Wednesday, 20 January 2016

Karena Berbisnis/Berwirausaha Kita Belajar Kehidupan


Selain Olahraga, pelajaran yang tidak saya sukai saat SMK adalah Kewirausahaan. Kenapa? Karena setiap pelajaran tersebut, biasanya siswa akan disuruh berjualan. Duh, saya ini kan pemalu banget. Mana berani nawarin makanan/barang-barang ke orang lain. Apalagi setiap kali di jalan melihat ada tukang jualan yang dagangannya kurang laku, itu bikin saya sedih sendiri. Merasa kasihan. Lho dia yang jualan kamu yang kasihan. Iya saya merasa kasihan, dia sudah capek-capek nawarin, sudah capek panas-panasan tapi nggak ada yang beli. Ya gitulah. Jadi saya akan malu sendiri kalau apa yang saya jual itu nggak laku. Kayak miris banget gitu. Nggak bangetlah -_-

Tapi apa daya. Toh akhirnya saya tetap menjalankan tugas tersebut. Demi nilai juga kan -_- Karena 'terpaksa', mau nggak mau saya harus melepas urat malu. Biarin deh, orang mau lihatnya gimana. Lagi pula tugas tersebut bisa dijalankan secara kelompok kok. Dan kalaupun harus jualan sebuah produk sendiri (dulu sekolah saya sering bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk membantu penjualan produknya, dengan kata lain sebagai bahan pembelajaran kewirausahaan siswa), saya bisa minta bantu orang tua di rumah *upz*. Jadi kalau jualan kelompok, biasanya kami disuruh membuat makanan/menjual sebuah produk, entah handmade atau produk jadi yang dibeli lalu dijual lagi. Nah kalau makanan kadang saya lebih memilih untuk membuatnya. Biar adil, nanti teman-teman yang menjualnya. Dan karena saya sebagai ketua kelompok, jadi saya tinggal menerima setoran hasilnya saja. Haha pinter ya saya :v Pun sama halnya kalau disuruh jualan sendiri produk tertentu, karena bisa dibawa pulang, sampai rumah saya minta bantuan orang tua. Lagi-lagi saya tinggal menerima uang hasil jualannya saja. Hehe, kebangetan sih emang :P 

Salah satu kegiatan kewirausahaan sekolah saat class meeting usai Ulangan Semester.
Sampai kuliah pun saya masih ketemu mata kuliah Entrepreneurship. Ya sudah, sejak awal semester tahu ada mata kuliah ini, saya sudah kebayang, pasti bakal jualan lagi -_- Masih sama sistemnya seperti saat SMK, bedanya di sini kami harus mempresentasikan proses mulai dari jualan sampai hasil keuntungan/kerugiannya. Kalau SMK kan, hanya diminta laporan di buku saja. Karena ada presentasi itu dan saat kuliah satu kelompok hanya tiga orang, mau nggak mau saya nggak bisa kayak dulu lagi. Saya harus ikut turun tangan. Akhirnya saya dan teman sekelompok memilih untuk jualan bros-bros cantik yang kami beli dari supplier di Bandung. 
Salah satu bros cantiknya.
Sebenarnya, kenapa saat kuliah saya mulai berani jualan, itu salah satu faktornya adalah suami. Haha. Jadi saat dulu kami masih sama-sama sendiri, suami cerita kepingin punya istri yang satu visi. Alias suka berbisnis. Karena suami juga punya perusahaan sendiri. Dan dia bilang dari berbisnis kita belajar tentang kehidupan. Saat itu pembicaraan itu masih saya anggap angin lalu, plus saya nggak begitu ngerti apa maksudnya. Ya tapi, karena saya masih berharap, otomatis saya akan cari perhatian dong hehe (Baca: Lagi-lagi Tentang Dia). Jadilah saya menjadi reseller sebuah toko online bros yang ada di Jombang. Bahkan saya juga sempat mengikuti seminar bisnis dan wirausaha.

Salah satu bros yang saya ambil dari supplier di Jombang. Waktu itu saya ambil 25 item.
Emang bener, kalau sudah cinta, apapun dilakukan *halah*. Saya rela mutus urat malu untuk jualan. Akhirnya, Alhamdulillah laku. Sedangkan sisa dari yang belum laku, saya gabung sama jualan di saat kuliah. Jadi saya jualan bros yang dari Bandung, sama Jombang ini. Bukan hanya bisa balik modal, tapi Alhamdulillah hasil keuntungannya cukup lumayan :))

Saat saya dan teman-teman menawarkan bros.
Dari sinilah akhirnya saya mengerti maksud perkataan suami. Ternyata memang benar, dari berani berjualan itu saya jadi paham kenapa "dari berbisnis kita belajar tentang kehidupan". Karena saat berbisnis/berwirausaha:
  1. Kita tahu bagaimana agar jualan kita laku salah satu faktor pentingnya adalah melayani orang dengan baik dan ramah. Artinya, orang akan bersikap seperti apa sikap kita pada mereka. Dengan kata lain hubungan timbal balik.
  2. Sebelum berjualan, kita harus tahu apa kelebihan produk kita sehingga membuat orang harus beli. Artinya, kita harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu serta melatih kita untuk menjadi pembicara yang baik.
  3. Kita tidak diperbolehkan menipu dalam bentuk apapun agar dagangan kita laku. Artinya, dalam kehidupan ini kita memang harus selalu jujur.
  4. Kita harus pandai membidik target pasar. Semisal saya jualan bros, berarti target utama adalah wanita-wanita yang berkerudung. Artinya, kita harus tahu kemana arah tujuan kita. Tanpa tahu tujuan, kita akan terombang-ambing tidak jelas.
  5. Dalam berbisnis, yang dibutuhkan adalah keberanian. Artinya, tidak perlu peduli apa kata orang lain. Selama yang kita jalani itu baik, positif dan tidak meyalahkan aturan. Sebab, seringkali orang lain hanya melihat sisi luar.
Barangkali - seharusnya masih banyak poin yang bisa diambil, tapi mungkin lima itu poin terbesar yang kira-kira bisa saya simpulkan. Pada akhirnya untung atau rugi bukan patokan dalam berwirausaha/berbisnis. Tapi lebih kepada pembelajaran apa yang bisa kita ambil. Apakah kita akan terus berusaha atau justru berputus asa? Ya, tapi ingat saja bahwa Tuhan tidak pernah menyukai makhluknya yang berputus asa :)

http://al-uyeah.blogspot.co.id/2013/07/jangan-berputus-asa-atas-rahmat-allah.html
Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Semua Tentang Wirausaha yang diselenggarakan oleh Suzie Icus dan Siswa Wirausaha

21 comments:

  1. Suka dengan artikel bisnis di atas kak :)

    Apalagi sekarang kita pun dituntut lebih utk memahami digital marketing yang terintegrasi dalam berbisnis...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih :)

      Setuju, sekarang memang dituntut serba digital ya :)

      Delete
  2. bagus2..brosnya ... , asyik bisa jualan dari hasil tangan sendiri...

    foto bros yang diambil dari jombang kurang jelas... brur gitu..

    ReplyDelete
  3. Aku jadi hilang fokus liat bros yg lucu2 di atas.

    ReplyDelete
  4. Bisnis itu gampang-gampang susah. Harus kuat mental juga

    ReplyDelete
  5. Memang benar ya kak, banyak pelajaran hidup yang didapat dlm proses berwirausaha. Salam sukses

    ReplyDelete
  6. wahh keren SMK nya..
    jadi sekarang masih pemalu ga? hehe
    makasih ya udah ikutan GA nya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih, hehe tapi udah ga se-ekstrem dulu mbak :D

      Delete
  7. makasih gan infonya dan salam sukses

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...