Sunday, 21 January 2018

3 Langkah Kecil Menjaga Lingkungan

Upaya menjaga lingkungan barangkali sudah sering digembar-gemborkan. Bahkan sudah banyak anjuran untuk selalu menjaga lingkungan. Bumi kita sudah semakin tua, kalau tidak dijaga maka kita pula yang akan merasakan akibatnya.
via Pixabay
Saya sendiri mungkin belum sepenuhnya bisa berkontribusi banyak, tapi semoga 3 langkah kecil ini bisa membantu.

3 langkah kecil menjaga lingkungan

  • Buang sampah pada tempatnya
Ini nasihat klasik sekali. Tapi masih sering diabaikan. Makanya, saya berusaha sekali untuk tidak buang sampah sembarangan. Dimana ada tempat sampah, ya langsung buang. Kalau pun sulit mencari tempat sampah, biasanya saya kumpulkan di kantung plastik atau di tas. Saya juga mulai belajar untuk memilah sampah. Apalagi kalau ketemu tempat sampah yang sudah disediakan terpisah sesuai jenisnya. Mana yang plastik, kering, dan basah. Mana yang organik, dan non organik.
Bicara sampah ini saya jadi teringat perjalanan saya di TPA Bantar Gebang Bekasi dulu. Saat saya dan berbagai komunitas di Bekasi melakukan Aksi Bersama untuk membagikan nasi dan pengobatan gratis untuk masyarakat yang tinggal dan bekerja di sana. Subhanallah lihat gunungan sampahnya sungguh membuat saya tidak menyangka bahwa ternyata sebanyak itu sampah kita dan salutnya dari sampah-sampah itulah masyarakat mencari penghasilan.
Maka berdosa sekali rasanya kalau saya buang sampah sembarangan. Selain membuat lingkungan kotor, juga bisa menghambat saluran air yang akhirnya menyebabkan banjir hiks. Bahkan saya juga bisa merepotkan petugas kebersihan 😞

  • Tidak boros listrik. Matikan yang tidak perlu.
Saya pernah baca buku Seno Gumira Ajidarma, yang salah satu isinya beliau bertanya, "bagaimana kalau kita hidup tanpa listrik?"
Aih tidak terbayang pasti rasanya. Gelap, semua urusan jadi sulit. Karena hampir semua urusan kita mengandalkan listrik. Mati listrik beberapa saat saja kita pasti sudah kelabakkan. 
Jadi sekarang upaya menghemat energi, saya lakukan dengan mematikan yang tidak perlu. Dan mencabut colokkan yang tidak terpakai. Semoga langkah kecil ini bisa berarti. Toh di sini saya sendiri yang akan merasakan efeknya. Yakni menghemat pembayaran listrik hehe.

  • Tidak membakar sampah.
Ini yang sangat saya hindari. Membakar sampah sungguh tidak saya sukai. Selain mengganggu pernapasan, pun bisa mengganggu orang lain. Daripada bakar sampah, saya lebih suka untuk buang langsung ke tempat pembuangan akhir. Ya, suami pernah melakukan ini. Saat tukang yang biasanya mengangkut sampah tidak datang, suami lebih memilih untuk langsung buang ke tempat pembuangan yang ada di dekat rumah kami. 
Tapi tidak jarang, saya masih saja menemukan orang yang suka bakar sampah hiks. Padahal disadari atau tidak, efek membakar sampah sungguh membahayakan bahkan bisa menyebabkan kematian. Astagfirullah.
Menjaga rumah agar bersih dan sehat dengan cara membakar sampah adalah salah besar, karena akan menyebabkan polusi udara karena menimbulkan debu dan asap hitam yang mengganggu. Sampah yang dibakar juga melepaskan karbondioksida (CO2) yang justru akan memperparah pemanasan global. Selain itu gas chlor yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga dapat merusak atmosfer bumi.
Tak hanya lingkungan saja, ternyata membakar sampah juga akan menimbulkan masalah baru bagi kesehatan. Selain melepaskan karbondioksida (CO2), sampah yang dibakar juga menghasilkan karbonmonoksida (CO) yang sangat berbahaya. Bila kita menghirup CO, hemoglobin di dalam darah yang seharusnya berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh justru akan terganggu. Tubuh pun akan kekurangan oksigen, yang bisa berujung dengan kematian.
https://www.sahabatnestle.co.id/content/view/bahaya-membakar-sampah.html
See, semoga kesadaran ini bisa diperluas di masyarakat.

Kesadaran menjaga lingkungan memang harus timbul dari diri kita dulu. Dari rumah sendiri. Sebab kita juga yang akan merasakan efek positifnya. Demi diri kita sendiri. Demi bumi yang bersih dan damai.

Kalau teman-teman, upaya apa saja yang sudah dilakukan untuk menjaga lingkungan? 😊

6 comments:

  1. Bener banget ya Mba Ade... Dari kita, diri kita untuk memulai yang namanya mencintai lingkungan. Kitalah yang menjaganya. Siapa lagi kalau bukan kita yang memulai. Cuma sebel dan marah saya kalau ada Orang yang buang Sampah sembarangan, Apalagi dilempar dari dalam mobil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya dalem mobil pun harusnya ada tong sampah ya. Atau kalo mau buang yang berat disimpan dululah nanti pas turun baru buang.

      Delete
  2. Di sekitar rmh saya jg msh ada yg suka bakar sampah :(

    ReplyDelete
  3. Tentang bakar sampah, sudah lama banget saya sudah gak lihat orang bakar sampah di lingkungan perumahan saya. Tapi beberapa waktu kemaren, adaaaaa asap ngepul, pagi pagi banget, pas mau jemur pakaian, huft sedih sama miris banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak miris emang. Padahal asapnya itu yang berbahaya ya :(

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.