Sunday, 28 May 2017

Sunday, May 28, 2017 7

Acara TV Lokal yang Pernah Jadi Favorit Saya

Televisi, aih rasanya sudah lama saya nggak nonton TV. Padahal mah baru awal Mei kemarin nonton TV di rumah mertua hihi. Maklum karena di rumah nggak ada TV, jadilah nonton TV nya kalau lagi di rumah mertua aja 😁
Sebenarnya pilihan saya sendiri sih nggak mau ada TV di rumah. Dan saya sudah terbiasa tanpa TV sejak TV di rumah orang tua dulu rusak. Plusnya lagi biar hemat listrik hehe, dan biar lebih fokus aja lagian udah nggak ada acara yang seru. Fokus ngurus rumah, anak, suami.  Hiburan? Tinggal buka media sosial dan internet aja karena udah terhubung WiFi hehe. So, liburan saya sekeluarga ya memang cuma dari koneksi internet aja 😋

Saya jadi inget waktu TV di rumah orang tua belum rusak, ada beberapa acara TV yang saya suka banget. Bahkan hampir setiap tayang rasanya nggak pernah ketinggalan. 

Ini dia acara TV lokal yang pernah jadi favorit saya:

😍 Paradiso
https://twitter.com/paradisotrans7
Ada yang tahu nggak acara ini? Dulu tahun 2010 tayang di Trans 7 setiap hari Sabtu jam 4 atau 5 sore (kalau nggak salah hehe). Tentang apa? Tentang pantaaaai dan lauuuut. Haha iyess saya suka banget kan sama pantai dan laut. Dan Paradiso ini selalu mengexplore laut-laut yang ada di Indonesia! Percaya atau tidak, acara ini pula yang manambahkan rasa cinta saya pada laut. Laut-laut di Indonesia ternyata memang tidak ada duanya. Dan acara ini kadang menayangkan pulau dengan laut-laut indah yang jarang terjamah wisatawan alias masih sepiiii. Aduuh, sayangnya acara ini nggak bertahan lama hiks. Ada sih Jejak Petualang, tapi entah kenapa Paradiso lebih menarik. Mungkin karena lebih fokus ke pantai dan laut aja kali ya.


😎 Kacamata
credit: http://archive.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/10366-kacamata-trans-7-menjadikan-hal-hal-sepele-terasa-penting.html
Kalau ini acara yang dipandu Indra Herlambang dan tayang di Trans 7 tahun 2010an juga. Tentang apa ya, pokoknya tentang pertanyaan penting atau sepele yang diajukan Indra kepada orang-orang di sekitar, dan seringkali jawabannya tuh lucu atau ngawur :D Nah dari jawaban-jawaban itulah yang bikin acara ini menghibur banget. Saya kalau udah nonton ini nggak mungkin nggak ketawa :v Ditambah Indra Herlambang sebagai host juga emang berpembawaan ceria dan lucu, jadi ya klop aja 😀

👀 John Pantau
http://olinep.blogspot.co.id/2011/11/nama-lengkap-john-martin-tumbel-nama.html
Selain Kacamata, acara ini nggak kalah seru dan lucu. Jadi biasanya John akan memantau orang-orang yang melanggar peraturan. Dan kalau ditanya, jawaban orang-orang itu biasanya ngeles bin ngawur dan lucu. Agak nyeleneh sih kadang, karena seringkali orang-orang yang melanggar peraturan ini nggak diblur wajahnya dan kasihan jadinya huhu.

👨 Mario Teguh Golden Ways
credit: https://seleb.tempo.co/read/news/2016/10/05/219809895/terjawab-siapa-yang-hentikan-acara-mario-teguh-golden-ways
Siapa yang nggak tahu acara ini sih? Hehe. Terlepas dari kontroversinya kemarin, beliau adalah salah satu tokoh favorit saya. Kata-katanya selalu bijak dan menghangatkan. Makanya saya nggak pernah ketinggalan acara MTGW yang ditayangin di Metro TV setiap Minggu jam 7 malam ini. Temanya selalu seru. Apalagi sebelum acaranya ditutup, ada sesi curhat yang kadang lucu, atau sedih. Saking favoritnya, saya sampai bela-belain dari Bekasi ke Metro TV di Jakarta demi menonton secara langsung di studio 😌

👨 Kick Andy
http://www.remotivi.or.id/amatan/10/Delusi-Kick-Andy
Nah ini satu-satunya acara yang masih tayang sampai sekarang di Metro TV setiap hari Jum'at malam. Acaranya memang bermanfaat banget. Dari mulai wawancara tentang hiburan, pendidikan, film, sampai hal-hal yang berbau melow atau sedih. Sayangnya saya nggak pernah kesampaian untuk nonton langsung di studio hiks. Padahal kalau nonton langsung bisa dapat buku gratis. Pernah sih kebagian diundang, tapi pas saya udah menikah dan di Surabaya, hiks 😑 Tapi saya sempat ikutan undian bukunya, dan dapat *yey. Waktu itu saya dapat buku Kreatif Sampai Mati nya Wahyu Aditya. Pas masih kerja sih suka mantengin websitenya buat ikut undian, tapi eh kesini-sini udah nggak pernah 😁

💅 Acara masak-memasak
https://alviansyahkuswidyatama.wordpress.com/2016/04/08/edisi-nostalgia-acara-memasak-yang-pernah-tayang-di-tv-tahun-90-an-awal-2000an/
Acara yang nggak kalah saya favoritkan dari dulu (bahkan mungkin sampai sekarang kalau masih ada TV) adalah acara masak-memasak. Dari mulai acara Aromanya Sisca Suwitomo, Rudi Chaeruddin, Masakan Nusantara, sampai acara-acara terbaru kayak Gula-gula, Ala Chefnya Farah Quinn, sampai kompetisi masak kayak Master Chef Indonesia dan Iron Chef (di Indosiar). Walaupun cuma sedikit banget yang pernah saya praktekkin sih haha tapi saya suka aja nonton semua acara berbau memasak 😍

Kuis-kuisan
http://www.hipwee.com/hiburan/10-ragam-kuis-lawas-yang-sempat-membantu-wawasanmu-jadi-semakin-luas/
Ini juga favorit dari dulu. Saya suka banget nonton berbagai macam kuis. Komunikata, Family 100, Benar/Salah (di Trans TV), Who Wants to be a Millionaire, Siapa Berani, dan banyak kuis lainnya yang saya lupa banget nama-namanya. Selain menghibur, kadang kuis ini juga menambah wawasan dari pertanyaan-pertanyaannya yang ilmiah dan serius.

