Whua, rasanya mau nangis lihat postingan di bulan
Juli hanya satu biji hiks. Tapi ya gitulah, entah kenapa akhir-akhir ini saya
nyaris kehabisan ide buat nulis. Nggak ada inspirasi yang bisa dituangin. Oke,
mungkin sayanya saja yang lagi nggak peka! Untunglah banyak lomba-lomba blog
bertebaran, dan untungnya saya lagi sreg ikutan. Jadi ada pancingan untuk nambah
postingan-postingan di blog ini, haiya!
Selain karena nggak ada ide, bulan Juli kemarin bisa
dibilang saya sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pernikahan saya. Yep, akhirnya
si jomblo akut yang selalu galau dan posting soal jodoh ini akhirnya
dipertemukan dengan sang pangerannya! Hehe Alhamdulillah. Terkejut? Sama, saya
juga! Banyak yang bilang semua ini terlalu mendadak. Tidak usah orang lain,
saya sendiri yang dilamar saja kaget tidak ketulungan. Bagaimana mungkin, sebelumnya
saya dan suami sudah tidak bertemu selama tiga tahun. Serta tidak komunikasi
selama dua setengah tahun. Tiba-tiba dihubungi langsung dilamar. Wew!
Sebenarnya saya pernah posting cerita dulu, yang
mana cerita itu juga jadi tulisan pertama di blog ini. Tapi karena hubungan
kami sempat surut, akhirnya saya hapus. Tapi karena sekarang sudah jadi suami yaudah saya munculin lagi hehe :v Bisa dibaca di sini tulisannya. 

Lho kok
tahun 2012? Lantas apa saya dan suami dulu pacaran? Nah mungkin di sinilah letak
teguran Allah pada saya. Saat itu saya memang baru berhijrah untuk lepas dari
pacaran, dan suami datang bersama cerita itu. Awalnya saya pikir dia serius
dan tidak akan berlama-lama meminang saya. Tapi sepertinya kesabaran saya masih
harus diuji, ternyata dia belum mantap. Alhasil kami hanya berkomunikasi
lewat SMS karena jarak kami memang jauh. Dia di Surabaya, saya di Bekasi. Seiring
komunikasi itu, kami menemukan banyak ketidakcocokan yang akhirnya membuat kami
menjauh.

Sejak itu saya patah hati dan semakin mantap
untuk tidak menerima pria manapun sebelum berbicara tanggal secara serius dengan ayah saya. Mungkin
saat itu Allah melihat saya belum serius berhijrah. Bisa jadi Allah melihat
hubungan saya dan suami itu menjurus ke arah pacaran walaupun jarak jauh dan
hanya komunikasi lewat SMS.
Barulah tanggal 04 Juli 2015 kemarin atau tepatnya
17 Ramadhan dia tiba-tiba menelepon saya dan menyatakan keseriusannya pada
saya. Wow. Kaget bukan main. Ini orang
ada apa tiba-tiba nelepon lalu bilang mau lamar. Serius nggak sih?
Bayangkan
saya terakhir komunikasi kira-kira awal 2013 dan tidak pernah bertemu lagi
sejak tahun 2012, tiba-tiba langsung dilamar. Ada apa gitu, ada apa? *Oke ini lebay* Tapi rupanya kejadian 2012
itu sama sekali tidak bisa saya lupakan. Dengan kata lain saya masih berharap
(punya rasa.red) pada suami. Ya makanya saya terima juga hehe uhuk.

Sebelum itu, saya memang diam-diam selalu mendoโ€™akannya. Selalu istikhoroh setiap malam. Serta berusaha memperbaiki dan memantaskan diri untuknya. Dan itu
berlangsung hingga awal 2015 kemarin. Tapi lama kelamaan saya berpikir mau sampai kapan saya
berharap seperti itu. Belum lagi jika apa yang saya harapkan tidak sesuai
dengan kenyataan. Bagaimana jika dia bukan jodoh saya? Bagaimana jika Allah
justru memberi jodoh yang lain untuk dia? Dalam kegamangan itu, akhirnya
saya putuskan. Oke. Saya akan berhenti untuk berharap. Saya tidak mau kelak
saya sakit hati terlalu dalam. Pelan-pelan saya mencoba mengikhlaskan dan
melepaskan rasa itu.

http://www.kabarmakkah.com/2016/02/yang-sulit-mencari-jodoh-renungkan-5.html
Finally, ya saat inilah rencana Allah. Sama sekali tidak
pernah terpikir oleh saya akhirnya bisa menikah dengan seseorang yang lama saya
kagumi. Maka benarlah jika jalan menjauhkan diri dari pacaran dan terus memperbaiki
diri karena Allah, justru sensasi saat menikah lebih terasa manisnya. Mana tahu
saya kalau ternyata Allah menyiapkan suami saya saat ini sebagai sang pangeran
yang lama saya tunggu hehe. Ya itulah jodoh, sangat amat misteri :))
Dari sini
saya bisa ambil hikmah, saat hati kita ikhlas setulus-tulusnya, justru
rencana Allah jauh lebih indah. Kita sebagai manusia memang tidak ada daya dan
upaya tanpa pertolongan-Nya. Kita tidak pernah tahu rencana apa yang sedang disiapkan oleh Allah.

So, untuk yang masih menanti jodoh, saya bisa bilang boleh saja
menyimpan rasa pada seseorang. Tapi usahakan rasa itu tersimpan rapat dan tidak
mengotori hati dengan berharap terlalu dalam. Selama kita memang belum siap,
lebih baik fokuskan pada perbaikan diri dan mendekat pada Allah. Percaya deh,
disitulah Allah memainkan peran-Nya. Bisa jadi karena ketulusanmu memperbaiki
diri hanya untuk Allah, justru Allah menyiapkan si dia buat kamu :))

Psst postingan selanjutnya saya akan ceritakan bagaimana prosesi pernikahan hanya disiapkan dalam jangka waktu kurang dari tiga minggu! Stay tune ya hehe.

49 thoughts on “Jodoh yang Tak Pernah Terduga”

  1. keren, terharuuu.. kisah cintanya bagus bangeeettt.. happy ending. cinta itu fitrah, dan menjaganya adalah amanah.. semoga bisa happy ending juga.. ade, ditunggu episode "Dede Mungil Sang Buah Hati". Semoga kamu cepat diberi amanah oleh Allah.. ๐Ÿ™‚

  2. subhanallah… Allahuakbar… sungguh kisah yg benar2 diskenariokan Allah lah yg paling indah. jauh lebih so sweeet ketimbang darama korea. selamat ya buat mbak ade. semoga dilanggengkan sampai akhirat nanti ๐Ÿ˜‰

  3. Assalamualaikum,

    Cerita nya hampir sama seperti saya tidak pacaran namun sudah menjurus mbak, namun Allah mentakdirkan lain dan kami sekarang sedang dipisahkan. Minta tips dari mbak bagaimana cara nya mengikhlaskan dan redha atas keputusan dari Allah dan juga sabar di dalam penantian?

    Wassalam

    1. Wa'alaikumsalam. Smoga tulisan ini bermanfaat ya.

      Seperti yang saya katakan di tulisan atas Mbak, lebih baik fokuskan pada perbaikan diri dan mendekat pada Allah. Insya Allah, jika kita fokus untuk menjalani kehidupan kita (membangun passion atau mengejar cita-cita kita misalnya), tidak akan ada waktu untuk memikirkan si dia. Selain itu minta kekuatan pada Allah agar selalu diberi petunjuk dan kekuatan untuk istiqomah dalam kebaikan ๐Ÿ™‚

      Semoga Allah kuatkan ya Mbak ๐Ÿ™‚

  4. Subhanalloh,,kisahnya sangat menginsprirasi, persis seperti yg teman saya alami,,,begitu mudahnya Allah membolak balikkan hati,memudahkan dan menyulitkan urusan,,,syukron katsiron mba.

  5. Saya baca ini di cafetaria, jadi celingak-celinguk karena tanpa sadar jadi mau nangis. Terima kasih udah berbagi, setengah jalan cerita yg sama (dg saya), semoga ending-nya pun sama, jika memang alur-Nya.

    1. Waduh. Yang kuat ya Mbak ๐Ÿ™‚
      Smoga Mbak slalu diberi kekuatan oleh Allah untuk bersabar ๐Ÿ™‚
      Aamiin, jika Allah memang berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin Mbak ๐Ÿ™‚

  6. Hmmm aku juga sedang menanti Jodoh cuma aga sedikit kerumitan di dalam hati saya. Saya berpacaran 4 tahun dengan laki-laki yang saya cintai. Tetapi Alloh selalu hadir di hati ini sehingga rasa seakan dibolak balikan. saya mencintainya tetapi sepertinya saya salah mengapresiasi cinta itu. Jadi saya putuskan untuk berpisah.. jujur saya ingin masuk kedalam rencana Tuhan. Tapi selang 6 bulan datang laki-laki yang dimana dia serius mengajak menikah tetapi ternyata hati ini masih meragu dikarenakan masih tersimpan rasa dengan sang mantan. Dan meskipun begitu pasti ada komunikasi yang kami lakukan. Apa ada masukan untuk sebaik baiknya sikap yang saya lakukan?

    1. Apa sang mantan sekarang masih sendiri? Apakah dia juga masih mencintai Mbak? Kalau jawabannya iya, coba suruh dia untuk menemui orang tua Mbak untuk melamar. Kalau tidak berani, ya tandanya dia memang bukan orang baik krn hanya berani untuk berpacaran ๐Ÿ™‚ Kalau memang laki-laki yang serius mengajak menikah itu agamanya sudah baik, saya rasa tidak ada salahnya dipertimbangkan ๐Ÿ™‚ Semoga Allah beri petunjuk ya Mbak ๐Ÿ™‚

  7. aku baca kisahnya terus terang terharu sekali. sama seperti kisahku sekarang mba….sudah terlalu berharap kepada seseorang,tapi harapan itu musnah. awalnya aku ingin sekali berhijrah (untuk menutup aurat dengan pakaian syar'i)tetapi pacarku dulu pernah bilang, kalau sudah berhijab syar'i tidak boleh berpacaran. ternyata kemantapan hati saya untuk berhijab syar'i itu amatlah bulat. dan benar saja,,,setelah saya berhijab syar'i hubungan saya dan pacar saya benar2 kandas ditengah jalan. padahal kami sudah merencanakan akan menikah tahun 2017 ini. hancurlah hati ini….hancur dengan harapan2 indah saya. tapi setelah saya membaca cerita mba ade, saya bangkit lagi, saya semangat lagi, untuk terus berhijrah dan terus bersabar menunggu janji Allah. Terima Kasih yah mba ade untuk ceritanya. semoga pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan kalian.

  8. aku baca kisahnya terus terang terharu sekali. sama seperti kisahku sekarang mba….sudah terlalu berharap kepada seseorang,tapi harapan itu musnah. awalnya aku ingin sekali berhijrah (untuk menutup aurat dengan pakaian syar'i)tetapi pacarku dulu pernah bilang, kalau sudah berhijab syar'i tidak boleh berpacaran. ternyata kemantapan hati saya untuk berhijab syar'i itu amatlah bulat. dan benar saja,,,setelah saya berhijab syar'i hubungan saya dan pacar saya benar2 kandas ditengah jalan. padahal kami sudah merencanakan akan menikah tahun 2017 ini. hancurlah hati ini….hancur dengan harapan2 indah saya. tapi setelah saya membaca cerita mba ade, saya bangkit lagi, saya semangat lagi, untuk terus berhijrah dan terus bersabar menunggu janji Allah. Terima Kasih yah mba ade untuk ceritanya. semoga pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan kalian.

  9. aku baca kisahnya terus terang terharu sekali. sama seperti kisahku sekarang mba….sudah terlalu berharap kepada seseorang,tapi harapan itu musnah. awalnya aku ingin sekali berhijrah (untuk menutup aurat dengan pakaian syar'i)tetapi pacarku dulu pernah bilang, kalau sudah berhijab syar'i tidak boleh berpacaran. ternyata kemantapan hati saya untuk berhijab syar'i itu amatlah bulat. dan benar saja,,,setelah saya berhijab syar'i hubungan saya dan pacar saya benar2 kandas ditengah jalan. padahal kami sudah merencanakan akan menikah tahun 2017 ini. hancurlah hati ini….hancur dengan harapan2 indah saya. tapi setelah saya membaca cerita mba ade, saya bangkit lagi, saya semangat lagi, untuk terus berhijrah dan terus bersabar menunggu janji Allah. Terima Kasih yah mba ade untuk ceritanya. semoga pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan kalian.

  10. aku baca kisahnya terus terang terharu sekali. sama seperti kisahku sekarang mba….sudah terlalu berharap kepada seseorang,tapi harapan itu musnah. awalnya aku ingin sekali berhijrah (untuk menutup aurat dengan pakaian syar'i)tetapi pacarku dulu pernah bilang, kalau sudah berhijab syar'i tidak boleh berpacaran. ternyata kemantapan hati saya untuk berhijab syar'i itu amatlah bulat. dan benar saja,,,setelah saya berhijab syar'i hubungan saya dan pacar saya benar2 kandas ditengah jalan. padahal kami sudah merencanakan akan menikah tahun 2017 ini. hancurlah hati ini….hancur dengan harapan2 indah saya. tapi setelah saya membaca cerita mba ade, saya bangkit lagi, saya semangat lagi, untuk terus berhijrah dan terus bersabar menunggu janji Allah. Terima Kasih yah mba ade untuk ceritanya. semoga pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan kalian.

  11. MasyaAllah, terimakasih sudah berbagi kisah yg sangat menginspirasi.. semoga pernikahan mba selalu penuh dengan kebahagiaan dan keberkahan dunia akhirat.. aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *