Friday, 2 December 2016

Rezeki yang Memang Sudah Jalannya

Lihat gambar di bawah ini deh! 
credit: https://web.facebook.com/photo.php?fbid=10208124253724267&set=a.10201863743695429.1073741825.1238259057&type=3&theater
Gambarnya lucu ya 😁 *kemudian semua langsung nyanyi 😂

Hehe gambar di atas saya ambil dari postingan Mbak Wulan Darmanto yang saya ambil dari tulisan di Facebooknya yang berjudul "Nagih Hutang Bikin Gamang" (yang mau baca, linknya ada di caption gambar atas ya, dicopas aja 😋)

Nagih hutang bikin gamang

Nagih hutang, memang seringkali bikin gamang. Apalagi kalau nagihnya ke orang terdekat. Duh ada rasa tidak enaklah, tidak tegalah, apalah apalah. Tapi kalau nggak ditagih, dianya nggak sadar-sadar punya hutang 😟 Gamanglah jadinya.

Makanya, benar seperti kata Mbak Wulan. Meminjamkan uang, berarti menganggap uang itu hilang. Kelihatannya enak ya ngomongnya. Iya kalau jumlahnya kecil, kalau besar? Oh no 😑 Tapi percaya atau tidak, menanamkan cara seperti tadi, setidaknya membuat pikiran kita tenang! 

Saya sendiri pun pernah menerapkannya. Katakanlah saya pernah meminjamkan uang pada seseorang-yang sudah saya tahu wataknya. Aslinya sih tidak mau, tapi jauh di lubuk hati ya ada rasa tidak tega juga. Tapi kata suami, ya pinjamkan saja, tapi jangan sebesar yang dia minta. Berikan saja seperlunya. Alhasil saya pun meminjamkannya, dan tidak berharap uang itu kembali. Buat apa? Toh saya sudah tahu wataknya, berharap hanya akan membuat saya kecewa (lagi). Ya Alhamdulillah dengan cara itu, hati saya tenang, saya lega juga, dan tidak berharap apapun. Toh kalau memang masih rezeki, tidak kemana kan!

Tapi kan, rezeki harus dijemput. Iya tapi kalau sudah urusan hutang ya kita harus siap aja kecewa 😌

Rezeki yang memang sudah jalannya

Bicara rezeki, rezeki memang harus dijemput. Tapi jika kita sudah berusaha menjemputnya, kemudian belum dapat, berarti memang sudah jalannya seperti itu. Pun jika misalkan kita mengalami kehilangan, ya sudah memang jalannya juga. Itu berarti rezekinya bukan milik kita. 


Seperti komentar Mbak Herva di postingan saya yang berjudul Balada Kesalahan Kontes. Mau sehebat apapun kita ikut suatu kontes atau lomba, lalu kalah, ya berarti memang bukan rezekinya.

Iya sih, kita maunya bukan karena tidak dibayar hutangnya, kalah kontes dengan pemenang yang justru (terlihat) biasa saja, atau mengalami sebuah kehilangan lantas kita tidak menerima atau mendapatkan rezeki. Tapi kembali lagi, semua memang sudah jalannya. Ada hal-hal yang kadang terlihat tidak masuk akal, atau 'kok kayaknya tega banget harus kita yang ngalamin', tapi ya itulah jalan pikiran manusia dengan Tuhan itu beda. Manusia selalu terbatas pandangannya, sedangkan Allah selalu punya yang terbaik untuk umat-Nya.
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)
Sumber: https://muslimah.or.id/1830-boleh-jadi-kamu-membenci-sesuatu-padahal-ia-amat-baik-bagimu.html

Banyak belajar 😊

Sebenarnya rezeki itu tidak sebatas materi saja kan ya. Kita bangun tidur, masih bernafas, itu rezeki. Masih bisa lihat istri, suami dan anak, itu rezeki. Keluarga, saudara, sahabat, teman-teman kita masih diberi kesehatan, itu pun rezeki.

Ini juga reminder buat saya pribadi. Ya intinya perbanyak syukur dengan yang sudah ada. Kalau sesuatu belum menjadi rezeki kita, barangkali ada yang lebih baik. Barangkali kita disuruh usaha dan do'a lagi lebih keras. Barangkali untuk membuat kita belajar ikhlas dan sabar. 