Wah ternyata acara TV zaman dulu seru-seru ya. Entah kemana semua acara yang bermanfaat itu dan sudah nggak tayang lagi hiks. Semoga ke depannya, TV lokal lebih memperhatikan tayangan-tayangannya. Jangan sampai komplain tentang kurangnya acara yang mendidik terus berdatangan dan membuat semua orang jadi beralih ke TV kabel huhu.

Kalau kamu, acara TV lokal yang jadi favoritmu apa sih? 😀

Jangan lupa juga simak acara TV favorit punya Mbak Diah di sini dan Mbak Liza di sini.

Monday, 22 May 2017

Monday, May 22, 2017 6

Mudahnya Liburan dengan Satu Paket

Saya pernah cerita kalau saya suka banget sama laut. Entah kenapa di mata saya, laut itu selalu memesona dan memukau. Meskipun panas, tetep aja melihat hamparan biru yang luas itu bikin hati tenang dan bahagia :)


Saya juga bersyukur banget bisa lahir dan tinggal di Indonesia yang terkenal dengan negara agrarisnya (perairan). Itu artinya Indonesia punya buanyak sekali pantai dan laut. Dan salah satu yang jadi impian saya dari dulu adalah bisa mengunjungi Pulau Lombok. Why Lombok? Karena pesona pantai dan laut di Lombok itu sungguhlah luar biasa. Duh kalau saya lihat foto teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke Lombok, masya Allah deh pemandangannya. 
credit: http://www.tipswisatamurah.com/2015/08/mengenal-keindahan-pulau-lombok-ntb.html
Bahkan dibanding Pulau Bali, rasanya Lombok yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini lebih menggoda buat saya. Yang mana Bali itu kesannya kan udah biasa ya, tapi Lombok yang terletak di pedalaman ini menawarkan sesuatu yang bisa memanjakan mata banget. Duh belum juga ke sana, tapi saya udah bisa bayangin bagaimana keindahannya hiks. Makanya saya kepingin banget bisa liburan ke sana sama keluarga. Whua pasti seru! Aamiin. 

Nah ngomongin liburan, hal pertama yang pasti dilakukan adalah harus mulai booking tiket pesawat untuk transportasi ke sana. Plus hotel untuk penginapannya. Sayangnya, kebanyakan dijual terpisah. Harus booking tiket pesawat sendiri, tiket hotel sendiri. Jadi kayaknya bakal makan waktu banget. Ada nggak sih yang langsung digabung aja gitu?

TERNYATA ADA LHO! 

Saya sudah lihat di Traveloka, kalau mereka membuka pemesanan tiket plus hotel sebagai 1 paket! Saya coba buka disini. Misalnya saya coba order untuk saya dan suami, serta 2 bayi (anak saya sebentar lagi kan dua hehe).
Setelah itu, klik Cari Paket yang ada di bagian bawah sebelah kanan (di bawah tulisan Kamar). Nah, nanti muncul deh pilihan-pilihan paketnya. 


Udah deh, tinggal saya pilih mau paket yang mana.

Dengan adanya paket tiket pesawat plus hotel ini, jelas banget kita bisa dapat beberapa keuntungan:
  • Paket tiket+hotel ini mudah digunakan, jadi sekarang kita nggak perlu lagi memesan tiket dan hotel secara terpisah. Pastinya ini akan menghemat waktu sekali karena lebih efektif bila langsung dijadikan satu paket.
  • Kalau dilihitung-hitung, dengan dijadikan satu paket harganya lebih murah dibanding kalau kita pesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Nah kalau lebih murah, sisa uangnya kan bisa untuk jajan-jajan pas wisata di sana atau ditabung hehe.
  • Pembayarannya pun mudah, karena tersedia banyak metode pembayaran :)

Gimana? Asyik banget kan! 

Itu baru simulasi aja sih hehe. Tapi saya jadi punya gambaran kalau nanti sudah benar-benar mau liburan :)) Aaiih, jadi nggak sabar pengen cepet-cepet liburan :))

Teman-teman ada yang punya rencana liburan juga nggak? Boleh banget tuh dicoba. Selain mudah, kita pun mendapatkan banyak keuntungan :)

Friday, 19 May 2017

Friday, May 19, 2017 12

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Dimarahi

Saya punya pengalaman nggak enak tentang dimarahi. Pastinya dimarahi orang tua ya, secara kalau di luar rumah saya jarang banget bikin ulah yang gimana-gimana sampai harus dimarahi hehe.
via Pixabay
Dulu sih cuma bisa ngedumel aja, duh kenapa sih aku harus dimarahi? Tapi kalau dipikir sekarang, ada benarnya juga kata orang tua dulu, "kalau orang tua marah, tandanya sayang." Dan ya iya, dimarahi itu tandanya kan ada sebab. Mana pula kalau anaknya baik-baik aja kita dimarahi. Ya kan? Yeah, saya sadar, selama marah itu memang dibutuhkan dan yang penting tidak menyakiti fisik pun mental (dengan menghardik anak dengan kata-kata buruk misalnya) rasanya sah-sah saja kalau kita dimarahi 😁

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Dimarahi

So, misalnya saya ada di samping diri saya yang sedang dimarahi dulu, mungkin 4 hal ini yang akan saya bilang ke diri saya sendiri:
1. Bersabar
Ini harus ada di posisi pertama. Kenapa? Karena dengan bersabar, kita akan lebih bisa menerima dan tidak membalas orang tua atau orang yang memarahi kita dengan emosi atau kata-kata kasar. Karena bila emosi dibalas dengan emosi, suasana pasti akan menjadi semakin panas dan perang dunia ketiga bisa jadi tidak terhindarkan

2. Cari tahu sebab kenapa bisa dimarahi
Kenapa bisa dimarahi? Ini PASTI ada sebabnya. Apakah kita lalai, apakah kita melakukan kesalahan, atau apapun yang intinya sikap kita memang sudah keliru. Kalau memang kita salah, ya AKUI. Tapi kalau tidak, kita bisa jelaskan dengan baik-baik pada orang yang sedang memarahi kita ketika kondisinya sudah tenang. Yap, jangan coba menjelaskan sesuatu pada orang yang sedang emosi. Karena percuma, orang yang sedang dikuasai emosi biasanya tidak bisa berpikir jernih. Jadi tunggulah sampai kondisi hatinya lebih tenang agar suasananya lebih kondusif untuk berbicara baik-baik. 

