Sunday, 16 July 2017

Mengatur Diri Sendiri

Dalam hidup ini, rasanya sulit untuk mengatur orang lain. Jadi daripada sulit, mengapa tidak kita coba atur diri sendiri saja? 
credit: http://chillinaris.blogspot.co.id/2015/02/cerita-tentang-seorang-pria-yang-ingin.html
Sama halnya dengan quote yang mengatakan, kita tidak bisa mengubah dunia. Yang bisa kita ubah adalah diri sendiri. Maka begitu pula yang selalu saya yakini sampai sekarang. 

Saya mungkin benci saat melihat orang melakukan perbuatan buruk. Saya mungkin tidak suka ketika orang melakukan hal yang tidak saya suka. Saya mungkin murka ketika melihat orang update atau share tentang hal yang tidak seharusnya dibagi di media sosial. Tapi sekali lagi, pada akhirnya saya tidak bisa mengatur mereka. Apalagi jika orang itu tidak saya kenal secara nyata 😂 Dan mereka juga sudah dewasa, yang saya yakini mereka sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. 

Dulu saya sering sekali pasang status yang intinya, saya tidak suka jika ada friend list saya yang upload hal-hal pornografi, kekerasan, atau hal-hal yang tidak senonoh. Saya juga tidak suka diundang ke sebuah grup secara sembarangan. Saya pun tidak suka jika diundang untuk bermain game karena saya bukan gamers. Tapi justru status-status saya tidak berpengaruh. Masih ada saja yang melakukan hal-hal yang tidak saya suka tadi. Akhirnya saya mengerti, oke mungkin saya memang tidak bisa mengatur orang lain. Kalau begitu, saya saja yang atur diri sendiri. Saya punya banyak pilihan. Unfollow, unfriend, bahkan blokir jika saya tidak suka.  

Begitu pula di dunia nyata. Saya mungkin tidak suka melihat orang pacaran apalagi sampai mesra-mesraan di depan umum. Atau orang yang marah-marah di tempat umum. Daripada mengingatkan orang-orang secara gamblang - yang mana biasanya kata-kata kita tidak akan digubris karena orang tidak suka, jadi lebih baik saya saja yang menghindar dari mereka. 

So, kesimpulannya apapun hal negatif itu saya lebih memilih mengatur diri sendiri ketimbang mengatur orang lain. Ini bukan berarti saya tidak mau mengingatkan atau meluruskan yang salah, tapi daripada saya baper kata-kata saya tidak digubris 😂 atau jatuhnya ternyata sama saja (dalam artian, sudah saya ingatkan pun tidak ada pengaruhnya), jadi ya lebih baik biar saja mereka dengan jalannya sendiri. Sepanjang tidak merugikan atau menyakiti saya atau orang terdekat saya, lebih baik saya mengatur diri sendiri. Toh saya punya banyak pilihan yang bisa saya lakukan. Kecuali kalau yang keliru itu orang terdekat saya, mungkin saya lebih berani untuk bertindak atau mengingatkan 😊

8 comments:

  1. Dulu pernah sebel banget sama orang yang dengan santainya ngomongin kotoran manusia deket orang makan.. sampe aku marahin.. tapi makin kesini, mending aku aja yang menghindar, kecuali orangnya aku kenal dekat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh >_< Semoga nggak ketemu yang begitu lagi ya :)

      Delete
  2. Tidak mudah mengubah orang lain, baik sikap, tutur kata dan pola pikir. Lebih baik memang mengubah diri sendiri, mbak Ade. Semoga kita jadi pribadi yang lebih baik ya :)

    ReplyDelete
  3. Kita punya pilihan untuk menjauh dari hal dan orang-orang negatif. Saya juga kalau ada orang yang saya tidak suka liat postingannya, saya unfollow atau saya unfriend. kalau ada yang suka dm dm enggak jelas, langsung saya blokir mbak.

    Salam kenal mbak Ade!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak mending gitu ya daripada capek sendiri :))

      Salam kenal juga Mbak Dama :)

      Delete
  4. setuju banget, yang diubah harus diri sendiri, sama sepertiku lagi berusaha mengubah diri sendiri menjadi lebih baik aja hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tooss Mak. Selalu belajar jadi lebih baik ya :)

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.