Mall
di Indonesia rasanya sudah tak terhitung lagi. Tapi mungkin masih bisa dihitung
mall yang peduli pada mushola. Rasanya saya suka gregetan sendiri kalo sholat
tapi tempatnya sempit, jauh di basement, panas, bau, belum lagi kalo pengunjung
mall sedang penuh. Uh bisa kebayang sesak dan aromanya.
Kadang
saya mikir, kok ya mall semegah dan semewah ini, musholanya ‘begitu’. Padahal
mayoritas penduduk Indonesia muslim. Sudah pasti pengunjung mall juga
kebanyakan muslim. Beberapa kali saya menemukan mushola yang rasanya ‘kurang
layak’. Terlebih sempit. Mau sholat aja mesti antri. Untung kalo waktunya masih
panjang, lah kalo udah mepet? Nah ini yang ribet.
Saya
jadi teringat salah satu gramedia terbesar di Jakarta. Selain tempat wudhunya
yang sempit, terbuka (ini yang agak ribet buat muslimah. Karena tidak mungkin
membuka kerudung di tempat umum. Akhirnya para muslimah harus wudhu di kamar
mandi yang tempatnya tertutup), musholanya juga sangat kecil. Mungkin salut ya
musholanya pake AC, tapi sempitnya masya Allah. Waktu saya berkunjung ke sana,
kebetulan sedang penuh. Alhasil harus menunggu yang lain selesai dulu, baru
bisa gantian dan itu sampe desek-desekkan ditambah jadi satu pula dengan pria.
Masih
banyak ternyata mall yang serupa. Rasanya saya pingin banget buka suara, “Ini
mall kan gede. Musholanya paling tidak, bisa dong dibuat nyaman. Dilegain gitu.
Jangan jauh-jauh tempatnya bahkan di basement atau dekat toilet. Trus tempat
wudhunya juga jangan jauh-jauh dari mushola.” Memang tidak mudah. Paling tidak
mesti ada kekompakkan dari umat muslim untuk menyuarakan hal ini. Mungkin
pemilik mall bisa menyediakan kotak suara untuk kritik dan saran.
Tapi
di luar itu, alhamdulillah mushola mall tempat saya tinggal beberapa sudah
mengalami banyak perbaikan. Termasuk juga mall di Jakarta, mengutip dari
Twitografi Asma Nadia ada Carefour Lebak Bulus, Mall di Dharmawangsa, Pacific
Place, Mall di Pondok Indah, Plaza Indonesia musholanya sudah baik bahkan bisa
dibilang elit. Alhamdulillah.
Tulisan ini diikutsertakan dalam My 1# GiveAway Rodamemn

9 thoughts on “Berharap Mushola yang Nyaman”

  1. Benar sekali, mall yang ramah pengunjung dengan menyediakan tempat ibadah seperti musholla memang bisa dibilang masih minim di Indonesia tapi setidaknya mall di Jakarta sudah ada yg konsen sama itu ya, alhamdulillah. Trimakasih sudah "berani bicara" dan ikutan GA sederhanaku 🙂

  2. bisa jadi kondisi mushola di mall yang terpencil dan minim fasilitas memang sengaja dikondisikan. tentunya pemilik mall ingin pengunjungnya bisa berlama-lama belanja, bukan berlama-lama di mushola. makanya tidak pernah kita mendengar adzan dari mushola di mall. sama mungkin karena kebanyakan pemilik mall non muslim, jadi asal menyediakan tempat, kurang peduli bahwa tempat wudu unuk pria dan wanita harus dipisah dan perlu pembatas di dalam mushola serta pintu yang cuma 1 sangat riskan bisa membatalkan wudu karena senggolan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *