Apakah Saya Akan Menutup Media Sosial?

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang cerita kalau dia baru saja menutup media sosialnya. Saya maklum sih. Karena bukan yang pertama kali juga dengar ada orang yang menutup medsosnya. Dan saling menghargai saja. Karena masing-masing pasti punya pemikirannya sendiri termasuk soal media sosial. Apalagi beberapa mengaku ditutup, karena merasa sudah tidak ada manfaatnya. Well, never mind.

Kalau saya, apakah akan menutup media sosial? Iya. TAPI bukan sekarang. Karena saya masih butuh media sosial.
via Pixabay

Media sosial bermanfaat bagi saya

Keseriusan saya sebagai blogger, menuntut saya untuk aktif juga di media sosial. Sampai saat ini saya punya lima media sosial. WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, dan Google +. Dulu malah lebih banyak lagi. Tapi karena merasa kurang penting dan aktif, jadilah saya non aktifkan dan hanya bertahan dengan lima medsos tadi.

Masing-masing media sosial tentu saja punya manfaatnya buat saya. 
  • WhatsApp, ajang berkomunikasi dengan keluarga, teman, juga grup-grup yang saya butuhkan seperti grup keluarga, blogger, kepenulisan, komunitas dakwah, dan parenting. 
  • Facebook, untuk berinteraksi sesama teman, informasi dari grup, berkomunitas, sampai baca-baca artikel dan mengerjakan kerjaan sebagai buzzer.
  • Twitter, berbagi link tulisan di blog, ikut kuis haha, sesekali bikin kultwit, dan kerjaan sebagai buzzer.
  • Instagram, ya posting foto, ngepoin akun-akun orang *ups*, dan kerjaan sebagai buzzer.
  • Begitu pun dengan Google + yang tidak beda jauh dengan semua media sosial sebelumnya.
Jadi bisa dibilang ya media sosial ada manfaat besarnya. Bahkan dari media sosiallah seringkali saya dapat banyak sekali informasi yang berguna termasuk untuk profesi saya sebagai seorang ibu. Dan nggak jarang juga dapat hiburan.

Menutup ketika 'masa itu' datang

Lantas apakah saya akan menutup media sosial? Jawabannya YA. Tapi tidak sekarang. Nanti. Ketika akhir usia saya menjelang dan menutup mata.
Saya sudah meminta pada orang terdekat saya untuk menutup media sosial termasuk email saya dengan memberitahu semua email, username, dan passwordnya dari sekarang.
Apa alasannya? Saya hanya ingin menutup semua lembaran diri saya di dunia maya. Dan tidak ingin ada orang yang menemukan akun saya, lantas sebenarnya saya sudah tidak ada hiks.

Hanya blog yang tidak akan saya tutup

Maka hanya satu yang tidak akan saya tutup. Yaitu semua blog saya. Saya akan membiarkannya. Sebab saya selalu berharap, kelak saya tidak ada, tulisan-tulisan itulah yang setidaknya bisa bermanfaat untuk orang banyak. Dan barangkali bisa menjadi amal jariyah yang menolong saya 😔

So, bagaimana dengan teman-teman? Apakah akan menutup media sosialmu? Kenapa alasannya?

3 komentar

  1. Jadi ingat.. akun-akun saya di medsos jadul cuma saya tinggalkan begitu saja, bukan ditutup secara resmi :)
    Anyway nice sharing, mba.. salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo saya langsung dinonaktifkan biar ga terganggu kl ada orang yg nyari tapi ga ada hihi
      Salam kenal juga Mbak :)

      Delete
  2. Seperti saat ini enggak mbak... Kalau pun nanti saya rasa juga enggak mbak... Selama isi medaos saya layak dikonsumsi publik (menurut saya layak... Bebas dari yg tak pantas dikonsumsi publik😀). Dan kira2 juga sama mbak... Medsos saat ini sedang saya butuhkan utk menunjak aktivitas sebagai blogger

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

My Instagram