Saturday, 7 June 2014

Malam Muhasabah

Hai blogger, bagaimana harimu hari ini?
Mungkin kalian sudah berpetualang di dunia mimpi. Eh atau ada yang masih kerja. Wah salut. Iya salut sama yang kuat kerja shift-shiftan atau lembur sampe malem begini. Atau ada yang masih ngerjain tugas-tugas yang deadlinenya udah mepet? Ah, lagi apapun kalian. Semoga saja kita selalu punya harapan baik ya. 

Hmm tumbenan amat nih saya nulis jam segini. Hobinya mah siang. Tapi sekarang saya lagi pengen share sedikit aja sih.

Malam-malam gini biasanya waktu saya bermuhasabah. Entah segala permasalahan dan kejadian yang sudah saya alami akan langsung terkuak dalam otak saya *halah*.

Kemarin saya sempat sedikit ada masalah dengan kakak pertama. Intinya sih, tentang kesalahan dalam penyampaian kebenaran. Yap. Sekalipun itu kebenaran, kalau kita tidak menggunakan cara yang baik, yakinlah. Kebenaran itu tidak akan sampai dengan sempurna. Atau parahnya malah tidak sampai! Saya jadi teringat status Mas Jaya Yea kemarin.
D.A.K.W.A.H.K.A.H..?
Social media mengajarkan saya untuk berfikir 'mendua' >> bukan dari 1 sisi sebagai penyampai pesan, tapi juga pembaca pesan. Beberapa kali sempat terkaget, apa yg menurut saya bagus, ternyata tidak menurut pembaca. Apalagi jika hanya 140 karakter pesannya. 
Apa yang bagus untukku, belum tentu bagus untukmu. Apa yang bagus untukmu, belum tentu juga bagus untukku.. 
Tak akan kupaksakan pendapatku padamu dan juga jangan kaupaksakan pendapatmu padaku.. 
Hidayah hanyalah dari-Nya, bukan dariku atau darimu untukku. Tugas kita menyampaikan dengan kesantunan.. 
Banyak pesan yang bagus justru ditolak hangus, karena caranya yang tak halus.. 
Tujuan yang baik sering kandas di jalan, karena ketidak sabaran dalam proses pelaksanaan.. 
Dakwah yang mulia sering dinodai sekelompok orang yang terburu nafsu dalam menyeru, menghapus jejak arief ulama pendahulu.. 
Bukan dalilmu yang membuatku berubah, tapi kesantunan akhlaqmu yang ingin kutiru.. 
Kau tarik aku dan aku melawan.. 
Kau rangkul aku dan aku mengikutimu..
Ya. Ternyata kunci utamanya hanyalah KESABARAN. Allah. Terkadang kita suka merasa pintar, seolah kita sudah tahu semuanya *ntms* Rasa 'sok pintar' itulah yang membuat kita menjadi arogan, sombong, angkuh, tinggi hati. Yang kemudian bisa mengeluarkan kata-kata yang bisa (jadi) menyakitkan bagi orang lain. Meskipun mungkin maksud kita baik dan yang disampaikan adalah kebenaran. Tapi jika caranya salah atau malah mendzolimi orang, kita malah bisa berdosa. Naudzubillahimindzalik. Semoga saja Allah menghindarkan kita dari sifat-sifat tercela itu. Dan semoga Allah slalu memaafkan kesalahan dan kekhilafan kita. Aamiin. "Nabi saja berdakwah tidak pernah menyakiti umatnya."

Saya jadi paham kenapa Allah menyuruh kita dua hal. Dan ternyata memang dua hal inilah yang benar-benar menyelamatkan hidup kita.

Yang kedua, saya mau share. Akhir-akhir ini saya benar-benar merasa sibuk sekali. Sepertinya ini berkat omongan iseng-iseng saya di tahun 2011 dulu. Bahkan sampai sekarang saya masih ingat. Waktu itu saya buat status di facebook. Kira-kira begini,
Mumpung kerjanya santai, pengen deh jadi orang sibuk. Pagi sampe sore kerja. Malemnya kuliah :D
Finally? Yess! Kalian benar. Cita-cita saya untuk jadi 'orang sibuk' tercapai. Pagi sampai sore saya kerja. Malam saya kuliah. Alhamdulillah. Untungnya tempat kerja saya yang sekarang baik hati sekali. Kerja tidak terlalu dibuat stress, dah gitu saya bisa dapet dispensasi kalo masuk kuliah jam 5. Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan coba?

Tapi ternyata kesibukan saya tak berhenti sampai situ. Kegiatan saya malah semakin bertambah. Gabung beberapa komunitas dan berlanjut dengan kopdar. Ikut berbagai seminar. Datang ke beragam pameran buku. Membuat minggu-minggu yang seharusnya dipakai untuk istirahat malah saya pergunakan untuk wara-wiri ke sana ke mari. Dan lagi sepertinya ini karena masa-masa transisi lepas dari pacaran. Semacam 'balas dendam' kali ya. Hmm. Tapi Alhamdulillah. Saya masih dituntun Allah dalam kebaikan :)

Ah, meskipun jadi sering dimarahi ibu karena waktu yang (menurut beliau) terlalu diforsir tapi saya tetap bersyukur. Bahwa keinginan saya untuk menjadi orang sibuk tercapai. Alhamdulillah. Semoga kesibukkan saya membuahkan hasil. Apapun itu. Dan semoga kebaikan selalu menyertai kita semua ^^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...