Skip to content

Sohibunnisa

Personal & Lifestyle Blog

  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Portfolio
  • My Other Blog
  • Toggle search form

Cara Meminimalisir Broken Link

Posted on Desember 7, 2016Juli 12, 2018 By Ade Delina Putri 30 Komentar pada Cara Meminimalisir Broken Link
Broken link, mungkin jadi momok yang menakutkan dan menyebalkan bagi para blogger saat ini. Memangnya kenapa sih dengan broken link? Dan apa artinya broken link? Berikut saya ambil satu kutipan dari sebelah.

Broken link : Link yang berada dalam sebuah blog atau website yang sudah tidak valid atau mengalami kerusakan. || broken link/dead link : link yang jika di klik menampilkan pesan error karena halaman tersebut tidak ada.
sumber: https://glosarid.com/index.php/term/Komputer-Internet,broken+link-adalah.xhtml

Jadi sederhananya broken link adalah link yang rusak atau tidak ditemukan lagi. Entah karena websitenya sudah dihapus atau link postingannya sudah dihapus. Biasanya ada kalimat “404 Not Found”. Nah inilah broken link. 
Lalu apa dampaknya? Saya copas aja lagi ya hehe 😜
  1. Broken link bisa membuat blog kita terkena pinalti dari google. Apa kerugian jika terkena pinalti google? pastinya berpengaruh terhadap pagerank dan pengindeksan blog kita oleh SEARCH ENGINE.
  2. Broken link bisa menurunkan kualitas SEO blog
  3. Jika banyak broken link di situs kita, apa kerugiannya? blog kita dapat dianggap SPAM oleh SEARCH ENGINE.
  4. Apa kerugian dari pengunjung? pastinya mereka tidak dapat menemukan informasi yang mereka cari. jika seperti ini, maka pengunjung tersebut enggan untuk datang kembali ke blog kita.

sumber: http://haqiqiw.blogspot.co.id/2013/08/pengertian-broken-link-apa-penyebab-dan.html

Yap, dengan kata lain, blog kita jadi jelek di mata Google atau Search Engine.
Sebenarnya untuk menghapus broken link ada caranya. Yakni dengan situs http://www.brokenlinkcheck.com/broken-links.php.
Tinggal memasukkan website atau blog kita, isi security codenya. Lalu klik Find broken links now! Nanti akan muncul link-link yang sudah rusak atau tidak ditemukan lagi. Tapi tunggu sampai ada kata Done atau Complete ya, supaya ketahuan semua broken linknya.
Sayangnya, kadang hasil broken linknya nggak kira-kira. Bisa sampai ratusan bahkan ribuan! Nah ini yang sering bikin saya kita malas untuk mengurusnya. Karena mesti dihapus satu-satu. Sebelum dihapus, harus diklik dulu yang mana linknya, barulah ketahuan dari situ. Entah adanya di postingan kita atau di komentar blog kita. Iya kalau sedikit nggak terlalu berat, bagaimana kalau hasil broken linknya ratusan atau ribuan tadi? Bisa berapa lama makan waktunya? 😕
Kayak waktu itu saya ada 189 link saja menghabiskan waktu lima jam! Ya memang sih dipotong sama ngurus anak, sholat, dan makan. Tapi tetap saja menghabiskan waktu 😑 Males banget kan. Makanya wajar kalau masih banyak blogger yang berpikiran, “ah biarin ajalah.” 
Tapi biar bagaimana, tetap saja kita pasti nggak mau kalau blog kita sampai kena pinalti atau dianggap spam oleh Search Engine. Karenanya, mau nggak mau kita mesti tetap hapus broken linknya. Ya nggak harus saat itu juga, tapi bisa kok dicicil. Saat senggang atau nggak ada kerjaan atau lagi nggak ada ide buat nulis atau ngapa-ngapain misalnya. Ya iseng aja cek-cek di broken link checker tadi. Kalau saya begini sih hehe.
Nah biar ke depannya nggak semakin banyak, bagaimana supaya blog kita nggak ada atau paling nggak, bisa meminimalisir broken linknya? 

1. Hati-hati memasukkan link

Bukan berarti nggak boleh masukkin link ya. Selama link itu memang kredibel dan sesuai dengan postingan kita, ya tidak ada salahnya. Seperti yang pernah Mbak Carra bahas di postingan Yang Harus Blogger Ketahui Mengenai Link Eksternal – The Bloggers’ Biggest Fear. 
Tapi jangan terlalu baik juga. Misalnya kayak saya tadi ngambil kutipan dari blog lain. Cukup saya tulis aja sumber blognya, tanpa menjadikannya link hidup. Kenapa? Karena saya pengalaman, dulu saya suka banget menghidupkan linknya. Ternyata pas sudah lama, postingannya sudah dihapus atau blognya sudah ditutup. Nah akhirnya jadi broken link deh di blog saya 😒
Sama seperti mengambil gambar dari website lain. Tetap tulis sumbernya, tapi tidak perlu menghidupkan linknya. Intinya ya pilah-pilah saja. Mana yang sekiranya perlu dihidupkan, mana yang tidak begitu perlu. 

2. Cek komentar

Karena saya sudah tahu tentang broken link, jadi sebelum mempublish komentar sebisa mungkin saya cek dulu. Apalagi blogger sekarang memang lebih suka berkomentar dengan URL blognya. Jadi sebelum dipublish, saya cek apakah link atau blognya eror atau tidak. Kalau tidak, saya publish. Kalau eror, ya sorry langsung saya delete hehe. Jadi maaf ya 😟 Dan ini jadi salah satu keuntungan moderasi. Kalau tidak kan, otomatis semua komentar langsung terpublish begitu saja. Tapi walaupun begitu ya tetap bisa kita cek linknya sih.
Oke, kayaknya saya baru menemukan dua cara ini saja untuk meminimalisir broken link. Nah mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan caranya? 😀
Terlepas dari itu, semoga broken link bukan penghambat kita ngeblog ya 😌 So, dibawa santai ajalah 😊
Uncategorized Tags:Blog, Tips

Navigasi pos

Previous Post: Bersahabat dengan JNE Express
Next Post: Semua Tentang Rasa

Related Posts

Ade Mau Pipis??? Uncategorized
Membudayakan One Day One Juz Uncategorized
Gunakan Kacamata Orang Lain Uncategorized
Pria Palsu di Dunia Maya Uncategorized
Please Stop Say “Baper”! Uncategorized
Pocky, Share Happiness di Bulan Ramadhan Uncategorized

Comments (30) on “Cara Meminimalisir Broken Link”

  1. Mel Allira berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 1:38 am

    Kayanya harus dicek sekarang deh. Aku kok was-was ya?

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 2:08 am

      Yuk ceki-ceki. Sebelum lebih banyak jumlahnya hehe

      Balas
  2. Liza Fathia berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 1:39 am

    Saya selalu cek komentar sebelum mempublishnya. Takutnya ada broken link atau link hidup. 🙁

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 2:10 am

      Iya mbak saya pun begitu. Sebisa mungkin dicek dulu sebelum publish

      Balas
  3. Mukhofas Al-Fikri berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 3:50 am

    Assalamu alaikum ade delina

    Kalo menurut saya itu wajar di blog besutan raksasa google.

    Tapi kalo di wordpress besutan automatic inc beda

    Khusus blog yg pake domain premium bisa bernafas lega yg dialami blogger yg masih ngehosting di blogger

    Di wordpress premium banyak tool khusus untuk mempercepat link rusak.

    Mungkin mba ade mau hijrah juga kayak aku? Hoho

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 6:29 am

      Wa'alaikumsalam Mas Mukhofas.
      Hijrah? Wah belum kepikiran kesana. Memang sih, wordpress banyak kemudahannya. Tapi nantilah, karena hijrah butuh waktu buat benerin semuanya haha

      Balas
  4. Asep Haryono berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 1:21 am

    Khusus untuk mengawasi Komentar di blog selama ini saya menggunakan filter SPAM saja. Namun banyak juga komen komen yang SPAM, berisi link link hidup yang menyelonong masuk ke dalam teks area

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 2:00 am

      Nah kan, kadang suka ada yang tetep nyelonong ya -_-

      Balas
  5. Keluarga Biru berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 1:35 am

    Sangat bermanfaat. Makasih sharenya

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 2:06 am

      Sama-sama 🙂

      Balas
  6. Prima Hapsari berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 1:37 am

    Broken link memang menyebabkan. Biasanya ada di komentar juga.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 2:07 am

      Iya mbak. Waktu itu juga broken link blog saya lebih banyak ada d komentar malah

      Balas
  7. Esti Sulistyawan berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 1:37 am

    Untuk artikel, aku tidak menambahkan link hidup kecuali punyaku sendiri. Alhamdulillah lebih aman

