Friday, 25 November 2016

Allah PASTI Punya Maksud

Setiap saat Tuhan sedang mengajari kita, tapi hanya yang 'memperhatikan' yang bisa 'memahaminya' - Ahmad Siddiq
Bagi saya pribadi, butuh waktu yang tidak sebentar untuk memahami kalimat di atas. Tidak mudah awalnya. Apalagi saat kesedihan, kekecewaan, kemarahan yang melanda. Rasanya langsung ingin marah saja pada Tuhan, "mengapa harus saya? Mengapa harus saya yang mendapat cobaan ini?" Tapi ketika cobaan itu sudah berlalu lama, barulah saya mendapat intisari dan pelajaran apa yang sedang diberikan Allah.
https://pixabay.com/id/hijau-daun-jantung-wayang-kulit-547400/
Sampai kini, saya memahami bahwa segala kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, yang datang pada kita sesungguhnya adalah sebuah pelajaran dari Allah. Bahkan semua yang berlalu di depan mata kita pun sesungguhnya ada hikmah yang tersembunyi. Lantas saya ingat, suami pernah bilang, bahwa berkali-kali dalam Al-Qur'an Allah menurunkan ayat tentang berpikir. Salah satunya berikut ini:
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al- A'raf: 179)

Allah PASTI punya maksud 

Ada berita bahagia, barangkali untuk membuat kita bersyukur. Mendengar berita kematian, barangkali sebagai peringatan kita untuk tetap waspada dan tidak terlena dengan duniawi. Mendengar berita tentang orang sakit, mungkin untuk membuat kita menjaga kesehatan.

Baca: Agar Tidak Mudah Sakit, Lakukan 3 Hal Ini Yuk!

Begitu pun jika kita membaca suatu berita atau pun sebuah buku. Ya, semua yang ada di dunia ini PASTI ada maksudnya. Sama sekali tidak ada yang kebetulan. Allah ingin menunjukkan sesuatu pada kita, kalau memang kita mau memikirkan dan memahaminya.

Butuh kelapangan hati memang. Butuh pikiran yang positif untuk memahaminya. Mungkin kita yang pernah terjatuh lalu bangkit, lebih tahu bagaimana rasanya. Saat dulu kita begitu murka pada kejadian-kejadian yang menimpa kita. Saat kita merasa dulu kita begitu 'hina', setelah memperbaiki diri, kita paham bahwa Allah memang Maha Penyayang menjadikan kita seperti saat ini.

Sama seperti yang ditulis Pak Arvan Pradiansyah dalam bukunya The Laws of Happiness,
Jika kita membutuhkan tiga rahasia pada hubungan dengan diri sendiri dan orang lain, maka hubungan dengan Tuhan hanya membutuhkan satu rahasia, yakni Berserah (Surrender). Berserah ini merupakan bentuk tertinggi dan perjuangan puncak dari setiap manusia. (hlm. 136)
Ya, menyerahkan segala sesuatunya pada Allah. Karena memang hanya Allah-lah yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi kita.

Semoga kita termasuk orang yang selalu diberi-Nya petunjuk 😊

10 comments:

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.