Seperti yang pernah saya janjikan. Kali ini saya mau membahas, blogger yang belum dikunjungi balik blognya, barangkali tidak perlu tersinggung, karena bisa jadi blog kita belum dikunjungi karena ada alasan-alasan yang tidak kita ketahui.

Baca: Seberapa Penting Sih Komentar dan Balas Komentar di Blog?

Kita tidak perlu berpikir bahwa jika blog kita tidak dikunjung dan dikomentar balik, seolah-olah si pemilik blog yang kita kunjungi tidak menghargai kita. Yaa, dengan kata lain harus ada balasan dong. Dulu, saya pun sama. Saya merasa sering mengunjungi dan berkomentar di blog dia, tapi dia rasanya tidak pernah berkunjung dan berkomentar di blog saya. Jangankan berkomentar, membalas komentar saya di blognya saja tidak. Sombong sekali orang ini. Lihat, banyak orang yang sudah berkomentar lho, masa tidak ada satu pun yang dibalas atau direspon. Ujung-ujungnya jadi malas. 

Tidak selamanya tidak mau berkunjung balik

Sekarang saya yang justru merasakan. Sempat ada yang mengatakan bahwa dia sering berkunjung ke dan komentar di blog saya. Tapi saya tidak pernah berkunjung balik dan bertanya “apa saya sibuk kali ya?

Hmm, baiklah, sekarang saya paham. Begini ya, tidak berkunjung balik ke blog orang yang sudah mengunjungi blog saya, bukan berarti saya tidak menghargai atau ingin membalas kunjungan orang tersebut. Seringnya, saya lebih banyak mengunjungi blog yang memang ingin saya kunjungi. Tapi jangan juga khawatir, terkadang saya juga berkunjung ke blog teman-teman yang sudah bersedia berkomentar di blog saya. Itu sebabnya saya memasang siapapun bisa berkomentar di sini. Jadi, jika ingin saya kunjungi *sokpenting*, pilih saja opsi Name/URL. Agar saya bisa berkunjung balik ke blog kalian suatu saat. Meskipun mungkin tidak langsung saat itu juga.

Masing-masing orang punya urusan berbeda

Yayaya, tidak salah jika punya perasaan ingin dikunjungi dan dikomentar balik. Hanya saja kita tidak bisa cepat-cepat menghakimi bahwa jika tidak kunjungi atau dibalas komentarnya, si pemilik blog sombong. Percaya saja, bahwa setiap tulisan kita akan menemukan pembacanya. Barangkali blogger yang kita kunjungi blognya belum butuh. Tapi bagi yang lain, belum tentu. Bisa jadi blogger yang kita kunjungi sedang sibuk, jadi belum atau tidak sempat membalas dan berkunjung balik. Atau bahkan komentar kita terlalu biasa dan tidak memerlukan jawaban, sehingga tidak perlu dibalas komentarnya. Jadi dengan kata lain banyak faktor yang barangkali kita tidak tahu. Maka itu sebabnya kita tidak perlu punya perasaan sia-sia dan disia-siakan karena sudah berkomentar.  
Tidak salah kok berkomentar. Toh, kamu bisa meninggalkan link di sana kan? 😜 Dengan kamu berkomentar, itu sebenarnya sudah bermanfaat bagi dirimu sendiri. Entah kamu jadi punya wawasan baru, entah kamu jadi tahu sesuatu hal yang selama ini kamu cari, atau pun kamu jadi dikenal karena sering meninggalkan komentar *wah yang ini asyik banget :v.

Jadi intinya, tidak perlulah baper dianggap serius. Yakin saja, suatu saat blogger yang blognya kamu kunjungi itu, juga akan berkunjung. Meski entah kapanpun. Setidaknya, dengan berpikir seperti ini, kamu bisa lebih tenang hehe 😋

44 thoughts on “Blog Kamu Belum Dikunjungi? Positif Aja! ^_^”

  1. Hihi, betul bingit tuh. Emang kudu positif thingking aja. Enak. Hahaha.

    Kalo aku paling ya jadi rikuh aja sih kalo besok-besok ninggalin komen lagi. Paling hanya sekadar baca, nggak belain ninggalin komentar. Karena biasanya aku buka linknya dulu, lalu dibaca pas nyusuin anak dan hp dalam keadaan mode pesawat. 😀

    Kalo yang udah dikenal atau sering berkunjung, aku usahain untuk ninggalin komentar. Ya, biar silaturahimnya terjaga. Nggak ngarep juga dikunjungi balik kok. 😀

    Aku justru salut banget sama beberapa blogger profesional yang tiap komen dibales dan dikunjungi balik. Hanya dibales komentarnya pun kita sudah merasa dihargai. Karena ya tadi, nggak semua blogger tahu bagaimana kita. Tapi kita emang kudu prasangka baik saja. 🙂

  2. iya mbak kalau kita udah BW khan pinginnya dikunjungi balik ya … tapi kembali lagi tentang urusan sendiri2. yap masing2 punya berbagai kepentingan yang berlainan. Nggak cocok juga kita menganggap kalau nggak mau berkunjung itu karena sombong, dll. Karena saya ngalami sendiri, karena kadang belum sempat ngbaca, apalagi harus BW segala, maka hanya tersimpan dalam hati. Ah, ntar aja bw balik sore2an, atau besok, dll … tara … sampai sore dan berubah besok hingga lusa ….. masih saja belum sempat. cmiw …. *ampiyun di sini ya fren yang blognya belum ku bw

  3. Setujuuuuu :). Aku dulu juga sempet baper gitu. Tp lama2 aku mikirnya, kalo aku komen di blog org dgn mengharapkan kunjungan balik, itu kok kyk ga ikhlas ksh komen yaa :D. Aku sendiri ga pengen begitu mbak.. Berharapnya kalo memang ada yg komen, itu krn dia suka dgn apa yg aku tulis. Jd bukan krn diharepin kunjungan balik.. Makanya skr aku g mw baper lagi.. Kalo memang blog yg aku suka ttp g prnh kasih komen di blog ku, ya sudah, biarlah… :D. Yg penting aku ttp suka dgn blognya dan memang pgn slalu baca dan ksh komentar. Selera bacaan org kan jg ga bisa dipaksain ya mbak 🙂

  4. Iya nih Mba Ade nggak pernah tuh berkunjung ke blogku. Hahaha.

    Idiiih, aku sih nggak terlalu peduli sih mbak mau kunjungan balik atau nggak. Soalnya aku pun bisa bales komentar dan BW itu udah bejo bgt. Daripada baper mikirin kayak gitu mending aku ngedraft karena waktuku nggak terlalu banyak bisa di depan tablet.

  5. Bagian bewe dan bewe balik serta komen-mengomentari emang punya mazhabnya masing-masing kok. Hiyah, mazhab. Wkwkwk.

    Ada yang memang selow, bewe memang karena mau bewe, tapi ada juga yang bewe karena mengharap bewe balik demi trafik.
    Kaya yang pernah Mba Shinta bilang, kalau bewe mengharap trafik, ya bewelah ke blog2 yang memang rajin bewe balik. Yang nggak? Ya nggak usah jadi prioritas.

    Tapi hal ini beda sih antara share blogpost di medsos dengan di grup, misalnya telegram atau WA. Kalau di medsos kan kita share bebas aja ya dan nggak ada kesepakatan harus bewe dan bewe balik. Tapi kalau di grup WA/tele misalnya kita listing postingan dengan maksud untuk bewe dan bewe balik. Jadi kalau ada yang maunya dikunjungin tapi nggak mau berkunjung menurutku itu namanya nggak komitmen. IMO 🙂

    Intinya sih kita jangan baper, tapi jangan juga bikin orang lain baper, gitu. Hehehe^^

  6. Saya jaraaaaanng sekali blogwalking. Saya termasuk yang lebih ngarep pembaca dari pencarian daripada blog teman.

    Tapi kemarin saya baru paham, walaupun kita ga butuh traffic dari temen, silaturahmi itu perlu.

    So, now I am BWing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *