Sunday, 8 October 2017

Sahabat Terbaik

Sohibunnisa, sahabat wanita. Terjemahan yang sebenarnya agak asal-asalan kayaknya πŸ˜‚ Tapi ya nggak beda jauh juga sih dengan di Al-Qur'an. Karena di Al-Qur'an sendiri ada kata Sohibbah, yang kalau diterjemahkan artinya istri. So, mari kita samakan saja persepsi bahwa Sohibunnisa itu memang Sahabat Wanita. Bukan istri lho ya. Lebih ke ya "sahabat buat wanita" gitulah ceritanya πŸ˜‚

Mungkin saya udah berkali-kali cerita tentang Sohibunnisa. Jadi nggak perlu saya ceritain lagi lah ya. Intinya nama Sohibunnisa ini adalah semacam nama 'genk' antara saya dan salah satu sahabat. Yang mana eeeuuung... sekarang kayaknya kami sudah tidak layak disebut sahabat lagi hehe 😊

Gini, jadi sebenernya saya terinspirasi dengan postingannya Mbak Annisast tentang Pertemanan Orang Dewasa. Yang kalau kata Mbak Annisa tuh semakin dewasa, semakin dikit teman-teman kita. Ya emang bener sih. Saya juga ngerasain banget! 

My husband is my BEST friendship

via Pixabay
Sahabat saya sekarang ya cuma suami tok. Udah. Bahkan keluarga kayak misal orang tua, kakak-kakak, adik pun, ngerasanya nggak gimana-gimana banget. 
Karena definisi sahabat versi saya adalah sahabat itu ada di dalam segala suka duka dalam waktu 24 jam. Yang kalau kita mau cerita ya cerita aja. Tanpa harus takut dimarahi, tanpa harus takut dihakimi, tanpa harus dibuat malu, tanpa mikir waktunya, tanpa mikir dimananya, ya or all about it lah pokoknya. Dan semua itu ada di SUAMI aja.
Kalau keluarga kan beda ya. Ada kalanya masih ada hal-hal yang nggak perlu kita omongin hehe. Kayak misalnya masalah dengan suami atau keluarga kecil kita. Pasti nggak semualah bisa diomongin karena nggak layak juga. Jadi balik lagi kan, setelah menikah, siapa lagi yang bisa jadi teman setia kita selain suami dan anak (mungkin?)

Itu saya lho ya nggak tau Mas Anang πŸ˜‚

Jadi kalau ditanya apakah saya benar-benar nggak punya sahabat selain suami? Ya iya. Saya nggak punya sahabat wanita apalagi laki-laki di luar. 

Kita hanya 'teman biasa'

Trus masa lalu, semisal masa sekolah atau kuliah, yang dulu pernah saya sebut sebagai sahabat gimana? Ya sorry to say, kalau sekarang saya hanya menganggap mereka teman biasa aja. Karena lihat lagi paragraf di atas arti sahabat versi saya hehe. 

Yes, yang bisa jadi teman-teman saya mungkin banyak. Tapi sahabat saya cuma satu. Saya mau ngapain lagi cerita ke orang, kalau di rumah sudah ada yang bisa menampung segala cerita dan keluh kesah saya *uhuk. Buat apa lagi saya punya sahabat di luar, sementara saya punya orang yang selalu siap menyediakan pundaknya untuk bersandar *ciye. 

Maka jujur, salah satu alasan dulu saya ingin menikah muda adalah karena saya kepingin itu semua. Saya kepingin punya sahabat yang bisa jadi segala-galanya buat saya πŸ™ˆπŸ¦Ž

Kalau saya mengandalkan orang luar, itu sangat tidak mungkin karena mereka pasti juga punya kesibukan. Yang sewaktu-waktu bisa aja mereka tidak bisa hadir untuk saya atau ada perpisahan yang mendadak misalnya. 

So, apakah saya menyesalkan kalau 'nggak punya sahabat' dari luar? Ya enggak sama sekali. Sebab saya sudah paham sekali. Bahwa ini memang sudah fasenya. Saya sudah dewasa sekarang. Sudah menikah. Sudah beda dengan saya yang dulu dari mulai penampilan sampai topik pembicaraan. 

Well, pada akhirnya saya bersyukur karena punya suami yang nggak hanya berperan sebagai imam, pencari nafkah, atau ayahnya anak-anak saya. Tapi beliau juga bisa menjadi sahabat TERBAIK bagi istrinya. 

Oh, thankyou my husband :*

Kalau kamu, siapa sahabatmu? Cerita dong! 😊

10 comments:

  1. Wah, itu juga jadi alasanku dulu waktu milih nikah di usia muda. :D

    ReplyDelete
  2. Sahabat terbaikku adalah suami karena dia yang akan menemaniku sampai akhir nanti. Insyaallah .... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin aamiin ya Rabbal alamin. Smoga juga sampai jannahNya ya Mbak :)

      Delete
  3. Pertemanan bukan cuma soal banyak nya ngumpulin bongkahan batu, tapi mencari sebutir berlian...
    mampir juga ke blog aku ya om.. mysatnite-blogspot-com

    ReplyDelete
  4. Aku juga merasa tidak punya sahabat. Berteman biasa saja, nggak mau terlalu kepo sama hidup orang lain. Hanya berusaha ramah dan nunjukin attitude yang baik aja ^^

    ReplyDelete
  5. Merasakan hal yang sama juga setelah menikah. My best friend is my husbandπŸ˜„

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.