Wednesday, 22 March 2017

Belanja di Instagram, Nay or Yay?

Belanja di Instagram, nay or yay? YAY! Sudah dari zaman kerja saya beberapa kali belanja online di Instagram. Bahkan sampai sekarang pun masih suka. So far, saya selalu puas belanja di sana. Karena Alhamdulillahnya selalu dapat seller yang terpercaya dan memuaskan hehe. Malah untuk produk gamis, kerudung, baju-baju atau mainan anak, saya prefer nyari di Instagram. Karena menurut saya, di sana lebih bagus dan lebih mudah dicari dibanding di marketplace atau e-commerce yang kadang agak susah nyari yang pas. Selain itu, di Instagram kita juga lebih mudah buat nanya-nanya tentang produknya lebih detail ke penjualnya.

Oya, postingan ini dalam rangka kolaborasi dengan Mbak Ratna, dan Mbak Laela ya. Baca punya mereka:

Mbak Laela:
Belanja di Instagram, Nay or Yay?
via Pixabay

5 kekurangan online shop Instagram yang tidak akan saya pilih

Tapi meskipun begitu, ada online shop yang memiliki kekurangan. Kalau punya 5 kekurangan ini, biasanya nggak akan saya pilih buat belanja. 
1. Akun dikunci
Euh, saya sebel banget kalau lagi nyari barang, eh pas nemu akunnya dikunci. Ya iya sih, berdasar cerita teman-teman, akun dikunci itu untuk mengurangi kejahatan fotonya diambil sembarangan. Tapi bagi saya, daripada saya harus follow dulu dan harus menunggu diterima, sementara saya lagi butuh barang tersebut, mending saya melipir nyari online shop yang lain aja :P

2. Tidak mencantumkan harga
Yang ini nggak kalah sebel sih. Di caption gambar tidak ditulis detail harga. Padahal harga itu jadi salah satu pertimbangan saya sebelum beli sesuatu. Makanya kalau dari bionya sudah jelas ditulis "mau tahu harga, langsung inbox/kontak" biasanya saya cari yang lain aja. Lah, kalau sudah inbox harganya nggak cocok piye? Sudah buang-buang waktu harus nyatet nomor kontak, menghubungi, menunggu balasan, tiba-tiba harga nggak sesuai harapan -___- Dan lagi-lagi berdasar cerita teman-teman, tidak mencantumkan harga itu maksudnya supaya nggak kesaing sama toko sebelah. Trus biar bisa lebih dekat dengan konsumen juga *tsah (mungkin jadi semacam punya kontaknya kali ya). Kecuali kalau memang nggak nemu lagi yang lain, baru saya mau bela-belain inbox dan menghubungi.

3. Slow respon
Whuaa please ya, hari gini punya online shop tapi slow respon? Mending tutup aja tokonya. Ya saya paham kalau memang alasannya darurat, atau mungkin kebanjiran order (eh tapi kalau kebanjiran order berarti sudah saatnya hire admin baru tuh). Tapi jangan sampai berhari-hari tidak dibalas. Pelanggan pasti jengkellah. Saya sendiri, daripada nggak sabar nunggu, cusss cari yang lain ajalah.


4. Hashtag tidak tepat
Sering saya nyari barang di instagram pakai pencarian. Ada yang langsung ketemu akun, tapi lebih banyak biasanya muncul hashtag. Nah kalau pas saya klik hashtagnya #gamismurah misalnya, eh pas saya buka ternyata akunnya jualan daster rumahan -___- Memang sih hashtag banyak itu untuk memancing orang supaya kesasar ke akunnya. Tapi masa iya, jual daster tapi hashtagnya #gamismurah -____- Please atuhlah...


5. Tidak mencantumkan informasi jelas

Saya rasa yang menerapkan ini tidak niat jualan -_- Buat apa dia jualan tapi tidak ada informasi yang menjelaskan tentang kontaknya, bahkan tidak juga mencantumkan kota dimana dia berada. Iya, saya pernah menemukan yang begini. Dan biasanya memang postnya sedikit. Oke fix, dari sini saja sudah kelihatan kalau memang dia tidak niat berjualan. So, cari yang lain ajalah. Padahal kalau informasinya jelas, pelanggan pun jadi enak. Dan mencantumkan kota itu kadang jadi pertimbangan saya juga untuk menghitung ongkirnya.

Belanja di Instagram yay, saya suka. Tapi kalau ketemu dengan lima kekurangan di atas, biasanya tidak akan saya pilih. Kalau sekedar salah satu aja sih, okelah masih bisa dimaklumi dengan catatan saya benar-benar butuh barangnya dan tidak menemukan lagi di toko lain. Pokoknya yang saya suka itu ya yang berlawanan dengan 5 kekurangan di atas tadi. Akun tidak dikunci, mencantumkan harga dan informasi yang jelas, fast respon, dan hashtagnya pun tepat sesuai apa yang dia jual. Gitu aja sih.

Kalau kamu, belanja di Instagram, yay or nay?

5 comments:

  1. Bener bgt ini mbak, terutama no 1.. klo udah dilock dluan saya lgsg kabur cari yg laen.. hehe..

    ReplyDelete
  2. aku ya dan tidak.. cari dulu di olshop yg aku percaya kalo gak ada baru lari ke IG

    ReplyDelete
  3. Aku sih pilih "or" aja deh. Masih ragu untuk belanja di Instagram.

    www.geraldirizki.com

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.