam saya rutinkan Tahajud. Mulai memaksakan diri untuk bangun. Sebab hanya pada malam hari doa kita sampai langsung pada Allah tanpa perantara. Dhuha, Hajat, Istikhoroh pun mulai saya rutinkan untuk minta kekuatan pada Allah. Sampai pada akhirnya pemahaman itu datang. Saya merasakan kenapa setiap usai sholat hati saya tenang. Kenapa semua jalan terasa mudah. Apa-apa yang saya inginkan seolah Allah langsung menjawabnya. Hingga sayapun menyadari, bahwa ini semua karena saya sudah melepas 'masa-masa bodoh' saya. Dan mendekat padaNya. 
Saya jadi teringat satu ayat dalam Al-Baqarah ayat 153, begini bunyinya/


Tapi saya ingin bilang satu hal, Allah tidak akan menunjukkan, jika kita tak menjemputnya. Sama halnya seperti rezeki. Rezeki memang ada di tangan Allah, tapi kitalah yang harus berikhtiar menjemputnya. Maka begitu pula halnya dengan hidayah. Hidayahpun harus dijemput. Kitalah yang mendekat pada Allah. Maka Allah akan menunjukkannya. 

Tak sebatas itu, Allah benar-benar Maha Luar Biasa. Saya ditunjukkan cara ibadah yang baik itu seperti apa, berhijab yang syar'i itu bagaimana serta banyak pemahaman-pemahaman baru datang dalam hidup saya lewat berbagai jalan. Sungguh indah. Saya mensyukuri ini semua.

Balik lagi, ketika saya kaitkan dengan Islam dan bersyukur tadi, saya bisa bilang agama mana yang begitu menyayangi umatnya hingga dalam urusan cinta saja diatur sedemikian rupa. Bukan cinta kotor yang diinginkan dalam Islam. Bukan perkenalan kosong hingga berujung pacaran. Bukan pacaran hingga menghasilkan pernikahan yang barokah. Melainkan ada jalan yang lebih suci. Yang lebih menjaga khususnya wanita dan pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi zina selalu diawali dari pacaran. Jika mendekatinya saja kita sudah dilarang apalagi melakukannya, naudzubillahimindzalik. 

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar, keras, lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(At-Tahrim: 6)

Maka inilah cintaku pada Islam. Cinta yang berawal dari hidayah dan pemahaman. Untukku dan hanya untukmu yang hatinya terjaga, mari sejenak kita bertafakkur. Merenungi semua yang sudah Allah ciptakan dan diaturNya. Agar Allah ridho dengan setiap jalan yang kita tempuh. Agar jalan kita turut dikuatkan dan diluruskan. Insya Allah. Aamiin.



8 comments:

  1. subhanallah ya mak....

    aku juga bersyukur terlahir menjadi Islam :-)

    Goodluck mak GA nya

    ReplyDelete
  2. gud lak mbak.... semoga menang GA nyaa..

    ReplyDelete
  3. Masya Allah... hiks.. ketika kt meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan memberikan yg lbh baik lg :')

    *maaf br sempet komen

    terima kasih banyak telah berbagi salam kenal :)

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...