Monday, 19 September 2016

4 Keuntungan Jika Kamu Tidak Pacaran

Beberapa pembaca setia blog ini *ciye pasti tahu kalau dulu saya sering menulis artikel tentang pacaran. Dari mulai saya yang lepas dari pacaran, alasan-alasan mengapa pacaran ternyata tidak diperbolehkan, sampai akhirnya timbul keinginan untuk menikah dan bertemu sang pangeran *halaaaah. Nah sekarang saya mau ngomongin sesuatu yang lain. Di luar alasan bisa mendekati zina, mengapa sih pacaran tidak diperbolehkan? Dan keuntungan apa yang sebenarnya bisa didapat kalau remaja-remaja muda tidak pacaran? Gimana nanti bisa dapat jodohnya kalau nggak pacaran?

Oke. Setiap manusia pada dasarnya memang punya perasaan jatuh cinta. Yang timbul pertama kalinya saat mulai usia aqil baligh. Makanya saya suka nggak paham, dengan anak-anak SD yang mimpi basah saja belum, yang menstruasi saja belum, tapi sudah pacaran. Ah tidaaaak! Jadi di sini saya akan bahas keuntungan-keuntungan tidak pacaran di luar menghindari zina. Yang nantinya teman-teman bisa menyimpulkan sendiri mengapa akhirnya pacaran seringkali hanya merugikan pelakunya. 

1. Lebih Bebas

Bukan barang baru lagi kalau pacaran hanya membuat pelakunya menjadi terikat. Padahal tidak ada yang mengikat atau dengan kata lain, dia sendiri yang membuat dirinya menjadi terikat dengan seseorang yang belum tentu juga menjadi jodohnya. Berbeda dengan menikah yang memang sudah terikat sah secara aturan agama dan negara. Itu sebabnya orang yang menikah atau lebih tepatnya serius dengan pernikahannya, tidak akan bermain dengan kata-kata putus atau cerai. Tidak akan dengan mudahnya berkata bosan, lalu cerai. Bagaimana dengan pacaran? Kapanpun bisa saja berkata putus. Ya putus tinggal putus saja. Bosan, bisa kok berkata putus. Tapi sayangnya, bagi kebanyakan perempuan, putus pun dirasa tidak mudah. Karena sudah timbul perasaan yang mendalam.

Jadi alih-alih mengungkapkan cinta, pacaran hanya akan membuat pelakunya menjadi galau. Tidak mendapat kabar sebentar, langsung khawatir. Alias perasaannya menjadi tidak plong. Karena sama saja seperti pernikahan, pacaran pun pasti akan selalu ada masalah. Tapi apakah mendapat masalah saat pacaran menjadi keuntungan? Iya, kalau pernikahan itu memang serba-serbi rumah tangga. Tapi berbeda dengan pacaran yang hanya akan menambah beban pikiran yang padahal belum seharusnya juga kita memikirkan dia. Bukannya mikir keluarga sendiri yang lebih penting, malah mikirin orang lain *nah lho?

Dengan tidak pacaran, otomatis perasaan kita hanya tercurah untuk hal yang lebih penting atau katakanlah terhindar dari perasaan-perasaan yang tidak penting atau tidak seharusnya. Iya, memikirkan dia itu BUKAN prioritas kamu. Dia belum tentu menjadi jodohmu. Buat apa buang-buang waktu hanya untuk orang yang belum tentu menjadi jodoh? *upz!


2. Lebih sayang orang tua

Saya percaya, orang-orang yang tidak pacaran biasanya dia yang lebih sayang orang tuanya. Dan saya pernah baca, orang yang pacaran itu karena dia kurang kasih sayang atau perhatian dari ibu atau ayahnya. Jadi semisal laki-laki, berarti dia kurang kasih sayang dari ibu. Perempuan berarti kurang kasih sayang dari ayah. Gimana? Bener nggak? *kalau kamu tidak merasa sih ya tidak usah marah :P

Tapi yang saya rasakan benar sih. Saya kayaknya dulu kepingin mencari perhatian lebih ke laki-laki lain. Pengen disayang. Pengen dimanja. Karena ayah saya, bukan tipe ayah yang selalu ngomong sayang ke anaknya. Dengan kata lain perhatiannya hanya sebatas tindakan. Dan ternyata, saya butuh kata-kata sayang itu. Saya butuh kata-kata perhatian itu.

Semenjak lepas dari pacaran, akhirnya saya sadar. Bahwa bukan laki-laki lain yang saya sayang, yang saya perhatikan seharusnya. Tapi orang tualah yang harus saya perhatikan. Bagaimana mungkin saya lupa dengan kasih sayang dan pengorbanan mereka sejak saya lahir. Pacar saya dulu mah apa sih pengorbanannya? Cuma nganter jemput saya? Cuma nraktir saya ke mall, nonton, trus makan? Cuma ngomong cinta dan perhatian setiap hari tanpa berani melamar saya? *ups. Sementara apa yang orang tua saya berikan itu semuanya jauh lebih besar. 

