Sunday, 17 September 2017

150 cm Life: Hal-hal yang Hanya Dirasakan Orang Pendek

150 cm Life, itu buku yang sungguh mewakili saya banget! Makanya waktu Penerbit Haru nerbitin buku itu, nggak mikir lama, saya langsung mau beli! Ya habis saya penasaran apa isinya. Apalagi itu memang kisah nyata.

Gimana nggak penasaran, kalau tinggi saya dengan penulisnya nggak jauh beda. Cuma beda 5 cm di atas beliau. Yap. Tinggi saya 155 cm. Uwuw pendek yaa hihi 🙈
via Pixabay
Jadi buku itu bercerita tentang kehidupan sang penulis, Takagi Naoko yang tingginya 'hanya' 150 cm sampai usia dewasanya. Dan hal-hal yang dirasakannya. Yaa bisa dibilang suka duka memiliki tubuh yang pendek gitulah. Tapi di sini saya nggak akan review detail buku itu. Karena reviewnya sendiri udah saya tulis di blog Delina Books (linknya ada di atas).

Nah yang sekarang saya mau ceritakan, apa saja suka duka saya jadi orang yang tidak tinggi. Sebenarnya nggak jauh beda dari Naoko, tapi boleh lah saya tulis ulang dan hal-hal di bawah ini memang saya rasakan. 

Hal-hal yang hanya dirasakan orang pendek

  • Sulit menggapai yang tinggi
Ini pasti dong ya haha. Saya susah menjangkau tempat-tempat yang tinggi. Ya sama sulitnya seperti membuat tempat cuci piring stainless nampak baru *eh. Termasuk pegangan kereta yang pas bagian tinggi dekat pintunya itu tuh. Saya juga agak kesulitan buat ambil barang di atas lemari yang tinggi. Alhasil kudu pakai tangga atau kursi huhu. Pokoknya ya tempat-tempat yang jauh melebihi tinggi badan, saya bisa kesulitan menjangkaunya. 

  • Setiap beli baju baru harus selalu dipotong
Nggak kalah sedih nih, nggak jarang kalau dibeliin baju sama orang tuh mesti kebesaran. Entah bagian pinggangnyalah (karena saya kurus), bawahnyalah. Apalagi sekarang saya udah pakai gamis kemana-mana. Susah juga nyari gamis yang benar-benar pas untuk tubuh saya. Paaaasti deh bagian bawahnya kudu dipotong. Atau kalau kelewat lebar, dikecilin dikit. Itu kan cukup disayangkan ya 🙈 Sama halnya waktu dulu saya masih pakai celana. Sebagian besar celana panjang pasti dipotong bawahnya. Tapi untungnya sih model baju zaman sekarang didesain all size, jadi ada juga yang nggak perlu dipermak sama sekali. Nah di buku 150 cm Life, Naoko juga berbagi tips tuh gimana caranya supaya baju-baju bisa tampil jadi kece untuk orang-orang pendek seperti kita. 

  • Susah nyari ukuran sandal/sepatu
Untuk beberapa kali saya kesulitan mendapatkan sandal atau sepatu yang saya taksir dan sesuai dengan ukuran kaki saya. For your info, selain ukuran tubuh saya yang pendek, ukuran kaki saya juga mungil. Selain kakinya kurus, ukurannya juga kecil. Hanya 36! Hihi. Nah 36 ini termasuk agak susah dicarinya hiks. Kadang sandal/sepatu yang saya pengen, cuma punya ukuran minimal 37 huhu. Kadang bisa pas sih dengan ukuran segitu, tapi lebih banyak yang masih longgarnya huhu. Kalau saya kelewat naksir dan memang nggak ada lagi, biasanya tetap saya beli. Walaupun jadinya agak longgar dikit. Tapi kalau masih bisa nyari yang lain, ya mending nyari yang pas. Yah, jadi berbahagialah wanita yang memiliki ukuran kaki yang ideal (ukuran 37-41.red *cmiiw)


  • Malu kalau jalan di samping orang yang tinggi
Dasarnya saya ini memang minderan orangnya. Ditambah lagi kalau jalan sama orang yang lebih tinggi. Aduh suka malu 🙈 Kecuali jalan sama suami ya haha. Jadi harus mendongak gitu kalau mau ngomong. Nggak tahu ya, nggak nyaman aja kalau jalan, tapi tingginya nggak sepantaran. Berasa ada yang aneh aja gitu 🙈😂 Termasuk sama adik atau kakak saya sendiri, suka nggak PD kalau jalan dampingan gitu karena saya pendek huhu. 

  • Kalau difoto rame-rame pasti di depan
Hehe kalau ini sih keuntungan namanya 😁 Dari saya kecil, bahkan sampai sekarang, kalau foto rame-rame, saya pasti disuruh di depan. Yaiya kalau di belakang nggak kelihatan dong 😝 Jadi saya suka berbangga hati, kalau pas lihat hasil fotonya, saya paling nampak karena di depan 😂 Tapi kalau lagi ada orang tinggi yang rese dengan nyerobot minta tampil di depan, uhh kesel banget hati saya *nggak nyadar diri namanya 😒

  • Sering disangka masih kecil
Saya nggak tahu mesti bahagia atau sedih kalau dikira masih kecil. Kayak baru-baru kemarin. Pas saya beli nasi kuning sama suami dan Emir, ditanya sama ibu penjualnya, "itu anaknya ya? (sambil nunjuk Emir)" Lah menurut ngana? Saya nggak tahu, apakah karena tinggi saya dan suami yang tergolong pendek, atau memang karena wajah kami yang mirip dan baby face *ciye* makanya si ibu nanya gitu. Yang jelas, kita mikirnya, mungkin dikira si Emir itu adik kita kali ya hahaha. 
Pernah juga waktu kerja, saya disangka masih sekolah sama orang 😂 Yaah entah harus bahagia karena dikira lebih muda. Atau sedih karena harusnya saya jangan disangka begitu 😁

Yah begitulah kurang lebih suka dukanya jadi orang yang tidak tinggi. Tapi hidup memang selalu punya suka duka kan 😁 Seperti kata Naoko, orang yang tubuhnya tinggi pun memiliki suka duka yang sama. Jadi berapapun tinggi badanmu, ya intinya kita bersyukur aja. Ya kan? 😁

Nah kamu sendiri punya suka duka apa nih sama tinggi badan? Boleh lho sharing di komen. Atau bikin postingan juga seru. Jangan lupa colek saya yaa 😆🙁

12 comments:

  1. Hhihiii, sya justru kebalikannya banget, mbak. Saya keturunan ayah banget, tinggi tp kurus. Saking tingginya, dulu alm. Pakdhe saya suka nanya, "Mbak, kalo lagi berdiri trus liat ke bawah suka pusing nga?" Hahaha, ada-ada aja!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ini pasti Mbak Putu tinggi banget yaaa :D

      Delete
  2. Tinggi badan saya juga kurang lebih 155 cm. Sering minder dulu pas sekolah. Apalagi saya berpostur gemuk. Sekarang mencoba lebih mencintai dan menerima diri sendiri. Saya sudah lebih langsing dan ingin selalu ikhlas menjalani hidup :)

    ReplyDelete
  3. Saya rasa di Indonesia, 155cm masih standar. Di lowker2 juga kebanyakan minimal 155cm, katanya. Soal Susah nyari ukuran sandal/sepatu, saya rasa ini gak semua juga Mba, hehe. Mungkin kebanyakan kali ya? Kalau disangka masih anak kecil, dibawa happy aja Mbaa ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, memang ga semua kok. Cuma beberapa kali saya naksir sandal/sepatu agak susah nyari nomor 36 🙈

      Delete
  4. Wah kebalikan nih mbak saya malah pakenya harus sepatu ukuran besar, 39-41 lah. Hehe

    ReplyDelete
  5. Mbaaaak... jadi inget buku ini masih di wishlistku... btw, gimana kabarnya ibu cantik?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi beli beli beli.


      Alhamdulillah sehat. Selamat yaa jadi ketua DHS sekarang nih yee hehe

      Delete
  6. Kalau soal baju, saya yang juga punya tumbuh gak tinggi lebih milih beli kain sendiri terus dijahitin tukang jahit hehe :D

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.