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 2:07 am

      Iya Mbak. Emang lebih aman begitu 🙂

      Balas
  8. Rosa berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 1:44 am

    males banget emang mbak ngurusin broken link 😀
    broken link-ku kebanyakan berasal dari jaman2 awal ngeblog dan masih 0 ilmu. suka banget menghidupkan link, masih polos sih ya dulu, gak tau sama sekali dampaknya. hehe

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 2:13 am

      Saya juga polos dulu. Tapi sekarang udah lebih aware 😀

      Balas
  9. Susindra berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 3:28 am

    Saya sering cek broken link, karena jarang filter komentar yang di-approve

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 7, 2016 pukul 6:27 am

      Iya saya pun begitu. Sekalipun difilter tetep suka ngecek broken link 🙂

      Balas
  10. Dita Indrihapsari berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 8:36 am

    Waah, aku baru tahu ttg broken link ini ternyata bisa menurunkan kredibelitas blog kita di mata google yah mbaa.. Sip siiip.. Thanx sharing-nya Mba Ade.. 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 9, 2016 pukul 1:24 am

      Sama-sama Mbak. Semoga bermanfaat 🙂

      Balas
  11. damarojat berkata:
    Desember 7, 2016 pukul 6:03 pm

    saya ada 400-an. klenger mode on.

    ya wis. sebisanya aja. kl senggang saya hapusin itu link-link yang saya pakai di gambar dsb. saya jadikan bukan link. jelek sih tampilannya tapi aman.

    juga komentar dari akun abal-abal macam obat gitu. langsung delete. saya ga pakai moderasi sih. ribet kalo dari hp. hehe…

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 9, 2016 pukul 1:25 am

      Wew 400 haha semangat Mbak! Kalo saya moderasi biar ga cape aja nanti nghapusin broken linknya :v

      Balas
  12. Dini Puspita berkata:
    Desember 8, 2016 pukul 2:53 pm

    Ini juga cara yg aku pakai untuk mengatasi broken link, Mbak. Saran aku, mungkin dirutinin aja cek broken link-nya, misalnya sebulan sekali, jadi ngga capek dan makan banyak waktu juga menghapusnya 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 9, 2016 pukul 1:26 am

      Iya nih. Memang harus rutin. Kalo numpuk, capek juga >_<

      Balas
  13. Ila Rizky berkata:
    Desember 8, 2016 pukul 10:46 pm

    iya, jadi yang penting hati2 aja ya, mba ade. kalau soal komentar aku biasa moderasi dulu. kalau nama2nya agak asing aku cek apa itu dari web spammer. biasanya mereka nyamar jadi nama orang. wekeke. kalau ketemu ya dihapus aja komennya.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 9, 2016 pukul 1:28 am

      Nah yang begitu aku sering nemuin Mbak. Alhasil aku hapusin aja -_-

      Balas
  14. muti mimut berkata:
    Desember 9, 2016 pukul 11:19 pm

    Nambah ilmu mba, ternyata masalah broken link perlu dimonitor yaa

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Desember 10, 2016 pukul 12:58 am

      Betul Mbak. Semoga bermanfaat ya 🙂

      Balas
  15. perkembangan bayi berkata:
    Desember 10, 2016 pukul 6:22 am

    wah mantep banget ilmu SEOnya mak, aku malah baru belajar hehe

    Balas
  16. Akarui Cha berkata:
    Desember 11, 2016 pukul 4:38 pm

    Duuuu sepertinya perlu banget nih aku ngecek broken link di blogku. Apalagi dari posingan lomba yang udah dulu banget.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Archive

Popular Posts

  • Belajar Menjadi Gelas Kosong
  • Sampai Kapanpun, Mengikuti Kata Orang Tidak Ada Habisnya
  • Hindari Kesalahan Ini Saat Berkomunikasi dengan Suami
  • Dialah Sahabatmu
  • Bercanda Melewati Batas? NO!

Category

  • #BPN30DayChallenge2018
  • #GakPaham
  • #LoQLC
  • #ODOPISB
  • Beauty
  • Blog
  • Event
  • Film
  • Food
  • Kontemplasi
  • Kontes
  • Media Sosial
  • Menulis
  • My Story
  • ODOP
  • Review
  • Tekno
  • Tips
  • Traveling
  • Uncategorized

Search

Copyright © 2026 Sohibunnisa.

Powered by PressBook Masonry Blogs