Friday, 27 January 2017

Tidak Lagi Menyakiti Mereka

Berjanji itu sulit. Karena ada pepatah janji adalah hutang. Punya hutang itu bikin hidup kita nggak tenang. Tapi manusia tetap harus berjanji. Apalagi berjanji untuk menjadi lebih baik dari pribadi hari kemarin.

10. Tulislah sebuah hal yang kamu berjanji tidak akan mengulangnya kembali!

Dulu saya pernah menulis sebuah cerita tentang kebencian pada ayah yang kini sirna. Sungguh membacanya lagi membangkitkan rasa berdosa saya. Ah, tapi itu hanya masa lalu toh. Yang terpenting bagaimana kita sekarang.
credit: Pixabay
Baca: Tak Ada Lagi Kebencian

Jadi hal yang saya berjanji tidak akan mengulangnya lagi, adalah menyakiti hati orang tua. Sungguh, jika orang tua sudah tersakiti maka jalan hidup seorang anak pun akan sulit.

Saya sudah merasakan. Bagaimana ketika dulu harapan-harapan saya sulit untuk dicapai. Bagaimana ketika dulu saya disakiti beberapa orang. Mungkin itulah cara Allah menegur saya. Saya tidak pernah jujur pada diri sendiri. Saya hanya menganggap semua itu adalah cobaan yang diberikan-Nya. Tapi tanpa sadar, bisa jadi karena saya sudah menyakiti hati orang tua.

Mungkin tidak terlihat bentuknya, tapi bukan tidak mungkin ada perkataan-perkataan yang sudah menyakiti hati mereka. Bahkan entah sikap yang tidak disadari yang sudah menggores hati mereka :(

Sekarang saya sudah jadi orang tua. Saya mengerti bagaimana rasanya jadi seorang ibu yang berharap bahwa anaknya kelak akan membahagiakan orang tuanya. Kelak anaknya bisa tumbuh dengan akhlak yang baik dan hormat pada orang tuanya. Maka tidak rela rasanya kalau anak yang sudah dibesarkan lantas menyakiti saya dan ayahnya.

Suami pernah bilang, "jika ingin jalan hidup lurus, maka lihat dulu orang tuamu." Mungkin maksudnya bagaimana sikap kita dengan orang tua. Ketika orang tua sudah ridho, maka do'a pun akan mengalir. Tapi bila hatinya tersakiti, ia akan meneteskan air mata dan bukan tidak mungkin Allah pun hilang ridho :(

Makanya, sekarang saya berusaha banget untuk membahagiakan orang tua selagi mereka masih diberi kesehatan. Paling tidak, dengan tidak membebani atau menyakiti hati mereka. Saya harus banyak-banyak bersyukur orang tua masih ada. Masih bisa melihat anak-anaknya menikah dan menggendong cucu-cucunya. Terlebih mereka masih bisa beraktivitas seperti biasa. Ah nikmat mana lagi yang harus saya dustakan :')

Sungguh, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya :'(
Kawan, seburuk apapun masa lalu orang tua kita atau seburuk apapun orang tua kita, mereka tetap orang tua. Orang tua yang telah membesarkan kita. Tak mungkin kita bisa seperti sekarang tanpa kasih sayang mereka. Tanpa peluh keringat mereka, tanpa jasa mereka. Sudah seyogyanya kita ucapkan dan tunjukkan rasa terima kasih. Sebagai anak yang melayani mereka dengan sepenuh hati serta selalu mendo'akan mereka.

10 comments:

  1. Tos, Mbak... aku juga sedang berjuang membahagiakan orang tua, dengan cara saya dan sebisa mungkin berusaha enggak nyakitin hati mereka...

    sikap manja saya yang terkadang malah nyakitin hati mereka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita bisa membahagiakan orang tua ya Mbak :)

      Delete
  2. Iya mbak Ade, tulisan mbak Ade betul banget..
    Orang Tua kita tetap manusia biasa. Mereka jg bs berbuat salah
    Adapun segala hal yang mungkin mrk perbuat dan prnh menyakiti ht kita.. sungguh tak pantas kt jg berblik menyakiti mereka. Dibanding saat waktu hati kt yang tersakiti, momen orang tua yang bekerja keras, membanting tulang, merawat, membesarkan dan memberi yang terbaik buat kita jauh lbh banyak T_T jd kangen rumah

    ReplyDelete
  3. Aku merasa belum membahagiakan mereka sampai sekarang. :( Harus berusaha mulai sekarang

    ReplyDelete
  4. Aku banyak salah sama Ibu. Rasanya sekarang pengen ke rumahnya dan memeluknya. :')

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.