Friday, 16 December 2016

Apakah Saya Sudah Memberi Sesuatu?

Sebagai blogger pun kita akan demikian pada akhirnya. Yang diingat adalah karya kita selama kita menulis dalam blog. Bukan seberapa banyak yang diraih. Bukan seberapa tenar. Tapi apa yang telah kita berikan untuk kehidupan di sekitar kita.
Lalu apa yang terjadi ketika ketidakkekalan itu hadir dan mengambil apa yang ada di diri kita sekarang? Kita hanyalah seorang blogger. That's all. Kita hanyalah KITA.
Saya sadar... Statistik yang saya pegang saat ini bisa diambil kapan saja. Dan jika itu terjadi, siapakah saya? Apakah seorang saya ini sudah memberi sesuatu?
- Febryan Lukito
Kutipan yang bagi saya cukup jadi teguran yang menohok. "Apakah saya sudah memberi sesuatu?" Khususnya dalam tulisan-tulisan saya di blog ini. Entahlah, saya hanya menulis, sebuah pekerjaan yang bagi saya jadi bahan merefleksikan diri. Tapi memang satu hal yang selalu saya harapkan, semoga tulisan saya meninggalkan manfaat bagi yang membacanya. Untuk kehidupan, maupun sekedar jadi hiburan semata.
https://pixabay.com/id/gelembung-sabun-warna-warni-buxbaum-1873425/
Saya jadi ingat ketika kemarin-marin saya terlalu fokus pada statistik. Saat naik, saya jadi merasa bangga. Tapi saat turun, saya juga down. Sampai akhirnya, saat suami bilang, "fokuslah pada konten." Saya mulai berpikir, apa yang selama ini saya tulis? Apa saya menulis semata karena mengejar statistik? Apakah saya menulis semata karena ingin mendapat lebih banyak job? :(

Ada kalanya saya jadi rindu masa-masa awal ngeblog dulu. Dimana saya belum mengerti banyak hal tentang monetisasi blog. Saya hanya fokus menulis. Apa saja bisa saya tulis sekalipun itu pendek. Tapi saya juga tidak memungkiri, semenjak masuk ke dalam berbagai komunitas blog, saya mulai memiliki hasrat ingin berkembang seperti yang lainnya. Jadilah saya mulai mempelajari sedikit-sedikit, apalagi soal statistik. 

Tapi kembali lagi, jangan sampai statistiklah yang jadi patokan saya. Toh saya masih ingin menulis dengan santai, tanpa beban. Toh saya masih ingin berbagi apa saja yang ingin saya tulis. Lagi pula yang lebih penting dari itu semua, adakah sesuatu yang bisa saya berikan pada pembaca-pembaca blog saya? Ngeri rasanya membayangkan, mereka sudah baca tapi tidak mendapatkan apa-apa dari tulisan saya.

Benar kata Mas Febryan, statistik bisa diambil kapan saja. Naik turun dan tidak bisa kita prediksi. Dan ketika lenyap, apakah saya masih bisa menunjukkan siapa saya? Wallahua'lam. Sungguh rugi rasanya jika menulis hanya mengejar itu semua. Mungkin dengan statistik tinggi bisa tenar. Dengan tenar, kita bisa lebih banyak mendapatkan job. Tapi apa itu semua kekal? Sayangnya tidak. Bukan ketenaran yang bisa kita tinggalkan. Bukan job yang akan menolong kita kelak. Tapi sesuatu yang bisa meninggalkan bekas di hatilah yang abadi dan jadi amal jariyah yang bisa menolong kita. 
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]
Sumber: https://almanhaj.or.id/2909-ibadah-dan-amalan-yang-bermanfaat-bagi-mayit.html
Barangkali begitu juga dengan status-status kita di dunia ini. Segala profesi yang julukannya hanya dibuat oleh manusia memang tidak ada yang abadi. Toh kita semua pada dasarnya sama. Yakni hanya makhluk Tuhan yang tidak punya gelar apa-apa dimata-Nya. Tugas kita hanya beribadah kepada-Nya. Dan kita semua kelak akan menghadap-Nya dan mempertanggung-jawabkan segala apa yang kita perbuat selama hidup di dunia.
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).
Sumber : https://rumaysho.com/342-untuk-apa-kita-diciptakan-di-dunia-ini.html
Semoga kita tidak menjadi manusia yang jemawa :(

29 comments:

  1. Benar, Mbak. Menulis dengan manfaat di dalamnya membuat lebih lega. :'D

    ReplyDelete
  2. Berasa kaya disadarkan kembali. Knagen menulis seperti dulu.

    ReplyDelete
  3. Benar juga. Apa yang kita tulis nanti akan menjadi pertanggung jawaban juga di hadapan Tuhan.

    ReplyDelete
  4. Setuju. Kita hanya makhluk. Dan tidak ada yang kekal bagi mahluk.

    ReplyDelete
  5. Aamiiin ... :D Semoga kita semua menjadi manusia yang senantiasa beriman. Semoga segala sesuatu yang kita lakukan baik di mata Allah

    ReplyDelete
  6. Aamiiin.
    Semoga apa yang kita bagikan bisa memberi manfaat bagi para pembacanya dan jadi jalan amalan.

    ReplyDelete
  7. Saya tdk pernah tahu statistik blog saya. Ya soalnya ngeblognya jg masih angin2an sih. Artikel2 nya jg msh alakadarnya jd kalo ngecek2 statistiknya takut kecewa. Hihihi

    ReplyDelete
  8. semoga tulisan2 kita bisa bermanfaat bagi banyak orang

    ReplyDelete
  9. Iya, hiks
    Makasih sdh mengingatkan ya mbk

    ReplyDelete
  10. Ahh berasa dicubit baca postingan ini mba, harus lebih bermuhasabah sepertinya, merunut kembali apa tujuan dari ngblog yg sebenarnya

    ReplyDelete
  11. setuju. saya tidak mengerti blogger sebagai profesi. hanya menulis :)

    ReplyDelete
  12. Benar tuh mbak. Saya juga kadang heran melihat banyak blogger yang terlalu fokus untuk menaikkan DA dan PA. Padahal yang terpenting bagaimana membuat tulisan yang kita tulis bisa bermanfaat, setidaknya menghibur deh. Hehe. Maaf, bukannya menghakimi ya, kak. Haha. Tapi memang mindset yang begini harus segera diubah. Insya Allah tulisan kakak bermanfaat, kak. Amin. :)

    ReplyDelete
  13. Betul, Mbak. Saya pun menimbang-nimbang kalau mau mengunggah sesuatu di blog. Mmang berat, itulah makanya saya pernah nulis "Hadiah Terindah Seorang Blogger". Fokus pada manfaat ya, siap!

    ReplyDelete
  14. itu yang sedang saya restart untuk kembali memulai menulis karena niat berbagi sesuai passionnya seperti tujuan awal bikin blog :)

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.