Sunday, 27 November 2016

Saya Si Auditori

Dulu kakak saya rajin sekali beli Majalah Muslimah. Entah majalahnya sampai sekarang masih ada atau nggak. Setiap dia beli, pasti saya juga suka baca. Bahasannya bagus-bagus. Yaa, kayak majalah lainnya lah. Ada gaya hidup, tips, artikel, cerpen, cerbung, dan lain-lain. Plus suka ada bonusnya pula. Entah buku kumpulan cerpen, atau souvenir-souvenir menarik. Bedanya hanya segmennya ya untuk muslimah.

Gaya Belajar

Tapi sekarang saya bukan mau bahas majalahnya sih. Tapi tentang salah satu bahasan yang pernah ada di majalah tersebut yakni tentang Gaya Belajar. Mungkin sebagian sudah pada tahu, kalau tiga gaya belajar itu ada tiga. Visual, Auditori, Kinestetik. Penjelasan singkatnya, visual dengan cara melihat, auditori dengan cara mendengar, dan kinestetik dengan cara praktek. Setiap anak pasti memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Tapi tidak menutup kemungkinan, tiga-tiganya bisa ada di satu orang. Meskipun tetap saja pasti ada satu yang dominan.

Oke, lalu saya sendiri masuk yang mana? Yang sudah pernah baca artikel ini pasti paham. Yap, saya tergolong Auditori. Saya lebih suka belajar dengan cara mendengar. Mungkin ini sebabnya saya dulu suka sekali mendengar radio *apa hubungannyaaa?* Jadi saya bisa tidak dengan melihat orang itu, tapi dengan memasang baik-baik pendengaran saya, maka saya tetap mudah menerima pembicaraan atau instruksi.

Orang auditori juga terbagi menjadi dua. Pertama, jika menghafal tidak bersuara, kedua jika menghafal harus bersuara. Dan saya masuk yang golongan yang ke dua haha. Makanya, kalau waktu masih sekolah ada hafalan, pasti saya berisik banget. Sampai pernah diomelin temen sebelah, karena dia menghafal tidak bersuara, sedangkan saya kalau nghafal harus keras-keras 😝 Kenapa harus keras? Karena buat auditori macam saya, suara itu berharga banget alias menambah ingatan. Kayak misalnya aja, saya lagi menghitung. Ya sembari menghitung, saya sebutin angkanya dengan bersuara. Sama halnya kayak menghitung uang kekekek. Tujuannya biar nggak lupa juga.

Saya juga tipe yang kalau belajar, bisa dibilang berisik banget haha. Tapi harus banget dalam keadaan sepi senyap nggak ada suara. Karena ada suara sedikit saja, nggak bisa masuk semua, buyar. Makanya, pas dulu awal ngeblog saya gaya-gayaan masukkin widget musik, nggak lama langsung saya hapus, karena saya jadi nggak konsentrasi sendiri 😕

Selain itu, saya tipe yang auditorinya jarang rapi. Saya bisa naruh barang sembarangan aja kalau lagi males. Yap, aktivitas rapi-rapi atau bersih-bersih itu juarang saya lakuin, hiks. Kecuali sebagai ibu rumah tangga yang sehari-harinya nyapu ya hehe. Lagi-lagi ini juga bikin saya kalau belajar atau ngapa-ngapain itu pasti berantakan. Tapi bisa dipastikan, kalau sudah selesai semua, bisa kinclong lagi hehehe.

Truus apa lagi ya?

Oh ya, kalau ada campurannya mungkin saya termasuk yang visual juga. Saya suka baca buku, suka juga belajar dengan cara melihat. Jadi dengan melihat aja, saya bisa paham :) Sesekali juga langsung praktek sih. Mungkin memang pada dasarnya, setiap manusia itu punya tiga-tiganya ya. Hanya saja ya itu tadi, pasti ada satu yang dominan.

So, kalau gaya belajarmu sendiri apa sih? 😊

No comments:

Post a Comment

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.