Wednesday, 6 September 2017

Ibu yang Bisa Menghargai Keputusan Anaknya

"Ibu pengen deh, ada satu aja anak ibu jadi guru." Itu kata ibu saya dulu. 

Selang beberapa lama, ibu kepingin ada anaknya yang daftar jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Alasannya kalau jadi PNS gajinya besar, sudah gitu ada tunjangannya juga. Bahkan saat pensiun pun masih dikirimi tunjangan setiap bulannya. Ini juga berdasarkan tetangga yang bekerja di PNS dan sudah pensiun. 
via Pixabay
Tapi apa mau dikata, anak-anak ibu saya malah tidak ada yang jadi guru atau PNS 🙈

Oke, saya nggak tahu apa alasan kakak-kakak saya tidak mau jadi guru atau PNS. Entah karena mereka memang tidak tertarik atau tidak pernah mendaftar 😁 Makanya di sini saya bakal cerita saya sendiri aja hehe. 

Nah kenapa saya tidak jadi guru atau PNS? Simpel sebenernya. Karena saya tidak mau 😊 🙈 

Pertama, alasan saya tidak mau jadi guru adalah karena saya merasa diri ini bukan orang yang cukup sabar untuk mengajari orang lain. Yes, bagi saya seorang guru itu harus SUPER DUPER sabar. Lho, kan ada juga guru yang nggak sabaran, bahkan pemarah? Iya memang. Tapi saya nggak suka dengan guru seperti itu, menyebalkanlah. Makanya saya tidak mau jadi guru yang punya tipe kayak gitu. Naudzubillah lah hehe. Tapi kalau cuma ngajarin orang-orang terdekat sih its oke aja, karena mereka sudah tahu saya haha. 

Kedua, kenapa saya nggak mau jadi PNS? Saya masih inget banget alasan yang saya utarakan ke ibu. Karena bebannya berat. PNS kan kerjanya untuk umum, masyarakat, maka kalau kita tidak benar, dalam artian semacam nggak ikhlas atau setengah-setengah kerjanya, itu akan jadi pertanggungjawaban yang berat di akhirat karena secara tidak langsung merugikan orang lain. Apalagi PNS kan gajinya dari pemerintah, yang mana itu uangnya dari rakyat. *Kejauhan ya mikirnya 🙈 Ya emang sih mau kerja di swasta pun harus bertanggung jawab juga. Cuma saya merasa kalau di swasta istilahnya kita kerja untuk diri sendiri,  bukan untuk masyarakat. Makanya saya nggak suka juga dengan pekerjaan yang mengharuskan saya ketemu orang *eeaa orang introvert 🙈 Di swasta gajinya pun bukan dari uang rakyat. 

Tapi dibalik alasan itu, saya pernah sih iseng-iseng cari lowongan kerja PNS. Niatnya pengen membahagiakan orang tua gitu. Sayang seribu sayang, kebanyakan harus minimal S1 huhu. Sedangkan waktu itu pendidikan saya masih mentok di SMK. Sekalinya ada lowongan yang sederajat, harus SMA dengan jurusan tertentu. Ya udah, emang dasar nggak jodoh kali hihi. 

Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya

Yah, tapi namanya orang tua. Benar seperti kata Mbak Cahaya dalam tulisannya Ketika Bapak Ingin Saya Jadi PNS. Bahwa setiap orang tua PASTI menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Ibu mungkin kepingin anaknya jadi PNS, tapi jika itu nggak sejalan dengan hati anaknya ya buat apa. 

Makanya waktu saya bilang ke ibu kalau saya nggak mau jadi PNS (dengan alasan yang saya utarakan), ibu memasrahkan saja. Sama sekali tidak memaksakan. Dan saat saya bilang saya mau kerja di perusahaan swasta aja, ibu pun tetap mendukung. Yang penting saya bisa bertanggung jawab dengan segala keputusan saya. 

Terbukti, saat melamar kerja, tidak lama saya langsung diterima di salah satu perusahaan swasta. Begitu pun saat harus keluar kerja dan mencari pekerjaan baru. Bahkan sampai akhirnya saya bisa kuliah dengan biaya sendiri. Alhamdulillah 😊

Dan sekarang saya merasakan, sebagai orang tua, saya ingin melakukan yang terbaik untuk anak. Pun kelak, semoga saya bisa seperti ibu. Apapun pilihan anaknya, selalu bisa menghargai dan tidak memaksa 😊

16 comments:

  1. Nah, entah bagaimana kalo misal ada selisih paham tentang keinginan dg orangtua, aku sesimple membalikkan kalau mereka menginginkan yg terbaik. Btw, sehat selalu buat ibu ya Mak :)

    ReplyDelete
  2. Aku juga pernah berpikir seperti itu, Mbak. :D Ternyata, emang aku lebih bahagia begini.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, ya, Mbak? Pengalaman yang sangat berharga sekali. :)

    ReplyDelete
  4. Ibu yang baik.
    Salam hormat untuk Beliau :)

    ReplyDelete
  5. Sekarang lagi banyak lowongan cpns... Mamah kandung, ibu mertua, kaka ipar, adik ipar mendorong saya untuk ikutan, heheh. Padahal saya belum minat untuk ikut cpns... Untung masih ada suami yang selalu mendukung saya untuk merintis menjadi entrepreneur...
    Oh ya Mbak, salam kenal dari Bandung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah semangat Mbak. Padahal entrepreneur juga nggak kalah bagusnya ya :)

      Salam kenal juga dari Surabaya

      Delete
  6. Hai mbak Ade.
    Yang bilang gaji PNS gede siapa? Yang gede itu tunjangannya, itupun tergantung PNS dari instansi mana. malah kayanya tetep gedean gaji pegawai perusahaan swasta deh *curcol dari blogger yang kebetulan PNS

    Yang penting bisa kasih pengertian ke orang tua kalau memang ga sreg jadi PNS. Dan tetap bisa membanggakan orang tua dengan jalan lain :)

    Salam kenal.

    ReplyDelete
  7. Sy meski pendidikan cuma smk, gak kepikiran buat jd pns. Mlh dlu mantan pcr ada yg getol daftar cpns saya guyonin. Eh skrng kualat mlh dpt suami pns ahahaha

    ReplyDelete
  8. wah malah aku mah nyuruh anak lelaki jangan daftar pns, dan malah anakku dalam dua tahun kerja sdh punay gaji lbh tinggi dr suamiku yg pns, masalah uang pensiun kan bisa mulai diatur dr awal dengan mengikuti tabungan pensiun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mungkin yang terlihat di nata orang tua dulu hanya yang 'enakny' saja hihi.

      Delete
  9. Aku setuju mbak, setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya. Baik soal pekerjaan, jodoh dan sebagainya. Terimakasih sharingnya :)

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.