Beberapa waktu lalu, saya pernah bertanya di grup facebook Blogger Perempuan tentang penyantuman sumber foto atau gambar yang diambil dari website atau milik orang lain. Karena pas banget hari Selasa itu di grup, temanya memang seputar blogging dan social media. Sudah lama juga saya ingin tanya tentang ini, tapi kok ya nyari waktu yang tepatnya susah bener. Takutnya sudah pasang pertanyaan nggak ada yang jawab haha *mirisbener. 

Tapi Alhamdulillah, dari grup ini akhirnya saya dapat pencerahan. Terima kasih ya teman-teman BP yang sudah menjawab pertanyaan saya ^^

Asal comot di Google

Jadi begini sebelumnya. Gambar itu memang penunjang suatu postingan. Apalagi di blog personal seperti saya, yang kebanyakan cerita, tentu saja gambar menjadi daya tarik supaya orang tetap mau baca. Karena jarang rasanya orang mau baca full tulisan di blog. Ya boring juga kali ya. Tapi dulu saya begitu sih -_-  Nah dulu, saat baru-baru awal ngeblog, saya termasuk yang ‘buta’ soal dunia – ilmu perbloggingan. Termasuk soal ambil-mengambil gambar ini. Jadi ya saya asal comot saja di Mbah Google.

Seiring waktu, saya diingatkan oleh seorang teman yang juga blogger, bahwa katanya kalau mengambil gambar yang bukan milik kita, sekalipun itu dari Google, maka harus menyantumkan sumber. Bahkan dalam acara blogger yang pertama kali saya ikuti (baca: Kopdar Pertama Kopi Susu WB Bareng Interspace), Mbak Shinta Ries – yang diundang sebagai pembicara mengatakan, bahwa etikanya kita harus izin dulu dengan si pemilik foto atau gambar tersebut. Dalam hati saya, waduh seribet itu ya ternyata. Tapi semakin saya mengerti blog, barulah saya paham. Bukan tidak mungkin saya juga akan jengkel jika foto atau gambar milik saya diambil oleh orang lain, apalagi tidak menyantumkan sumber.

Nah, kembali lagi ke pertanyaan saya sebelumnya di grup BP. Pertanyaan tersebut tercetus lantaran saya melihat beberapa postingan milik blogger-blogger yang tidak menyantumkan sumber gambar. Sebab sangat jelas kelihatan bahwa gambarnya bukan milik dia pribadi. Apalagi beberapa blogger yang saya sudah tahu bahwa mereka sudah lebih dulu malang melintang dan jauh lebih expert daripada saya. Masa sih dia belum tahu soal etika ini?

Dari teman-teman di BPlah akhirnya saya dapat pencerahan soal penyantuman sumber ini.

Izin pada si pemilik gambar atau menyantumkan sumber

Suami pernah cerita, media sosial Facebook bahkan sudah menerapkan aturan, bahwa para pengiklan di Facebook tidak boleh sembarangan mengambil foto atau gambar dari Google. Maka tidak beda jauh dengan website-website jualan apalagi blog pribadi. Kita tidak bisa asal comot begitu saja dan menyisipkannya di blog kita kecuali kalau kepepet memang kita mau izin dulu pada si pemilik gambar. Jika tidak bisa izin, maka ya cantumkanlah sumbernya. Supaya si pemilik gambar juga merasa dihargai. 

Tergantung sih mbak,ada yang dilindungi hak cipta ada yang boleh bebas make. Tapi kalau pas apesnya bisa kena denda mahal. Teman suami salah satunya, ngambil photo dari internet, ketahuan sama yang punya…kena denda mahal..pdahal kalau kita kasih credit pasti nggak masalah. Itu bentuk apresiasi sih. Kembali ke diri kita sendiri aja. Gimana kalau tulisan kita, photo kita dicomot orang tanpa ijin dan dipake seenaknya.. – Dewi Damanik Nielsen

Situs free image, boleh tidak menyantumkan sumber

Sekarang sudah banyak situs yang menyediakan free image. Alias, kita bisa bebas mengambil gambar dari situs-situs tersebut. Contoh saja seperti Pixabay, Pexels, Unsplash, dan lain-lain.

Nah inilah intinya. Sekarang saya tahu, bahwa jika kita mengambil gambar dari situs free image, maka kita sah-sah saja tidak menyantumkan sumber. Karena situs-situs tersebut memang sengaja disediakan secara legal untuk diambil gambarnya secara bebas. Duh baik banget ya si pemilik gambar o_o

Kalau aku tergantung dari mana foto itu diambil. Misal dari situs-situs yg memang menyediakan free image dengan CC0 ya aku ngga tulis sumbernya. Tapi ada juga image-image yg di imagenya sudah tertulis copyright, seperti image-image medis yg sering aku pakai itu, nah itu ngga aku tulis karena copyrightnya kan sudah ada di imagenya. Atau image-image yg memang disediakan untuk campaign, itu juga biasanya copyrightnya sudah tertera di image jadi ngga aku tulis. Tapi kalau imagenya ngga jelas apakah CC0 atau jelas ada copyrightnya tapi ngga tercantum di image ya pasti aku tulis sebagai bentuk penghormatan buat yg bikin image karena aku tau bikin image bagus itu ngga mudah. – Dini A. Puspitasari 

CC0 itu Creative Commons Zero yg artinya image itu benar-benar bebas digunakan untuk keperluan legal apapun. Imagenya mau diubah juga ngga masalah. Seperti Pixabay, image-image yg ada di Pixabay itu CC0 (bisa dibaca di halaman pertama situsnya). Makanya baiknya kalau mau pakai image dan ngga mau nulis sumber, pastikan image itu free dan CC0 karena ada image-image yg free tapi ngga CC0. – Dini A. Puspitasari 

