Menantang Diri Lewat Satu Hari Satu Karya

Saat ini saya sedang menantang diri lewat Satu Hari Satu Karya atau biasa dikenal dengan One Day One Post (ODOP). Alhamdulillah 14 hari terhitung dari tanggal 10 Januari sampai Rabu tanggal 24 Januari kemarin saya bisa menyelesaikan ODOP di salah satu grup komunitas blogger ๐Ÿ˜ Masya Allah. Takjub sendiri haha ๐Ÿ™ˆ
sumber: Grup Facebook Ibu-ibu Doyan Nulis
Pasalnya saya ini suka takut sebelum mencoba huhu. Dulu mikirnya, duh ikut ODOP, bisa nggak ya? Ah kayaknya nggak bisa. Gile aje harus posting tulisan setiap hari. Mana bisa? Mana sempat,  apalagi ada dua anak

Eh tapi pas kemarin grup itu buka ODOP lagi, dengan Bismillah dan niat yang kuat, ternyata saya bisa ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Dengan waktu 14 hari, 14 tulisan sudah saya publish setiap harinya. Masya Allah, tabarakallah ๐Ÿ˜…


Satu Hari Satu Karya IIDN 

Sekarang, lagi-lagi saya nantangin diri untuk ikut ODOP selanjutnya. Tapi kali ini dengan nama Satu Hari Satu Karya yang digagas komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN). 

Sama seperti sebelumnya, saya masih nggak yakin di awal apakah saya bisa menyelesaikannya secara penuh atau tidak. Waktunya masih sama, yakni 14 hari. Tapi saya masih menguatkan niat sih. Insya Allah bisa selesai semua. Bismillah. 

Kenapa ikutan #SatuHariSatuKaryaIIDN? 

Alasannya adalah untuk memacu semangat saya. Saya sadar kalau akhir-akhir ini agak mandeg nulis. Makanya butuh pelecut semangat dari luar. Apalagi kalau dilaksanakannya bersama-sama dengan yang lain. Aih jadi lebih semangat kalau banyak temannya ๐Ÿ˜

Ditambah program yang diberi hashtag #SatuHariSatuKaryaIIDN ini punya tema yang bisa kita pilih setiap harinya. Tambah semangatlah jadinya karena saya memang lagi mentok banget di ide. Kalau begini kan saya jadi nggak pusing-pusing lagi mau mikirin tema apa buat ditulis ๐Ÿ˜

Yang ketiga, tentu saja dengan begini blog saya jadi hidup lagi ๐Ÿ˜ Bagi saya ini sebuah keuntungan besar ๐Ÿ˜

Lalu, gimana saya membagi waktu untuk nulis ODOP atau #SatuHariSatuKarya? 

๐Ÿ“ Tulis selagi waktu luang
Waktu luang ini bisa di saat anak tidur, di saat ada asisten atau suami yang jaga anak-anak, dan di saat semua pekerjaan dan urusan rumah sudah beres. Di situlah saya bisa menulis dengan tenang. 

๐Ÿ“ Tulis langsung dua sampai tiga tema sekaligus.
Saya orang yang jarang sekali mau kepepet. Jadi biasanya sudah memikirkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari. Maka seperti itu pula dengan ODOP dan #SatuHariSatuKarya ini.
Biasanya di saat waktu luang tadi, saya akan menulis dua sampai tiga tulisan untuk tema di hari berikutnya. Dengan begitu, keesokan hari dan lusanya saya bisa lebih santai. Karena sudah menjadwalkan tulisan. Jadi di hari H nya tinggal publish. Nanti di hari kedua, saya tinggal memikirkan tema dan menulis untuk hari keempat, kelima. Dan seterusnya akan seperti itu. 
Misalnya begini: setelah nulis untuk tema hari pertama, saya langsung intip tema hari kedua. Setelahnya langsung ditulis. Begitu pula setelah tema kedua, saya akan melihat dan menulis tema hari ketiga. Malah kadang bisa nulis sampai tema hari keempat hihi. Ini semua bisa selesai satu hari. Di hari keduanya saya tinggal menulis tema untuk hari kelima, keenam, dan seterusnya.
Apakah selalu ada ide? Kadang juga tidak. Nah misalkan begini, ya sudah. Saya juga nggak ngoyo. Biarkan saja dulu. Beraktivitas yang lain dulu sembari cari inspirasi. Setelah itu biasanya akan dapat ide dengan sendirinya ๐Ÿ˜

๐Ÿ“ Menulis di notes handphone
Nah ketika sudah ada ide, biasanya langsung saya taruh di notes handphone. Kenapa nggak di laptop? Menunggu buka laptop itu lama. Sedangkan handphone selalu dalam genggaman. Jadi, saya memilih jalan yang simpel. Tulis saja dulu di notes. Nanti di laptop tinggal merapikan saja. Begitu biasanya. 

๐Ÿ“ Menanamkan niat yang kuat
Mungkin harusnya ini ditaruh di awal ya. Tapi saya masih meragukan diri sendiri. Jadi, setelah mengalir sampai hari kelima, biasanya niat itu barulah muncul. Oke deh, Bismillah gue mau coba sampai selesai. Alhasil, esok-esoknya tuh kayak langsung dapat wasilah aja gitu. Kayak diberi kemudahan buat nulis ๐Ÿ˜
Sama seperti #SatuHariSatuKarya ini. Sekarang niat menyelesaikan semuanya sudah muncul ๐Ÿ˜ Semoga benar bisa selesai ya. Aamiin.

๐Ÿ“ Ridho suami
Setelah menikah, dalam hal apapun, saya selalu minta ridho suami. Termasuk #SatuHariSatuKarya ini. Saat woro-woro #SatuHariSatuKarya akan dibuka, saya sudah bilang sama suami kalau mau ikutan. Alhamdulillah suami fine-fine aja.
Jadi bisa saja ini jadi kekuatan spiritual yang membuat saya selalu dimudahkan dalam menulis ๐Ÿ˜

Walaupun ODOP dan #SatuHariSatuKarya tidak sesuai jadwal yang saya buat untuk blog ini dan Celoteh Bunda, saya merasa tidak masalah. Lagi pula sebenarnya ini bisa jadi permulaan yang bagus. Siapa tahu kan, selanjutnya saya bisa menantang diri untuk bikin ODOP sendiri ๐Ÿ˜ Toh juga dulu kan sebenarnya saya sudah setiap hari juga publish tulisan. Huhu jadi kangen bisa kayak gitu lagi. 

Sekarang, yang jelas sih saya merasanya ikut program kayak gini seru. Menantang. Dan yang pasti otak dan tubuh kita jadi hidup setiap hari. Karena kita selalu dituntut untuk menulis ๐Ÿ˜

So, kamu tertarik menantang diri ikutan ODOP atau #SatuHariSatuKarya?

Cuss tuliiiiis…!

10 komentar

  1. Nulis di note hp, bikin kit jadi gak lup pas ide muncul :D

    ReplyDelete
  2. Aku tertarik buat tantangan ini lah, biar makin produktif juga :D

    ReplyDelete
  3. Saya juga masih sering mikir-mikir mau nulis tiap hari. Kadang pas nulis suka mentok juga ๐Ÿ˜…. Blank! Makasih mbak tips2 ๐Ÿ˜˜

    ReplyDelete
  4. Aku belum berhasil nih mencoba satu hari satu karya. Hhihi. Smoga mba Ade semangat ya untuk ikutin tantangan ini :)

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

My Instagram