Sunday, 23 April 2017

Perkembangan Setiap Anak Ya Berbeda

Alhamdulillah, 17 April kemarin anak saya genap satu tahun. Huhu antara seneng dan sedih pastinya. Seneng karena dia tumbuh sehat sampai sekarang. Sedih karena pasti dia akan semakin besar dan nggak jadi bayi lagi *eh. Emang bener deh kata orang tua kebanyakan. Kita tuh ngurus anak cuma sebentar. Karena dia pasti tumbuh besar dan nggak terasa tahu-tahu mereka sudah sibuk dengan dunianya sendiri hiks. Kok mendadak melow gini ya. Tapi semoga saya dan suami tetap jadi orang yang paling dia rasa butuhkan sampai kapanpun. Aamiin.
via Pixabay
Sepanjang setahun ini udah banyak banget yang saya pelajari. Emirlah yang membuat kami belajar untuk menjadi orang tua pertama kalinya. Yap. Bukan buku-buku, seminar ataupun artikel-artikel parenting. Lebih dari itu semua, sesungguhnya Emirlah yang pertama kali mengajari kami untuk menjadi orang tua. Bagaimana menjadi orang tua yang baik, yang sabar, yang tidak membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya, dan sebagainya yang masih banyak lagi kalau disebutkan. 

Bicara membandingkan, sebenarnya ada perasaan bersalah juga kalau saya masih membandingkan dia dengan anak lain. Padahal dia tumbuh sehat. Gerakkannya aktif. Tapi ketika ada anak lain yang perkembangannya lebih cepat, saya mulai down. Kok anak saya belum tumbuh gigi lagi, kok anak saya belum jalan, kok anak saya belum bisa ngomong jelas dan seterusnya dan seterusnya. Yang mana kalau dipikirin terus mah ya jadi nggak bersyukur. Padahal saya juga pernah bilang ke suami bahwa perkembangan setiap anak berbeda. Ada anak yang merangkak dari umur 6 bulan. Ada yang tumbuh gigi dari umur 3 bulan. Ada yang umur 1 tahun udah bisa jalan. Tapi bukan itu patokkannya. Melainkan stimulus, atau perkembangan dari anaknya sendiri yang barangkali memang berbeda. Makanya kalau lagi ngeluh karena lihat anak orang-orang yang perkembangannya lebih cepat dari Emir, paling suami cuma ngebalikkin aja, "kan perkembangan setiap anak berbeda." 😁

Dan nggak terasa, kehamilan saya sudah 7 bulan lebih. Itu artinya tinggal dua bulan lagi menjelang Hari Perkiraan Lahir. Whuaa dugdagdigdug. Kalau perhitungannya tepat, insya Allah adiknya Emir lahir pas Emir umur 14 bulan. Masya Allah, benar-benar time flies so fast. Nanti tahu-tahu Emir sudah besar saja. Tahu-tahu adiknya sudah bisa jalan aja *eh kejauhan 🙈

Yang jelas, semoga saya bisa lebih sabar. Tidak lagi membanding-bandingkan perkembangan anak sendiri dengan anak lainnya. Karena perkembangan setiap anak berbeda. Perkembangan anak 15 bulan dengan perkembangan anak lain yang juga 15 bulan bisa jadi berbeda. Yang penting saya dan suami sebagai orang tuanya tetap memberi  kasih sayang, asupan nutrisi yang baik, dan mengajak anak-anak bermain aneka permainan edukatif agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Aamiin.

2 comments:

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.