Yah, intinya selalu ada hikmah deh di setiap kejadian 😊 Betul nggak? 😀

16 comments:

  1. aku juga kadang suka malas nagih hutang ke teman. rasa gimana gitu nagih-nagih. mana yang ngutang juga udah lost contact. akhirnya yoweslah lupakan saja

    ReplyDelete
  2. Betuull.. kalau kalah lomba, selalu menghibur diri bahwa itu memang bukan rejekinya.

    ReplyDelete
  3. Adem banget baca postinganmu mbak :). Intinya segala sesuatu udh digariskan ya.. Kalo memang ga sesuai ama keinginan, ya memang sudah begitu jalannya :). Rezeki Allah yg atur.. Tapi soal utang ini, aku juga slalu hati2. Kalo memang niatnya mau kasih, ya sudahlah, anggab aja dikasih, bukan pinjaman. Drpd sakit ati pas nagih. Kalo memang ga mau ksih, ya bilang ga bisa.. Di kantorku ada code of conduct kalo sesama staff TIDAK BOLEH saling ngutang. Ya utk mencegah hal2 yg ga diinginkan ini.. Apalagi kalo butuh duit, kantor ada fasilitan loan kok.. Ya dari sana aja toh.. Pembayarannya lgs dipotong dr gaji pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren Mbak kantornya. Jarang ada kantor yang begitu hehe

      Delete
  4. Ahahaha... bahasan ini selalu membuat saya pengen tertawa pedih. terutama bagian hutang. Iya... kalau nagih itu benar2 melelahkan dan ujung-ujungnya malah buka praktek curhat. masih pulang dgn tangan kosong pula. huahahahah

    mengenai kontes, iya, pernah ikut kontes, sudah menulis dengan hebatnya from head to toe. Semenit setelah publish, ada tamu banyak sekali ke rumah dan pulang jam 12 malam. deadline "tet" dan saya lupa daftarin. Huahahahaha.... tertawa perih lagi. Tapi kembali ke konsep rezeki, semua ada jatahnya masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mbak. Kalo mikir rezeki udah ada jatahnya hati dan pikiran langsung tenang hehe

      Delete
  5. sesekali kudu tegaan juga Mbak, biar gak kebiasaan ngutang. Saya, kadang karena rasa sayang, dari awal gak saya utangi, apalagi kalau keperluannya tidak mendesak, dan bukan primer. Lewat dah itu proposal hutang, :D

    ReplyDelete
  6. wah duit, buku, kaos sampe sekarang udah enggak ada kabar kapan mau balik lagi hahaha.
    malah kalau duit besar mereka sadar, nah yang biasanya ilang itu yang kecil-kecil. buku, duit 100-300rb, jacket, kaos dll lah hahahaha.
    tapi semakin lama berteman, malah jadi semakin maklum bwahahahaha.
    artikel yang menarik mbak.
    oh iya kalau kebetulan lagi cari tips fotografi mampir juga dong ke blog saya di
    gariswarnafoto[dot]com
    yuk mariii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah semoga diganti dengan yang lebih baik ya Mas :)

      Delete
  7. Pernah kecewa juga sih kalah lomba blog. Sedih banget...tapi ya terus menghibur diri kalau itu belum rejeki kita. Pernah juga nggak ngarep ternyata menang.Yah..Allah memang memberi yang kita butuhkan bukan memberi yang kita inginkan

    ReplyDelete
  8. Hiks...jadi keingetan ada yg pinjam uang, katanya untuk cicilan rumah. Padahal tadinya surat rumahnya dititip ke saya untuk jaminan. Lalu diminta lagi, katanya harus diperlihatkan ke bank. Sekarang si Ibu menghilang. Hehe...padahal udh duga juga sih...uang saya bakalan lenyap...nyap...nyap. Yawda ga harap kembali sih. Tapi yaa namanya orang...inget aja kejadiannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, semoga diganti dengan rezeki yang lebih baik ya Mbak :)

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.