Jadi keuntungan tidak pacaran, saya menjadi lebih sayang dengan orang tua. Saya jadi lebih sadar bahwa orang tua memang tidak mengucapkan cinta dan perhatian secara langsung. Tapi tindakan-tindakan merekalah yang menunjukkan itu secara tidak langsung.

3. Lebih fokus

Anak sekolah terutama, dia merasa kalau tidak pacaran, dia tidak laku. Tidak seperti teman-temannya yang kelihatannya bahagia karena punya pacar. Hehe ini sih pengalaman sendiri dulu :v Tapi apa yang terjadi sebenarnya? Saya memang tidak punya pacar. Tapi saya bisa fokus memikirkan sekolah. Sedang teman-teman saya yang punya pacar di sekolah, kadang memang bahagia kelihatannya. Tapi tidak jarang mendadak mereka menjadi murung. Seolah-olah sudah ada masalah berat yang menimpa. Setelah diulik, ternyata masalah dengan pacarnya -_- Bahkan ada yang tidak malu menangis depan temannya karena putus dari pacarnya. Bukan sekali dua kali pula saya menemukan teman-teman yang nilainya turun semenjak punya pacar.

Apa artinya? Pacaran bisa membuat pelakunya kehilangan fokus. Seorang pelajar yang pacaran hilang fokus untuk belajar. Seorang mahasiswa yang pacaran hilang fokus untuk menyelesaikan skripsi. Lagi-lagi semua disebabkan karena hubungan pacaran yang tidak selalu mulus-mulus saja. Akhirnya apa, pelaku pacaran tidak sempat memikirkan hal yang lebih penting. Berbeda dengan tidak pacaran, kita akan lebih fokus mendalami bakat atau mengejar cita-cita yang kita impikan. Dengan kata lain, kita fokus untuk mengaktualisasi diri kita.

4. Bebas berkumpul dengan teman-teman atau komunitas

Bedanya dengan poin pertama, poin keempat ini bebas dalam hal pertemanan. Kita tidak takut untuk berkumpul dengan siapa saja teman kita. Tidak perlu meminta izin pacar kalau mau pergi-pergi -_- Lagi pula siapa pula pacar itu yang kita mintakan izin. Kita tidak perlu memberi kabar kita mau kemana. Kita bebas kemana saja asal sudah dapat izin dari orang tua. Yess. Yang terpenting sebenarnya adalah izin orang tua, bukan izin pacar -_-

Tidak akan ada yang melarang-larang kita untuk berteman dengan siapa saja. Tidak akan ada yang melarang kita untuk berkumpul dengan komunitas apa saja. Karena kita sendirilah yang menentukan. Ini juga yang saya rasakan saat lepas dari pacaran. Saya bisa kemana saja tanpa terikat dengan seseorang atau pun jadwal dengan pacar >_<

Nah, bagaimana? Benar tidak, pacaran memberikan keuntungan? :) Kembali ke masing-masing ya. Kalau kita mau merenungi mengapa pacaran bisa merugikan, bukan saja karena mendekati zina dan merugikan pihak wanita. Melainkan - ternyata masih banyak kerugian-kerugian yang bisa saja terjadi pada kita lantaran hubungan yang belum seharusnya terjadi antara pria dan wanita sebelum menikah.

Semoga teman-teman yang saat ini masih pacaran bisa memikirkan hal ini ya. Juga menguatkan tekad untuk segera menghalalkannya dengan menikah, atau bersegera memutuskan pacarnya untuk kembali fokus pada hal yang lebih penting :)

13 comments:

  1. yaaap, dan lebih dekat dengan ridlo Allah tentunya ya. :)

    ReplyDelete
  2. Suka banget sama tulisan. *peluk Mbak Ade* :)

    ReplyDelete
  3. dan dengan tidak pacaran ketika kelak menikah ga khawatir ketemu siapapun di manapun karena ga punya mantan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah ini bener banget. Eh tapi kesindir nih, cause aku punya mantan >_<

      Delete
  4. setujuuu bangettt...
    dan bisa full mengembangkan diri di masa muda.

    udh ijin blm ya? kl blm, aku mw ijin follow blog mba ade :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap bener banget. Bisa fokus :)

      Monggo difollow hehe. Makasih ya Mbak :)

      Delete
  5. setuju banget sama poin yang nomor 4 Mba, pacaran malah membuat pelakunya jarang berkumpul bareng sahabat-sahabat tercinta. hihihi pengalaman pribadi soalnya :)

    ReplyDelete
  6. mba gimana kl yg pacaran buat penyemangat ,suka ada kn kyk gitu,bkn saya sih,tmen ada yg gt,,,heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini balik lagi seperti yg saya tulis di atas. Pacaran itu tidak selalu mulus-mulus saja. Malah tidak jarang ada masalah. Apa kl ada masalah masih jadi penyemangat? Hehe :)

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...