Thursday, 20 July 2017

Thursday, July 20, 2017 9

Semata Menjadi Pengingat dan Berbagi Manfaat

Waktu saya baru lepas dari pacaran dan memutuskan hijrah, saya jadi rajin ikut kegiatan-kegiatan positif like seminar, gabung di komunitas-komunitas positif, ikut kegiatan yang diadakan komunitas, pokoknya semua yang serba positif saya ikutin. Termasuk juga acara-acara yang berhubungan dengan blog 😁

Nah ngomongin blog, semenjak punya blog saya jadi kepikiran buat nulis semacam review dari semua kegiatan yang saya ikutin. Mungkin teman-teman bisa baca di label Event beberapa di antaranya.
via Pixabay
Apa karena dibayar makanya nulis? Tidak. Bahkan tidak ada satu pun dari event itu yang dibayar. Malah yang ada saya yang bayar, contohnya kayak event seminar 😂

Lalu apa tujuan saya menulis? 

Semata menjadi pengingat dan berbagi manfaat

💁 Pengingat bagi diri sendiri
Semata untuk menjadi pengingat bagi diri sendiri. Yap. Karena saya senang menulis. Saya senang punya media yang berwarna untuk menyimpan tulisan-tulisan saya a.k.a blog. Maka dengan senang hati pula saya selalu membawa catatan kecil saat ikut suatu acara. Itu semata agar saya bisa memindahkannya ke blog dan bisa dibaca kembali kapan pun saya mau. Ya karena blog juga tidak rawan hilang seperti file di komputer kita.

💁 Berbagi manfaat
Selanjutnya, niat saya adalah berbagi manfaat pada khalayak. Karena saya merasa kegiatan itu positif, sayang sekali kalau hanya saya pendam sendiri. Sementara media blog adalah media yang efektif supaya kegiatan positif itu juga bisa dirasakan alias dibaca banyak orang.

Ini pernah terbukti ketika saya membagikan tulisan saya tentang seminar Jodoh Impian dan menandai pembicara-pembicaranya di Twitter. Twitt saya diretweet pembicara tersebut, dan ratusan followersnya pun meretweet pula. Bahkan mereka mengucapkan terima kasih. Masya Allah 😍 
Maka sejak itu pula saya berjanji pada diri sendiri untuk sebisa mungkin (malah kalau bisa harus) menulis di blog seusai menghadiri acara yang positif. 
Bahkan saya juga pernah menonton beberapa tayangan positif (entah video di laptop, tv, internet) sambil memegang catatan untuk merangkum supaya bisa saya tuliskan di blog 😁 Sempat ingin menekuni hal ini, sayangnya terbentur waktu apalagi sudah punya dua anak kayak sekarang nggak sempet nonton apa-apa 😂 *excuse 🙈

Ya, sesederhana itulah niat saya. Menulis bukan karena dibayar, tapi karena saya memang senang menjalaninya. Bahkan dari rumah (saat berangkat menuju acara) pun saya sudah punya niat untuk benar-benar menyimak kegiatan dengan baik, supaya bisa saya tuliskan di blog dengan baik pula. Makanya saya malah suka sedih kalau ada yang kelewat disimak 😄

So, kesimpulannya, menulis setelah menghadiri suatu acara apalagi itu sangat bermanfaat, bagi saya penting. Karena untuk mengikat ilmu yang saya dapatkan. Dan bukan hanya saya yang merasakan manfaatnya, tapi juga khalayak yang membaca tulisan-tulisan tersebut 😊 

Wednesday, 19 July 2017

Wednesday, July 19, 2017 2

Ini Dia, Isi Tas Bayiku!

Tas. Saya kadang nggak habis pikir dengan perempuan-perempuan yang hobinya ngoleksi tas. Beli tas sampai bejibun-jibun ((bejibun-jibun)), padahal tas yang sebelumnya masih pada bagus. Yauda sih, De. Mereka beli pake duit sendiri, kok lu yang repot wkwkwk. 

Iya sih, padahal saya juga punya beberapa tas hihi. Tapi kalau saya menggolongkannya sesuai manfaatnya. Yang kecil misalnya buat kondangan. Yang selempang besar buat kalau pergi dan bawaan agak banyak. Yang ransel buat pergi jauh biar pundak nggak pegel. Jadi memang bukan karena hobi beli tas ya 😆 Eeh iya sekarang ketambahan tas bayi hehe. Karena saya sudah punya dua bayi.

Jadi saya mau bongkar si tas bayi aja ya. Apa aja sih isinya? Cekidot, ini dia! 

Isi tas bayiku

👶 Diapers alias pospak (popok sekali pakai) 
Ini sudah pasti ada di urutan pertama. Apalagi untuk pergi-pergian. Karena dua bayi saya memang selalu pakai pospak. Nah bawa pospak di tas buat salinan pastinya. Biasanya saya bawa 2 sampai 4 pospak untuk masing-masing bayi. Banyak ya, iya takut penuh atau pup di jalan 😂

📁 Tisu basah dan kering
Ini juga wajib banget karena baik tisu kering dan basah sangat bermanfaat. Biasanya buat lap-lap sisa makanan di mulut atau tangan apalagi kalau situasinya nggak ada air, jadi bisa pakai tisu basah. Selain itu tisu basah juga bisa berguna buat cebok bayi.

🍼 Botol susu
Maaf ya nggak ada di foto. Lupa dimasukkin hihi. Botol susu juga termasuk wajib karena sekarang Emir sudah dibantu susu formula. Jadi buat jaga-jaga kalau misalnya saya lagi nyusuin adiknya, Emir bisa dikasih sufor saja. 

👛 Dompet
Yaiya dong masa pergi nggak bawa uang. Walaupun sekarang ada suami, tetep aja bawa dompet 😆 

📱 Handphone 
Sebelumnya maaf ya nggak ada gambarnya karena hp nya dipake buat foto 😂 Tapi biasanya saya memang naruh hp ya di tas aja. Dan termasuk jarang pegang hp kalau lagi di dalam kendaraan. Jadi maklum ya kalau nggak dibales chatnya, bisa dipastikan lagi di jalan *nggak penting 😂

🔌 Power bank
Ini juga nggak kalah penting. Sekalipun baterai hp full, saya tetep bawa power bank buat jaga-jaga di jalan. Apalagi kalau lagi bepergian jauh.

💆 Kipas tangan
Saya orang yang nggak tahan gerah. Jadi kemana-mana pun ya bawa kipas tangan.😄 Apalagi punya bayi, bisa juga dipakai untuk ngipasin mereka supaya nggak kepanasan. 

☔ Payung 
Saya tipe yang menganut sedia payung sebelum hujan. Jadi dari zaman single memang slalu bawa payung kemana-mana 😄 Sekalipun itu lagi musim kemarau, tapi yaa sekarang cuaca kan nggak nentu ya. Lagi panas bisa aja tahu-tahu hujan 😄

✔ Plastik keresek
Maaf juga ya lupa difoto hihi. Biasanya saya bawa keresek buat jaga-jaga kalau mabuk di perjalanan. Tapi nggak cuma itu, kadang keresek juga berguna buat buang sampah atau simpan baju kotor atau sisa makanan yang masih bisa dimakan. 

Udah sih, kayaknya 9 item aja. Item-item itu wajib kalau bepergian dekat maupun jauh. Palingan tambahannya bawa baju ganti anak-anak sama minyak telon aja buat kalau pergi jauh. Dan biasanya kalau pergi jauh saya bawa tas bayi yang agak besar supaya muat banyak 😄

So, bisa dibilang sekarang saya malah jarang pakai tas pribadi. Lebih sering ya pakai tas bayi. Kecuali kalau jalannya mungkin nggak lama, atau cuma pergi berdua sama suami aja *ciye* baru saya pakai tas sendiri 😄

Kalau isi tas kamu, apa aja? Kepo dong 😆

Tuesday, 18 July 2017

Tuesday, July 18, 2017 18

3 Hal yang Bisa Kita Dapatkan dari Jalan-jalan

Travelling sekarang lagi in banget kayaknya ya. Saya juga suka kok. Bahkan sempat terpikir untuk ikutan bikin blog travelling. Cuma karena jalan-jalannya masih jarang-jarang, jadi ditunda dulu deh 😂 Tapi memang dasarnya dari dulu saya suka jalan sih 😂 Meski itu cuma ngumpul sama temen, komunitas, jalan-jalan bareng keluarga, atau sekedar jalan keluar karena memang ada keperluan 😂
credit: Pixabay
Nggak cuma bisa refreshing, tapi seringkali saya atau bahkan kita bisa dapatkan banyak hal dari jalan-jalan meskipun sekedar jalan karena ada keperluan itu. Di antaranya:

3 Hal yang Bisa Kita Dapatkan dari Jalan-jalan

💼  Dapat ide tulisan
Kalau lagi di jalan saya suka perhatiin lingkungan sekitar atau orang-orangnya. Trus suka aja terbersit ide buat ditulis. Kayak dulu banget, saat saya pulang dari tempat kuliah, saya ngeliat anak yang lagi jalan sama laki-laki dewasa (entah itu ayahnya atau omnya atau orang lain nggak tau juga). Tapi si anak diam gitu. Sementara si laki-laki kayak ketakutan. Saya langsung kepikiran, anak itu kenapa ya. Laki-laki itu juga kenapa, kok kayak ketakutan gitu. Lantas saya kepikiran buat nulis tentang masalah orang tua dan anak.

