Thursday, 13 August 2015

Jodoh yang Tak Pernah Terduga (2) - Prosesi Pernikahan

Seperti janji saya kemarin. Di postingan kali ini saya akan cerita bagaimana bisa saya, suami dan keluarga menyiapkan pernikahan hanya kurang dari tiga minggu.

Tanggal 04 Juli setelah mendapatkan telepon dari dia, saya masih nggak percaya. Apalagi dia bilang berniat menikah setelah lebaran ini. Berkali-kali saya tanyakan padanya apakah benar-benar sudah yakin. Saat dia bilang sudah, saya bilang agar dia telepon ibu dan ayah saja. Jika mereka berkata “ya”, maka insya Allah saya juga “ya”. Walaupun sebenarnya saat itu saya masih super ragu dengan diri sendiri. Apakah saya benar siap. Menikah kan bukan sehari dua hari. Mana saya belum terlalu bisa masak dan kadang masih ceroboh serta kekanak-kanakkan. Tapi dengan mengucap bismillah, ya sudah saya pasrahkan pada orang tua. Dan ternyata keputusan orang tua adalah “ya”! Tinggal saya yang kelimpungan. Oke, dengan mengucap bismillah lagi, saya maju. Apapun yang terjadi nanti, pasti akan ada hikmah *tsah.

Setelah berbagai rapat dilakukan serta dengan masih jarak jauh, maka diputuskanlah tanggal 10 Juli 2015 lamaran dan menikah pada tanggal 22 Juli 2015. Dan itu semua dilakukan di kampung saya di Kuningan, Jawa Barat. Kenapa di kampung? Ya balik lagi, karena jarak kami jauh, dan momen kumpul bersama hanya ada pada hari besar yakni hari lebaran Idul Fitri, maka kita ambil lokasi tengah-tengah.

Sejak pengumuman tanggal 04 Juli juga dengan waktu yang serba mepet, mulailah saya dan keluarga di Bekasi repot dengan berbagai hal. Mulai dari urusan seserahan, lamaran hingga konsep penikahan. Belum lagi menghubungi keluarga di kampung yang juga sama terkejutnya. Saya nggak lepas do’a mudah-mudahan dengan waktu yang mepet ini tetap dilancarkan Allah SWT. Saya juga minta do’a dari temen-temen yang lagi-lagi juga terkejut. Bagaimana tidak, mereka bilang selama ini hanya tahu - saya sedang sendiri dan tidak pernah ada cerita apa-apa, lalu tiba-tiba memberi tahu akan menikah, mana di kampung pula. Alhasil, banyak teman yang agak kecewa. Hiks maafkan daku ya semua.

Tanggal 09 Juli berangkatlah saya dan keluarga ke Kuningan. Esoknya 10 Juli 2015 langsung lamaran yang hanya dihadiri sebagian keluarga saya serta dia dan bapak (hanya berdua.red). Setelah lamaran, urus segala surat-surat nikah di KUA. Dan selanjutnya mengurus segala urusan untuk hari pernikahan. Seharian itu benar-benar langsung selesai semua! Lelah tapi Alhamdulillah lancar. Siangnya, dia dan bapak langsung kembali ke Surabaya karena masih ada urusan lain. Memang super deh.

prosesi lamaran
Satu hari sebelum hari H, seluruh keluarga suami dari Lamongan (keluarga suami memang tinggal di Lamongan) tiba di Kuningan. Esoknya, 22 Juli 2015 Alhamdulillah dengan prosesi yang sederhana, akhirnya pernikahan kami sah. Dia sudah mengucapkan akad seriusnya di hadapan Allah, ayah dan banyak saksi. Pernikahan juga sangat sederhana dan lebih banyak tamu dari keluarga. Bukan kami tak mengundang teman-teman, tapi karena kami tahu bahwa jarak pasti menjadi kendala.

akad nikah
Terkadang masih nggak percaya kalau ternyata saya sudah menikah. Saya juga kepikiran, mungkin inilah cara Allah membaikkan diri saya. Saya yang aslinya cuek dan terkesan masih belum peduli dengan sekitar, dengan menikah barangkali saya jadi lebih peduli. Selain itu bisa dibilang iman saya tahun ini sedang turun, nah menikah ini bikin saya jadi lebih hati-hati. Saya nggak mau pernikahan saya tidak dilandasi berkah dari Allah. Saya kepingin pernikahan ini nggak sesingkat persiapannya. Tapi justru bisa sampai ke jannah-Nya. Insya Allah, dengan adanya suami, jadi bisa saling mengingatkan untuk terus bersyukur dan nggak lepas dari ibadah.

Alhamdulillah sah dan punya buku terbaik sepanjang hidup hehe
Ya itulah, lagi-lagi memang rencana Allah. Meskipun sempat menulis target menikah tahun ini, namun karena berbagai keraguan akhirnya mundur jadi usia 23. Dan ternyata di usia 22 tepat tanggal 22 Juli 2015 Allah menyiapkan rencana besar yang sungguh tak pernah saya duga. Semoga Allah terus memberkahi pernikahan ini. Bisa mencapai sakinah, mawaddah warahmah hingga ke jannah-Nya. Aamiin :)

26 comments:

  1. masyaAlloh.. keren mba.
    Klo saya ketemu 3kali, setelah 10taun ndak ketemu, lalu yg ke4 nikahan mba.
    Alloh maha adil dengan rencanaNya buat kita.
    Barokalloh mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih ini sih lebih keren :D
      Aamiiin, makasih mbak :)

      Delete
  2. bacanya bikin merinding..
    sekilat itu persiapannya.. masyaAllah..

    ReplyDelete
  3. Aamiin ya Rabb. Barakallah mbk ade.
    Jd pgn kepo ceritanya pas ketemu. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin, makasih mbak :) Hehe ayo kapan ketemu? :))

      Delete
  4. Berkah selalu ya Ade.
    Btw itu manglingi banget pas akad. Cantiiik :)

    ReplyDelete
  5. semoga jadi keluarga yang sakinah ya mbak. amin...

    ReplyDelete
  6. Barakallah :)
    Ah aku jadi inget pernikahanku sama suami #malahcurcol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin, makasih mbak :) Hehe jd terkenang ya mbak :))

      Delete
  7. Selamat semoga samara...
    Aku juga dari pertama ketemu kenalan lamaran dan nikah cm sebulan... Hihi...jarak jauh juga...kalau jodoh pasti dimudahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin, makasih Mak :)
      Iya betul Mak, dimudahkan :D

      Delete
  8. mba Ade, orang kuningan? jawa barat? itu kampung halaman saya juga loh..:) kemarin lebaran saya mudik loh sebenarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya? Waduh tau gtu sy undang mbak. Kl temen komunitas sy gatau kampung"nya hehe

      Delete
  9. selamat ya mba ade... skrg udh bergelar nyonya,heee.. barokallohu lakuma wajama'a bainakumaa fii khoiir,aamiin...

    ReplyDelete
  10. Mbaaaak... Kok koyok Siti Nurhaliza thooo? Cantiiik!

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...