3. Introspeksi diri
Setelah kita tahu kesalahan kita, apalagi kalau bukan waktunya introspeksi diri. Barangkali kita merasa sikap kita tidak salah, tapi terkadang orang juga bisa menilai sejauh mana sikap kita keliru atau tidak. Jadi ya tidak ada salahnya mulai berbenah diri dengan mengakui kesalahan dan mulai introspeksi sikap-sikap yang dirasa keliru 😊

4. Ambil hikmahnya 
Segala hal di dunia ini pasti mengandung hikmah. Percaya atau tidak, kejadian buruk atau masalah dan ujian yang menimpa kita pun pasti ada pelajaran yang bisa kita petik dibaliknya. Tergantung kita yang mau mencoba lebih peka atau tidak 😊 Dengan kepekaan insya Allah sikap kita ke depan pun bisa lebih hati-hati dan lebih baik 😊

Yah, dimarahi memang tidak enak sih. Maka itu, sebelum kita dimarahi ya sebaiknya kita juga tidak memarahi orang. Selama masih bisa dikomunikasikan dengan baik, kenapa harus marah? Ya nggak? 😁

Nah kalau menurut kamu sendiri, bagaimana sikap yang seharusnya saat kita dimarahi? 

Baca juga tulisan Mbak Diah di sini dan Mbak Liza di sini.

Thursday, 18 May 2017

Thursday, May 18, 2017 2

3 Sikap Bijak untuk Menghadapi Promo

Kayaknya hawa-hawa puasa sudah berasa banget ya. Dari mulai iklan sirup-sirup dan biskuit yang konon mulai banyak tayang di TV (berdasarkan cerita teman sih, karena saya nggak punya TV di rumah hehe), tiket-tiket transportasi yang mulai diserbu, sampai hawa panas khas bulan puasa pun sudah kerasa banget, fiewh 😪

Tapi ada satu juga yang nggak ketinggalan nih, menjelang puasa dan lebaran gini biasanya banyak promo dan diskon yang bertebaran! Whuaa! Siap-siap harus tahan diri ya. Apalagi tahun ini mall atau toko-toko baik online maupun offline banyak yang menawarkan promo lebaran 2017. Huh jangan sampai kalap deh! 
via Pixabay
Promo ini memang menggoda banget dan ditunggu-tunggu oleh banyak orang yang suka berbelanja. Selain bisa membeli barang dengan harga lebih murah, harga promo biasanya diberikan untuk barang-barang yang baru rilis. Karena itulah punya barang yang baru dirilis tapi bisa mendapatkan harga promo, pasti jadi keuntungan tersendiri. Tapi, jangan sampai kita tidak berpikir jernih karena masa promo ini membuat kita para konsumen jadi kalap, bahkan sampai berebut untuk mendapatkan barang yang dijual dengan harga promo tersebut. Seringnya sih, karena teriming-iming harga murah, kita jadi abai pada pertimbangan-pertimbangan lainnya. Padahal belum butuh barangnya, tapi karena ada promo kita jadi tergiur huhu. So, untuk menghindari rasa kalap, kita bisa memiliki 3 sikap bijak untuk menghadapi promo dengan melakukan tips-tips di bawah ini agar tidak menyesal ke depannya:

💁 Harga Promo Tidak Berlaku untuk Semua Produk

Biasanya toko atau mall sering menyebarkan informasi masa promo harga untuk menarik perhatian konsumen. Tapi ketika kita sudah datang ke toko atau mall tersebut, tidak jarang konsumen atau calon pembeli merasa kecewa karena harga promo yang diiklankan tidak berlaku untuk semua barang, huhu 😥
Karena inilah sebagai calon konsumen atau pembeli, kita harus tahu bahwa memang tidak semua produk diberlakukan harga promo. Harga promo biasanya diberikan untuk produk-produk tertentu, terutama produk yang baru dirilis ke pasaran atau justru produk yang masa berlakunya sudah hampir habis. Maka itu, jangan sampai kita langsung tertarik jika sebuah toko atau mall memberikan harga promo. Sebab bukan tidak mungkin barang yang ingin kita beli justru dijual dengan harga normal, hiks 😥

😉 Perhatikan Masa Berlaku

Yang namanya promo, biasanya tidak berlaku setiap waktu. Tapi memiliki tenggat waktu tertentu. Sebagai calon pembeli, kita harus jeli memperhatikan masa berlaku sebuah promo supaya kalau sudah terlanjur mengambil barang tersebut dan membawanya ke kasir, kita tidak terkejut karena barang tersebut ternyata dijual dengan harga normal. Bukan hanya memperhatikan masa berlaku promo, tapi kita juga harus memperhatikan masa berlaku barang tersebut. Misalnya saat membeli makanan, perhatikan masa kadaluwarsanya. Karena tidak jarang, barang yang dijual dengan harga promo justru barang yang sudah mendekati masa kadaluawarsa.

🙆 Bandingkan dengan Harga di Tempat Lain

Sebelum terburu-buru membeli barang yang dijual dengan harga promo, kita harus mencari informasi tentang harga barang tersebut di tempat-tempat lain. Gunanya supaya kita mendapatkan harga sebenarnya atau harga rata-rata. Karena tidak jarang sebuah toko atau mall membuat iklan atau selebaran tentang adanya promo, tapi ternyata harga sebenarnya sudah ditinggikan/dinaikkan hanya untuk menarik perhatian konsumen, sehingga konsumen akan merasa sangat beruntung ketika mendapatkan potongan harga yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan harga di tempat lain, huhu 😥

Nah itulah 3 sikap bijak untuk menghadapi promo agar kita tidak kalap dalam memanfaatkan promo harga. Selalu ingat untuk membeli barang-barang yang memang kita butuhkan. Bukan karena harga murahnya, tapi karena manfaatnya 😊

sumber referensi: https://hargamurah.org/2016/12/01/cara-bijak-memanfaatkan-promo-harga/

Monday, 15 May 2017

Monday, May 15, 2017 0

Plus Minus AC Low Watt

AC, bagi sebagian orang barangkali sudah jadi kebutuhan rumah tangga yang pokok. Di lingkungan rumah saya sendiri, hampir sebagian memakai AC. Apalagi bagi yang punya anak, AC ini memang berguna banget untuk bikin udara sejuk yang bisa membuat anak nyaman 😊

Nah kalau selama ini kita hanya tahu AC standar, sekarang sudah ada AC yang lebih hemat energi atau biasa dikenal dengan AC low watt. Ya meskipun sama-sama mengusung konsep hemat energi, tapi keduanya memiliki perbedaan lho! 
AC dengan tipe low watt sendiri pada umumnya memiliki cara kerja yang sama dengan AC standar. Hanya bedanya terletak pada kompresor yang dipakai, di mana kompresor pada AC dengan jenis low watt menggunakan daya listrik yang lebih kecil. AC jenis ini juga dibantu dengan kipas angin pada outdoor unit untuk mencapai kemampuan yang sama.

Kelebihan dan Kekurangan AC Low Watt


  • Untuk masalah mendinginkan ruangan, AC low watt membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan AC inverter.
  • Fitur tambahan yang terdapat pada AC jenis ini kurang lebih sama dengan fitur yang ada pada AC standar. Jadi secara keseluruhan AC standar dan AC yang low watt hanya berbeda pada pemakaian daya listriknya.
  • Tarikan listrik awal pada AC jenis ini lebih rendah dibandingkan AC standar dan AC inverter.
  • Pemakaian energi listrik lebih rendah dari AC standar tapi lebih tinggi dari AC inverter.
  • Ada beberapa AC jenis ini yang menggunakan Freon R22 atau R32. Freon R22 ini adalah jenis Freon yang bisa merusak lapisan ozon dan sebaliknya Freon R32 ini ramah lingkungan dan tidak merusak lapisan ozon.
  • Untuk masalah harga, AC Low Watt berada di antara harga AC standar dan AC Inverter.

Skenario Ruangan yang Cocok Untuk AC Tipe Low Watt

Sebagai informasi dan juga pengetahuan untuk kita, berikut ini adalah beberapa skenario ruangan yang cocok untuk AC tipe low watt:

  • Sangat cocok untuk hunian dengan daya listrik rendah
  • Cocok untuk ruangan dengan pintu yang sering dibuka-tutup atau orang sering keluar masuk
  • AC jenis ini cocok untuk penggunaan yang tidak terlalu lama, misalkan 2-3 jam setiap pemakaian
  • Cocok untuk digunakan di ruangan kantor, ruangan karaoke dan juga ruang tamu di rumah kita. 
Jadi kesimpulannya jika rumah kita memiliki daya listrik pas-pasan, pintu ruangan AC lebih sering dibuka-tutup, AC sering dinyalakan dan dimatikan, AC hanya digunakan pada jangka waktu pendek maka AC low watt adalah pilihan yang tepat untuk kita 😊

Saturday, 13 May 2017

Saturday, May 13, 2017 11

Freelance atau Kerja Terikat di Luar?

Daripada jadi pengusaha, mungkin saya lebih berbakat jadi karyawan. Dari SMK saya udah coba belajar jualan, tapi kalau nggak abis dagangannya jadi baper. Sampai kerja (aka saya pernah kerja tapi jualan juga) sama juga. Kalo dagangan nggak abis jadi baper. Aduh, jangan-jangan makanannya nggak enak nih. Aduh, jangan-jangan barangnya jelek nih. Yah gitulah.

Makanya, dari dulu niatan buat jadi pengusaha ya cuma sebatas niat aja, realisasinya NOL besar karena saya nggak tahan dengan naik turunnya haha. Padahal wajar kan ya namanya usaha ya pasti ada saatnya untung, ada saatnya rugi. Ada saatnya rame, ada saatnya sepi. Hihi.

Eh tapi sebenarnya saya bukan mau bahas pengusaha sih, karena sekarang saya mau ngomongin soal freelance.
via Pixabay
Tenaga lepas atau pekerja lepas (Bahasa Inggris: freelance), adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu. - Wikipedia
Berdasarkan arti kata di atas, saya bukan freelance sih. Karena freelance itu (menurut saya) ya yang memang benar-benar niat bekerja. Sedangkan saya, hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang nggak kerja apa-apa (a.k.a menghasilkan uang). Kalau pun dibilang saya bisa menghasilkan uang dari blog,  saya nggak menampik - memang iya. Saya belajar monetisasi blog juga nggak menampik. Tapi fokus saya ngeblog (dari dulu sampai sekarang) bukan semata untuk nyari uang, tapi karena memang saya suka nulis.
Ada job atau tidak, saya tetap menulis. Setiap hari saya mikirin tema apa buat tulisan di blog saya. Jadi nulisnya ya memang nggak tergantung ada atau tidaknya uang. Termasuk urusan review produk, nggak semua produk review di blog bersponsor, beberapa memang secara sukarela aja saya review. Sama halnya kayak saya posting di media sosial. Posting karena memang ingin posting, bukan semata ada job :). Maka itu kenapa kayaknya saya belum pas untuk disebut sebagai pekerja freelance.

Freelance atau kerja terikat di luar?

But kalau saya disuruh milih, antara freelance atau bekerja di luar/kantoran, saya lebih memilih freelance. Kerja itu kurang enaknya terikat sama instansi/orang. Terikat sama aturan yang harus kita patuhi termasuk soal waktu kerja dan gaji yang udah ada standarnya. 
Beda dengan freelance, walaupun ada aturannya juga, dan penghasilannya tidak menentu setiap bulannya seperti bekerja di luar atau kantoran, tapi kita tidak terikat langsung dengan instansi atau orang. Kita lebih bebas mengatur waktu kita. Kalau kita mau dapat uang, ya kita bisa cari sendiri mau kerja apa. Kalau emang lagi pengen santai, ya kita bisa milih buat nggak ambil kerjaan. Intinya lebih fleksibel aja sih.

So, pertanyaannya apakah saya mau jadi freelance? Hehe untuk sementara, saya milih kayak sekarang aja. Ngelakuin hobi nulis dan ngeblog. Nggak ngoyo untuk nyari uang. Kalaupun dari ngeblog dan media sosial bisa menghasilkan, bagi saya itu bonus aja 😁. Karena kesibukan utama masih ngurus rumah dan anak. Dan biarlah tanggung jawab cari nafkah ada pada suami dulu hehe 😁

Kalau kamu, freelance atau kerja terikat di luar?

Wednesday, 10 May 2017

Wednesday, May 10, 2017 24

Kelebihan dan Kekurangan Ngeblog Pakai Handphone

Memang ya, kalau kita bilang sulit padahal belum dilakukan, itu SALAH BANGET. Saya ngerasain ini dari soal ngeblog pakai handphone (hp). Iya, saya salut banget dengan blogger-blogger yang bisa tahan ngeblog pakai hp. Karena bayangan saya, nulis di hp kan layarnya kecil, nggak puas. Karena layarnya kecil, bisa jadi sering typo. Mana bisa bikin pegal mata. Lebih salut lagi, kalau ngeblog dari hp itu nggak sebatas posting biasa, tapi posting untuk lomba atau job review! Semua-muanya dia lakukan lewat hp tanpa bantuan laptop sedikit pun! Whuaa salut salut salut!
via Pixabay
Tapi sekarang, saya bisa merasakan apa yang blogger-blogger di atas lakukan. Yes, saya bisa ngeblog pakai handphone! *Yeaay 👏 Ternyata sulit yang dulu saya bayangkan itu nggak terjadi. Ya walaupun memang bertahap sih. Awalnya saya nulis di notes, kemudian saya pindahin ke halaman posting pakai hp, lalu edit dan menambahkan gambarnya masih pakai laptop. Sampai akhirnya saya mulai coba nulis di notes, tapi pas dipindahin ke halaman posting saya coba langsung edit pakai hp. Bahkan termasuk menambahkan gambar dan link juga pakai hp. Dan ternyata BISA dan nggak sulit kok! *Yeaay (lagi) 👏 Tapiii, kalau untuk postingan lomba atau job yang memerlukan infografis ya masih butuh laptop sih hehe. Ya jadi anggap saja ini langkah awal yang bagus supaya saya nggak ketergantungan dengan laptop 😁


Sejujurnya bukan tanpa alasan saya mau nyoba ngeblog pakai handphone. Utamanya karena anak saya semakin aktif. Kalau siang, sudah agak susah untuk buka laptop lama-lama karena semakin dia besar, jam tidurnya lebih sedikit. Jadi mau nggak mau harus malam hari. Ini pun masih dipotong-potong dia kebangun untuk minta nyusu. So, daripada nunggu buka laptop alhasil nggak nulis-nulis ya kenapa nggak dimanfaatin aja hp nya. Apalagi saya punya wishlist supaya bisa rutin ngeblog.

Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan ngeblog pakai handphone yang saya rasakan?

Kelebihan ngeblog pakai handphone:
💁 Lebih fleksibel
Enak karena fleksibel, mau dimana dan kapanpun bisa. Kalau ide berdatangan, langsung aja buka notes dan mulai nulis. Bisa sambil nungguin masakan matang. Bisa sambil nemenin anak main. Bisa sambil nyusuin anak. Bisa sambil nyuci, nyetrika, atau apapunlah 😄 Bisa di dalam rumah, di luar rumah, dimana pun deh 😄 Setelah draft tulisan di notes siap, saatnya memindahkan tulisan ke halaman posting blog deh.

😍 Nggak perlu nunggu buka laptop
Nggak perlu nunggu harus buka laptop dulu. Kalau buka laptop, terbilang agak buang waktu juga. Buka laptop, nungguin loading halaman awal - refresh dulu - buka browser - nungguin loading untuk buka page bloggernya. Whuaa keburu anak bangun dan rewel hiks. Iya, saya pernah lho begitu. Baru juga buka laptop, baru juga mau nulis, anak keburu bangun *buru-buru dimatiin lagi 😑

😁 Bisa langsung masukkin emoticon. 
Karena blogger sudah didukung dengan emot, jadi lebih enak lewat hp karena emotnya langsung ada di keyboard hp. Beda kalau lewat laptop yang harus kita arahin dulu ke logo emotnya karena laptop nggak ada tombol emoticon hiks.

💅 Tidak mudah typo karena sudah ada prediksi teks
Saya bersyukur banget dengan aplikasi Swift Key. Berkat aplikasi ini, mau saya ngetik asal-asalan tetap aja dibenerin dari prediksi teksnya haha. Ini memudahkan banget untuk orang-orang yang mudah typo kalau ngetik. Beda dengan laptop saya yang nggak ada prediksi teksnya. Kalau typo ya harus diedit dulu.

Kekurangan ngeblog pakai handphone:
💆 Pegal.
Pegal mata sih terutama, karena layarnya kan nggak sebesar laptop ya. Kalau jari dan lain-lainnya ya sama aja dengan ngeblog pakai laptop pun. Malah enaknya ngeblog pakai hp bisa sambil tiduran kan hehe.

😑 Kadang agak susah untuk edit dan masukkan gambar. 
Misalkan mau edit kanan kirinya biar rata, kadang nggak muncul simbolnya. Atau mau edit biar tulisannya berwarna, kecil, besar, heading, sub heading, nggak muncul juga simbolnya. Trus mau masukkin gambar, kadang nggak mau keupload gambarnya karena katanya memori apalah. Whua ini sih kayaknya hp saya aja yang begini -_- Entahlah kenapa bisa gitu. Jadi kalau soal edit ini memang masih lebih enak lewat laptop.

Hmm, kalau dilihat-dilihat ternyata lebih banyak kelebihannya ya. Dan finally saya mulai terbiasa ngeblog pakai hp *Yeaay 👏 Ya meskipun pada akhirnya saya tetap lebih suka ngeblog lewat laptop sih hehe. Selama masih bisa nyalain laptop, ya mending pakai laptop. Tapi kalau agak sulit, ya sudah manfaatkan saja yang ada a.k.a handphone 😁 Yang pasti, dimana dan kapan pun harus sedia koneksi internet. Kalau nggak, ya nggak bisa keposting tulisannya 😂

Kamu, suka ngeblog pakai handphone atau laptop? 😀

Saturday, 6 May 2017

Saturday, May 06, 2017 14

Persiapan Spesial Menjelang Puasa

Nggak terasa bulan Ramadhan udah di depan mata. Alhamdulillah. Waktu kayaknya berasa cepet kalau udah gini. Sebenernya sih tiap mau masuk bulan puasa saya nggak pernah mempersiapkan apa-apa. Alias ya ngalir aja buat jalanin bulan puasa 😁 Paling kalau mau mudik aja baru cari-cari tiket buat transportasinya 😁
via Pixabay
Tapi puasa kali ini jelas beda. Lebih spesial. Kalau tahun kemarin anak saya baru satu, sekarang saya lagi hamil anak kedua. Dan pertengahan puasa ini insya Allah anak kedua saya lahir, Aamiin. Belum tahu sih apa nanti saya bisa puasa karena masih hamil huhu. Kepinginnya jelas bisa puasa, walaupun kandungan saya sudah 8 bulan lebih yang kata orang agak rentan, apalagi saya juga masih menyusui. Mudah-mudahan diizinin dokter deh. Aamiin.

Baca: 6 Wishlist Paling Pokok Tahun Ini

Jadi apa ya yang bakal saya persiapkan di puasa kali ini?
💁 Kontrol kehamilan
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah kontrol kehamilan sebelum masuk bulan puasa. Masih ada dua kali lagi untuk kontrol kehamilan sebelum ke Lamongan nanti. Yap, saya emang udah berniat lahiran di rumah mertua lagi supaya ada yang bantuin hehe. Sekalian nanya sama dokter apa nanti saya boleh puasa atau nggak. Semoga boleh. Aamiin.

👩 Mempersiapkan kelahiran
Yang pasti dan utama itu mental. Walaupun udah pengalaman lahiran anak pertama, tetep aja ada rasanya deg-degannya. Mulai sekarang saya dan suami udah menetapkan mau lahiran dimana. Saya kepinginnya di bidan atau kalau harus rumah sakit, ya rumah sakit yang lebih murah atau tempat lahiran Emir dulu.

👶 Perlengkapan bayi
Setelah nentuin tempat, perlengkapan bayi pun nggak boleh ketinggalan. Kalau masih ada lungsuran dari Emir yang masih bagus, ya pakai punya Emir. Kayak baju bayi yang masih bagus, box bayi, stroller, gendongan semuanya dikeluarin lagi. Jadi tinggal beli sisa perlengkapan yang kurang aja 😁

🏠 Mempersiapkan segala perlengkapan untuk hijrah ke rumah mertua
Hehe hijrah sementara sih. Karena abis lahiran ya balik lagi ke Surabaya. Paling di Lamongan sampai habis lebaran aja. Jadi dari sekarang semua udah dipikirkan dan dipersiapkan apa aja yang kira-kira bakal di bawa ke sana untuk hari-hari selama di sana, pub perlengkapan melahirkan dan bayinya.

Whua, kok persiapannya tentang melahirkan semua ya? Hihi. Ya seperti yang saya bilang di awal tadi, setiap mau bulan puasa saya nggak pernah secara khusus mempersiapkan apa-apa. Dan puasa kali ini berbeda dan spesial karena hamil plus di pertengahannya bertepatan dengan hari perkiraan lahir saya. Hmm, semoga semuanya lancar. Aamiin. Mohon do'a ya semua 🙏 Dan semoga ibadah puasa kita nanti lancar dan diterima Allah Swt 🙏

Friday, 5 May 2017

Friday, May 05, 2017 9

Kita Bisa Menghindari Gosip dan Tidak Menyebarkannya

Tips menghindari gosip, jujur ini tema yang berat banget. Karena saya sendiri pun belum bisa yang namanya benar-benar meninggalkan gosip 🙈 😥 Ada kalanya saat saya bicara, tanpa sadar ternyata sudah masuk ranah gosip. Atau sedang online/buka media sosial, ketemu berita gosip dan baca hiks. Meski sudah ada larangan ghibah, tetap saja benar kata orang kebanyakan, kalau gosip itu bagai udara yang sulit ditinggalkan 😖
via Pixabay
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa.  Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang lain,  dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing satu sama lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.  Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tubat lagi Maha Penyayang.” (QS: Al-Hujurat: 12)
Disclaimer: So, kalaupun saya tetap menulis ini, hanya untuk mengingatkan sendiri saja dan tidak berniat menggurui siapapun, kecuali diri saya sendiri 😊 

Tapi bukan berarti kita tidak bisa menghindari gosip, paling tidak kita bisa meminimalisirnya dengan tips di bawah ini:

😷‌ Tidak banyak bicara

Saya selalu teringat kata-kata Ummi Pipik, "banyak bicara = banyak salah". Ini benar. Mungkin kita pun sering mengalami. Saat kita banyak bicara, biasanya lama kelamaan pembicaraan kita jadi tidak tentu arah. Maka sebelum arahnya jadi melenceng kemana-mana, ada baiknya kita mulai menahan diri untuk bicara yang tidak perlu. Makanya saya salut sekali dengan orang-orang yang pendiam dan selalu berbicara seperlunya. Kesannya mungkin jutek, tapi justru orang-orang seperti inilah yang lebih mudah terhindar dari dosa.

🙅‌ Tidak menonton TV

Oke, memang tidak semua yang menonton televisi akan menonton acara gosip, tapi nyaris semua TV lokal selalu punya tayangan infotainment. Jadi daripada saat klik-klik remote dan nyasar di acara gosip lalu jadi keterusan nonton, lebih baik matikan saja TV nya hehe. Atau kalau mau tetap nonton TV ya pakai saja TV kabel yang tayangannya lebih banyak edukatifnya. Demikian pula kalau mau nonton TV lokal harus komitmen untuk menonton hanya yang bermanfaat 😊

‌🙅 Tidak membuka akun-akun gosip

Miris sih melihat media sosial juga dipenuhi akun-akun gosip. Dan lebih miris lagi banyak sekali followersnya. Entah apa sebenarnya tujuan mereka. But, meskipun begitu tetap saja banyak orang yang merasa terhibur. Jadi daripada kecil kemungkinan untuk menyuruh mereka tidak membuat atau menutup akunnya, lebih baik kita sendiri yang menahan diri untuk tidak membuka atau memfollow akun-alun mereka agar tidak berseliweran di timeline kita.

‌😷 Menjauhi orang-orang atau grup yang berpotensi sering gosip

Kakak saya pernah cerita kalau dia merasa kesal dengan satu tetangganya yang hobi menggosip bahkan sampai tidak kenal waktu. Orang seperti ini bukan hanya satu, mungkin ada banyak yang lainnya. Maka kalau kita bertemu orang-orang seperti ini, jangan didekati apalagi dijadikan sahabat. Sama halnya dengan grup atau komunitas yang sengaja dibuat untuk menggosip, atau lebih banyak menggosipnya daripada membahas fokus utama grup, lebih baik grup seperti ini tidak diikuti. Bila tidak dijauhi, orang-orang dan grup atau komunitas seperti inilah yang bisa menyeret kita dalam lubang dosa. Naudzubillah.

Nah kalau memang kita terlanjur mengetahui suatu gosip, kita masih bisa menjaga diri untuk tidak ikut menyebarkannya. Caranya:

‌😷 Menjauhi orang-orang, media sosial, atau grup/komunitas dulu

Menjauhi di sini bukan berarti menghindar, tapi semacam agar bisa menahan diri untuk berbicara dulu. Sebab sekali kita keceplosan ngomong soal gosip dan ada yang menanggapi, biasanya kita akan jadi keterusan. Jadi ada baiknya kalau tahu suatu gosip, ya diam dulu untuk beberapa waktu. Sama halnya dengan menjauhi media sosial. Jika kita rasa kita tidak bisa tahan untuk memosting gosip itu, lebih baik tahan diri untuk tidak buka media sosial sementara waktu sampai kita benar-benar tidak punya niat lagi untuk menyebarkannya.

Well, inti dari semuanya adalah kembali lagi pada pertahanan diri kita. Menahan diri untuk tidak menggosip, menghindari gosip, dan menahan diri untuk tidak menyebarkannya.

Gosip memang sulit dihilangkan. Terberkatilah mereka yang benar-benar bisa terhindar dari gosip sama sekali. Tapi bukan berarti juga kita tidak bisa menjauhinya apalagi meminimalisirnya. Barangkali kembali lagi pada satu pesan yang sangat bagus, "Berbicara yang baik, atau diam." 😊
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari).

Wednesday, 3 May 2017

Wednesday, May 03, 2017 8

Beliau yang Selalu Mengajarkan Keberkahan

"Bukan besar kecilnya rezeki atau panjangnya usia, yang terpenting adalah berkahnya."
Kalimat itu yang selalu saya ingat dari beliau. Seorang guru laki-laki yang untuk pertama kalinya mampu menjembatani saya untuk memperdalam agama. Yang membuat saya mantap mengenakan kerudung yang bukan sekadar penutup kepala, tapi juga benar-benar untuk menutup aurat. 
Seorang guru yang memiliki suara merdu pada saat baca Al-Qur'an dan bersholawat. Guru favorit, karena sifatnya  yang sangat supel, ramah dan rendah hati. Inilah yang membuat semua murid lainnya pun banyak yang mengaguminya. 

Ya, beliau adalah guru IPA di SMK saya dulu. Bukan hanya mengajar IPA, beliau pun kebagian mengajar Aqidah Akhlak dan Bahasa Arab. Maka wajar di sela-sela mengajar IPA pun terkadang beliau masih menyelipkan ajaran-ajaran agama. 

Rezeki dan usia itu yang terpenting adalah berkah

via Pixabay

Berkah. Dari sekian banyak yang beliau ajarkan, perihal berkah inilah yang paling sering beliau sampaikan. Barangkali karena beliau (atau bahkan kita semua) tahu, bahwa sering kita sebagai manusia menuntut lebih apalagi dalam urusan rezeki. Kita merasa rezeki itu harus dalam bentuk uang yang jumlahnya besar. Padahal bukan besar kecilnya rezeki yang menentukan kebahagiaan manusia, melainkan yang lebih penting adalah berkah. 
Jika rezeki kita berkah, walaupun kecil, akan ada saja jalannya untuk bertambah. Misal punya uang 100 ribu, kita sedekahkan 50 ribunya ke masjid. Setelah pulang dari masjid, ada orang membeli dagangan kita sebesar 100 ribu. Itulah berkah. Atau setelah kita sedekah, kita menjadi sembuh dari sakit, itulah berkah. Berkah = bertambah
Tapi sebaliknya, bila kita mengeluarkan 50 ribu untuk hal yang sia-sia, dan saat pulang kita justru kekurangan uang, itu artinya uang kita tidak berkah. Tidak berkah = berkurang

Demikian pula soal usia. Jika semakin panjang usia, kita menjadi semakin produktif dan bermanfaat, itu artinya usia kita berkah. 

Inilah ajaran beliau yang paling selalu saya ingat. Sampai-sampai saat mau berbuat apapun saya hanya memikirkan "ini sudah berkah belum ya?" Karena ngeri rasanya kalau rezeki atau usia kita semakin hari bukan semakin bertambah, tapi malah sia-sia berkurang, naudzubillah. 

Terima kasih Pak. Terima kasih sudah mengajarkan tentang keberkahan ini. Terima kasih sudah menjadi guru yang baik untuk semua murid-murid Bapak. Semoga Bapak selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat, dan selalu diberi keberkahan. Aamiin. 

Tuesday, 2 May 2017

Tuesday, May 02, 2017 14

5 Wishlist Saya untuk Ngeblog

Saya akui dibanding tahun 2015, semangat ngeblog saya kian bertambah tahun 2016 sampai awal bulan Mei 2017 ini. Padahal tahun kemarin saya sudah punya anak dan bulan Oktober diberi Allah amanah untuk hamil lagi. Entah semangat itu datangnya dari mana. Yang pasti, setelah punya anak saya merasa justru lebih banyak ide dan ingin menuangkannya ke blog saya. 
Sampai saat ini, 4 blog saya masih terurus dengan baik walaupun masih naik turun. Blog quotes sendiri mulai jarang postingnya. Blog buku pun setelah saya paksakan baru mulai review lagi. Sedang blog ini dan Celoteh Bunda, sudah sengaja saya buatkan jadwal 2 hari sekali, tapi kemarin-marin justru ide mulai berkurang hiks. 


Tapi tak apa, toh wajar kan jika ada waktunya kita butuh istirahat sejenak. Wajar jika kadang kita tidak ide atau timbul rasa malas menulis 😁. Yang terpenting, jangan sampai tidak ide dan rasa malas ini berlarut-larut. Makanya, saya mau buat wishlist untuk semua blog saya. Khususnya tentu saja blog ini dan Celoteh Bunda 😊

Rutin ngeblog

Sungguh, ini harus ditaruh di daftar pertama supaya saya selalu ingat dan nggak malas :) Dan sepertinya saya tidak akan memaksakan untuk posting dua hari sekali lagi. Mengingat setelah direview dari akhir-akhir ini, rupanya ada kalanya saya pun sulit mencari ide. Sudah jalan-jalan ke luar, ke media sosial, baca-baca buku, ngobrol sana sini, tetap saja saya tidak mendapat ide. Mana pula sebentar lagi anak kedua saya lahir, bisa dipastikan kesibukan akan bertambah. Jadi, saya kurangi menjadi posting minimal satu minggu ada satu sampai dua tulisan saja. Ya  syukur-syukur kalau saya masih bisa menerapkan dua hari sekali untuk blog ini dan Celoteh Bunda. Sedangkan blog buku dan quotes, tetap saya terapkan satu bulan minimal satu tulisan. Semoga istiqomah sampai seterusnya, Aamiin!


Pindah hosting sendiri

Lagi-lagi ini khusus Sohibunnisa dan Celoteh Bunda. Inginnya kedua blog ini saya pindah ke hosting sendiri supaya nggak numpang di blogger lagi. Apalagi suami sudah menggoda dengan penawaran untuk memakai hostingnya dan iming-iming keuntungan kalau kita punya hosting sendiri. Mulai dari lebih mudah dan bebas diatur, untuk keperluan monetisasi yang lebih mudah, sampai kita tidak akan dilanda kekhawatiran jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan dari Blogger (ditutup misalnya, duh jangan sampai deh).