Nah, kalau image yg sudah tercantum copyrightnya itu biasanya copyrightnya ada di sudut-sudut, bagian bawah image atau bagian atas. Tertulis “copyright” atau logo copyright atau alamat situs pemilik image itu. – Dini A. Puspitasari – Dini A. Puspitasari 

Iya mbak Ade Delina Putri, di workshop bareng mb Shintaries dulu dibilang, kl yg sumbernya emang dr free image seperti pixabay, ga usah dicantumin, krn memang disediakan free. Tapi kl dr milik org lain, lebih baik kl kita ijin dl secara personal atau dicantumin. Kalo kenal, aku sekalian kasih backlink. Kl ga, aku kasi link mati aja. Kl temen sendiri, aku langsung personal atau blogger yg kenal – Prita HW

Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil adalah:
  • Pertama, gunakan gambar sendiri selagi bisa. Tapi jika tidak, gunakan image dari situs-situs yang menyediakan free image dan pastikan bahwa itu legal. Bagaimana dengan Google dan tetap dicantumkan sumbernya? Saya pribadi sih, sudah jarang sekali mengambil dari Google. Karena toh gambar-gambar dari situs-situs free image sudah bagus dan banyak yang menunjang postingan saya. Malah lebih bagus resolusi gambarnya, dan loading pun cepat. Situs favorit saya sendiri Pixabay. Mungkin ke depannya saya juga mau cari dari situs lain yang juga menyediakan free image secara legal.
  • Kedua, kita tidak perlu menyantumkan sumber jika memang mengambil dari situs-situs free image. Karena ya itu tadi, situs tersebut sudah disediakan secara legal untuk bebas diambil gambarnya. Ya sepanjang tidak digunakan untuk tujuan komersil saja sih πŸ™‚ Jadi mungkin ke depannya, saya juga tidak akan menyantumkan sumber. So, teman-teman sudah tahu ya kalau gambar di postingan saya (termasuk gambar di atas) tidak ada caption di bawahnya, berarti gambarnya saya ambil dari situs free image hehe atau memang dokumen pribadi :))
Yap, jadi begitulah. Bahwa ternyata dalam dunia maya pun ada aturan-aturan yang harus kita ikuti. Termasuk soal gambar penunjang postingan di blog personal. Jangan sampai tulisan kita sudah bagus, malah jadi jelek karena kita melanggar etika pengambilan dan penyantuman sumber gambar tadi. 
Duh maafkan daku ya, yang sudah berpikiran buruk pada blogger-blogger lain. Mungkin saja mereka tidak menyantumkan sumber, karena gambarnya memang diambil dari situs-situs free image whuhuhu >_<  
Nah, bagaimana dengan teman-teman sendiri? Selama ini mengambil gambar dari mana? Share dong πŸ˜€

33 thoughts on “Etika Pengambilan dan Penyantuman Sumber Gambar”

  1. Terutama yg dari Google. Banyak orang berpikir kalau gambar-gambar di Google itu bisa diambil seenaknya padahal Google sendiri mencantumkan di setiap gambar tulisan 'images may be subject to copyright'. Entah karena orang ngga paham tata krama pengambilan dan penggunaan gambar di media sosial, entah ngga bisa mengartikan bahasa Inggris atau ya ngga mau tau aja gitu..

    Btw, makasii ya Mbak pendapatku sudah di-featured disini πŸ™‚

    1. Nah itu, mungkin banyak orang yang nggak merhatiin tulisan itu (salah satunya saya hihihi). Wah jawaban Mbak Dini ini juga ngebantu banget. Makasih lho Mbak, saya jadi tahu kalo di Google pun ternyata ada tulisan hak ciptanya πŸ™‚

  2. kalau saya ambil gambar di google image.kemudian saya tulis sumbernya di caption misal "gambar dari blog anu"

    kalau kaya gitu ga papa kan?soalnya kalau minta ijin langsung pada yang punya gambar butuh waktu lama..

    1. sekedar menambahkan saja kalau dari google image ada yang perlu ijin untuk reuse…biasanya ada opsi di search tool-usage right- kita pilih yang labeled for reuse…itu boleh digunakan ulang

  3. kalau saya ambil gambar di google image.kemudian saya tulis sumbernya di caption misal "gambar dari blog anu"

    kalau kaya gitu ga papa kan?soalnya kalau minta ijin langsung pada yang punya gambar butuh waktu lama..

  4. Wah, aku masih pake caption "foto dari mbah gugel" nih…cos aku liat foto serupa juga bertebaran di mana2, gak cuma satu situs! Udah gak ketahuan foto aslinya sumbernya darimana, hadeuuh…tolong dimaafkanlah emak kudet iniihh πŸ˜€
    Makasih infonya ya del ^_^

  5. mba Ade salam kenal ya. Kalo aku mau dari situs gratisan maupun yang nyomot dari google selalu nyantumin sourcenya mbak, minimal kasih link mati. Itu sebagai bentuk apresiasiku kepada mereka yang sudah ngeluarin effort buat menghasilkan gambar bagus yang aku numpang pakai di blogku.

  6. Alhamdulillah, gak pernah pake barang tanpa izin (eh atau pernah ya? Duh, maaf kalau ternyata pernah). Sedapat mungkin saya pakai foto sendiri, biar jelek juga. Tapi sekarang sudah memberanikan diri pake free image….

  7. Makasih infonya, Mbak, sangat bermanfaat. Aku malah selalu mencantumkan crΓ©dit title meskipun itu diambil dari situs free image semacam getty images :D. Kalau Pinterest itu termasuk situs free image gak ya, Mba?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *