Skip to content

Sohibunnisa

Personal & Lifestyle Blog

  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Portfolio
  • My Other Blog
  • Toggle search form

Saya Belajar dari Menjadi Seorang Pendengar

Posted on November 6, 2016Juli 12, 2018 By Ade Delina Putri 8 Komentar pada Saya Belajar dari Menjadi Seorang Pendengar
Kalau boleh dibilang, saya tergolong orang yang tidak cukup komunikatif secara langsung. Mungkin itu sebabnya saya lebih suka berbicara dengan bahasa tulisan. Karena tidak jarang saat bicara saya tidak bisa mengontrol emosi. Alhasil maksud yang tadinya ingin saya sampaikan, jadi meleber kemana-mana dan tidak tersampaikan dengan baik >_< Mungkin ini sebabnya juga saya lebih sering menjadi pendengar.
https://pixabay.com/id/dewasa-komunikasi-lucu-wajah-18086/

Karena saya lebih sering jadi pendengar ini, makanya saya selalu jadi tempat penampungan curahan hati teman-teman sejak masih sekolah. Bahkan sampai saat ini pun masih menerima beberapa curhatan. Lantaran curhatan-curhatan itulah barangkali saya bisa mengambil beberapa kesimpulan selama saya menjadi pendengar mereka. 

Saya belajar bersyukur.

Seringkali orang curhat karena sedang bermasalah. Entah dengan dirinya sendiri atau orang yang berkaitan dengan hidupnya. Hingga cerita itu bisa sampai di telinga saya barangkali untuk membuat saya sadar. Bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki masalah.

Cukup sering saat saya sedang mengeluh, tiba-tiba saja saya mendapat curhatan tentang masalah yang lebih rumit daripada masalah pribadi saya. Mungkin ini juga bentuk peringatan dari Allah, agar saya hendaknya selalu melihat ke bawah dan tidak cepat mengeluh. Karena masalah saya ternyata tidaklah seberat orang lain.

Saya belajar rasa empati.

Bukan satu dua kali sepertinya saya ikut merasakan apa yang sahabat saya rasakan saat bercerita. Entah perasaan itu dari mana. Tapi barangkali inilah yang dinamakan rasa empati. Setiap kali mereka bercerita tentang kesedihannya, saya selalu merasa diri saya ada di dalam masalah mereka. Setiap kali mereka bercerita tentang kebahagiaannya, saya selalu masuk ke dalam kebahagiaan itu. 

Saya belajar berhati-hati dalam bersikap.

Biasanya ini lebih karena – saat teman-teman mengeluhkan masalah sikap orang lain padanya. Saya jadi ingin lebih berhati-hati dalam bersikap. Semisal, ada teman yang sedih atau marah karena merasa disakiti oleh orang lain, itu artinya saya tidak boleh menyakiti orang lain. Ada yang dikhianati, itu artinya saya tidak boleh mengkhianati orang lain. Jika suatu saat niat jahat saya melanda, maka saya belajar mengingat masalah teman-teman saya.


Saya belajar untuk bijaksana.

Hal terberat saat menjadi tempat curhat adalah saat diminta memberi solusi. Sederhana saja saat saya pernah mengalami masalah yang sama, mungkin saya bisa memberi solusi apa yang pernah saya lakukan saat dulu mendapat masalah. Tapi yang sulit adalah ketika saya belum pernah mendapat masalah itu. Alhasil, biasanya saya selalu memposisikan diri sebagai si teman yang sedang mendapat masalah. Saya berusaha untuk memberi jawaban sebijak mungkin. Mungkin saja hal ini berguna saat saya sendiri mendapat masalah serupa. Dengan kata lain, solusi itu menjadi pengingat bagi saya sendiri.

Saya belajar menjadi pendengar yang baik.

Saya selalu ingat nasihat seorang bijak, bahwa seringkali orang hanya butuh didengarkan. Saat ia ada masalah, yang menjadi kebutuhannya adalah orang yang mau mendengarkan keluhannya. Pun begitu halnya saat orang bahagia, orang butuh tempat untuk yang mau mendengarkan cerita kebahagiaannya. Di sini saya belajar untuk menahan diri untuk tidak bicara selagi dia memang tidak meminta saya untuk bicara atau bahkan memberikan solusi.

Sampai sini, saya bersyukur bisa menjadi seorang pendengar. Karena ternyata, banyak hal yang bisa saya pelajari dari setiap cerita yang masuk. Terlepas dari apakah saya bisa memberi solusi atau solusi yang saya berikan berguna atau tidak, bagi saya yang terpenting teman-teman sudah mendapatkan seseorang yang mau mendengarkan segala ceritanya. Karena saya selalu percaya, bahwa didengarkan adalah kebutuhan setiap manusia. Karena didengarkan pula seseorang akan merasa dihargai keberadaannya 🙂

Uncategorized Tags:Kontemplasi

Navigasi pos

Previous Post: Cara Baru Menyalurkan Amarah
Next Post: Mengajarkan Anak Nilai Islami lewat Jalan Sederhana

Related Posts

5 + 1 Alasan Mendadak Susah Menulis Uncategorized
Malam Muhasabah Uncategorized
5 Hal yang Tidak Akan Saya Lakukan di Dunia Ini (Versi Ade) Uncategorized
Berharap Mushola yang Nyaman Uncategorized
Buku Anak dan Bimbingan Orang Tua Uncategorized
#BGANia: Bahagia di Bulan Agustus Uncategorized

Comments (8) on “Saya Belajar dari Menjadi Seorang Pendengar”

  1. prana ningrum berkata:
    November 6, 2016 pukul 4:45 am

    aku juga lagi belajar jadi pendengar yang baik he3…tfs mbak

    Balas
    1. adedelina berkata:
      November 6, 2016 pukul 3:24 pm

      Hehe sama-sama 🙂

      Balas
  2. Kurnia amelia berkata:
    November 6, 2016 pukul 1:47 am

    Terima kasih kakakk sudah di ingatkan.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      November 6, 2016 pukul 3:18 am

      Sama-sama kakak 🙂

      Balas
  3. Anonymous berkata:
    November 6, 2016 pukul 2:52 am

    Nice share, Mak Ade. Salam kenal

    Balas
    1. adedelina berkata:
      November 6, 2016 pukul 3:19 am

      Terima kasih, salam kenal juga 🙂

      Balas
  4. April Hamsa berkata:
    November 6, 2016 pukul 3:02 pm

    Terutama teman cewek nih, kdng cerita krn kebutuhan didengar, bukan cari solusi. Makanya saya kalau yg cerita gak minta solusi ya saya biarkan dia lega bercerita hehe

    Balas
    1. adedelina berkata:
      November 6, 2016 pukul 3:26 pm

      Yap, kebanyakan temen cewek ya Mbak 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Archive

Popular Posts

  • Belajar Menjadi Gelas Kosong
  • Sampai Kapanpun, Mengikuti Kata Orang Tidak Ada Habisnya
  • Hindari Kesalahan Ini Saat Berkomunikasi dengan Suami
  • Dialah Sahabatmu
  • Bercanda Melewati Batas? NO!

Category

  • #BPN30DayChallenge2018
  • #GakPaham
  • #LoQLC
  • #ODOPISB
  • Beauty
  • Blog
  • Event
  • Film
  • Food
  • Kontemplasi
  • Kontes
  • Media Sosial
  • Menulis
  • My Story
  • ODOP
  • Review
  • Tekno
  • Tips
  • Traveling
  • Uncategorized

Search

Copyright © 2026 Sohibunnisa.

Powered by PressBook Masonry Blogs