Pekan ini masuk minggu kedua Collaborative Blogging bersama Komunitas Emak Blogger (KEB). Apa itu Collaborative Blogging? Yakni para emak blogger yang berkolaborasi untuk menulis dengan tema serupa. Mekanismenya, dibagi per grup. Satu grup terdiri dari 10-11 orang. Salah satu emak akan menulis di website KEB, dan emak yang lain menanggapi tulisan si emak pertama atau menulis bebas selama masih satu tema. Harusnya saat pertama kali ya saya jelaskan, tapi tak apalah hehe :v
Baca Collaborative Blogging 1: Kampanye ASI Bukan untuk Menghakimi

https://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/1998197/348320018/stock-photo-enjoying-dinner-with-friends-top-view-of-group-of-people-having-dinner-together-while-sitting-at-348320018.jpg
Kembali lagi, tema Collaborative Blogging kali ini adalah Makanan Sisa, Diolah Lagi atau Dibuang? yang ditulis oleh Mak Maya Siswadi. Ehm, sejujurnya saya agak tersindir dengan tulisan ini. Bagaimana tidak, saya sendiri masih suka membuang makanan >_< Padahal orang tua saya tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Sama seperti mamanya Mak Maya, ibu saya pun selalu mengolah makanan yang masih sisa. Beliau paling pantang buang makanan, selama makanan tersebut masih bisa diolah lagi >_< Bahkan hal ini pun terbawa juga pada ayah saya.
Padahal, saya sendiri masih suka baper kalau masak tapi tidak habis. Entah karena masak kebanyakan atau yang ambil makan pada sedikit. Apalagi kalau makanan tersebut memang cepat basi, ya mau tidak mau harus dibuang huhu. Karena itu, sesekali saat rajin saya masih suka mengolah beberapa makanan sisa menjadi makanan baru. Kita ambil dari contoh Mak Maya saja ya.

1. Mie atau bisa juga mie goreng yang ga abis bisa ditambahkan telur, taruh di loyang, kukus/panggang dan jadilah schootel mie.

Kalau saya: Selama mie tersebut belum basi, biasanya saya masak nasi goreng dan saya campurkan mie nya. Enak lho, nasi goreng campur mie 😛 Asal mie nya, mie goreng ya.

2. Bumbu Balado sisa? Sering kan ya masak balado, tapi bumbu balado alias balado nya bersisa banyak? Sekarang kan cabe lumayan mahal ya. Sayang euuyy, kalau si bumbu ini terbuang begitu saja. Selagi belum basi, bisa kok dimanfaatkan. Potong tempe kecil-kecil, goreng kering. Goreng teri, Sisihkan, biarkan agak dingin. Panaskan balado sebentar saja, sisihkan, biarkan agak dingin. Setelah hilang panasnya, campurkan tempe dan teri goreng ke dalam balado, jadi lah balado tempe-teri.

Kalau saya: Ya sambelnya buat saya bikin nasi goreng juga :v Atau campuran untuk telur dadar atau omelette. Tapi resep Mak Maya boleh tuh kapan-kapan saya coba. Dijadiin tempe orek ataupun goreng teri.

3. Ayam goreng sisa? Ohooo, tenang, bisa diolah jadi banyak macam, mulai suwiran ayam untuk nasi goreng, suwiran ayam untuk bubur ayam, suwiran ayam untuk soto, tumis ayam suwir, ayam goreng mentega, dsb.

Kalau saya: Biasanya ayam goreng sisa pun ya saya bikin nasi goreng juga #nggak kreatif -_-. Kenapa juga ya nggak pernah kepikiran bikin tumis ayam suwir >_<
Oke. Tiga itu sih makanan yang sering saya olah lagi. Selebihnya, ya dibuang >_< Apalagi kalau malasnya lagi kambuh huhu. Ya sudah, jangan tiru saya ya. Tiru saja Mak Maya yang kreatif memanfaatkan sisa makanan. Barangkali ini juga bentuk peringatan untuk tidak mudah membuang makanan. Terlebih jika memikirkan orang-orang yang untuk makan saja masih sulit :'( Huhu semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya :'(

21 thoughts on “Memanfaatkan Sisa Makanan”

  1. Kalau di rumah, lauk pauk dan sayuran yang gak habis sering diolah lagi. Nah, mendiang papah saya nih yang suka banget bikin 'oblok-oblok', kuncinya sih sayuran tumis dikombinasiin sama yang tumisan atau gorengan. Kalau yang berkuah, biasanya kuahnya aja yang dibuang, isi sayurnya diolah lagi (ditumis atau digoreng tepung).

  2. Duh kita mesti toss dulu nih Mak, aku juga belom bisa sekreatif mak maya dalam mengolah sisa makanan. Paling mentok emang ujung-ujungnya nasi goreng. Hihihihihm Mak Maya memang kreatif yaaaa 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *