Skip to content

Sohibunnisa

Personal & Lifestyle Blog

  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Portfolio
  • My Other Blog
  • Toggle search form

Buku Totto Chan Memberi Sugesti Positif pada Anak-anak

Posted on Maret 17, 2018Juli 12, 2018 By Ade Delina Putri 9 Komentar pada Buku Totto Chan Memberi Sugesti Positif pada Anak-anak
Memang nggak salah ya kalau buku Totto Chan best seller banget. Bahkan sampai saat ini, masih banyak aja yang jual. Padahal konon, ini buku lama. Tapi wajar aja banyak yang nyari. Secara saya pun tergiur dengan review yang bilang buku ini bagus banget. 
Tak disangka, saya malah dapat bukunya dari teman sebagai hadiah 😍 Padahal dulu sempat punya ebooknya, cuma dasar saya yang nggak nyaman baca buku digital. Masih nahan-nahan aja buat beli buku fisiknya. Eh Alhamdulillah, rezeki memang nggak diduga hehe. Saya malah dapat gratis 😁
Seperti biasa ya, saya nggak akan review bukunya di sini. Karena sudah saya ulas di blog buku. 

5 bintang sempurna untuk buku Totto Chan

5 BINTANG sempurna untuk buku ini! Soal terjemahan yang enak banget buat dibaca. Cerita yang nggak membosankan. Dan yang paling pertama adalah, benarlah kalau buku ini bisa juga dibilang sebagai buku parenting. Sangat cocok bagi orang tua. 
Itulah yang membuat saya nggak mau menghibahkan buku ini pada siapapun. Bahkan untuk meminjamkannya saja mungkin saya harus mikir berkali-kali hehe. 

Buku Totto Chan memberikan saya pemahaman baru

Apa yang saya tangkap dari buku Totto Chan? Sebetulnya banyak. Tapi yang paling saya ingat adalah saat kepala Totto Chan selalu bilang bahwa Totto Chan itu anak yang baik. Mungkin diterapkan juga untuk anak-anak lainnya. Hingga akhirnya, semua anak didiknya tumbuh menjadi orang dewasa yang berhasil karena bisa meraih cita-citanya. 
Ini jadi pemahaman bagi saya, bahwa label “anak baik” atau label-label kebaikan yang diberikan pada anak, akan memberikan sugesti positif. Sehingga anak akan menjalani hidupnya dengan positif karena dia merasa dipercaya. Baik oleh orang tua, guru di sekolah, maupun orang-orang di sekitarnya. Pada akhirnya, si anak akan lebih percaya diri. Rasa percaya diri inilah yang membuat mereka bisa meraih impian-impiannya. 

Teguran bagi saya untuk meninggalkan kata-kata negatif untuk anak

Dan sikap kepala sekolah Totto Chan tersebut, jadi teguran juga buat saya. Selama ini kalau melihat anak-anak aktif, biasanya saya cuma ngomong, “duh Emir nggak bisa diem. Duh Elis, yang anteng dong.” Atau yang lainnya yang negatif 😞 Padahal ngeri juga kalau membayangkan label-label negatif ini bisa terbawa sampai seterusnya hingga mereka menjadi anak yang tidak percaya diri saat dewasa, hiks. 
Makanya saya bersyukur banget bisa ketemu dan diizinkan baca buku Totto Chan. Buku ini memberi saya perspektif baru bahwa “berikanlah anak-anak label yang positif. Percaya pada mereka, bahwa mereka bisa melakukannya.” 
Anak-anak aktif ya memang karena dia sedang memperhatikan sekitarnya. Selalu mau bermain karena mereka sedang belajar sesuatu dari apa yang dilakukannya. 

Sugesti positif untuk anak, juga berpengaruh pada sugesti diri sendiri sebagai orang tua

Alhamdulillah, perlahan saya mulai mensugesti diri untuk selalu berusaha memberikan anak-anak label yang hanya positif-positif saja. Seperti misal saya selalu bilang sama Emir Elis, “Emir Elis anak baik ya.” Kalau mereka sangat aktif, “wah anak Bunda aktif dan kreatif ya.” 
Percaya atau tidak, ternyata dengan berkata-kata baik seperti itu, memberi kesejukan juga pada hati saya sendiri. Yang tadinya mau kesal karena mereka tidak bisa diam, jadi lebih bisa nerimo. Lebih paham bahwa memang itulah fasenya mereka. 

Sangat direkomendasikan untuk para orang tua dan guru

So, saya akan sangat merekomendasikan buku ini khususnya untuk para orang tua dan guru-guru. Sebab dari buku ini kita bisa banyak belajar tentang menghadapi anak-anak dengan cara yang baik. 
Seperti yang selalu dikatakan kepala sekolah Totto Chan untuk orang-orang dewasa dalam menghadapi anak, 

“Serahkan mereka kepada alam,” begitu katanya. “Jangan patahkan ambisi mereka. Cita-cita mereka lebih tinggi daripada cita-cita kalian.” (hlm. 257)

Dan juga seperti yang dikatakan Totto Chan untuk kepala sekolahnya, 

Dia yakin, setiap anak dilahirkan dengan watak baik, yang dengan mudah bisa rusak karena lingkungan mereka atau karena pengaruh-pengaruh buruk orang dewasa. Mr. Kobayashi berusaha menemukan “watak baik” setiap anak dan mengembangkannya, agar anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa dengan kepribadian yang khas. (hlm. 251)

Uncategorized Tags:Buku, Kontemplasi, My Story, ODOP ISB

Navigasi pos

Previous Post: Bukan Materi, Tapi Kebermanfaatan yang Jadi Kepuasan Sebagai Blogger
Next Post: Bersikap Hanya yang Positif-positif Saja di Dunia Maya

Related Posts

Kembali Menjadi Diri yang Nyata Uncategorized
Pikiran dan Mental yang Sehat: Kembalikan PadaNya Uncategorized
Yuk, Bertualang ke Zona Pembelajar Uncategorized
La Tahzan, Jangan Bersedih! Uncategorized
Sang Tuan Uncategorized
Mengatasi Sakit Maag dan Asam Lambung dengan Maggo Uncategorized

Comments (9) on “Buku Totto Chan Memberi Sugesti Positif pada Anak-anak”

  1. Victor Martin berkata:
    Maret 18, 2018 pukul 6:44 pm

    Saya sering bilang anak saya 'manja bgt sii nak'' itu termasuk negatif atau positif yak??

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Maret 19, 2018 pukul 1:22 pm

      Hehe tergantung hati orang tua yang bilang. Apakah manja yg dimaksud hanya sbg lucu-lucuan aja. Atau manja yg negatif :))

      Balas
  2. Vindy Putri berkata:
    Maret 18, 2018 pukul 11:45 am

    Aku dulu pernah baca tapi ciyus aku lupa isinya gimana. Duluuuu banget jaman aku sekolah.
    Dan ternyata diingatkan kembali di postingan ini. Jadi pengen baca lagi, soalnya lagi program anak. Doakan berhasil ya…
    Lagi pengen baca hal-hal yang positif. ^^

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Maret 18, 2018 pukul 2:31 pm

      Wah iyakah? Program anak seperti apa maksudnya Mbak? Semoga berhasil ya 🙂

      Balas
  3. Aisyah Al farisi berkata:
    Maret 19, 2018 pukul 4:26 am

    setuju mbak, buku ini emang bagus banget.
    intinya, setiap anak lahir ke dunia dengan fitrahnya untuk jadi baik ya.
    kadang label, lingkungan, dan cara mendidik orangtua saja yang kadang bisa merubah anak.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Maret 19, 2018 pukul 1:22 pm

      Betul Mbak. Pengaruh sekali label itu 🙁

      Balas
  4. Sumarti berkata:
    Maret 19, 2018 pukul 1:03 pm

    Amu penasaran sama buku ini, tapi mau ngabisin yang belum kebaca dulu di rumah yang beli dari tahun lalu, baru beli lagi

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Maret 19, 2018 pukul 1:23 pm

      Hihi iya Mak buku ini bagus banget. Rekomenlah pokoknya 🙂

      Balas
  5. Hanif berkata:
    April 15, 2018 pukul 12:16 pm

    Lugas dan sederhana. Saya belum habis sih bacanya, yg softcover, tapi cukup terharu pertemanan toto-chan dengan anak yg mengalami polio. Duh, sempat kaget pas baca ternyata ada yg ngangkat tema seperti ini dan di Jepang dan juga buku ini termasuk buku novel yang cukup tua. Ceritanya ternyata sepanjang masa.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Archive

Popular Posts

  • Perkembangan Setiap Anak Ya Berbeda
  • Toleransi itu Bukan Membebaskan, Tapi Tahu Batas
  • Menjaga Lidah dan Ucapan
  • 5 + 1 Alasan Mendadak Susah Menulis
  • Hindari Fanatisme dan Mencintai Berlebihan

Category

  • #BPN30DayChallenge2018
  • #GakPaham
  • #LoQLC
  • #ODOPISB
  • Beauty
  • Blog
  • Event
  • Film
  • Food
  • Kontemplasi
  • Kontes
  • Media Sosial
  • Menulis
  • My Story
  • ODOP
  • Review
  • Tekno
  • Tips
  • Traveling
  • Uncategorized

Search

Copyright © 2026 Sohibunnisa.

Powered by PressBook Masonry Blogs