Tentang Menjadi Pendengar dan Butuh Didengarkan

Dulu rasanya bangga banget selalu bisa dengerin curhatan teman. Kayak banyak gitu yang percaya sama gue. Padahal dibilang dekat pun enggak. Tapi dia enjoy aja curhat sama saya. Bahkan nggak jarang, curhat masalah yang menurut saya privat banget. Dan beberapa ngomong, “Gue cuma curhat sama lu.” Oh, rasanya bangga banget bisa dipercaya sama banyak orang. […]

Pertemanan di Usia Dewasa

Tadi sore tiba-tiba aja keinget teman lama. Zaman kita masih sering janji bahwa akan “Forever friendship. Always forever”. Masih sering bilang bahwa pertemanan kita akan everlasting. Lucu juga kalau dipikir. Karena faktanya semua itu tinggal kenangan haha. Pada akhirnya nggak ada yang abadi. Jangankan abadi, setelah kita lulus pun kesibukan sudah berubah semua. Saya sibuk […]

#LoQLC: Belajar Menjadi Dewasa

Menjadi dewasa itu nggak mudah ya. ‘Pantas’ banyak remaja yang bunuh diri. Peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa ternyata memang ya gitu, nggak mudah. Pas masih sekolah, remaja, rasanya masalah bisa teratasi karena banyak teman-teman yang mengelilingi. Begitu lulus sekolah, lalu lulus kuliah, semua menjadi serba semakin nyata. “Hidup ternyata gini ya.” “Hidup kok gini […]

#LoQLC: Jadi, Ya Udah. Udah Begini Jalannya

“Ya udah. Yang udah terjadi, ya mau diapain lagi sih?” Ngomongin kata “ya udah”, jadi inget suami pernah bilang, “Emang ya, kata-kata ‘ya udah’ tuh ajaib banget. ‘Ya udah. Mau diapain lagi kan.’” Saya nimpalin, “Iya kayak lagunya Bondan. ‘Ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujud, ya sudahlah.’” Belum lagi buku Petunjuk Hidup Bahagia […]

Sulli Meninggal. Sometimes, Social Media is Enemy

Sulli meninggal. Kabarnya, dia bunuh diri. Saya tidak kenal siapa Sulli. Tapi dari media sosial, saya tahu bahwa dia bintang Korea yang terkenal. Isunya adalah dia bunuh diri karena depresi. Sudah jelas ya. Tapi depresi karena alasan netizen, ini sungguh luar biasa. Sekarang saya tidak akan meremehkan apapun masalah orang. Karena saya akhirnya pernah merasa […]