Wednesday, 20 July 2016

It's About Mindset

"Bisa, Kakak yakin Ade bisa."
"Nggak bisa Kak. Nggak bakal bisa."

Kurang lebih seperti itulah percakapan yang selalu datang saat saya mencoba 'ngeyel' dengan suami. Apapun yang menurut suami bisa dilakukan, tapi menurut saya tidak bisa, pasti suami akan keukeuh (baca: tetap) berkata hal yang di atas. Dia seringkali bilang, bahwa segala sesuatu di dunia ini sesungguhnya bisa dilakukan. Asal kita mau! Jadi bukan perkara tidak bisa, tapi mau atau tidak. Karena sesungguhnya, tidak ada hal yang mustahil. Nothing to impossible kalau bahasa jawanya. 

Sama seperti cerita yang pernah dia kirimkan lewat WhatsApp beberapa bulan lalu. Tentang seorang ibu yang terkena penyakit maag, yang dalam mindsetnya sudah tertanam bahwa jika sang ibu telat makan, pasti akan sakit maag. Alhasil si ibu mengeluh tidak bisa puasa. Tapi dokter yang memeriksanya berkata, tidak masalah jika ibu puasa, yang terpenting pikiran ibu jangan terfokus pada sakit maag-nya. Pikirkan saja bahwa ibu sedang melakukan ibadah. Dokter juga berkata, sesungguhnya segala penyakit itu tergantung pikiran diri sendiri. Kalau kita yakin terus sakit dan tidak bisa sembuh, maka tidak akan sembuh. Namun jika kita mengalihkannya dengan pikiran lain dan bahagia, maka penyakit itu bisa sembuh. Barangkali kita juga sering mendengar tentang orang-orang yang bisa sembuh dari penyakit mematikan karena pikiran dan perasaannya selalu bahagia. (Berbeda jika sudah menyangkut kuasa Tuhan ya :)) 
https://www.tes.com/lessons/b1zBf4rkHDpegQ/mindset-staff-meeting
Ya, jadi semua hal barangkali bisa dikatakan, it's about mindset! Semua tentang pola pikir kita sendiri. Saya juga pernah baca, kita bisa menanamkan pikiran bawah sadar kita dengan hal-hal yang baik. Asal kita tetap optimis melakukannya. Salah satu caranya, dengan berulang-ulang mengatakan kalimat-kalimat yang positif.

Saya sendiri sebenarnya sudah mempraktekkan hal ini. Saat hamil kemarin misalnya, saya berulang kali menanamkan bahwa saya bisa melahirkan secara normal. Tidak sedikit pun mau terbersit pikiran jika saya harus operasi. Kenyataannya, Alhamdulillah, atas Kuasa Allah pula saya bisa melahirkan secara normal. Atau pengalaman lainnya. Saat itu saya sedang mencari salah satu barang di gudang. Awalnya sulit sekali. Tapi berulang kali saya mencoba meyakinkan diri bahwa barang itu pasti ada. Pasti. Dan apa yang terjadi, barang itu memang ada. Meski saya lelah, tapi karena keyakinan itu, pada akhirnya tetap saja perasaan saya bahagia. Dan rasa lelah pun sejenak terlupa.

Memang, ada kuasa Tuhan selain pikiran, namun bahkan salah satu hadits pun berkata bahwa Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya.
Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: 
Allah berfirman: Aku selalu mengikuti bagaimana sangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menolongnya selama ia ingat kepadaKu.Jika ia ingat kepadaKu dalam hatinya, maka Aku ingat padanya dalam diriKu…
Jika ia ingat padaKu dalam suatu kaum maka Aku juga ingat padanya dalam suatu kaum yang lebih baik dari kaumnya...
Jika ia mendekat padaKu sejengkal..maka Aku mendekat kepadanya  sehasta…
Jika ia  mendekat padaKu sehasta…maka Aku  mendekat kepadanya sedepa…
Jika ia  datang padaKu dengan berjalan kaki..maka Aku akan mendekati kepadanya  dgn berlari…(HR Bukhari dan Muslim)
 Jadi apa yang manusia pikirkan, maka seringkali itulah yang terjadi. Dengan kata lain: 
PIKIRAN => PERASAAN => TINDAKAN => HASIL
sumber: http://www.akuinginsukses.com/bagaimana-membentuk-pola-pikir-yang-baru/
Kalau tidak terbiasa, tidak mudah memang. Namun sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Selama kita menanamkan keyakinan seutuhnya, insya Allah, selalu ada jalan *kan ada lagunya toh :P*

5 comments:

  1. Sepakat mba, mindset bisa berubah dan outputnya akan jauh lebih sesuai jika menanamkan mindset positif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaph, teko yang berisi kopi akan keluar kopi juga kan :)

      Delete
  2. saya sangat setuju. secara tidak langsung dan tanpa kita sadari pikiran memang memicu apa yang akan kita lakukan. Kadang, apa yang kita dapatkan sekarang juga buah hasil dari pikiran-pikira di masa silam. jadi lebih baik kita berpikiran yang positif terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Ada juga pepatahnya, kita hari ini karena kita di masa lalu :)

      Delete
    2. Yap. Ada juga pepatahnya, kita hari ini karena kita di masa lalu :)

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...