Ada lagi, saat saya pulang kerja dan ketemu nenek-nenek yang bawa box besar bekas tempat beliau jual makanan. Setelah saya iseng-iseng ngobrol dengan sang nenek, lantas kepikiran buat bikin tulisan di blog ini tentang betapa syukur itu mudah. Silakan cari sendiri ya tulisannya 😂

Bahkan saya pernah dengan sengaja niat dari jauh-jauh hari. Kayak pas pasang KB Kamis kemarin di rumah sakit. Pas di jalan, saya udah kepikiran mau cerita tentang proses pasang KB itu di blog Celoteh Bunda nanti 😂

Begitulah. Makanya kenapa saya pernah nulis salah satu tips untuk mendapatkan ide adalah dengan kita tidak berdiam diri di rumah alias cobalah untuk jalan-jalan keluar rumah (baca: Cara Mendapatkan Ide untuk Menulis) . Nah kalau yang Nggak Ada Ide kemarin itu karena saya emang bener-bener blank, nggak nemuin sesuatu yang menarik buat ditulis huhu *pembenaran diri 😂

💼 Keintiman dengan orang-orang terdekat
Percaya atau tidak, kadang dengan jalan-jalan, kita bisa dapat cerita lain dari orang-orang terdekat kita. Dengan kata lain, kita bisa saja tahu hal-hal terbaru tentang mereka. Apalagi kalau jalan-jalan itu murni refreshing, biasanya kan memang diisi dengan cerita-cerita ya. Jadi deh kita bisa mendapat sudut pandang baru dari orang-orang terdekat itu. Alhasil hubungan dengan orang-orang terdekat bisa jadi lebih dalam lagi karena kita semakin mengenal mereka 😊

💼 Budaya orang sekitar dan sudut pandang baru
Selain sudut pandang baru dari orang-orang terdekat, ketika kita mengunjungi suatu tempat apalagi itu tempat yang baru kita kunjungi, biasanya kita akan 'ngeh' dengan sendirinya bahwa budaya setiap tempat itu berbeda. Sesederhana kita biasa makan pakai sendok, di tempat lain makan pakai sendok itu justru asing karena mereka biasa makan pakai tangan misalnya. Atau bahasa kita yang beda dengan orang-orang di tempat yang kita kunjungi itu. Atau budaya-budaya lainnya yang baru kita tahu setelah kita berkunjung ke tempat tersebut. Well, pada akhirnya, kita banyak mendapat pengetahuan-pengetahuan yang memberi kita sudut pandang baru. Karena dari perbedaan ini pula biasanya kita jadi orang yang lebih bisa menghargai 😊

So, selain sekedar jadi refreshing, travelling pun ternyata bisa menambah hal-hal yang baru buat kita. Entah itu ide tulisan, keintiman dengan orang-orang terdekat, ataupun pengetahuan dan sudut pandang baru dari tempat-tempat yang kita kunjungi.

Ah, Maha Benar Allah dengan segala firmannya ya:
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kami, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada Allah lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. QS. Al-Mulk: 15
Jadi yuk, mau jalan-jalan kemana kita? 😄

Monday, 17 July 2017

Monday, July 17, 2017 8

Nggak Ada Ide?

Sebenernya saya bingung mau nulis apa. Karena tema ODOP hari ini bebas. Iya, saya lagi ikutan One Day One Post nya grup Indonesian Social Blogpreneur. Walaupun secara teknis kayaknya gugur sih. Karena pas hari Sabtu kemarin absen hehe 🙈

Jadi sekarang saya mau curhat aja. Gapapa ya 😄

Ikut ODOP ngapain sih? 

Tujuan saya buat ikutan ODOP ISB ini semata karena kepingin blog saya tetep update. Karena jujur lagi blank banget mau nulis apa huhu 😣 Ada beberapa ide sih di notes, tapi kayaknya belum penting-penting amat buat ditulis ((penting-penting amat)) padahal ini juga nggak penting 😂
credit: Pixabay
Jadi yaudalah pas ada pengumuman di grup ISB bakal ada ODOP lagi, mata saya langsung blink-blink 😍 Apalagi ODOP ini selalu ada temanya *meskipun ada juga tema bebasnya kayak hari ini*. Setidaknya dengan adanya tema yang ditentuin, saya jadi nggak bingung mau nulis apa. Ya walaupun mesti keluar dari tema yang seharusnya sesuai jadwal yang udah saya buat sendiri di blog Sohibunnisa ini. 
Dan walaupun saya nggak bisa ikut setiap hari. Karena bisa jadi ada halangan, lagi nggak ada ide atau apapun yang nggak memungkinkan saya buat nulis *halah*. 

Faktor nggak ada ide?

Entahlah. Karena mungkin dari bulan kemarin saya terlalu fokus mau lahiran kali ya. Sudah gitu saya hijrah ke rumah mertua. Nggak bawa laptop, dan bener-bener nggak punya ide lagi buat menyesuaikan tulisan sesuai jadwal. Padahal browsing udah, buka-buka berita terkini udah (pas mau ditulis kok asa garing, akhirnya nggak jadi nulis 😑), baca share-share-an di grup udah, jalan-jalan juga udah. Tapi kok ya nggak jua menemukan ide yang brilian buat ditulis di blog ini *halah. 

Trus mungkin juga karena mindset saya sudah tertanam bahwa sekarang saya punya dua anak. Pasti bakal jarang buka laptop. Pasti bakalan lebih sibuk. Mau nulis kapan? Jadilah blank beneran 😥

Aduduh buyuuung. Padahal kan resolusi saya setelah punya dua anak, saya maunya bisa tetap produktif ngeblog hiks. Baik blog ini maupun 3 blog lainnya. Semoga nggak ada idenya nggak berkelanjutan ya huhu. Saya bakal sedih banget kalau blog saya sepi hiks.

Baca: 5 Wishlist Saya untuk Ngeblog

Ya udah gitu aja curhatan saya haha. Intinya saya lagi nggak ada ide. Bingung. Kasih ide dong? *eh.

Sekarang sih Alhamdulillah ada ODOP ISB. ODOP inilah yang akhirnya nolong saya sehingga blog ini tetap terupdate. Terima kasih ISB 😁 Yeyeye hari ini bisa nulis jadinya 😂

*Gile, nulis gini aja udah 300 kata lebih. *bahagiaku sederhana. Bisa nulis lebih dari 300 kata itu udah sesuatu istimewa wkwkwk 

Sunday, 16 July 2017

Sunday, July 16, 2017 8

Mengatur Diri Sendiri

Dalam hidup ini, rasanya sulit untuk mengatur orang lain. Jadi daripada sulit, mengapa tidak kita coba atur diri sendiri saja? 
credit: http://chillinaris.blogspot.co.id/2015/02/cerita-tentang-seorang-pria-yang-ingin.html
Sama halnya dengan quote yang mengatakan, kita tidak bisa mengubah dunia. Yang bisa kita ubah adalah diri sendiri. Maka begitu pula yang selalu saya yakini sampai sekarang. 

Saya mungkin benci saat melihat orang melakukan perbuatan buruk. Saya mungkin tidak suka ketika orang melakukan hal yang tidak saya suka. Saya mungkin murka ketika melihat orang update atau share tentang hal yang tidak seharusnya dibagi di media sosial. Tapi sekali lagi, pada akhirnya saya tidak bisa mengatur mereka. Apalagi jika orang itu tidak saya kenal secara nyata 😂 Dan mereka juga sudah dewasa, yang saya yakini mereka sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. 

Dulu saya sering sekali pasang status yang intinya, saya tidak suka jika ada friend list saya yang upload hal-hal pornografi, kekerasan, atau hal-hal yang tidak senonoh. Saya juga tidak suka diundang ke sebuah grup secara sembarangan. Saya pun tidak suka jika diundang untuk bermain game karena saya bukan gamers. Tapi justru status-status saya tidak berpengaruh. Masih ada saja yang melakukan hal-hal yang tidak saya suka tadi. Akhirnya saya mengerti, oke mungkin saya memang tidak bisa mengatur orang lain. Kalau begitu, saya saja yang atur diri sendiri. Saya punya banyak pilihan. Unfollow, unfriend, bahkan blokir jika saya tidak suka.  

Begitu pula di dunia nyata. Saya mungkin tidak suka melihat orang pacaran apalagi sampai mesra-mesraan di depan umum. Atau orang yang marah-marah di tempat umum. Daripada mengingatkan orang-orang secara gamblang - yang mana biasanya kata-kata kita tidak akan digubris karena orang tidak suka, jadi lebih baik saya saja yang menghindar dari mereka. 

So, kesimpulannya apapun hal negatif itu saya lebih memilih mengatur diri sendiri ketimbang mengatur orang lain. Ini bukan berarti saya tidak mau mengingatkan atau meluruskan yang salah, tapi daripada saya baper kata-kata saya tidak digubris 😂 atau jatuhnya ternyata sama saja (dalam artian, sudah saya ingatkan pun tidak ada pengaruhnya), jadi ya lebih baik biar saja mereka dengan jalannya sendiri. Sepanjang tidak merugikan atau menyakiti saya atau orang terdekat saya, lebih baik saya mengatur diri sendiri. Toh saya punya banyak pilihan yang bisa saya lakukan. Kecuali kalau yang keliru itu orang terdekat saya, mungkin saya lebih berani untuk bertindak atau mengingatkan 😊

Friday, 14 July 2017

Friday, July 14, 2017 6

THR Lebaran, Kemana Aja?

Masih berhubungan dengan lebaran, kalau kemarin ngomongin Bedanya Lebaran Tahun Ini dari Biasanya, kali ini saya mau ngomongin THR aka Tunjangan Hari Raya. Hayoo THR nya udah pada abis belum nih? Kalo saya mah udah nggak dapet THR. Secara udah nggak kerja kan 😆 Beda lho ya kalo THR dari suami mah kekekek 😆
credit: http://mm.narotama.ac.id/2013/07/tunjangan-hari-raya/
Dulu pas masih single dan masih kerja saya masih dapet THR tuh. Agak sedih juga ceritanya. Di saat orang-orang mungkin dibagi THR nya di awal-awal puasa, atau bahkan udah habis sebelum lebaran, saya justru belum dapat THR karena kebijakan perusahaan yang emang lambat. Biasanya mendekati hari libur baru dikasih. Tapi ada hikmahnya juga sih. Di saat orang-orang ngeluh karena THR nya udah terpakai, saya justru baru menikmati hasil THR 😂

Biasanya setelah THR dikasih, langsung saya pecah buat zakat. Buat dibagi-bagi ke adik, keponakan dan saudara-saudara yang masih pada kecil. Sisanya buat ngasih orang tua dan ditabung. Alhamdulillah. 

