Cantik, Bicaralah!
Hei Cantik. Apa kabarmu? Lama tak menghampirimu membuat aku seperti berdosa. Meski aku tetap menyapa, namun tak singgah di rumahmu membuat hatiku ada yang janggal. Aku bingung Cantik. Niat awal ingin mengurusmu dengan sepenuh hati, namun apa? Nyatanya aku belum bisa istiqomah. Ah, mungkin bukan belum bisa. Tapi belum mau! Astagfirullah. Maaf Cantik, maafkan aku…