Friday, 5 May 2017

Kita Bisa Menghindari Gosip dan Tidak Menyebarkannya

Tips menghindari gosip, jujur ini tema yang berat banget. Karena saya sendiri pun belum bisa yang namanya benar-benar meninggalkan gosip 🙈 😥 Ada kalanya saat saya bicara, tanpa sadar ternyata sudah masuk ranah gosip. Atau sedang online/buka media sosial, ketemu berita gosip dan baca hiks. Meski sudah ada larangan ghibah, tetap saja benar kata orang kebanyakan, kalau gosip itu bagai udara yang sulit ditinggalkan 😖
via Pixabay
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa.  Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang lain,  dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing satu sama lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.  Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tubat lagi Maha Penyayang.” (QS: Al-Hujurat: 12)
Disclaimer: So, kalaupun saya tetap menulis ini, hanya untuk mengingatkan sendiri saja dan tidak berniat menggurui siapapun, kecuali diri saya sendiri 😊 

Tapi bukan berarti kita tidak bisa menghindari gosip, paling tidak kita bisa meminimalisirnya dengan tips di bawah ini:

😷‌ Tidak banyak bicara

Saya selalu teringat kata-kata Ummi Pipik, "banyak bicara = banyak salah". Ini benar. Mungkin kita pun sering mengalami. Saat kita banyak bicara, biasanya lama kelamaan pembicaraan kita jadi tidak tentu arah. Maka sebelum arahnya jadi melenceng kemana-mana, ada baiknya kita mulai menahan diri untuk bicara yang tidak perlu. Makanya saya salut sekali dengan orang-orang yang pendiam dan selalu berbicara seperlunya. Kesannya mungkin jutek, tapi justru orang-orang seperti inilah yang lebih mudah terhindar dari dosa.

🙅‌ Tidak menonton TV

Oke, memang tidak semua yang menonton televisi akan menonton acara gosip, tapi nyaris semua TV lokal selalu punya tayangan infotainment. Jadi daripada saat klik-klik remote dan nyasar di acara gosip lalu jadi keterusan nonton, lebih baik matikan saja TV nya hehe. Atau kalau mau tetap nonton TV ya pakai saja TV kabel yang tayangannya lebih banyak edukatifnya. Demikian pula kalau mau nonton TV lokal harus komitmen untuk menonton hanya yang bermanfaat 😊

‌🙅 Tidak membuka akun-akun gosip

Miris sih melihat media sosial juga dipenuhi akun-akun gosip. Dan lebih miris lagi banyak sekali followersnya. Entah apa sebenarnya tujuan mereka. But, meskipun begitu tetap saja banyak orang yang merasa terhibur. Jadi daripada kecil kemungkinan untuk menyuruh mereka tidak membuat atau menutup akunnya, lebih baik kita sendiri yang menahan diri untuk tidak membuka atau memfollow akun-alun mereka agar tidak berseliweran di timeline kita.

‌😷 Menjauhi orang-orang atau grup yang berpotensi sering gosip

Kakak saya pernah cerita kalau dia merasa kesal dengan satu tetangganya yang hobi menggosip bahkan sampai tidak kenal waktu. Orang seperti ini bukan hanya satu, mungkin ada banyak yang lainnya. Maka kalau kita bertemu orang-orang seperti ini, jangan didekati apalagi dijadikan sahabat. Sama halnya dengan grup atau komunitas yang sengaja dibuat untuk menggosip, atau lebih banyak menggosipnya daripada membahas fokus utama grup, lebih baik grup seperti ini tidak diikuti. Bila tidak dijauhi, orang-orang dan grup atau komunitas seperti inilah yang bisa menyeret kita dalam lubang dosa. Naudzubillah.

Nah kalau memang kita terlanjur mengetahui suatu gosip, kita masih bisa menjaga diri untuk tidak ikut menyebarkannya. Caranya:

‌😷 Menjauhi orang-orang, media sosial, atau grup/komunitas dulu

Menjauhi di sini bukan berarti menghindar, tapi semacam agar bisa menahan diri untuk berbicara dulu. Sebab sekali kita keceplosan ngomong soal gosip dan ada yang menanggapi, biasanya kita akan jadi keterusan. Jadi ada baiknya kalau tahu suatu gosip, ya diam dulu untuk beberapa waktu. Sama halnya dengan menjauhi media sosial. Jika kita rasa kita tidak bisa tahan untuk memosting gosip itu, lebih baik tahan diri untuk tidak buka media sosial sementara waktu sampai kita benar-benar tidak punya niat lagi untuk menyebarkannya.

Well, inti dari semuanya adalah kembali lagi pada pertahanan diri kita. Menahan diri untuk tidak menggosip, menghindari gosip, dan menahan diri untuk tidak menyebarkannya.

Gosip memang sulit dihilangkan. Terberkatilah mereka yang benar-benar bisa terhindar dari gosip sama sekali. Tapi bukan berarti juga kita tidak bisa menjauhinya apalagi meminimalisirnya. Barangkali kembali lagi pada satu pesan yang sangat bagus, "Berbicara yang baik, atau diam." 😊
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari).

9 comments:

  1. Makasih pencerahannya Mbak. Tak lihat tv nih yang berat juga. Btw.. ini jadi pengingatku :)

    ReplyDelete
  2. Aku sudah terbiasa tidak menonton TV hehe. Tapi memang lebih baik menghindari bila pembicaraan dengan orang lain sudah mengarah ke gosip (meskipun masih agak sulit dilakukan).

    ReplyDelete
  3. Aku sudah terbiasa tidak menonton TV hehe. Tapi memang lebih baik menghindari bila pembicaraan dengan orang lain sudah mengarah ke gosip (meskipun masih agak sulit dilakukan).

    ReplyDelete
  4. Udah lama lepas dari tv. Cuma kadang waktu kumpul sama temen ada yg ngegosip bingung harus gimana, dengerin salah, negur nanti juga kadang salah.. kalo temen deket bisa sih negur tp kalo ga deket gitu baru bisa diem aja :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalo ga bisa negur mending diem aja cuekin hehe

      Delete
  5. aku dah lama banget DIET tipi hehee

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.