Friday, 25 April 2014

Jauhilah Olehmu Prasangka

Sungguh akhir-akhir ini saya sedang bermusuhan dengan yang namanya PRASANGKA. Tidak tahu kenapa akhir-akhir ini prasangka saya selalu meleset. Sialnya, itu bukan prasangka baik, melainkan prasangka buruk. Astagfirullah.

Mungkin sifat jelek saya yang tidak mudah percaya pada orang lain, yang membuat saya terlalu banyak curiga. Tapi setelah dibuktikan? Astagfirullah, banyak sekali prasangka-prasangka yang pada akhirnya saya sesalkan sendiri :'(

Benarlah jika Allah menurunkan ayat:
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”
(QS Al-Hujurat:  12)

Seringkali semut di seberang lautan terlihat, namun gajah di pelupuk mata tak terlihat. Bayangkan. Semut yang kecil, letaknya jauh di seberang lautan saja bisa dilihat. Sedang gajah yang bentuknya besar adanya di depan mata tidak terlihat? Ada apa ini? Tabiat manusiakah? Allah. 

Baru kemarin mendapat cerita seorang teman yang sedang dicurigai oleh - yang entah siapa. Jika keadaan itu berbalik menjadi kita yang dicurigai, apa rasanya? Bukankah paling tak enak jika dicurigai parahnya tak dipercayai? 

Contoh kecilnya, kita kirim pesan pada seorang teman. Kemudian lama sekali dibalasnya. Sedangkan kita sudah tidak sabar menunggu balasan tersebut. Terkadang pikiran kita melebar kemana-kemana. "Kemana sih dia? Kok lama banget." Dan mulailah pikiran buruk merasuki. Tak disangka, setelah kita tahu, ternyata teman kita sedang sakit. Makanya dia tidak memegang handphone. Setelah kita tahu bagaimana? Menyesal bukan? Sama hal nya dengan kita cepat-cepat menyimpulkan yang sebenarnya masih bisa untuk ditabayyun (baca: ditelaah) dahulu. Sungguh, memang kecepatan menyimpulkan nyaris mendekati pada prasangka. Naudzbillahimindzalik.

Rasanya ini benar-benar harus menjadi renungan agar kita tak termasuk ke dalam pelaku suuzon. Naudzbubillah.

Daripada berprasangka yang ujung-ujungnya membawa pada keburukan, lebih baik alihkan perhatian pada yang lebih penting. Sekaligus menjadi orang yang sabar dan santai. Serta tidak tergesa-gesa. 

Tulisan ini untuk menegur diri saya sendiri.

Untukmu yang hatinya pernah kulukai*
Untukmu yang pernah kusangkakan buruk
Untukmu yang sempat kesal dan marah
Maafkan. Maafkan kesalahan dan kekhilafan diri ini.

*Untukmu di sini, untuk siapa saja.

6 comments:

  1. iya mbak...
    sudah saya maafkan kok.. hehehe..
    *kabuuurrrrr*

    ReplyDelete
  2. hehehe Ade :D pasti ituu tentangku kan? *eherrm sekalian curhat deh. awalnya aku emang sempat berprasangka ya nggak2, tp setelah ngomong sm Murabbi, aku udah ga pusing lg maunya orang itu apa... dan aku blg kalo dia memata-mataiku karena org itu yg bilang sendiri dgn kalimat yg nerangin klo dia baca-baca dan nyelidiki semua tulisan2 di blogku sampai akhirnya menemukan bbrpa postingan yg dia sangka itu bikin dia sakit hati, padahal aku nulisnya biasa aja, dy salah paham dan meski aku emang gak tau siapa dia, akhirnya kubalas emailnya lg dan blg ke dy agar ga perlu cemas dan berpikiran aneh2 aplgi sampe menghiperbolakan ssuatu. dy jg bahkan baca komentar teman2 di blog yg mengarah pada hal yg bikin dy salah paham. naah padahal niih tuuh komentar udah dr thun lalu, dibukanya lg... jd sudah cukup menyimpulkan dia benar2 sedang menyelidiki aku -__- tp untuk alasan knp aku minta km ngapus komenku di blogmu wktu itu sedikit byknya berkaitan dgn prasangka orang itu *tp bukan mas dokter itu yaa orang yg kumaksud. ini orng lain yg ga kukenal (-__-) nyari data dirinya di search engine aja ga bisa, betapa misteriusnya dia.
    mmg benar kata Allah, jauhi prasangka. sekarang aku udh ga peduli lg, nyoba santai dan ga mikir apa2 karena udah kujelasin secara detil lewat email ke org itu, emang belum dibalas yaa mungkin aja orngnya sibuk, tp ketika dia membalasnya nanti, mudah2an dy segera ngasih tau, "maunya" apa sebenarnya dgn nyelidiki kyk gitu.

    setuju deh dengan postinganmu ini, bagaimanapun kondisi kita, gak peduli salah ato benar, tetap saja, prasangka itu gak boleh dipiara, ntar bikin puyeng sendiri. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. *tutup muka dulu* hihihi

      Iya ka. Namanya manusia emang ngga jauh dari prasangka. Tapi kita bisa mengusahakan supaya prasangka itu ngga berkepanjangan.

      Smoga siapapun dia, apapun motifnya, segera diberi hidayah oleh Allah. Dan ngga ganggu" ketenangan orang lagi :)

      Delete
    2. aamiin semoga, hmm, barangkali dia membaca komentar sy ini juga, siapa tahu hehe.. semoga aja, bisa cepat terungkap maksudnya apa ^___^ thank Ade utk sharing ini

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...