Saya jarang banget pakai uang THR buat beli baju baru. Biasanya baju sudah saya beli dari sebelum puasa atau jauh-jauh hari. Karena semenjak SMK, emang udah nggak merasa harus pakai baju baru pas lebaran. Selama masih ada yang bagus, kenapa nggak. Mungkin karena udah ngerasain susahnya nyari uang kali ya 😂 Jadi kalau memang budgetnya ada, ya beli aja. Nggak mesti nunggu lebaran 😁

Tapi semenjak nikah dan nggak kerja, otomatis nggak ngerasain lagi dikasih amplop THR. Kalau sekarang ya palingan THR dari suami aja hehe. Ini pun masih sama. Buat zakat, dibagi-bagi ke saudara-saudara, orang tua, dan sisanya baru buat kebutuhan keluarga.

Adanya THR ini buat saya emang bermanfaat banget. Terutama buat saya yang pernah jadi karyawan. Selain bisa jadi tambahan buat kebutuhan, THR juga semacam ngasih hadiah selama jadi karyawan. Akhirnya jadi tambahan energi tersendiri buat makin giat kerja karena rasa terima kasih pada perusahaan. Bukannya bikin foya-foya, bagi saya THR malah jadi ajang hemat karena tambahan begitu rasanya mending ditabung atau dialihkan ke sesuatu yang berguna daripada habis nggak karuan.

Entahlah kalau ngomongin kerja saya suka melow. Mungkin karena ngerasain sendiri betapa dulu susah nyari kerja dan dapetin uang 😂 Makanya saya suka sedih kalau ada orang yang kerja, tapi hasilnya nggak tahu kemana huhu. 

Nah kalian sendiri THRnya dipakai buat apa aja nih? 😆

Thursday, 13 July 2017

Thursday, July 13, 2017 14

Beda Lebaran Tahun Ini dari Biasanya

Ketupat lebaran udah abis, tinggal kue keringnya aja nih yang masih nyisa. Baju-baju kotor sisa mudik, udah dicuci semua. Alhamdulillah 😂 Hihi, apapun itu, semoga kita semua masih dalam keadaan fitri ya 😇

Saya juga selaku penulis di blog Sohibunnisa mohon maaf lahir batin. Jika ada tulisan-tulisan saya yang sekiranya kurang berkenan, atau bahasa yang sulit dipahami, mohon dibukakan pintu maaf ya teman-teman 🙏
via Pixabay
Teman-teman mudik kemana nih? Kalo saya biasanya mudik ke Kuningan, Jawa Barat. Bahkan tahun kemarin pun masih mudik meskipun Emir baru 2 bulan. Tapi karena tahun ini saya hamil dan Hari Perkiraan Lahir anak kedua jatuh di bulan Ramadhan, jadilah saya nggak mudik. Dan untuk pertama kalinya lebaran kali ini saya jalani di Lamongan, Jawa Timur alias rumah mertua. Karena emang pas banget saya lahiran di sana.


Beda lebaran tahun ini dari biasanya

😞 Jauh dari keluarga
Rasanya ya ada sedih dan senengnya. Sedih karena untuk pertama kalinya  saya lebaran jauh dari keluarga. Keluarga besar lebaran di Bekasi semua (FYI, lebaran tahun ini keluarga saya juga nggak ada yang mudik ke Kuningan). Sementara saya harus terpisah sendiri di Jawa Timur bareng suami. Tapi ya seneng juga sih karena saya bisa ngerasain suasana lebaran yang beda di Lamongan 😁

🍚 Lebaran, nggak makan ketupat
Uniknya, kalo di daerah Jawa Timur gini pas hari H lebaran nggak makan ketupat. Makan nasi kayak biasa aja. Nanti pas hari ke 7 Syawal, baru deh ada yang namanya lebaran ketupat. Sebenernya udah tau dari dulu sih, tapi karena baru ngalamin jadi berasa aneh sendiri 😂 Karena biasanya kalau lebaran saya makan ketupat buatan ibu, eh sekarang malah nggak ada ketupat. Walaupun ya pada akhirnya makan ketupat juga pas hari ke 7 itu 😁

🏡 Di rumah aja
Hmm apalagi ya. Oia biasanya saya sekeluarga keliling-keliling silaturahmi ke tetangga dan saudara-saudara. Tapi di Lamongan kemarin, lebih banyak di rumah aja, karena lebih banyak orang-orang yang berdatangan ke rumah. Jadilah kami lebih banyak nerima tamunya 😄

Kayaknya yang beda itu aja sih. Selebihnya masih sama dengan tradisi keluarga saya. Maaf-maafan setelah sholat ied. Makan besar bersama. Foto bersama dan selfie bersama *eh 😁

Yang pasti, lebaran kali ini saya bersyukur banget. Selain bisa ngerasain suasana lebaran yang beda di Lamongan. Saya juga sudah punya dua anak. Alhasil foto keluarga udah bertambah anggota baru deh 😁

Alhamdulillah 😄 Soon ganti foto profil blog 😆

Thursday, 15 June 2017

Thursday, June 15, 2017 37

Menekan Pengeluaran di Bulan Ramadhan

Dibanding bulan-bulan lain, saya akui kalau bulan puasa ini sepertinya lebih boros. Apalagi sejak hari pertama puasa, saya memang nggak masak sendiri alias beli jadi buat buka puasanya suami (FYI, Ramadhan ini saya memang nggak puasa karena hamil dan melahirkan). Otomatis pengeluaran pun lebih membengkak. Ya iya, kalo dalam sehari yang dibeli takjil, makanan nasi, dan makanan-makanan lainnya bisa habis berapa tuh huhu. Untungnya sih ini cuma berapa hari aja, karena awal Juli kemarin saya sudah hijrah ke rumah mertua hehe.

Tapi tetep dong ya, pengeluaran keluarga sendiri pasti ada aja. Nggak peduli dimana pun. Nah biasanya kalo udah gini, kita harus dituntut untuk pintar-pintar memenej keuangan supaya nggak jebol pas lebaran. Nggak lucu dong ya pas lebaran, uang malah habis tak tersisa akibat pengeluaran yang nggak bisa dikontrol. 

Menekan pengeluaran di bulan Ramadhan

So, kalo sudah begitu pengeluaran harus ditekan. Biasanya saya terapkan cara seperti ini:

💁 Catat dan Beli hanya yang dibutuhkan 

Setiap kali mau belanja, saya pasti catat list dulu apa yang dibutuhkan. Supaya pas sampai di tempat, saya bisa fokus belanja yang ada di list dulu. Kalau nggak gini, dijamin nggak terkontrol karena bisa saja tergiur yang lain-lain padahal barang itu belum dibutuhkan.
Trus gimana kalo kita punya keinginan yang lain? Like jajan-jajan misalnya? Ya dilihat dulu, sekiranya belanjaan kita tidak over budget, bolehlah ambil satu dua tambahan. Asal tetap dengan catatan bahwa jangan sampai pengeluaran jadi membengkak karena lebih banyak keinginannya daripada kebutuhannya. 

😍 Memanfaatkan promo atau diskon
Siapa sih yang nggak suka promo atau diskon? 😆 Pasti semua suka dong ya. Begitu pun saya. Nah kalau saya tahu ada promo, biasanya nggak bakal saya sia-siakan. Apalagi kalau barangnya memang saya butuhkan.
Salah satunya promo #PakRahmatdiAlfamart. Jadi, Pak Rahmat ini adalah singkatan dari Paket Ramadhan Hemat. Dengan promo Pak Rahmat, kita bisa belanja minimal 75.000 dari produk sponsor (lihat flyer di bawah), maka kita pun bisa tebus murah Wafer Tango, Nissin, Nabati, Sirup ABC, Marjan, Minyak Goreng, dan kurma senilai 500 rupiah saja! Iyes, kapan lagi bisa tebus wafer sekaleng, sirup, minyak goreng, dan kurma seharga 500 perak kan 😍
Saya sendiri hari Minggu kemarin sudah belanja dan nebus 500 rupiah Wafer Nissin. Lumayan, buat lebaran hehe 😆
Selain bisa tebus murah 500 rupiah dari promo Pak Rahmat, kita juga bisa langsung mengikuti racing poin dan berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik seperti mobil, motor, kamera mirrorless dan masih banyak hadiah lainnya. Caranya cukup dengan mendaftarkan email dan submit kode unik yang ada di ekor struk. Info lebih lengkap mengenai Loyalti Program Racing Poin Pak Rahmat ini bisa langsung dibaca di sini ya.