Bikin fanpage untuk masing-masing blog

Saya pernah bikin fanpage khusus untuk blog Sohibunnisa. Tapi setelah dipikir, lebih baik saya ganti saja nama fanpagenya jadi Ade Delina Putri's Blog supaya kalau ngeshare tulisan dari semua blog saya, bisa langsung di satu fanpage itu. Tapi ternyata (menurut suami) itu keputusan yang salah, hiks. Harusnya biarkan saja nama fanpagenya Sohibunnisa. Dan untuk blog lain, saya buatkan lagi fanpage baru. Alasannya supaya fokus ke masing-masing niche atau kategori dan tidak tercampur aduk. Okee, sepertinya saya mulai pertimbangkan saran dia. Untuk sekarang, yang kepikiran saya akan ubah fanpage Ade Delina Putri's Blog menjadi Sohibunnisa lagi. Dan nanti saya akan buat fanpage Celoteh Bunda. Untuk Delina Books dan Delina's Quotes, kita lihat saja nanti, alias saya belum kepikiran hehe. 

Bisa datang ke event blogger

Selama menjadi blogger, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya datang ke event khusus blogger. Kalau masih single, mungkin bisa saja saya sering datang. Tapi karena sekarang sudah ada suami dan anak, otomatis prioritas saya jadi berubah. Makanya, sejujurnya bukan saya tidak mau. Yang pertama harus ada izin dari suami, dan kedua tentu saja harus memikirkan anak. Apalagi selama tinggal di Surabaya, saya belum pernah kemana-mana tanpa suami. Dan tidak semua event blogger boleh bawa keluarga atau anak. Harapannya sih, semoga ke depannya saya bisa datang ke event-event blogger. Saya kan juga kepingin ketemu blogger-blogger secara langsung :)

Semangat ikut lomba 

Tahun kemarin bisa dibilang bukan tahunnya saya. Karena beberapa lomba blog yang saya ikuti tidak ada satu pun yang menang hiks miris. Beda dengan tahun 2015 yang bisa dibilang tahun keberkahan buat saya (baca: Berkah di Tahun 2015) karena saya berhasil memenangkan beberapa lomba blog. Tapi tahun ini dan ke depannya, saya maunya ikut lomba-lomba blog lagi dan menang lagi. Hitung-hitung supaya saya punya keberanian untuk menerima tantangan hehe.

Ya semoga saja 5 wishlist ngeblog saya di atas bisa tercapai semua 😊

Ayo, kamu buat wishlist juga untuk blogmu ya 😁

Monday, 1 May 2017

Monday, May 01, 2017 0

Serba-serbi Teman Sebangku

Dari semua teman-teman, TK sampai kuliah, yang paling saya lupa itu pas zaman TK haha. Saya cuma inget berapa orang aja. Itu pun karena mereka rumahnya berdekatan dengan rumah saya (di Bekasi). Kalau pun ketemu di jalan, cuma beberapa orang aja yang bisa saya ingat. Sisanya ya maafkan hehe.
Pun begitu juga dengan teman sebangku. Ya nggak semua saya ingat, di antara sekian teman sebangku, yang paling meninggalkan kesan ya mereka-mereka ini: 

TK, duduk sendiri-sendiri

Jadi kalau ngomongin teman sebangku, jelas yang TK saya nggak inget. Lagi pula kayaknya TK itu kursinya sendiri-sendiri deh, jadi nggak ada yang namanya sebangku.


SD, duduk dengan cowok nyebelin

Nah kalau zaman SD, jujur teman sebangku yang saya inget cuma kelas 6 aja. Dari kelas 1 sampai 5 nya whuaaa blasss nggak inget pula wkwk. 
Tapi saya inget kalau SD itu - entah kelas 2 atau 3 SD gitu - wali kelas pernah memberlakukan cewek duduk dengan cowok. Kalau nggak salah tujuannya supaya bisa akrab semua a.k.a nggak cuma akrab cewek dengan cewek, cowok dengan cowok aja. Sayangnya, saya sendiri dapat teman sebangku cowok yang super duper nyebelin buat saya -_- Bisa dibilang yaa dia anak yang nggak bisa diem, berisik banget, dan banyak tingkah (semoga dia nggak baca blog saya haha). Saya jadi nggak bisa konsen setiap belajar plus dia sering gangguin saya pula >_< Sampai-sampai waktu itu saya nyaris 'sebal' sama wali kelas yang bisa-bisanya nunjuk saya untuk duduk bersebelahan dengan dia >_< Untungnya syukurlah itu nggak bertahan lama. Karena selanjutnya, kami normal lagi a.k.a cewek duduk dengan cewek, cowok dengan cowok.

SMP, wajah saya galak 

Beranjak ke SMP, cerita menariknya justru pas baru masuk sekolah kelas 1. Jadi di hari pertama itu, entah kenapa saya merasa telat. Padahal belum waktu masuk sih, tapi kursinya nyaris penuh -_- Akhirnya dengan PeDenya saya naruh tas di barisan ketiga, yang mana di situ udah ada satu tas cewek. Saya pikir, ah biarinlah. Toh sama-sama cewek ini, hitung-hitung dapet temen baru juga kan nanti. Dan bener aja, dia cewek. Yang lucu sih setelah kita udah lama kenal. Dia baru ngaku kalau ternyata sebenernya waktu hari pertama itu, dia pengen duduk bareng temennya. Sayangnya, saya keburu naruh tas duluan. Dan dia takut untuk bilang ke saya, karena wajah saya galak katanya. Hiks sediiiiiih. Padahal mah aku anaknya lembut nan baik hati -_-


SMK, duduk sendiri-sendiri (again)

SMK itu kursinya kayak anak kuliahan yang udah jadi satu sama meja. Jadi ya duduknya sendiri-sendiri. Nggak ada yang namanya temen sebangku :D

Kuliah, duduk dengan sahabat yang bawel :D

Nah kebalikan dari SMK, pas kuliah kursinya sendiri-sendiri juga, tapi mejanya pakai meja panjang. Alhasil duduknya di kursi dengan satu meja berdua. Tiga tahun kuliah, selama itu pula saya nggak pernah beda teman sebangku. Yap, makanya bisa dibilang udah sahabatan bangetlah. FYI, dia itu sahabat yang setia, tapi bawel haha. Iya, dia lebih banyak ngomongnya dibanding saya hehe. Meskipun begitu, saya sayang dia kok. Bahkan kami pernah saling nulis surat. Nih suratnya pernah saya taruh ke blog (baca: Surat Cinta Darimu dan Untukmu)

Ya gitu deh serba-serbi teman sebangku saya. Dari mulai cowok nyebelin, dibilang wajah galak, sampai dapat sahabat yang bawel hehe. Semuanya berkesan sampai-sampai saya nggak bisa lupa :))

Kalau kamu, teman sebangku yang paling berkesan siapa? :D