Postingan Mbak Novia tentang Yakin Mau Membeli Follower?, jadi mengingatkan saya pada masa-masa awal saya baru memasuki dunia Twitter dulu. Setiap kali muncul iklan “Beli follower hanya 10 ribu dapat 100 follower bla bla bla”, saya langsung mikir buat apa sih follower aja sampai dijual. Emang ada yang mau beli? Ngapain juga ngeluarin duit cuma supaya kelihatan followernya banyak? Emang kalo followernya banyak mau dibuat apa?

via Pixabay
Tapi itu saat saya belum mengerti lebih dalam tentang dunia media sosial. Setelah mendalami *halah* dunia media sosial atau lebih tepatnya buzzer seperti sekarang, saya akhirnya paham kenapa ‘harus’ ada oknum-oknum penjual follower begitu. Bagi pekerja atau pengusaha yang mengandalkan media sosial, follower itu memang dibutuhkan. Apalagi bagi yang sejak awal berniat jadi buzzer. Karena tanpa adanya follower, usaha seseorang akan lebih lambat berjalan. Buzzer pun itu tidak akan jalan, lebih tepatnya, tidak ada brand yang mau meng-hire seseorang jadi buzzer kalau followernya tidak ada atau cuma sedikit. Ya buat brand tidak ada untungnya. Kalau follower dikit, siapa juga yang bakalan lihat produknya? Kalau followernya sedikit, ya bakal sedikit juga pembeli dagangan kita. Beda kalau misalkan follower banyak, otomatis seseorang akan mudah dilihat kalau dia memang orang yang tepat untuk jadi buzzer. Pun kalau online shop dengan follower banyak, biasanya akan lebih laku dagangannya.

Beli Follower? Yakin Bertahan Lama?

Tapi permasalahannya adalah.. Banyak oknum nakal yang jual follower tapi tidak ada isinya, alias bohongan, bukan manusia alias entah robot, jin atau apa. Dan pembelinya pun masih ada! Duh miris 🙁 Nah kalau sudah begini, kasihanlah si brand. Tapi untungnya sih, brand-brand sekarang sudah lebih pintar. Biasanya mereka akan cek dulu apakah follower ini benar-benar manusia atau bukan. Beda dengan online shop yang beberapa mungkin masih ada yang mengandalkan beli follower ini huhu.

Segala yang alami jauh lebih baik

Kalau saya pribadi, dari dulu nggak pernah kepikiran buat beli-beli follower gitu. Sayang aja sih uangnya haha. Bukan sekedar sayang uang, tapi buat saya segala sesuatu yang alami itu jauh lebih baik. Iya kalau beli mungkin kelihatannya follower kita banyak, kemudian bisa dapet banyak job tapi kalau mereka bukan manusia? Atau mereka manusia tapi hanya ‘dipaksa’ untuk memfollow kita, lah buat apa? Saya maunya orang follow media sosial saya karena memang mereka mau follow. Atau karena mereka suka dengan konten saya. Kalau pun ada online shop atau orang yang sekedar follow-unfollow-follow-unfollow lagi begitu aja nggak kelar-kelar, setidaknya saya tidak pernah memaksa mereka untuk memfollow saya. 
Dengan begitu, saya juga tidak mencari jalan instan. Beli dan bikin follower jadi banyak mungkin kelihatan mudah dan cepat, tapi kalau kemudahan dan kecepatan itu tidak diimbangi dengan konten yang bagus atau bermanfaat, ya buat apa? Saya rasa orang-orang sekarang sudah jauh lebih pintar untuk menilai. Termasuk jika ada brand yang tertarik dengan media sosial kita. Mereka bisa melihat sendiri bahwa follower media sosial kita banyak karena memang konten kita bagus atau sekedar asal-asalan.
Saya sadar, konten saya masih jauh dari kata bagus apalagi sempurna. Tapi saya selalu berusaha untuk memilah mana yang layak dipublish, mana yang tidak. Dan yang pasti, hidup saya lebih tenang karena yang saya cari adalah keberkahan. Sebab segala sesuatu yang dilakukan dengan cara instan, belum tentu berkah, pun hasilnya tidak akan bertahan lama alias akan cepat musnah 🙂
Well, kalau bisa alami, kenapa tidak? Dengan kita tetap mengupgrade diri agar kontennya semakin bagus. Dan yang terpenting kuncinya adalah kesabaran dalam proses. Prosesnya pun bisa dari banyak hal. Follow sesama teman seprofesi, follow orang-orang terdekat, mengadakan kuis atau giveaway, dan lain-lainnya yang masih banyak dengan cara yang lebih alami. Sekali lagi, semua itu agar segalanya bisa bertahan lebih lama dan media sosial kita pun akan menarik orang-orang dengan sendirinya tanpa perlu kita paksa 🙂

So, masih tertarik untuk beli follower?

22 thoughts on “Beli Follower? Yakin Bertahan Lama?”

  1. Sama mba, dulu sempat ada temen yg nawarin, dan dari situ baru tahu ada jasa beli2 follower gitu.. saya mah ga tertarik, pinginnya yg alami2 aja, bukan robot maupun spammer, hehe.. salam kenal mba..

  2. Sama mba, dulu sempat ada temen yg nawarin, dan dari situ baru tahu ada jasa beli2 follower gitu.. saya mah ga tertarik, pinginnya yg alami2 aja, bukan robot maupun spammer, hehe.. salam kenal mba..

  3. Aku jg ga bakal mau mba beli follower. Malu malah. Masa iya kita hrs bayar supaya org2 mw ngikutin medsos kita :). Mnding aku pikirin cara membuat konten yg bgs, perbaikin cara memotret supaya gambarnya jg lbh bgs dll.

    Yg ada jg akun penjual follower itu, yg srg nyampah di medsosku aku block in mba :p. Nyebelin sih

  4. Udah baca beberapa postingan juga tentang beli follower ini. Tapi semua mungkin kita kembalikan lagi pada orang yg beli follower/likes, mgkn itu menurut dia usaha/uang yg hrs dia keluarga utk mendapatkan kerjaan? walahualam.. yang pasti aku mah ngga pake beli gituan hahaha makanya follower aku seadanya, naik pun dikit2 XD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *