Jalan hidup menjadi seorang blogger tidak pernah saya bayangkan. Yang ada di impian saya dulu hanyalah menjadi seorang penulis buku atau editor penerbitan. Tapi ternyata, keduanya belum tercapai sampai sekarang. Yang ada saya malah menjalani blog secara serius.
Padahal awal mula bertemu media ini saya hanya iseng semata. Bingung juga mau nulis apa. Makanya wajar kalau dulu tulisan saya lebih banyak tulisan-tulisan  curhatan nggak penting haha.
via Pixabay

Perjalanannya juga berliku

Dari 2012 hingga sekarang tentu saja bukan waktu yang sebentar (setidaknya bagi saya sih). Banyak suka duka yang saya tulis di blog ini. Dari mulai tulisan yang pendek sampai yang panjang. Dari mulai yang nggak penting untuk ditulis, sampai nggak penting sekali. Eh maksudnya penting deh. Dari mulai diremehkan sampai sekarang mulai dilirik *uhuk.

Mulai dilirik sebagai blogger betulan

Apa yang menyebabkan saya dilirik? Jujur saja, hal utamanya adalah materi. Terutama orang-orang terdekat saya yang dulu ragu kalau saya ngapain aja depan laptop. Pas saya bilang nulis, katanya, “alah nulis, emang dapet apaan?”
Hah, mereka tidak tahu kalau saya ini anak yang hobi nulis. Lebih tepatnya hobi mencurahkan perasaan dan isi hati lewat tulisan. Ya, karena saya bukan orang cukup komunikatif kalau berbicara langsung.
Ketika saya bisa membuktikan lewat transferan, lewat barang-barang gratisan yang hadir di rumah, baru mereka paham bahwa ternyata blog itu juga bisa menghasilkan materi.

Saya tidak puas hanya menulis di buku diary dan media sosial

Dan bloglah media yang saya temukan untuk belajar sekaligus menerbitkan tulisan untuk umum. Ternyata saya tidak cukup puas untuk menulis di buku atau media sosial.
Dan kini, saya bisa berbangga diri (tapi tidak sombong *ciye) untuk MANTAP mengakui bahwa saya adalah seorang blogger. Bukan karena profesi blogger sekarang sudah diperhitungkan. Tapi memang saya mulai lebih berani mengakui bahwa dari bloglah saya bisa menghasilkan.

Kebermanfaatan itu jadi kepuasan tersendiri

Tentu saja bukan hanya menghasilkan materi. Tapi juga menghasilkan kepuasan tersendiri saat blog yang saya bangun bisa berkembang sampai hampir 6 tahun. Saya membuktikan pada mereka bahwa saya benar-benar suka menulis. Bahwa (kasarannya) saya bisa hidup karena menulis. Bahwa tulisan saya ternyata bermanfaat bagi beberapa orang yang memang membutuhkannya.
Ya, ternyata kepuasan bermanfaat itulah yang membuat semangat saya untuk menulis tetap hidup.
Lantas, kalau ditanya lagi apa yang bisa saya banggakan dari menjadi seorang blogger? Jawaban saya, karena tidak hanya materi, tapi juga kebermanfaatan yang bisa saya hadirkan untuk banyak orang. Dan bermanfaat itulah bagi saya yang utama 😊

10 thoughts on “Bukan Materi, Tapi Kebermanfaatan yang Jadi Kepuasan Sebagai Blogger”

  1. Betul sekali, bangga sebagai blogger sih kalau blog kita dilirik dan kemudian ditawarkan kerjasama. Hal ini sudah dimulai sejak 2012. Tapi ilmu perbloggingan masih harus bunda pelajari, supaya bunda bisa membuat tampilan blog lebih bagus hasil kreasi sendiri dan bahkan memperdalam ilmu menulis agar tulisan bisa bermanfaat juga untuk pembaca blog bunda. Salam blogger dari bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *