Seorang teman berkata, “Tapi jilbab sekarang lagi model yang gede-gede lho (baca: lebar). Kemarin kakakkku ke Tanah Abang, model jilbabnya rata-rata begitu.” Alhamdulillah. Kesadaran muslimah untuk berhijab saat ini bisa dibilang cukup tinggi. Salah satunya mungkin karena faktor fashion. Muslimah yang berbakat desain, semakin banyak yang berlomba-lomba melahirkan model-model hijab yang beragam. Tren kerudung dan pemakaiannyapun dibuat sedemikian rupa. Sungguh bersyukur rasanya hidup di zaman yang memberi kemudahan untuk berhijab. Seperti beberapa teman saya yang kini mulai mantap untuk berhijab. Ah, berhijab itu memang indah. 
Entah siapa yang memulai, tren hijab syar’ipun kini mulai merambah dan tak kalah persaingan. Meski begini, hijab syar’i masih dianggap berat oleh sebagian orang. Terkadang bukan dari segi hijabnya, melainkan dari sisi harga yang pernah juga saya bahas di sini. Tak dipungkiri, keinginan untuk hijab syar’i lebih diperluas dengan harga yang lebih ringan nyatanya memang tak bisa dipaksakan. Sebab saya pribadi mulai paham apa yang menyebabkan produsen-produsen hijab ini mematok harga yang bisa dibilang ‘lumayan’. Namun bagi saya, selama niat itu kuat in sya Allah, Allah Maha Memudahkan. 
Hijab syar’i atau hijab model? Sebenarnya keduanya tak ada masalah. Selama masih dalam rambu-rambu/esensi berhijab itu sendiri. Malah bisa dibilang pencipta hijab model inilah yang berhasil mengajak lebih banyak muslimah untuk membangun kesadaran berhijab. Ya, semua balik lagi ke pilihan masing-masing. Asal jangan sampai ada kesombongan di hati apalagi sampai menghakimi. 
Tak ada orang yang senang dipaksa. Saya sendiripun demikian. Semua bertahap. Seiring waktu, pemahaman itu datang dengan sendirinya. Tinggal kita yang mau mengasah kepekaan atau tidak. Terpenting, sebagai muslimah memahami bahwa berhijab ialah kewajiban yang sudah diatur oleh Allah SWT. Bukankah dengan berhijab kita lebih terjaga? ๐Ÿ™‚

โ€œKatakanlah kepada wanita yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanitaโ€ฆโ€ (An-Nur:31).

Artikel ini diikutsertakan  dalam “Hijab Syar’i Story Giveaway

14 thoughts on “[Hijab Syar’i or Hijab Model] Kewajiban yang Utama”

  1. Kebanyakan mereka yang masih "jaya" alias masih belum menutu aurat rambutnya (HIJAB) alasannya masih belum siap. Kalau dari sekarang nda dicoba ya kapan siapnya. Saya akan share artikel ini Bagus

  2. semoga cuma jadi trend aja ya yang berhijab ataupun yang jualan hijab..dan semoga yang jualan hijab tetap pada niat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, jadi ga melulu dari segi komersil aja..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *