#LoQLC: Belajar Menjadi Dewasa

Menjadi dewasa itu nggak mudah ya. ‘Pantas’ banyak remaja yang bunuh diri. Peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa ternyata memang ya gitu, nggak mudah. Pas masih sekolah, remaja, rasanya masalah bisa teratasi karena banyak teman-teman yang mengelilingi. Begitu lulus sekolah, lalu lulus kuliah, semua menjadi serba semakin nyata. “Hidup ternyata gini ya.” “Hidup kok gini […]

#LoQLC: Jadi, Ya Udah. Udah Begini Jalannya

“Ya udah. Yang udah terjadi, ya mau diapain lagi sih?” Ngomongin kata “ya udah”, jadi inget suami pernah bilang, “Emang ya, kata-kata ‘ya udah’ tuh ajaib banget. ‘Ya udah. Mau diapain lagi kan.’” Saya nimpalin, “Iya kayak lagunya Bondan. ‘Ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujud, ya sudahlah.’” Belum lagi buku Petunjuk Hidup Bahagia […]

Sulli Meninggal. Sometimes, Social Media is Enemy

Sulli meninggal. Kabarnya, dia bunuh diri. Saya tidak kenal siapa Sulli. Tapi dari media sosial, saya tahu bahwa dia bintang Korea yang terkenal. Isunya adalah dia bunuh diri karena depresi. Sudah jelas ya. Tapi depresi karena alasan netizen, ini sungguh luar biasa. Sekarang saya tidak akan meremehkan apapun masalah orang. Karena saya akhirnya pernah merasa […]

Mengendalikan Diri, Berimbang, dan Plegmatis

Saya itu sekarang lagi menghindari banget melihat hal-hal yang negatif. Kalau pun terpaksa kelihatan atau terbaca, saya menyadari diri bahwa saya masih sehat. Saya oke. Saya baik-baik saja. Makanya jadi paham kan kenapa saya nggak mau nonton Joker? Hehe. Bukan semata karena saya sendiri mentalnya sedang lemah. Tapi saya paham ada yang namanya vibrasi. Bagi […]

#LoQLC: Sabar! Everything Has A Clock

Everything has a clock. Jarang-jarang kan saya bikin judul postingan pakai bahasa Inggris haha. Tapi memang kalau pakai kalimat itu terasa lebih pas bin kece *eh. Ngomongin CLOCK, yang artinya jam/waktu, erat banget kaitannya sama kata SABAR. Saya itu sebelumnya aduh susah banget buat sabar. Maunya semua serba LANGSUNG. Serba HARUS HARI INI, HARUS SAAT […]