Psst, promo hemat tebus murah ini tidak hanya sekali lho. Tapi ada Pak Rahmat periode 2 yang diperpanjang sampai 30 Juni kemarin dan Bersih Hemat yang masih berlaku sampai 15 Juli nanti. Yang terakhir ini jangan sampai ketinggalan ya. Karena dengan belanja 60 ribu rupiah, teman-teman sudah bisa tebus 500 rupiah minyak Tropical / Filma / Bimoli, SKM Frisian Flag atau tisu Nice 😍


‌😇 Memikirkan hari esok

Maksudnya apa? Jadi gini, kalau kita sadar bahwa hari esok masih ada, otomatis kita tidak akan menghambur-hamburkan uang hari ini, dengan kata lain kita bisa menyiapkan tabungan untuk hari esok. Toh tabungan memang tetap perlu kan. Apalagi di hari lebaran nanti biasanya kita yang sudah dewasa juga harus bagi-bagi THR pada anak, keponakan, sepupu, dan lain-lain. Nah jangan sampai uang keburu habis sebelum lebaran tiba huhu. Dan di bulan Ramadhan memang seharusnya kita bisa berbagi kan 😊

So, poin intinya adalah kita harus mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Juga memiliki kesadaran akan hari esok, agar kita tetap bisa menabung dan berbagi pada saudara dan orang lain yang membutuhkan 😊

Monday, 12 June 2017

Monday, June 12, 2017 14

Pocky, Share Happiness di Bulan Ramadhan

Bagaimana puasanya hari ini muslim, muslimah? Semoga masih lancar ya 😊 Alhamdulillah kita sudah masuk hari ke 17 Ramadhan 😍 Nggak terasa sudah setengah bulan kita jalanin Ramadhan.

Saya sedih tahun ini cuma bisa puasa di hari pertama aja karena hamil dan menyusui. Dokter kandungan saya pun tidak mengizinkan saya puasa dengan alasan berat badan bayi sempat kurang, plus mau melahirkan juga, jadi butuh banyak asupan makan dan minum supaya nantinya kuat saat melahirkan. Ya demi dua bayi juga sih, semoga Allah memahaminya dan kelak saya bisa menggantinya 🙏

Ramadhan tahun ini saya memang nggak ada persiapan apa-apa selain persiapan lahiran hehe. Dan Alhamdulillah nya tanggal 8 Juni kemarin bayi kedua saya sudah lahir 😍 Pas juga lagi di rumah mertua hehe. So, Ramadhan ini saya bisa bener-bener fokus melahirkan aja. Soal makanan pun sudah siap semua 🙈 Tapi biasanya kalau pun puasa, saya nggak banyak makan berat. Yang penting bagi saya adalah  harus ada cemilan 😂 Yes, puasa nggak puasa saya lebih doyan ngemil. Wajar kalo jadinya suka jajan juga 🙈 

Pocky, stik premium Jepang dengan berbagai varian rasa

Ngomongin cemilan, saya baru nemu satu cemilan yang asyik banget buat dimakan, yaitu Pocky 😍 Sudah pada tahu kan ya? Pocky ini biskuit stik premium Jepang yang berbalut krim warna-warni dan punya berbagai varian rasa. Seperti Pocky Chocolate, Pocky Strawberry, Pocky Matcha, Pocky Double Chocolate, Pocky Vanilla Cocoa, dan Pocky Choco Banana. Saya sendiri paling suka yang Double Chocolate hehe. Cokelatnya berasa banget deh. 
Kelebihannya, Pocky dibuat dengan teknologi khusus, yang menjadikannya biskuit unik tanpa remah (no crumbs), pas dibawa dalam kantong (pocketable), dan cocok untuk dibagi dan dinikmati bersama (shareable). 

#PockyInMyPocket

Nah di bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Pocky biskuit stik premium Jepang, dari PT. Glico Indonesia ini hadir dengan kampanye #PockyinMyPocket. Kampanye ini bertujuan untuk memudahkan kita ketika harus buka puasa di jalan atau ketika kondisi yang tidak ideal padahal azan sudah berkumandang. Buka puasa di tempat umum seringkali kan ada aja ya kendalanya, misalnya tidak ada tempat untuk membeli makanan dan minuman, khawatir tangan menjadi kotor atau berminyak, atau takut makanan akan mengotori pakaian atau merusak penampilan. Tapi dengan kelebihan  Pocky yang dibuat dengan teknologi khusus yang sudah dijelaskan di atas, Pocky sangat bisa jadi pilihan karena kita nggak perlu lagi khawatir mikirin tangan yang kotor karena di bagian bawah stik Pocky terdapat bagian biskuit yang tidak terkena lapisan cokelat sehingga tangan akan tetap bersih dan tidak mengotori pakaian maupun make up kita 😍

Apakah Pocky halal? 

Beberapa waktu lalu sempat santer berita kalau Pocky ini diragukan kehalalannya. Tapi sekarang Pocky sudah memegang sertifikat Halal dari CICOT Thailand sejak awal hadir di Indonesia pada tahun 2014. Dan juga sudah mengantongi sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk seluruh merek produk yang sudah dan sedang dijual di Indonesia, yakni Pocky, PRETZ dan Pejoy. Supaya masyarakat Indonesia lebih yakin dan tenang lagi dalam mengonsumsi produk, mulai pertengahan tahun 2017 Pocky akan menambahkan logo Halal pada seluruh kemasan yang sedang dan akan dijual di seluruh Indonesia. Alhamdulillah 😊

So, dengan bentuk biskuit stik Pocky yang khas, membuat kita mudah untuk berbagi dengan keluarga, teman-teman dan orang terdekat lainnya. Berbuka bersama sambil curhat tentang serunya aktivitas ngabuburit sebelum berbuka, bisa meningkatkan kebersamaan dan menambah kebahagiaan, sesuai dengan tujuan Glico, share happiness! 🙆

Wednesday, 7 June 2017

Wednesday, June 07, 2017 9

5 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan di Dalam Grup Komunitas

Kamu tergabung dalam komunitas nggak? Ada berapa sih komunitasmu? Terus komunitasmu membuat sebuah grup di media sosial nggak? 

Kayaknya sekarang komunitas udah nggak asing lagi ya. Apalagi (biasanya) digunakan memang untuk mengumpulkan orang-orang dengan minat yang sama. Nah di era media sosial ini sudah bisa dipastikan kalau komunitas juga membuat grup di media sosial. Ya apalagi kalau bukan untuk kemudahan komunikasi dari para anggotanya.

Tapi teman-teman pernah kepikiran nggak sih, kalau ternyata ada hal yang sebaiknya sih nggak dilakukan di dalam sebuah grup komunitas? Bahkan beberapa memang jangan dilakukan. Kalau saya kumpulkan, mungkin jadinya seperti ini:

5 Hal yang sebaiknya tidak dilakukan di dalam grup komunitas:

🙅 Membicarakan komunitas lain yang sejenis
Nggak semua grup komunitas menerapkan aturan supaya anggotanya tidak berbicara komunitas lain. Tapi saya merasa justru aturan ini ada benarnya. Misalnya kita bergabung di grup komunitas menulis A. Di sisi lain kita juga gabung di komunitas menulis B. Nah sebaiknya di dalam masing-masing grup tersebut tidak saling membicarakan. Seperti membanding-bandingkan, "di komunitas menulis A bla bla bla. Kok di sini (komunitas menulis B) begini ya?" "Di komunitas menulis B saya dapat ini. Kok di sini (komunikasi menulis A) nggak dapat?" Intinya sejenis itulah. Paham kan ya 😁  Karena pada dasarnya setiap komunitas pasti dibentuk karena memiliki visi misi sendiri. Mungkin jenisnya sama, tapi tidak bisa dibandingkan juga. Lagi pula rasanya tidak elok. Apalagi jika kita memang secara sadar yang memilih sendiri untuk bergabung di dua komunitas sejenis dan kita sudah tahu aturan-aturan apa yang ada di dalamnya. 

🙅 Share berita Hoax, SARA, dan pornografi. 
Kalau ini sih memang seharusnya jangan dilakukan dimana pun. Baik di dalam grup komunitas maupun di luar (media sosial sendiri). Jadi coba sebelum berbagi, ditabayyun (ditelaah) apakah berita itu memang benar. Dan jangan sekali-kali untuk berbicara SARA seperti menjelek-jelekkan ras, suku, atau agama apapun bahkan yang menimbulkan kebencian. Apalagi menyebarkan konten pornografi dengan sengaja, duh jangan deh! 

🙅 Menjelek-jelekkan komunitas itu sendiri
Agak lucu ya, kita memilih bergabung di sebuah komunitas, tapi kita juga menjelek-jelekkan komunitas tersebut apalagi secara langsung di dalam grupnya. Duh ya mending out aja kalau menurutmu komunitas itu nggak ada baik-baiknya 😛

‌ 🙅 Adu domba
Hampir sama seperti poin nomor 2. Jangan sekali-kali mengadu domba orang lain atau bahkan sesama anggota grup. Kalau memang ada masalah, lebih baik selesaikan secara pribadi. Dan sebaiknya sih memang tidak perlu membawa masalah pribadi ke dalam grup. 

‌🙅 Screenshot obrolan di dalam grup dan disebarkan ke grup lain atau media sosial.
Ada lelucon "omongan emang nggak bisa dipegang, tapi bisa discreenshot."  Menurut saya, ini sudah ranah tidak sopan. Apapun alasannya, mau untuk kebaikan sekalipun, kalau kita mengambil omongan orang secara sembarangan tanpa izin, menurut saya sudah tidak sopan. Apalagi jika sedang membicarakan masalah dan grup itu  sifatnya privasi atau tertutup. Huhu sangat tidak sopan sampai di sebar di grup lain atau media sosial. Ya lagi-lagi kalau kita punya masalah lebih baik diselesaikan secara pribadi dan tidak mengumbarnya ke luar grup. 

Yah, grup komunitas memang bisa jadi hiburan. Tapi jangan sampai ada hal-hal yang tidak elok untuk kita lakukan. Kembali lagi, era media sosial ini memang sangat dituntut untuk lebih bijak menggunakannya 😊

Kamu sendiri, punya tambahan nggak? Kira-kira apa sih yang sebaiknya tidak dilakukan di dalam sebuah grup komunitas? Share di komen ya. Mau bikin postingan sendiri juga boleh 😊

Sunday, 28 May 2017

Sunday, May 28, 2017 7

Acara TV Lokal yang Pernah Jadi Favorit Saya

Televisi, aih rasanya sudah lama saya nggak nonton TV. Padahal mah baru awal Mei kemarin nonton TV di rumah mertua hihi. Maklum karena di rumah nggak ada TV, jadilah nonton TV nya kalau lagi di rumah mertua aja 😁
Sebenarnya pilihan saya sendiri sih nggak mau ada TV di rumah. Dan saya sudah terbiasa tanpa TV sejak TV di rumah orang tua dulu rusak. Plusnya lagi biar hemat listrik hehe, dan biar lebih fokus aja lagian udah nggak ada acara yang seru. Fokus ngurus rumah, anak, suami.  Hiburan? Tinggal buka media sosial dan internet aja karena udah terhubung WiFi hehe. So, liburan saya sekeluarga ya memang cuma dari koneksi internet aja 😋

Saya jadi inget waktu TV di rumah orang tua belum rusak, ada beberapa acara TV yang saya suka banget. Bahkan hampir setiap tayang rasanya nggak pernah ketinggalan. 

Ini dia acara TV lokal yang pernah jadi favorit saya:

😍 Paradiso
https://twitter.com/paradisotrans7
Ada yang tahu nggak acara ini? Dulu tahun 2010 tayang di Trans 7 setiap hari Sabtu jam 4 atau 5 sore (kalau nggak salah hehe). Tentang apa? Tentang pantaaaai dan lauuuut. Haha iyess saya suka banget kan sama pantai dan laut. Dan Paradiso ini selalu mengexplore laut-laut yang ada di Indonesia! Percaya atau tidak, acara ini pula yang manambahkan rasa cinta saya pada laut. Laut-laut di Indonesia ternyata memang tidak ada duanya. Dan acara ini kadang menayangkan pulau dengan laut-laut indah yang jarang terjamah wisatawan alias masih sepiiii. Aduuh, sayangnya acara ini nggak bertahan lama hiks. Ada sih Jejak Petualang, tapi entah kenapa Paradiso lebih menarik. Mungkin karena lebih fokus ke pantai dan laut aja kali ya.


😎 Kacamata
credit: http://archive.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/10366-kacamata-trans-7-menjadikan-hal-hal-sepele-terasa-penting.html
Kalau ini acara yang dipandu Indra Herlambang dan tayang di Trans 7 tahun 2010an juga. Tentang apa ya, pokoknya tentang pertanyaan penting atau sepele yang diajukan Indra kepada orang-orang di sekitar, dan seringkali jawabannya tuh lucu atau ngawur :D Nah dari jawaban-jawaban itulah yang bikin acara ini menghibur banget. Saya kalau udah nonton ini nggak mungkin nggak ketawa :v Ditambah Indra Herlambang sebagai host juga emang berpembawaan ceria dan lucu, jadi ya klop aja 😀

👀 John Pantau
http://olinep.blogspot.co.id/2011/11/nama-lengkap-john-martin-tumbel-nama.html
Selain Kacamata, acara ini nggak kalah seru dan lucu. Jadi biasanya John akan memantau orang-orang yang melanggar peraturan. Dan kalau ditanya, jawaban orang-orang itu biasanya ngeles bin ngawur dan lucu. Agak nyeleneh sih kadang, karena seringkali orang-orang yang melanggar peraturan ini nggak diblur wajahnya dan kasihan jadinya huhu.

👨 Mario Teguh Golden Ways
credit: https://seleb.tempo.co/read/news/2016/10/05/219809895/terjawab-siapa-yang-hentikan-acara-mario-teguh-golden-ways
Siapa yang nggak tahu acara ini sih? Hehe. Terlepas dari kontroversinya kemarin, beliau adalah salah satu tokoh favorit saya. Kata-katanya selalu bijak dan menghangatkan. Makanya saya nggak pernah ketinggalan acara MTGW yang ditayangin di Metro TV setiap Minggu jam 7 malam ini. Temanya selalu seru. Apalagi sebelum acaranya ditutup, ada sesi curhat yang kadang lucu, atau sedih. Saking favoritnya, saya sampai bela-belain dari Bekasi ke Metro TV di Jakarta demi menonton secara langsung di studio 😌

👨 Kick Andy
http://www.remotivi.or.id/amatan/10/Delusi-Kick-Andy
Nah ini satu-satunya acara yang masih tayang sampai sekarang di Metro TV setiap hari Jum'at malam. Acaranya memang bermanfaat banget. Dari mulai wawancara tentang hiburan, pendidikan, film, sampai hal-hal yang berbau melow atau sedih. Sayangnya saya nggak pernah kesampaian untuk nonton langsung di studio hiks. Padahal kalau nonton langsung bisa dapat buku gratis. Pernah sih kebagian diundang, tapi pas saya udah menikah dan di Surabaya, hiks 😑 Tapi saya sempat ikutan undian bukunya, dan dapat *yey. Waktu itu saya dapat buku Kreatif Sampai Mati nya Wahyu Aditya. Pas masih kerja sih suka mantengin websitenya buat ikut undian, tapi eh kesini-sini udah nggak pernah 😁

💅 Acara masak-memasak
https://alviansyahkuswidyatama.wordpress.com/2016/04/08/edisi-nostalgia-acara-memasak-yang-pernah-tayang-di-tv-tahun-90-an-awal-2000an/
Acara yang nggak kalah saya favoritkan dari dulu (bahkan mungkin sampai sekarang kalau masih ada TV) adalah acara masak-memasak. Dari mulai acara Aromanya Sisca Suwitomo, Rudi Chaeruddin, Masakan Nusantara, sampai acara-acara terbaru kayak Gula-gula, Ala Chefnya Farah Quinn, sampai kompetisi masak kayak Master Chef Indonesia dan Iron Chef (di Indosiar). Walaupun cuma sedikit banget yang pernah saya praktekkin sih haha tapi saya suka aja nonton semua acara berbau memasak 😍

Kuis-kuisan
http://www.hipwee.com/hiburan/10-ragam-kuis-lawas-yang-sempat-membantu-wawasanmu-jadi-semakin-luas/
Ini juga favorit dari dulu. Saya suka banget nonton berbagai macam kuis. Komunikata, Family 100, Benar/Salah (di Trans TV), Who Wants to be a Millionaire, Siapa Berani, dan banyak kuis lainnya yang saya lupa banget nama-namanya. Selain menghibur, kadang kuis ini juga menambah wawasan dari pertanyaan-pertanyaannya yang ilmiah dan serius.

Wah ternyata acara TV zaman dulu seru-seru ya. Entah kemana semua acara yang bermanfaat itu dan sudah nggak tayang lagi hiks. Semoga ke depannya, TV lokal lebih memperhatikan tayangan-tayangannya. Jangan sampai komplain tentang kurangnya acara yang mendidik terus berdatangan dan membuat semua orang jadi beralih ke TV kabel huhu.

Kalau kamu, acara TV lokal yang jadi favoritmu apa sih? 😀

Jangan lupa juga simak acara TV favorit punya Mbak Diah di sini dan Mbak Liza di sini.

Monday, 22 May 2017

Monday, May 22, 2017 6

Mudahnya Liburan dengan Satu Paket

Saya pernah cerita kalau saya suka banget sama laut. Entah kenapa di mata saya, laut itu selalu memesona dan memukau. Meskipun panas, tetep aja melihat hamparan biru yang luas itu bikin hati tenang dan bahagia :)


Saya juga bersyukur banget bisa lahir dan tinggal di Indonesia yang terkenal dengan negara agrarisnya (perairan). Itu artinya Indonesia punya buanyak sekali pantai dan laut. Dan salah satu yang jadi impian saya dari dulu adalah bisa mengunjungi Pulau Lombok. Why Lombok? Karena pesona pantai dan laut di Lombok itu sungguhlah luar biasa. Duh kalau saya lihat foto teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke Lombok, masya Allah deh pemandangannya. 
credit: http://www.tipswisatamurah.com/2015/08/mengenal-keindahan-pulau-lombok-ntb.html
Bahkan dibanding Pulau Bali, rasanya Lombok yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini lebih menggoda buat saya. Yang mana Bali itu kesannya kan udah biasa ya, tapi Lombok yang terletak di pedalaman ini menawarkan sesuatu yang bisa memanjakan mata banget. Duh belum juga ke sana, tapi saya udah bisa bayangin bagaimana keindahannya hiks. Makanya saya kepingin banget bisa liburan ke sana sama keluarga. Whua pasti seru! Aamiin. 

Nah ngomongin liburan, hal pertama yang pasti dilakukan adalah harus mulai booking tiket pesawat untuk transportasi ke sana. Plus hotel untuk penginapannya. Sayangnya, kebanyakan dijual terpisah. Harus booking tiket pesawat sendiri, tiket hotel sendiri. Jadi kayaknya bakal makan waktu banget. Ada nggak sih yang langsung digabung aja gitu?

TERNYATA ADA LHO! 

Saya sudah lihat di Traveloka, kalau mereka membuka pemesanan tiket plus hotel sebagai 1 paket! Saya coba buka disini. Misalnya saya coba order untuk saya dan suami, serta 2 bayi (anak saya sebentar lagi kan dua hehe).
Setelah itu, klik Cari Paket yang ada di bagian bawah sebelah kanan (di bawah tulisan Kamar). Nah, nanti muncul deh pilihan-pilihan paketnya. 


Udah deh, tinggal saya pilih mau paket yang mana.

Dengan adanya paket tiket pesawat plus hotel ini, jelas banget kita bisa dapat beberapa keuntungan:
  • Paket tiket+hotel ini mudah digunakan, jadi sekarang kita nggak perlu lagi memesan tiket dan hotel secara terpisah. Pastinya ini akan menghemat waktu sekali karena lebih efektif bila langsung dijadikan satu paket.
  • Kalau dilihitung-hitung, dengan dijadikan satu paket harganya lebih murah dibanding kalau kita pesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Nah kalau lebih murah, sisa uangnya kan bisa untuk jajan-jajan pas wisata di sana atau ditabung hehe.
  • Pembayarannya pun mudah, karena tersedia banyak metode pembayaran :)

Gimana? Asyik banget kan! 

Itu baru simulasi aja sih hehe. Tapi saya jadi punya gambaran kalau nanti sudah benar-benar mau liburan :)) Aaiih, jadi nggak sabar pengen cepet-cepet liburan :))

Teman-teman ada yang punya rencana liburan juga nggak? Boleh banget tuh dicoba. Selain mudah, kita pun mendapatkan banyak keuntungan :)

Friday, 19 May 2017

Friday, May 19, 2017 12

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Dimarahi

Saya punya pengalaman nggak enak tentang dimarahi. Pastinya dimarahi orang tua ya, secara kalau di luar rumah saya jarang banget bikin ulah yang gimana-gimana sampai harus dimarahi hehe.
via Pixabay
Dulu sih cuma bisa ngedumel aja, duh kenapa sih aku harus dimarahi? Tapi kalau dipikir sekarang, ada benarnya juga kata orang tua dulu, "kalau orang tua marah, tandanya sayang." Dan ya iya, dimarahi itu tandanya kan ada sebab. Mana pula kalau anaknya baik-baik aja kita dimarahi. Ya kan? Yeah, saya sadar, selama marah itu memang dibutuhkan dan yang penting tidak menyakiti fisik pun mental (dengan menghardik anak dengan kata-kata buruk misalnya) rasanya sah-sah saja kalau kita dimarahi 😁

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Dimarahi

So, misalnya saya ada di samping diri saya yang sedang dimarahi dulu, mungkin 4 hal ini yang akan saya bilang ke diri saya sendiri:
1. Bersabar
Ini harus ada di posisi pertama. Kenapa? Karena dengan bersabar, kita akan lebih bisa menerima dan tidak membalas orang tua atau orang yang memarahi kita dengan emosi atau kata-kata kasar. Karena bila emosi dibalas dengan emosi, suasana pasti akan menjadi semakin panas dan perang dunia ketiga bisa jadi tidak terhindarkan

2. Cari tahu sebab kenapa bisa dimarahi
Kenapa bisa dimarahi? Ini PASTI ada sebabnya. Apakah kita lalai, apakah kita melakukan kesalahan, atau apapun yang intinya sikap kita memang sudah keliru. Kalau memang kita salah, ya AKUI. Tapi kalau tidak, kita bisa jelaskan dengan baik-baik pada orang yang sedang memarahi kita ketika kondisinya sudah tenang. Yap, jangan coba menjelaskan sesuatu pada orang yang sedang emosi. Karena percuma, orang yang sedang dikuasai emosi biasanya tidak bisa berpikir jernih. Jadi tunggulah sampai kondisi hatinya lebih tenang agar suasananya lebih kondusif untuk berbicara baik-baik. 

3. Introspeksi diri
Setelah kita tahu kesalahan kita, apalagi kalau bukan waktunya introspeksi diri. Barangkali kita merasa sikap kita tidak salah, tapi terkadang orang juga bisa menilai sejauh mana sikap kita keliru atau tidak. Jadi ya tidak ada salahnya mulai berbenah diri dengan mengakui kesalahan dan mulai introspeksi sikap-sikap yang dirasa keliru 😊

4. Ambil hikmahnya 
Segala hal di dunia ini pasti mengandung hikmah. Percaya atau tidak, kejadian buruk atau masalah dan ujian yang menimpa kita pun pasti ada pelajaran yang bisa kita petik dibaliknya. Tergantung kita yang mau mencoba lebih peka atau tidak 😊 Dengan kepekaan insya Allah sikap kita ke depan pun bisa lebih hati-hati dan lebih baik 😊

Yah, dimarahi memang tidak enak sih. Maka itu, sebelum kita dimarahi ya sebaiknya kita juga tidak memarahi orang. Selama masih bisa dikomunikasikan dengan baik, kenapa harus marah? Ya nggak? 😁

Nah kalau menurut kamu sendiri, bagaimana sikap yang seharusnya saat kita dimarahi? 

Baca juga tulisan Mbak Diah di sini dan Mbak Liza di sini.

Thursday, 18 May 2017

Thursday, May 18, 2017 2

3 Sikap Bijak untuk Menghadapi Promo

Kayaknya hawa-hawa puasa sudah berasa banget ya. Dari mulai iklan sirup-sirup dan biskuit yang konon mulai banyak tayang di TV (berdasarkan cerita teman sih, karena saya nggak punya TV di rumah hehe), tiket-tiket transportasi yang mulai diserbu, sampai hawa panas khas bulan puasa pun sudah kerasa banget, fiewh 😪

Tapi ada satu juga yang nggak ketinggalan nih, menjelang puasa dan lebaran gini biasanya banyak promo dan diskon yang bertebaran! Whuaa! Siap-siap harus tahan diri ya. Apalagi tahun ini mall atau toko-toko baik online maupun offline banyak yang menawarkan promo lebaran 2017. Huh jangan sampai kalap deh! 
via Pixabay
Promo ini memang menggoda banget dan ditunggu-tunggu oleh banyak orang yang suka berbelanja. Selain bisa membeli barang dengan harga lebih murah, harga promo biasanya diberikan untuk barang-barang yang baru rilis. Karena itulah punya barang yang baru dirilis tapi bisa mendapatkan harga promo, pasti jadi keuntungan tersendiri. Tapi, jangan sampai kita tidak berpikir jernih karena masa promo ini membuat kita para konsumen jadi kalap, bahkan sampai berebut untuk mendapatkan barang yang dijual dengan harga promo tersebut. Seringnya sih, karena teriming-iming harga murah, kita jadi abai pada pertimbangan-pertimbangan lainnya. Padahal belum butuh barangnya, tapi karena ada promo kita jadi tergiur huhu. So, untuk menghindari rasa kalap, kita bisa memiliki 3 sikap bijak untuk menghadapi promo dengan melakukan tips-tips di bawah ini agar tidak menyesal ke depannya:

💁 Harga Promo Tidak Berlaku untuk Semua Produk

Biasanya toko atau mall sering menyebarkan informasi masa promo harga untuk menarik perhatian konsumen. Tapi ketika kita sudah datang ke toko atau mall tersebut, tidak jarang konsumen atau calon pembeli merasa kecewa karena harga promo yang diiklankan tidak berlaku untuk semua barang, huhu 😥
Karena inilah sebagai calon konsumen atau pembeli, kita harus tahu bahwa memang tidak semua produk diberlakukan harga promo. Harga promo biasanya diberikan untuk produk-produk tertentu, terutama produk yang baru dirilis ke pasaran atau justru produk yang masa berlakunya sudah hampir habis. Maka itu, jangan sampai kita langsung tertarik jika sebuah toko atau mall memberikan harga promo. Sebab bukan tidak mungkin barang yang ingin kita beli justru dijual dengan harga normal, hiks 😥

😉 Perhatikan Masa Berlaku

Yang namanya promo, biasanya tidak berlaku setiap waktu. Tapi memiliki tenggat waktu tertentu. Sebagai calon pembeli, kita harus jeli memperhatikan masa berlaku sebuah promo supaya kalau sudah terlanjur mengambil barang tersebut dan membawanya ke kasir, kita tidak terkejut karena barang tersebut ternyata dijual dengan harga normal. Bukan hanya memperhatikan masa berlaku promo, tapi kita juga harus memperhatikan masa berlaku barang tersebut. Misalnya saat membeli makanan, perhatikan masa kadaluwarsanya. Karena tidak jarang, barang yang dijual dengan harga promo justru barang yang sudah mendekati masa kadaluawarsa.

🙆 Bandingkan dengan Harga di Tempat Lain

Sebelum terburu-buru membeli barang yang dijual dengan harga promo, kita harus mencari informasi tentang harga barang tersebut di tempat-tempat lain. Gunanya supaya kita mendapatkan harga sebenarnya atau harga rata-rata. Karena tidak jarang sebuah toko atau mall membuat iklan atau selebaran tentang adanya promo, tapi ternyata harga sebenarnya sudah ditinggikan/dinaikkan hanya untuk menarik perhatian konsumen, sehingga konsumen akan merasa sangat beruntung ketika mendapatkan potongan harga yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan harga di tempat lain, huhu 😥

Nah itulah 3 sikap bijak untuk menghadapi promo agar kita tidak kalap dalam memanfaatkan promo harga. Selalu ingat untuk membeli barang-barang yang memang kita butuhkan. Bukan karena harga murahnya, tapi karena manfaatnya 😊

sumber referensi: https://hargamurah.org/2016/12/01/cara-bijak-memanfaatkan-promo-harga/

Monday, 15 May 2017

Monday, May 15, 2017 0

Plus Minus AC Low Watt

AC, bagi sebagian orang barangkali sudah jadi kebutuhan rumah tangga yang pokok. Di lingkungan rumah saya sendiri, hampir sebagian memakai AC. Apalagi bagi yang punya anak, AC ini memang berguna banget untuk bikin udara sejuk yang bisa membuat anak nyaman 😊

Nah kalau selama ini kita hanya tahu AC standar, sekarang sudah ada AC yang lebih hemat energi atau biasa dikenal dengan AC low watt. Ya meskipun sama-sama mengusung konsep hemat energi, tapi keduanya memiliki perbedaan lho! 
AC dengan tipe low watt sendiri pada umumnya memiliki cara kerja yang sama dengan AC standar. Hanya bedanya terletak pada kompresor yang dipakai, di mana kompresor pada AC dengan jenis low watt menggunakan daya listrik yang lebih kecil. AC jenis ini juga dibantu dengan kipas angin pada outdoor unit untuk mencapai kemampuan yang sama.

Kelebihan dan Kekurangan AC Low Watt


  • Untuk masalah mendinginkan ruangan, AC low watt membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan AC inverter.
  • Fitur tambahan yang terdapat pada AC jenis ini kurang lebih sama dengan fitur yang ada pada AC standar. Jadi secara keseluruhan AC standar dan AC yang low watt hanya berbeda pada pemakaian daya listriknya.
  • Tarikan listrik awal pada AC jenis ini lebih rendah dibandingkan AC standar dan AC inverter.
  • Pemakaian energi listrik lebih rendah dari AC standar tapi lebih tinggi dari AC inverter.
  • Ada beberapa AC jenis ini yang menggunakan Freon R22 atau R32. Freon R22 ini adalah jenis Freon yang bisa merusak lapisan ozon dan sebaliknya Freon R32 ini ramah lingkungan dan tidak merusak lapisan ozon.
  • Untuk masalah harga, AC Low Watt berada di antara harga AC standar dan AC Inverter.

Skenario Ruangan yang Cocok Untuk AC Tipe Low Watt

Sebagai informasi dan juga pengetahuan untuk kita, berikut ini adalah beberapa skenario ruangan yang cocok untuk AC tipe low watt:

  • Sangat cocok untuk hunian dengan daya listrik rendah
  • Cocok untuk ruangan dengan pintu yang sering dibuka-tutup atau orang sering keluar masuk
  • AC jenis ini cocok untuk penggunaan yang tidak terlalu lama, misalkan 2-3 jam setiap pemakaian
  • Cocok untuk digunakan di ruangan kantor, ruangan karaoke dan juga ruang tamu di rumah kita. 
Jadi kesimpulannya jika rumah kita memiliki daya listrik pas-pasan, pintu ruangan AC lebih sering dibuka-tutup, AC sering dinyalakan dan dimatikan, AC hanya digunakan pada jangka waktu pendek maka AC low watt adalah pilihan yang tepat untuk kita 😊

Saturday, 13 May 2017

Saturday, May 13, 2017 11

Freelance atau Kerja Terikat di Luar?

Daripada jadi pengusaha, mungkin saya lebih berbakat jadi karyawan. Dari SMK saya udah coba belajar jualan, tapi kalau nggak abis dagangannya jadi baper. Sampai kerja (aka saya pernah kerja tapi jualan juga) sama juga. Kalo dagangan nggak abis jadi baper. Aduh, jangan-jangan makanannya nggak enak nih. Aduh, jangan-jangan barangnya jelek nih. Yah gitulah.

Makanya, dari dulu niatan buat jadi pengusaha ya cuma sebatas niat aja, realisasinya NOL besar karena saya nggak tahan dengan naik turunnya haha. Padahal wajar kan ya namanya usaha ya pasti ada saatnya untung, ada saatnya rugi. Ada saatnya rame, ada saatnya sepi. Hihi.

Eh tapi sebenarnya saya bukan mau bahas pengusaha sih, karena sekarang saya mau ngomongin soal freelance.
via Pixabay
Tenaga lepas atau pekerja lepas (Bahasa Inggris: freelance), adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu. - Wikipedia
Berdasarkan arti kata di atas, saya bukan freelance sih. Karena freelance itu (menurut saya) ya yang memang benar-benar niat bekerja. Sedangkan saya, hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang nggak kerja apa-apa (a.k.a menghasilkan uang). Kalau pun dibilang saya bisa menghasilkan uang dari blog,  saya nggak menampik - memang iya. Saya belajar monetisasi blog juga nggak menampik. Tapi fokus saya ngeblog (dari dulu sampai sekarang) bukan semata untuk nyari uang, tapi karena memang saya suka nulis.
Ada job atau tidak, saya tetap menulis. Setiap hari saya mikirin tema apa buat tulisan di blog saya. Jadi nulisnya ya memang nggak tergantung ada atau tidaknya uang. Termasuk urusan review produk, nggak semua produk review di blog bersponsor, beberapa memang secara sukarela aja saya review. Sama halnya kayak saya posting di media sosial. Posting karena memang ingin posting, bukan semata ada job :). Maka itu kenapa kayaknya saya belum pas untuk disebut sebagai pekerja freelance.

Freelance atau kerja terikat di luar?

But kalau saya disuruh milih, antara freelance atau bekerja di luar/kantoran, saya lebih memilih freelance. Kerja itu kurang enaknya terikat sama instansi/orang. Terikat sama aturan yang harus kita patuhi termasuk soal waktu kerja dan gaji yang udah ada standarnya. 
Beda dengan freelance, walaupun ada aturannya juga, dan penghasilannya tidak menentu setiap bulannya seperti bekerja di luar atau kantoran, tapi kita tidak terikat langsung dengan instansi atau orang. Kita lebih bebas mengatur waktu kita. Kalau kita mau dapat uang, ya kita bisa cari sendiri mau kerja apa. Kalau emang lagi pengen santai, ya kita bisa milih buat nggak ambil kerjaan. Intinya lebih fleksibel aja sih.

So, pertanyaannya apakah saya mau jadi freelance? Hehe untuk sementara, saya milih kayak sekarang aja. Ngelakuin hobi nulis dan ngeblog. Nggak ngoyo untuk nyari uang. Kalaupun dari ngeblog dan media sosial bisa menghasilkan, bagi saya itu bonus aja 😁. Karena kesibukan utama masih ngurus rumah dan anak. Dan biarlah tanggung jawab cari nafkah ada pada suami dulu hehe 😁

Kalau kamu, freelance atau kerja terikat di luar?

Wednesday, 10 May 2017

Wednesday, May 10, 2017 24

Kelebihan dan Kekurangan Ngeblog Pakai Handphone

Memang ya, kalau kita bilang sulit padahal belum dilakukan, itu SALAH BANGET. Saya ngerasain ini dari soal ngeblog pakai handphone (hp). Iya, saya salut banget dengan blogger-blogger yang bisa tahan ngeblog pakai hp. Karena bayangan saya, nulis di hp kan layarnya kecil, nggak puas. Karena layarnya kecil, bisa jadi sering typo. Mana bisa bikin pegal mata. Lebih salut lagi, kalau ngeblog dari hp itu nggak sebatas posting biasa, tapi posting untuk lomba atau job review! Semua-muanya dia lakukan lewat hp tanpa bantuan laptop sedikit pun! Whuaa salut salut salut!
via Pixabay
Tapi sekarang, saya bisa merasakan apa yang blogger-blogger di atas lakukan. Yes, saya bisa ngeblog pakai handphone! *Yeaay 👏 Ternyata sulit yang dulu saya bayangkan itu nggak terjadi. Ya walaupun memang bertahap sih. Awalnya saya nulis di notes, kemudian saya pindahin ke halaman posting pakai hp, lalu edit dan menambahkan gambarnya masih pakai laptop. Sampai akhirnya saya mulai coba nulis di notes, tapi pas dipindahin ke halaman posting saya coba langsung edit pakai hp. Bahkan termasuk menambahkan gambar dan link juga pakai hp. Dan ternyata BISA dan nggak sulit kok! *Yeaay (lagi) 👏 Tapiii, kalau untuk postingan lomba atau job yang memerlukan infografis ya masih butuh laptop sih hehe. Ya jadi anggap saja ini langkah awal yang bagus supaya saya nggak ketergantungan dengan laptop 😁


Sejujurnya bukan tanpa alasan saya mau nyoba ngeblog pakai handphone. Utamanya karena anak saya semakin aktif. Kalau siang, sudah agak susah untuk buka laptop lama-lama karena semakin dia besar, jam tidurnya lebih sedikit. Jadi mau nggak mau harus malam hari. Ini pun masih dipotong-potong dia kebangun untuk minta nyusu. So, daripada nunggu buka laptop alhasil nggak nulis-nulis ya kenapa nggak dimanfaatin aja hp nya. Apalagi saya punya wishlist supaya bisa rutin ngeblog.

Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan ngeblog pakai handphone yang saya rasakan?

Kelebihan ngeblog pakai handphone:
💁 Lebih fleksibel
Enak karena fleksibel, mau dimana dan kapanpun bisa. Kalau ide berdatangan, langsung aja buka notes dan mulai nulis. Bisa sambil nungguin masakan matang. Bisa sambil nemenin anak main. Bisa sambil nyusuin anak. Bisa sambil nyuci, nyetrika, atau apapunlah 😄 Bisa di dalam rumah, di luar rumah, dimana pun deh 😄 Setelah draft tulisan di notes siap, saatnya memindahkan tulisan ke halaman posting blog deh.

😍 Nggak perlu nunggu buka laptop
Nggak perlu nunggu harus buka laptop dulu. Kalau buka laptop, terbilang agak buang waktu juga. Buka laptop, nungguin loading halaman awal - refresh dulu - buka browser - nungguin loading untuk buka page bloggernya. Whuaa keburu anak bangun dan rewel hiks. Iya, saya pernah lho begitu. Baru juga buka laptop, baru juga mau nulis, anak keburu bangun *buru-buru dimatiin lagi 😑

😁 Bisa langsung masukkin emoticon. 
Karena blogger sudah didukung dengan emot, jadi lebih enak lewat hp karena emotnya langsung ada di keyboard hp. Beda kalau lewat laptop yang harus kita arahin dulu ke logo emotnya karena laptop nggak ada tombol emoticon hiks.

💅 Tidak mudah typo karena sudah ada prediksi teks
Saya bersyukur banget dengan aplikasi Swift Key. Berkat aplikasi ini, mau saya ngetik asal-asalan tetap aja dibenerin dari prediksi teksnya haha. Ini memudahkan banget untuk orang-orang yang mudah typo kalau ngetik. Beda dengan laptop saya yang nggak ada prediksi teksnya. Kalau typo ya harus diedit dulu.

Kekurangan ngeblog pakai handphone:
💆 Pegal.
Pegal mata sih terutama, karena layarnya kan nggak sebesar laptop ya. Kalau jari dan lain-lainnya ya sama aja dengan ngeblog pakai laptop pun. Malah enaknya ngeblog pakai hp bisa sambil tiduran kan hehe.

😑 Kadang agak susah untuk edit dan masukkan gambar. 
Misalkan mau edit kanan kirinya biar rata, kadang nggak muncul simbolnya. Atau mau edit biar tulisannya berwarna, kecil, besar, heading, sub heading, nggak muncul juga simbolnya. Trus mau masukkin gambar, kadang nggak mau keupload gambarnya karena katanya memori apalah. Whua ini sih kayaknya hp saya aja yang begini -_- Entahlah kenapa bisa gitu. Jadi kalau soal edit ini memang masih lebih enak lewat laptop.

Hmm, kalau dilihat-dilihat ternyata lebih banyak kelebihannya ya. Dan finally saya mulai terbiasa ngeblog pakai hp *Yeaay 👏 Ya meskipun pada akhirnya saya tetap lebih suka ngeblog lewat laptop sih hehe. Selama masih bisa nyalain laptop, ya mending pakai laptop. Tapi kalau agak sulit, ya sudah manfaatkan saja yang ada a.k.a handphone 😁 Yang pasti, dimana dan kapan pun harus sedia koneksi internet. Kalau nggak, ya nggak bisa keposting tulisannya 😂

Kamu, suka ngeblog pakai handphone atau laptop? 😀

Saturday, 6 May 2017

Saturday, May 06, 2017 14

Persiapan Spesial Menjelang Puasa

Nggak terasa bulan Ramadhan udah di depan mata. Alhamdulillah. Waktu kayaknya berasa cepet kalau udah gini. Sebenernya sih tiap mau masuk bulan puasa saya nggak pernah mempersiapkan apa-apa. Alias ya ngalir aja buat jalanin bulan puasa 😁 Paling kalau mau mudik aja baru cari-cari tiket buat transportasinya 😁
via Pixabay
Tapi puasa kali ini jelas beda. Lebih spesial. Kalau tahun kemarin anak saya baru satu, sekarang saya lagi hamil anak kedua. Dan pertengahan puasa ini insya Allah anak kedua saya lahir, Aamiin. Belum tahu sih apa nanti saya bisa puasa karena masih hamil huhu. Kepinginnya jelas bisa puasa, walaupun kandungan saya sudah 8 bulan lebih yang kata orang agak rentan, apalagi saya juga masih menyusui. Mudah-mudahan diizinin dokter deh. Aamiin.

Baca: 6 Wishlist Paling Pokok Tahun Ini

Jadi apa ya yang bakal saya persiapkan di puasa kali ini?
💁 Kontrol kehamilan
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah kontrol kehamilan sebelum masuk bulan puasa. Masih ada dua kali lagi untuk kontrol kehamilan sebelum ke Lamongan nanti. Yap, saya emang udah berniat lahiran di rumah mertua lagi supaya ada yang bantuin hehe. Sekalian nanya sama dokter apa nanti saya boleh puasa atau nggak. Semoga boleh. Aamiin.

👩 Mempersiapkan kelahiran
Yang pasti dan utama itu mental. Walaupun udah pengalaman lahiran anak pertama, tetep aja ada rasanya deg-degannya. Mulai sekarang saya dan suami udah menetapkan mau lahiran dimana. Saya kepinginnya di bidan atau kalau harus rumah sakit, ya rumah sakit yang lebih murah atau tempat lahiran Emir dulu.

👶 Perlengkapan bayi
Setelah nentuin tempat, perlengkapan bayi pun nggak boleh ketinggalan. Kalau masih ada lungsuran dari Emir yang masih bagus, ya pakai punya Emir. Kayak baju bayi yang masih bagus, box bayi, stroller, gendongan semuanya dikeluarin lagi. Jadi tinggal beli sisa perlengkapan yang kurang aja 😁

🏠 Mempersiapkan segala perlengkapan untuk hijrah ke rumah mertua
Hehe hijrah sementara sih. Karena abis lahiran ya balik lagi ke Surabaya. Paling di Lamongan sampai habis lebaran aja. Jadi dari sekarang semua udah dipikirkan dan dipersiapkan apa aja yang kira-kira bakal di bawa ke sana untuk hari-hari selama di sana, pub perlengkapan melahirkan dan bayinya.

Whua, kok persiapannya tentang melahirkan semua ya? Hihi. Ya seperti yang saya bilang di awal tadi, setiap mau bulan puasa saya nggak pernah secara khusus mempersiapkan apa-apa. Dan puasa kali ini berbeda dan spesial karena hamil plus di pertengahannya bertepatan dengan hari perkiraan lahir saya. Hmm, semoga semuanya lancar. Aamiin. Mohon do'a ya semua 🙏 Dan semoga ibadah puasa kita nanti lancar dan diterima Allah Swt 🙏

Friday, 5 May 2017

Friday, May 05, 2017 9

Kita Bisa Menghindari Gosip dan Tidak Menyebarkannya

Tips menghindari gosip, jujur ini tema yang berat banget. Karena saya sendiri pun belum bisa yang namanya benar-benar meninggalkan gosip 🙈 😥 Ada kalanya saat saya bicara, tanpa sadar ternyata sudah masuk ranah gosip. Atau sedang online/buka media sosial, ketemu berita gosip dan baca hiks. Meski sudah ada larangan ghibah, tetap saja benar kata orang kebanyakan, kalau gosip itu bagai udara yang sulit ditinggalkan 😖
via Pixabay
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa.  Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang lain,  dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing satu sama lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.  Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tubat lagi Maha Penyayang.” (QS: Al-Hujurat: 12)
Disclaimer: So, kalaupun saya tetap menulis ini, hanya untuk mengingatkan sendiri saja dan tidak berniat menggurui siapapun, kecuali diri saya sendiri 😊 

Tapi bukan berarti kita tidak bisa menghindari gosip, paling tidak kita bisa meminimalisirnya dengan tips di bawah ini:

😷‌ Tidak banyak bicara

Saya selalu teringat kata-kata Ummi Pipik, "banyak bicara = banyak salah". Ini benar. Mungkin kita pun sering mengalami. Saat kita banyak bicara, biasanya lama kelamaan pembicaraan kita jadi tidak tentu arah. Maka sebelum arahnya jadi melenceng kemana-mana, ada baiknya kita mulai menahan diri untuk bicara yang tidak perlu. Makanya saya salut sekali dengan orang-orang yang pendiam dan selalu berbicara seperlunya. Kesannya mungkin jutek, tapi justru orang-orang seperti inilah yang lebih mudah terhindar dari dosa.

🙅‌ Tidak menonton TV

Oke, memang tidak semua yang menonton televisi akan menonton acara gosip, tapi nyaris semua TV lokal selalu punya tayangan infotainment. Jadi daripada saat klik-klik remote dan nyasar di acara gosip lalu jadi keterusan nonton, lebih baik matikan saja TV nya hehe. Atau kalau mau tetap nonton TV ya pakai saja TV kabel yang tayangannya lebih banyak edukatifnya. Demikian pula kalau mau nonton TV lokal harus komitmen untuk menonton hanya yang bermanfaat 😊

‌🙅 Tidak membuka akun-akun gosip

Miris sih melihat media sosial juga dipenuhi akun-akun gosip. Dan lebih miris lagi banyak sekali followersnya. Entah apa sebenarnya tujuan mereka. But, meskipun begitu tetap saja banyak orang yang merasa terhibur. Jadi daripada kecil kemungkinan untuk menyuruh mereka tidak membuat atau menutup akunnya, lebih baik kita sendiri yang menahan diri untuk tidak membuka atau memfollow akun-alun mereka agar tidak berseliweran di timeline kita.

‌😷 Menjauhi orang-orang atau grup yang berpotensi sering gosip

Kakak saya pernah cerita kalau dia merasa kesal dengan satu tetangganya yang hobi menggosip bahkan sampai tidak kenal waktu. Orang seperti ini bukan hanya satu, mungkin ada banyak yang lainnya. Maka kalau kita bertemu orang-orang seperti ini, jangan didekati apalagi dijadikan sahabat. Sama halnya dengan grup atau komunitas yang sengaja dibuat untuk menggosip, atau lebih banyak menggosipnya daripada membahas fokus utama grup, lebih baik grup seperti ini tidak diikuti. Bila tidak dijauhi, orang-orang dan grup atau komunitas seperti inilah yang bisa menyeret kita dalam lubang dosa. Naudzubillah.

Nah kalau memang kita terlanjur mengetahui suatu gosip, kita masih bisa menjaga diri untuk tidak ikut menyebarkannya. Caranya:

‌😷 Menjauhi orang-orang, media sosial, atau grup/komunitas dulu

Menjauhi di sini bukan berarti menghindar, tapi semacam agar bisa menahan diri untuk berbicara dulu. Sebab sekali kita keceplosan ngomong soal gosip dan ada yang menanggapi, biasanya kita akan jadi keterusan. Jadi ada baiknya kalau tahu suatu gosip, ya diam dulu untuk beberapa waktu. Sama halnya dengan menjauhi media sosial. Jika kita rasa kita tidak bisa tahan untuk memosting gosip itu, lebih baik tahan diri untuk tidak buka media sosial sementara waktu sampai kita benar-benar tidak punya niat lagi untuk menyebarkannya.

Well, inti dari semuanya adalah kembali lagi pada pertahanan diri kita. Menahan diri untuk tidak menggosip, menghindari gosip, dan menahan diri untuk tidak menyebarkannya.

Gosip memang sulit dihilangkan. Terberkatilah mereka yang benar-benar bisa terhindar dari gosip sama sekali. Tapi bukan berarti juga kita tidak bisa menjauhinya apalagi meminimalisirnya. Barangkali kembali lagi pada satu pesan yang sangat bagus, "Berbicara yang baik, atau diam." 😊
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari).