#LoQLC: Jadi, Ya Udah. Udah Begini Jalannya

“Ya udah. Yang udah terjadi, ya mau diapain lagi sih?” Ngomongin kata “ya udah”, jadi inget suami pernah bilang, “Emang ya, kata-kata ‘ya udah’ tuh ajaib banget. ‘Ya udah. Mau diapain lagi kan.’” Saya nimpalin, “Iya kayak lagunya Bondan. ‘Ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujud, ya sudahlah.’” Belum lagi buku Petunjuk Hidup Bahagia […]

#LoQLC: Sabar! Everything Has A Clock

Everything has a clock. Jarang-jarang kan saya bikin judul postingan pakai bahasa Inggris haha. Tapi memang kalau pakai kalimat itu terasa lebih pas bin kece *eh. Ngomongin CLOCK, yang artinya jam/waktu, erat banget kaitannya sama kata SABAR. Saya itu sebelumnya aduh susah banget buat sabar. Maunya semua serba LANGSUNG. Serba HARUS HARI INI, HARUS SAAT […]

#LoQLC: Menemukan Diri Sendiri dan Menjawab Strong Why

STRONG WHY. Kenapa saya harus nulis? Kira-kira jadi satu contoh pertanyaan yang akan jadi bahasan #LoQLC kali ini. Iya ya, Udah sebulan lebih saya nggak nulis. Emang karena lagi males aja. Sebelumnya saya merasa diri ini tuh riuh. Berisik. Entahlah, mungkin karena masa-masa krisis diri belum terlewati sepenuhnya, hiks. Yah, begitulah. Saya pikir saya sudah […]

#LoQLC: Kita Semua Manusia Sama

Sudah lama rasanya tidak menulis Lessons of Quarter Life Crisis. Apakah itu berarti QLC saya sudah berakhir? Oh sepertinya saya belum bisa menjamin. Masih banyaklah yang harus dibenahi. Hanya saja kemarin-marin memang lagi malas nulis saja rasanya. Kehilangan gairah. Entah kenapa. Tapi malam selalu ada saja yang bisa direnungkan. #Lessons of Quarter Life Crisis: Kita […]

#LoQLC: You Win Some, You Lose Some

You win some, you lose some. Pepatah ini sudah menghantui saya dari beberapa hari yang lalu. Nggak tahu, kayak gereget aja pengen nulis. Cuma ya ampun, males buka laptopnya itu lho, hiks. Baiklah, mungkin pepatah ini akan jadi Lessons of Quarter Life Crisis selanjutnya. Yah, dalam hidup ini kita emang nggak bisa mendapatkan semua yang […]