Monday, 22 January 2018

Beranjak Enam Tahun dan Akan Seterusnya Ngeblog

Ngeblog itu buat saya sudah jiwa banget. Karena bahkan sekalipun materi sudah dihasilkan dari sini, tapi nyatanya tak ada sponsor pun saya masih ingin menulis. Ya karena memang awal blog ini dibuat pun bukan karena materi. Dan orientasi saya menulis bukan semata karena materi. Terbukti ketika Desember semangat menulis saya menurun, rasanya ada yang terus mengganjal di pikiran saya hiks. Hanya satu tulisan saja di bulan kemarin, itu cukup menyedihkan bagi saya.
via Pixabay

Beranjak enam tahun ngeblog

Mau beranjak enam tahun saya ngeblog. Sudah banyak suka duka pastinya. Dari mulai mencari inspirasi apa yang bisa ditulis. Diremehkan orang-orang terdekat, karena "buat apa menulis?" katanya. Ngeblog malam di saat siangnya saya harus bekerja dan kuliah (dulu) dan urus anak-anak (sekarang). Memaksa ngeblog di saat anak bangun, yang berakhir hanya digangguin. Sampai pernah suatu kali sampai berseteru dengan suami lantaran saya ngeblog melulu sampai anak nangis dicuekkin haha. Ah banyaklah kalau dijabarkan.

Tapi itu semua tidak menyurutkan langkah saya. Toh akhirnya saya mencari cara bagaimana supaya tetap bisa ngeblog. Bagaimana supaya suami tetap ridho. Anak-anak pun tidak terabaikan. Dan urusan rumah tidak terbengkalai. Alhamdulillah sekarang sudah ketemu caranya. Saya akan menulis saat anak-anak sudah tidur. Dan semua urusan sudah selesai dan aman terkendali hehe. 

Walaupun mungkin traffic saya tidak setinggi blogger lain yang lebih belakangan daripada saya (karena ya memang saya belum serius fokus untuk main SEO hehe). Mungkin Domain dan Page Authority saya tidak setinggi blogger lain. Mungkin rank blog saya kecil. Tapi terkadang saya tidak mau peduli statistik itu semua. Karena di saat memikirkan, saya akan memaksa pikiran untuk memutar apa yang harus saya tulis. Yang seringkali tulisannya jadi biasa saja haha. 

Sebab berkaca dari beberapa postingan yang lalu-lalu, banyak pembaca blog saya yang tiba-tiba kirim email. Kirim pesan di media sosial. Atau bertanya lewat komentar. Dari situ saya jadi berpikir, oh berarti tulisan saya ada manfaatnya untuk mereka. Bahkan mereka membutuhkan itu karena mereka bertanya dan mengucapkan terima kasih. Tak terkira rasanya. Bersyukur menyelinap di hati saya. 

Begitulah. Kadang tulisan tidak sengaja, yang kita pikir hanya tulisan, curhatan biasa, justru dibutuhkan banyak orang.


Ngeblog seterusnya, sampai akhir hayat

Jadi kalau ditanya mau sampai kapan saya ngeblog? Sampai seterusnya. Sampai saya jenuh sendiri dan sudah tidak ada gairah untuk menulis. Ah semoga saja sih tidak. Karena untuk saat ini, menulis termasuk hiburan yang istimewa bagi saya. Bahkan kalau diizinkan saya tetap ingin menulis di blog sampai akhir hayat. Setidaknya dengan begitu saya bisa meninggalkan sesuatu. Ya tentu saja kalau platform ini tidak ditutup hehe.

Keinginan menulis buku mungkin bisa diundur. Tapi keinginan terus ngeblog, terus bersemayam di hati saya. Karena di sinilah saya menemukan tempat ternyaman untuk berbagi. Memberikan sedikit manfaat yang mungkin bisa dirasakan juga oleh pembaca blog saya 😊

So, how about you? Mau sampai kapan ngeblog? 

1 comment:

  1. Iya akupun juga mau ngeblog terus. Semangaaattt
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.