Wednesday, 10 August 2016

Apa yang Bisa Diambil dari Nikah Muda Muhammad Alvin Faiz?

Muhammad Alvin Faiz, laki-laki berumur 17 tahun yang mengejutkan netizen dengan keputusan nikah mudanya. Well, menurut saya ini kabar (lebih) baik daripada ABG yang kemarin sempat viral itu :P

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu kaget kalau ada anak yang mau nikah muda, malah seneng-seneng aja. Karena itu artinya dia lebih bertanggung jawab daripada laki-laki yang hanya sekedar pacaran *eeh. Tapi memang sih yang buat heboh Alvin ini bukan cuma karena dia menikah dengan seorang wanita keturunan Tionghoa dan menjadikannya mualaf, melainkan karena usianya baru 17 tahun! Yap, usia segitu biasanya lagi happy-happynya karena mau lulus sekolah dan mencari kampus untuk kuliah. Tapi kalau untuk nikah muda? Saya bisa bilang, ini keputusan yang amat keren :)
http://indowarta.com/hiburan/14447/usai-2-bulan-belajar-islam-larissa-chou-putuskan-jadi-muallaf-dan-menikah-dengan-alvin-putra-ustadz-arifin-ilham/
Lalu apa yang bisa diambil dari keputusan nikah muda seorang anak ustadz ternama, Arifin Ilham ini?

Dia mampu membawa wanita non muslim menjadi mualaf.

“Waktu itu Alvin terlibat debat dengan Larissa yang etnis China itu soal Islam-Kristen. Larissa kalah debat. Akhirnya memutuskan memeluk Islam. Tak hanya itu, keluarganya termasuk ayahnya Rudi Gunawan juga memutuskan masuk Islam,” ungkap Jibriel kepada Voa-Islam, Sabtu (6/8/2016) pagi.

sumber: http://www.pos-metro.com/2016/08/kalah-debat-lalu-jadi-muallaf-larissa.html
Kabarnya, karena Alvin debat dengan sang wanita bernama Larissa Chou tentang agama. Tapi si wanita kalah debat, dan akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Meski saya tidak tahu persis isi debatnya, tapi bisa disimpulkan bahwa perdebatan soal agama, apalagi dari segi perbedaannya, saya rasa bukan hal yang mudah. Ini menandakan, bahwa seorang Alvin mumpuni dalam agamanya. Artinya ia memahami agama Islam secara keseluruhan. Apalagi dia sampai mampu membawa si wanita menjadi muslim. Bahkan sampai keluarga wanita tersebut juga ikut menjadi mualaf. Saya kira tidak semua muslim mampu seperti ini :)

Dia berani mengambil keputusan nikah muda untuk menghindari zina.

Berapa banyak yang bisa berpikir seperti ini? Terlebih anak muda seusia Alvin biasanya lebih banyak yang berpikiran untuk sekedar pacaran. Sebab pacaran tidak mengikat. Tidak suka, ya bisa diputuskan kapan saja. Beda dengan menikah yang sangat terikat dan penuh dengan komitmen. Dari mulai mengucapkan akad yang artinya si lelaki sudah sanggup dengan segala tanggung jawab dan konsekuensi dalam pernikahan. Sampai artinya si lelaki sudah siap untuk menanggung segala kebutuhan istrinya dari mulai nafkah lahir sampai batinnya.

Baca: Cinta Tidak Serendah Itu

Di sini poinnya, banyak kekhawatiran netizen karena usia Alvin baru 17 tahun. Sementara usia segini biasanya emosi dan karir belum matang. Tapi kabarnya karir Alvin sudah matang sih. Sebagai pengusaha dan penceramah kalau tidak salah. But, di luar itu, kembali lagi ketika Alvin memutuskan untuk menikah, apalagi dia juga memang laki-laki yang paham agama, maka sepertinya dia sudah tahu apa yang harus dilakukan setelah menikah dan tahu dengan konsekuensi dalam pernikahan. Jadi, semoga niat Dek Alvin untuk menghindari zina, juga sudah diimbangi dengan kematangan dan pengetahuan tentang pernikahan ya :)

Dia mampu meyakinkan orang tuanya untuk nikah muda.

Berani mengambil keputusan nikah muda, itu artinya dia juga harus berani untuk meyakinkan orang tuanya. Kemarin saya sempat baca status Mak Indah Juli. Sebagai orang tua yang memiliki anak usia 16 tahun, beliau justru merasa deg-degan mendengar anak muda seusia Alvin sudah menikah. Barangkali rasa deg-degan ini dipicu oleh kekhawatiran sebagai orang tua apakah sang anak benar sudah mampu untuk menjalani pernikahan. Sebab bagi kita atau orang tua yang sudah menikah, pasti sudah paham bagaimana isi kehidupan pernikahan bernama rumah tangga ini. Sementara jika sang anak hanya memutuskan untuk menikah tapi tidak diimbangi dengan kestabilan emosinya terutama, maka saya yakin orang tua tidak mengizinkan si anak untuk menikah. Ya istilah kasarnya, "belajar aja dulu yang bener." Ya belajar agama, belajar bagaimana menjadi pemimpin (untuk laki-laki), belajar untuk bertanggung jawab, dan lain-lainnya. Karena pernikahan itu memang kompleks. Namanya juga fase separuh hidup, jelas saja butuh kematangan untuk menikah. 

Dan Alvin ini, keren. Karena itu artinya, sebelum menikah berarti dia sudah mampu meyakinkan orang tuanya. Yakin bahwa dirinya sudah mampu, yang akhirnya membawa keyakinan orang tuanya juga bahwa dia sudah mampu untuk menikah. Kerennya lagi, saya dengar kabar karena usianya belum genap 18 tahun, alhasil dia harus menjalani sidang pra nikah. Yang sidangnya itu diisi banyak kyai. MasyaAllah, berarti sidangnya lancar ya :') 

Yap, tiga itu sih yang barangkali bisa dijadikan hikmah. Lantas apa dengan kekerenan Alvin ini, nikah muda bisa jadi trend? Dengan dalil untuk menghindari zina, apakah nikah muda bisa dengan mudahnya dilaksanakan? Nay nay nay! Menikah memang lebih baik dari pacaran yang dekat dengan zina. Tapi apa iya, misalkan ada anak SD yang sudah pacaran, lantas kita bisa bilang, "Dek, dek, menikah saja. Itu lebih baik dari pacaran." Impossible kan!

Menikah Juga Butuh Kesiapan dan Kepantasan Diri

Sah, sah saja, menikah muda. Asaaaaaaal.. sudah siap dengan segala konsekuensi dan tanggung jawabnya. Apa saja yang harus disiapkan? Ya mental, pemahaman agama, tanggung jawab untuk memimpin dan menafkahi bagi laki-laki. Belajar mengurus urusan rumah tangga bagi perempuan. Dan banyak hal lainnya. Alvin bisa menikah ya karena memang dia sudah siap. Terlepas dari apakah sebenarnya emosinya sudah matang atau belum, tidak ada yang tahu. Menurut saya pribadi, kalau orang tuanya saja sudah membolehkan, maka sepertinya memang tidak ada yang diragukan. Sebab yang tahu seorang anak itu ya orang tuanya.

Pernikahan itu kompleks kawan. Banyak hal yang harus kita pahami dulu sebelum memasuki biduk rumah tangga ini. Pernikahan itu bukan hanya sekedar sah, lalu bisa tidur bareng dan bahagia selamanya. Nay! Tidak semudah itu. Sini, sini saya bisikkin. Pernikahan itu 100% bermasalah! Bermasalah di sini apa maksudnya? Sama seperti kehidupan, sebenarnya. Dalam pernikahan pun akan selalu ada masalah yang muncul. Terlebih, dalam pernikahan ada dua kepala yang berbeda, yang hidup dalam satu rumah. Salah naruh letak baju saja bisa jadi masalah besar. Jangan lihat sepelenya, tapi lihat dari sisi mengapa yang sepele saja bisa jadi masalah? Ya karena suami istri berbeda kepala. Berbeda kebiasaan di rumahnya sebelum menikah. Itu sebabnya suami istri harus pandai mengelola emosi. Menghadapi segala perbedaan itu dengan bijaksana.

Selain itu, menikah juga butuh pemahaman agama yang baik. Untuk apa? Ya sebagai tuntunan dalam pernikahan. Kita menikah dengan membawa agama. Maka menjalaninya dengan syariat, adalah suatu keniscayaan. Banyak urusan dalam pernikahan yang dituntut untuk memahami agama. Karena agamalah yang akan menolong kita. Jadi, bukan sekedar sesama beragama muslim saja, tapi harus paham. Apalagi bagi seorang laki-laki yang akan menjadi imam. Imam itu tugasnya bukan hanya mengimami sholat. Tapi juga mampu membimbing istrinya menuju kebaikan yang mengantarkan pada kehidupan akhirat. Kebaikan di sini tentu saja banyak. Bisa membimbing istrinya mengaji, tahu bagaimana cara memperlakukan istrinya dengan baik. Makanya, bagi perempuan yang saat ini keukeuh masih pacaran, coba dicek, laki-lakinya sholatnya bener nggak. Bisa ngaji nggak. Kalau nggak, ya tinggalin aja. Artinya dia belum bisa jadi imam kamu kalau kalian sudah menikah nanti :)

Rasa tanggung jawab. Ini yang tidak kalah penting. Apakah dengan menikah kita bisa bertanggung jawab dengan status baru kita nanti. Sebagai suami ataupun istri. Apakah sudah tahu kewajiban-kewajiban apa saja yang harus dilakukan sebagai suami istri.

Jadi belajar dari pernikahan Alvin dan Larissa, daripada menggaris bawahi nikah mudanya, mengapa tidak kita coba belajar dari sisi lain. Mulai dari menjadi seorang pelajar yang baik *ia saya takut ada anak yang masih pelajar, pikirannya langsung nikah -_-* Belajar bagaimana mengelola emosi dengan baik. Bekerja keras dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Serta mempelajari agama lebih dalam di usia muda. Hitung-hitung kematangan itu semua untuk kehidupan dan keselamatan kita sendiri :) Nanti kalau waktunya memang sudah tepat, dengan bekal yang sudah dimiliki, tentu saja kita akan lebih siap jika ingin menikah :)
“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sumber: https://muslim.or.id/346-keutamaan-puasa.html

48 comments:

  1. Yup, nikah itu ibadah yang paling panjang, tapi juga paling enak toh? Hehehe tinggal resepnya itu dipelihara dan disuburkan, mantap artikelnya Mak.

    ReplyDelete
  2. Pedapat saya tentang Adik Alvin sama dengan Mbak. Saya salut sekali di umur 17 dia sudah sematang ini. Saya yang kepala dua saja masih belum siap berkomitmen dan mencari jodoh lagi, mikirin nikah saja gak mau. Ahahahaha. Semoga pernikahannya samawa. Btw saya baru tau kalau dalam Islam sebelum 18 tahun harus sidang pra nikah dulu. :D

    vinasaysbeauty.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iya mbak, itu bukan aturan islam, tp aturan negara hehe. Nikah kan min. 18 tahun :)

      Delete
  3. Peran keluarga bgt ya mba membentuk anak yg bertanggung jawab thd hidupnya shg ia bisa mengambil keputusan terbaik utk hidupnya spt Alvin ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Terutama orang tuanya hehe *kemudian lirik anak sendiri :v

      Delete
  4. Lagi heboh ya mbak tentang ini. Saya doakan aja moga mereka sakinah mawaddah warahmah :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iya Mbak lagi heboh, banyak yang nulis juga tentang ini :v

      Delete
  5. semoga langgeng dan emosi anak muda ini tetap stabil, tidak menjadi boomerang..

    ReplyDelete
  6. Alvin hebat banget ya mbak, jarang anak muda yang berani berumah tangga pada usia muda. Semoga keluarganya SaMARa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya aja salut :D Aamiiin, semoga ya Mbak :)

      Delete
  7. kadang netizen emang sok heboh, apa2 yg jadi viral malah coba digeneralisir utk segala hal *duh* tfs mak, udah ga sabar nulisnya nih, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks mak. Ayo ayo kutunggu pendapatnya mak hehe

      Delete
  8. selain kagum saya juga agak heran. bener ya namanya "alvin"? kok ga kayak nama anaknya orang alim. haha... *apaan lagi ini*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi tp kan ada nama Muhammad nya mbak :D *jd bahas nama :v

      Delete
  9. hebaaat.. mungkin kalo suaminya seperti alvin ini, aku juga bakal tenang melepas anakku nikah di usia muda mbak :).. tapiiii pengalaman aku sndiri ya, aku jg nikah muda, umur 20.. tp sayangnya gagal dan terpaksa cerai... untungnya g ada anak yg lahir sih... cuma dari situ sih, aku jd agak trauma kalo untuk menikah muda krn biasanya memang blm matang secara emosional ... mantan suamiku, hrs diakui ga seperti alvin ini yg udh mantap dan stabil.. ga heran pernikahan kita hanya bertahan sebentar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Faktor emosi memang ga kalah penting ya mbak. Apalagi anak muda emosinya memang masih meluap-luap.

      Delete
  10. Nikah muda jg di lakukan semua anak aa gym ya. Kmrn wirda mansur jg di wawancara sdh punya calon. Keren2 emang anak ustadz ini ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Masya Allah ya. Mungkin krn anak ustadz jadi terdidik dg baik :D

      Delete
  11. Wiiiw... bahasannya komplit dan keren. Jempooool

    ReplyDelete
  12. saya setujunya sih yang berani mengambil keputusan mudah untuk menghindari zina, semoga jadi contoh untuk anak jaman sekarang yang pergaulannya melenceng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga semakin banyak kesadaran remaja untuk mendalami akhlak ya Mbak :)

      Delete
  13. semoga sakinah mawadah wa rahmah deh bwt alvin dan istri, amiinn

    ReplyDelete
  14. Bener sekali, menikah itu membutuhkan persiapan, baik secara mental (emosi, dll) baik secara materi, ya khan teuteup kalau berani menikah berarti sudah berani menafkahi, salut sama dek Alvin, dan salut sana ortunya yg sudah bisa mendidik dek alvin dgn pehamanan agama yang bagus (ya iyyalah ustad tersohor gitu, lho)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Saya juga salut banget. Umur 17 mah saya masih main-main. Belum lulus sekolah soalnya :v

      Delete
  15. whoaaa aku kudet baru tau. Aku yang kepala dua aja sampai saat ini masih merasa belum siap hehehehhe. keren sih Alvin ini tapi kalau aku masih belum sanggup dheek. *curcol* Makasi sharingnya Mbak Ade:)

    Salam kenal,
    Ifa
    www.imusyrifah.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Keren ya, sy blm kpikiran nikah umur segitu mah :v

      Delete
  16. Belajar mengolah emosi dan manajemen diri tentunya. Duh jadi pengen nikah *eh? Terima kasih tulisannya, mbak. Salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Smoga disegerakan ya Mbak :) Salam kenal juga :)

      Delete
  17. Saya juga nikah di usia 17 (+ 10) tahun he he. Saya pribadi senang ada berita semacam ini Mak, ada anak muda yang insyaa Allah siap secara emosi, finansial, dan punya ilmu agama yang baik (+ insyaa Allah akhlak juga baik) yang menikah dengan istri yang juga masih muda (kalau nggak salah istrinya 19-20 tahun ya). Jadi ada contoh relationship goal yang baik buat sesama anak muda. Dibanding tergoda pamer foto mesra bareng pacar di medsos trus diputusin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak alhamdulillah masih ada remaja yang matang secara pemikiran :)

      Delete
  18. Bagus mbak artikelnya mantab tenan ..
    jadi lebih paham sekarang wkwk

    ReplyDelete
  19. saya suka berita nikahannya mak, tapi yang kurang ngeh sama quotes yang beredar, rasanya alay bin lebay banget -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi di media sosial kebanyakan dibikin lebay mak :v

      Delete
  20. Semoga pernikahan alvin menjadi pernikahan yang sakinah mawaddah dan warrahmah. nanti pasti seru dia kalo punya anak usianya ga terpaut jauh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iya Mak, anaknya jadi bangga ya punya orangtua masih muda :D

      Delete
  21. wow anak 17 tahun tp pemikirannya sudah dewasa hebat, biasanya umur segitu masih berpikir pakai nafsu bukan logika :D

    ReplyDelete
  22. Yg penting keduanya siap mental, lahir, batin,dan keluarga merestui. Moga2 langgeng ya aamiin :D

    Btw jaman mbah2 kita dulu malah sering nikah usia 13, 14 thn dan gak heboh yk skrng ya? hihihihi :))

    ReplyDelete
  23. Aku jg salut sama Alvin, tp nggak langsung dukung soal nikah muda. Ya karena memang nikah butuh kesiapan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaph. Setuju. Nikah butuh persiapan dan kepantasan diri :)

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...