Monday, 21 April 2014

Share Seminar Entrepreneur with @TDABekasi

Kangen share seminar lagi ni hihi. Sekarang saya mau share seminar enterprenur bersama @TDABekasi a.k.a komunitas Tangan Di Atas serta turut mengundang komunitas-komunitas lain dan media partner blogger. Saya dapat info seminar ini dari undangan grup KEB a.k.a Kumpulan Emak Blogger di facebook. Seminar ini juga dalam rangka mensosialisasikan Pesta Wirausaha TDA yang nantinya akan dihadiri pengusaha-pengusaha yang tentunya sudah berpengalaman. Salah satunya ada Dude Harlino lho :D Sebenarnya seminarnya sudah dari 13 April 2014, tapi baru bisa share sekarang. Hiks saya mau minta maaf sekaligus menebus janji saya sama Mak Mira Sahid. Maaf ya Mak, baru nulis sekarang :(

Jujur niat saya mau ikut karena di semester ini ada mata kuliah entreprenuer dan itu mengharuskan mahasiswa untuk belajar berbisnis. Saya pikir, ini kesempatan bagus sekaligus siapa tahu saya bisa belajar dari mereka-mereka yang sudah berpengalaman hihihi. Ah ya, nggak cuma itu sih. Tapi di seminar ini pula saya berkesempatan bertemu langsung founder alias CEO KEB. Iii wow banget kan. Kapan lagi ketemu emak-emak kece yang berhasil mendirikan sebuah perkumpulan emak-emak alias para wanita yang punya minat ngeblog dalam satu wadah. Dan lagi, grup inipun sudah sangat terkenal se Indonesia! Mantap deh. Give applause untuk Mak Mira ^_^

Berhubung saat itu saya masih ada acara, jadi nggak bisa ngikutin seminar sampai akhir. Hiks. Alhasil hanya materi dari Mak Mira yang saya ikuti. Rapopo lah yaa :D Insya Allah tidak mengurangi ilmunya :) Materi yang Mak Mira bagi yaitu bertema How to Tap Passion Into Community a.k.a Bagaimana Menerapkan Passion ke Dalam Komunitas. Yaph. Di era ini tak dipungkiri sudah buanyuak sekali komunitas. Belum lagi pengaruh media yang juga semakin hari semakin canggih dan memudahkan kita untuk bertemu dengan orang-orang baru atau hanya sekadar teman yang lama tak berjumpa. Wadah bernama komunitas ini akan memudahkan kita untuk berinteraksi hingga menggali potensi sesuai minat kita. 

Berikut yang berhasil saya ringkas dari apa yang disampaikan Mak Mira Sahid:

Passion. Mungkin sudah tak asing di zaman ini. Sering orang menyebut-nyebut, "Passion gue ini lho." Lalu apa sih artinya passion? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, passion memiliki arti renjana. Renjana sendiri merupakan kesukaan, kecintaan atau minat yang tumbuh kuat dalam diri kita. Jadi kita sepakati saja ya, passion adalah renjana. Meskipun memang kata passion jauh lebih dulu familiar dibanding kata renjana hehe.

Faktor pendukung passion/renjana ini ada dua. Eksternal dan internal.
Eksternal terdiri dari tangkapan panca indera dan lingkungan (rumah, sekolah, tempat bersosialisasi). Yaph ternyata dimana tempat kita bernaung, maka bisa mempengaruhi minat kita. Contoh saja, jika kita berkumpul dengan orang-orang penyuka menulis, maka ada kemungkinan kita bisa terpengaruh. So, kita dekat-dekat lingkungan yang baik-baik aja ya hehe biar minat yang tumbuh nantinya juga positif ^_^

Faktor internal yaitu faktor yang muncul dari dalam diri sendiri. Motivasi gitulah kata lainnya. Bisa juga timbul dari kebiasaan kita. Kita biasa baca buku, maka ada kemungkinan tumbuh minat menulis. Begitu contohnya.

Dalam menerjemahkan passion, bisa dibagi menjadi dua kategori:
99% Kerja, 1% Ide
Maksudnya begini, kita belum punya ide. Tapi kita terus saja bekerja. Bahkan bisa saja mengerjakan banyak pekerjaan. Dalam perjalanan bekerja itu, seiring waktu kita akan menemukan ide dalam diri kita. Tek. Kayaknya gue nemu ide nih.

99% Ide, 1% Kerja
Kita punya ide. Sudah matang di pikiran. Mau begini, begini dan begini. Maka untuk selanjutnya kita tinggal mengeksekusi ide itu. Tak perlu bekerja terlalu banyak, karena kita sudah punya konsep yang jelas.

Diantara kedua cara tersebut tidak ada yang benar dan salah. Malah bisa jadi kita melakukan dua-duanya. Bisa jadi saat ini kita melakukan yang pertama, esoknya yang kedua. Namanya juga passion, ya tergantung minat :D

Passion mencakup empat hal. Di antaranya:
Aktualisasi = Mewujudkan minat di dalam komunitas. 
Seperti yang sudah dikatakan di atas, bergabung dengan komunitas akan memudahkan kita untuk mencapai jalan kepada minat yang ingin kita tuju. Lagi-lagi saya contohkan penulis. Sebagai pemula, penulis bisa menulis dan mengirimkan tulisannya di grup komunitasnya. Dengan begitu si penulis bisa belajar dari anggota komunitas lain yang mungkin lebih berpengalaman. 

Eksistensi = Berani tampil.
Kalau kata Mak Mira, hari gini udah nggak zaman lagi jadi silent reader alias anggota yang diem-diem aja. Kita harus berani tampil. Sekalipun kita masih pemula, justru dengan berani tampil, maka kita bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan kita. So, apapun komunitasnya. Maksimalkan. Komunitas penulis, maka menulislah. Komunitas blogger, maka rajin-rajinlah mempromosikan blognya hehehe.

Apresiasi =  Memberi penghargaan.
Apresiasi tak melulu soal hadiah. Apresiasi bisa kita lakukan dengan pujian jika memang si anggota komunitas bekerja dengan baik. Sering aktif dalam komunitas. Atau saling mengingatkan dan mengkritik dengan sopan jika ada kekurangan.

Edukasi = Pendidikan.
Bergabung dengan komunitas akan memberi kita pemahaman baru sesuai minat kita. Jika kita suka menulis dan gabung dengan komunitas menulis, maka akan banyak hal baru yang bisa kita dapatkan. Kayak saya contohnya hehe. Tergabung di salah satu komunitas menulis, memberi saya banyak pemahaman yang luar biasa. Paling tidak, saya tahu bagaimana caranya menulis dengan baik dan benar. Jadi tak asal menulis hehe.

Bagaimana kita memaksimalkan komunitas kita?
Be creative
Berinovatif dan menciptakan sesuatu yang berbeda.
Jadilah yang unik
Out of the box kalau kata anak sekarang hehe. Sudah bukan zamannya jadi orang yang biasa saja. Mau jadi perhatian? Maka jadilah berbeda. Tentunya yang positif ya ^_^
Jalin komunikasi dengan baik
Jalin komunikasi antar sesama anggota komunitas dengan baik. Dengan begitu, insya Allah mereka akan turut membantu kita untuk mengembangkan minat kita :)
Teamwork
Butuh kekompakkan agar komunitas tersebut berjalan dengan baik. Ada pendiri tentulah ada anggota. Ada anggota, tentulah ada ketua. Tidak mungkin ketua berjalan sendiri demikian hal nya anggota tak ada ketua maka komunitas bisa jadi berjalan berantakan. Maka dibutuhkan kekompakkan tim agar komunitas bisa 'berumur panjang'.

Sampai pada kesimpulan tentang passion ini: Do what you love and love what you do.
Lakukan apa yang kamu cintai. Jika kamu tak bisa, maka cintailah apa yang kamu lakukan :)

Dan beginilah nikmatnya punya komunitas. Bisa saling menyemangati dan memajukan kita dalam bidang yang kita sukai.

Eia sempet foto bareng Mak Mira juga lho :D

doc: pribadi
Gimana? Kece kan :D
Ah ya, terakhir. Tagline Mbak Mira bagus banget: Menulislah, maka kamu akan tahu siapa dirimu! ^_^

Sekian, lebih kurangnya saya mohon maaf. Semoga bermanfaat ^_^

12 comments:

  1. Seandainya bisa ikutan seminarnya.


    Thanks for sharing ya :)

    ReplyDelete
  2. Komunitas akan membuat kita berkembang ya dek. :)

    ReplyDelete
  3. Aaah akhirnya muncul juga postingan ini. Semoga bermanfaat sharingnya ya, cyin. Yuk, be creative dan terus menebar inspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya akhirnya terbit juga :D

      Aamiin ^_^
      Yuuk :D

      Delete
  4. komunitas TDA ini dimana mana bagus sekali dalam berkegiatan, di jogja banyak banget kegiatan yang sangat inspiratif spt ini :)

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas bagus, inspiratif ^_^

      Salam dari Bekasi :)

      Delete
  5. Thanks sharingnya maak, lagi belajar pengembangan diri juga nih

    ReplyDelete
  6. Di sini juga ada TDA Tegal. Seru acara dan sharingnya. Makasih tulisannya, mba Ade. ;)

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...