Hak Cipta

Mungkin ada yang masih ingat kalau saya pernah menulis Etika Pengambilan dan Penyantuman Sumber Gambar. Harapan saya waktu itu sih selain sebagai pengingat pribadi juga berbagi supaya banyak orang yang baca. Karena saya tahu sampai detik ini pun masih banyak yang mengambil gambar orang lain sembarangan dan tidak disertai sumbernya. Yang lebih parahnya, bahkan ada yang sampai berani menghapus watermark di dalam gambar. Huhu.

Kelihatannya sepele, tapi ini soal etika. Ya dibalik aja, kalau misalnya kita punya gambar bagus, lantas diambil orang tanpa menyebutkan kita sebagai si pembuatnya, enak nggak sih? Beda kalau memang kita sudah mengklaim sejak awal bahwa gambar yang kita buat bebas dipakai oleh siapa dan untuk apa saja. 
Walaupun di dunia internet ini hal-hal seperti ini memang tak terhindarkan, tapi minimal dari kita sendiri dululah ya supaya lebih menjaga 😊 Mulai untuk menghargai setiap karya orang lain dengan minta izin lebih dulu sebelum dicopas, diambil, atau disimpan. Atau ya paling tidak dengan tetap menyantumkan sumber si pembuat karya. Ah, kalau begitu rasanya dunia lebih damai karena semua orang saling menghargai 😊

Barang KW

Yang kedua soal barang KW. Sebenernya sebelas dua belas sih antara hak cipta dan barang KW. Tapi kalau soal barang KW, jujur saja saya bukan tipe orang yang memperhatikan merek untuk beli segala barang. Ya baju, ya kerudung, ya pokoknya semua barang deh. Buat saya yang terpenting saat beli sesuatu adalah NYAMAN dan BAGUS. Udah itu aja. Kecuali soal gadget atau barang elektronik ya. Kalau dua ini saya memang mempertimbangkan sekali soal merek. Karena ya menurut saya krusial aja sih. Secara dipakainya lebih lama, pasti maunya barangnya awet. Hehe.
Makanya kalau lagi belanja, malah penjualnya yang suka ngasih tahu, “ini bagus Mbak.” “Merek ini lebih awet daripada yang ini.” Atau kalaupun saya tahu merek, biasanya karena saya nanya ke teman sebelum beli sesuatu. 
Yang lucunya saat punya bayi, saya malah akrab dengan barang KW. Mulai dari gendongan, baju, segala perlengkapan bayi pokoknya ternyata ada barang tiruannya! Oh my 😄 Saya tahu itu semua karena cukup sering mantengin akun-akun online shop perlengkapan bayi hehe. Tapi balik lagi sih, buat saya nggak penting apapun mereknya. Tapi sebisa mungkin sih mending beli yang lain ajalah daripada beli barang yang udah jelas KW. Walaupun harganya lebih mahal, tapi kalau beli merek lain tanpa ada label KW kayaknya lebih damai aja gitu. 
Lain lagi soal barang bajakan. Saya pernah terjebak beberapa kali saat beli buku online. Jadi ceritanya karena tergiur harga sangat murah, saya beli buku tersebut. Begitu sampai rumah, ternyata bukunya bajakan huhu. Tahu dari mana? Dari cover dan tulisan di dalamnya yang buram. Kertasnya tipis dan mudah robek. Duh pokoknya kelihatan bangetlah kalau itu buku bajakan. Asli, rasanya saya sebel banget. Tapi juga nggak mau klaim karena saya udah keburu males duluan 😑 Yang jelas buat pelajaran aja supaya nggak beli disitu lagi dan nggak tergiur harga murah.
Sedih sih masih ada saja orang-orang yang menjual barang KW. Kalau boleh dibilang barang KW pun sepertinya melanggar hak cipta ya. Karena ya sama saja dengan meniru tanpa izin. Iya nggak sih? *malah nanya*. Lagi pula meskipun barang KW lebih murah, tapi nggak ada jaminan bahwa barangnya bagus kan. Tetaplah pasti bagusan yang barang aslinya. Jadi mau KW atau nggak, ya sebenernya kembali lagi ke kita sebagai konsumen. Apakah kita mau menimimalisirnya dengan tidak membeli atau tidak? Its your choice 😊

16 thoughts on “Hak Cipta dan Barang KW”

  1. Aku juga bukan merk minded. Kalo baju, hijab yang penting nyaman dipake. Untuk barang elektronik memang aku kepoin dulu sebelum beli sih. Soale rata-rata lumayan juga harganya ^^

  2. ga gitu mikir merk sih mbak kl saya untuk barang sehari-hari. beli ya yang enak dipake aja. kecuali barang elektronik, setuju harus yang merknya dikenal biar mudah urusan kualitas dan garansi.

  3. Aku kalau belanja barang barang fashion, selama itu nyaman dipakai, modelnya aku suka, dan kira kira kuat, ya aku beli saja. Bagiku barang KW itu fungsinya menjangkau kalangan yang nggak sanggup bayar lebih untuk mendapatkan barang dengan model yang hampir sama. Walaupun ya, soal kualitas aku kurang paham deh.

    Btw soal buku bajakan. Mendingan beli yang asli. Awet kalau buat jadi koleksi. Sekaligus menghargai penulisnya juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *