Monday, 12 September 2016

5 Kriteria yang Bisa Dipertimbangkan dalam Mencari Jodoh

Baru-baru ini, ada yang bertanya pada saya lewat email. Apakah ada do'a khusus agar kita dipertemukan dengan jodoh? Sebenarnya sudah saya tulis di postingan ini. Tapi baiklah, saya jawab lagi.

Awalnya, saya memang berdo'a secara khusus, yakni membawa nama suami saat itu. Namanya juga masih ngarep ya hehe. Tapi lama kelamaan, saya ubah do'anya menjadi do'a yang lebih netral. Yang saya tidak menyebut nama siapapun dalam do'a saya. Sebab apa? Sebab saya mulai menyadari, kita tidak tahu mana yang sesungguhnya terbaik di hadapan Allah. Karena apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di hadapan Allah. Dengan kata lain, hanya Allah lah yang tahu. Maka itu, saya rasa kurang bijak kalau kita hanya sebagai manusia, justru menjadi sok tahu dengan 'memaksa' meminta seseorang untuk menjadi jodoh kita. Atau dengan kata lain sok menerka-nerka masa depan. 

Jadi daripada kita berdo'a dengan membawa satu nama yang belum tentu jadi jodoh kita. Dan alih-alih kita malah jadi patah hati, ya lebih baik kita berdo'a secara netral saja. Siapapun yang jadi jodoh kita kelak, semoga itu yang terbaik menurut Allah :)
http://geraimirza.com/berita/detail/memantaskan-diri-6844.html
Oke, itu singkatnya tentang do'a memohon jodoh. Karena kali ini saya akan lebih membicarakan bagaimana mencari kriteria yang bisa jadi pertimbangan saat mencari jodoh. Sebenarnya, setiap orang saya yakin sudah punya kriteria sendiri dalam hal mencari jodoh. Tapi izinkan saya untuk memberi masukkan 4 hal yang harus ada dalam kriteria mencari jodoh. Sebab menurut saya, 4 hal ini merupakan kriteria penting dan menyangkut kehidupan setelah pernikahan sampai seterusnya :)

1. Memahami Agama

https://pixabay.com/id/al-quran-ramadan-suci-bulan-1528446/
Agama memang menjadi landasan utama dalam mencari jodoh. Bahkan salah satu hadits pun berkata demikian. 
“Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra)
Yang ingin saya katakan di sini, agama saja belum cukup. Sebab dalam pernikahan, banyak urusan yang dituntut untuk lebih memahami agama. Singkatnya begini, suami istri harus tahu adab mandi junub, tahu adab dalam berhubungan, tahu bagaimana akhlak yang seharusnya dilakukan suami dan istri. Dan ini semua terangkum dalam fiqih dan Al-Qur'an. Itu sebabnya, calon pasangan kita harus bisa baca Al-Qur'an :)

Maka itulah, ukuran tentang sesamanya beragama muslim saja belum cukup. Melainkan calon pasangan juga harus memahami adab-adab dalam pernikahan juga hubungan suami istri. Sebab apa? Karena kita menikah membawa nama agama. Maka menjalankan pernikahan dengan dilandasi pemahaman agama itu merupakan keniscayaan. Percayalah, kalau kita sudah memahami agama, segala urusan akan jauh lebih mudah. Malah seringkali saya menemukan, bahwa aturan yang Allah buat sungguh menakjubkan. Lagi pula, bukankah aturan-aturan Allah sesungguhnya memang menyelamatkan hidup manusia? :)
“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

2. Sayang Orang Tua

https://pixabay.com/id/al-quran-ramadan-suci-bulan-1528446/
Terutama untuk wanita, saya katakan, carilah laki-laki yang sayang dengan ibunya. Tapi bukan anak mami atau laki-laki yang manja dan tidak mandiri lho ya. Sayang dengan ibu di sini maksudnya ia yang selalu menghormati ibunya. Selalu menyayangi ibunya. Sebab apa? Saya sudah mengalaminya sendiri :) Tipe suami yang sayang dengan ibunya, akan tahu bagaimana cara memperlakukan dan menghormati wanita atau istrinya. Ia tidak akan segan-segan membantu istrinya kapanpun bahkan tanpa diminta :)

Sama halnya dengan laki-laki. Carilah wanita yang selalu menurut dengan orang tuanya. Itu akan tercermin saat ia sudah menikah dan akan lebih mudah untuk dibimbing :)

3. Mandiri

https://pixabay.com/id/wanita-meninggalkan-pena-tangan-1566154/
Dia mandiri secara sikap. Dalam artian, dia sudah bisa mengambil keputusan sendiri, bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Tidak hanya itu, mandiri secara finansial pun juga suatu keharusan. Sebab tidak mungkin jika sudah menikah masih saja merepotkan orang tua dalam hal keuangan. Itu kalau kita mau berpikir :) Apalagi bagi seorang laki-laki yang bertanggung jawab memberi nafkah, maka karirnya patut diperhatikan. Atau setidaknya dia punya sikap untuk bekerja keras dan bertanggung jawab.

4. Berpikiran Bijaksana

https://pixabay.com/id/baca-pendidikan-buku-sastra-1564105/
Orang yang berpikiran bijaksana, ia akan tahu kapan saat ia harus bicara, kapan harus diam. Kapan ia harus bertindak, kapan harus bersabar lebih dulu. Jika semua pasangan suami istri menerapkan karakter satu ini, saya yakin akan lebih banyak lagi pasangan yang mampu bertahan dengan rumah tangganya hingga akhir hayat. Sebab dalam rumah tangga, akan ada banyak masalah yang sangat butuh kebijaksanaan untuk menghadapinya.

5. Bukan Perokok

https://pixabay.com/id/merokok-tidak-merokok-rokok-951984/
Saya harus memasukkan kriteria satu ini karena saya merasa ini tidak kalah penting. Kita semua tahu, bagaimana buruknya rokok terhadap kehidupan. Parahnya, seringkali mereka yang perokok pasif atau hanya menghirup asap rokok, justru kesehatannya akan lebih terancam. Lantas, bagaimana kita rela setiap harinya diisi dengan asap sampah itu? 

Sebelum menikah, sangat sangat belum terlambat untuk menjauhi orang-orang yang merokok macam ini. Terlebih jika kita menginginkan hadirnya seorang anak. Percayalah, rokok akan sangat mempengaruhi masalah kesuburan. Dan kalaupun sudah diberi anak, asap rokok yang terhirup oleh anak akan sangat berbahaya bagi kesehatannya. Jadi bagi yang masih merokok, sangat belum terlambat untuk berhenti mulai saat ini juga. Setidaknya untuk menyayangi tubuh diri sendiri dulu :)

Well, setiap orang punya kriteria dalam mencari jodoh. Dan saya yakin semuanya pasti yang baik-baik. Kriteria yang saya sebutkan di atas, hanyalah sedikit masukkan dari saya. Yang barangkali bisa dipertimbangkan sebelum benar-benar melangkah ke jenjang pernikahan :)

Oh ya, masukkan terakhir dari saya. Sebelum menetapkan kriteria, setidaknya kita melihat diri lebih dulu. Karena setelah menikah, saya mulai percaya. Dalam banyak hal, jodoh atau orang yang menjadi pasangan kita akan sama seperti kepribadian kita. Itu sebabnya dikatakan: 
http://drhalimi.blogspot.co.id/2014/03/jodoh.html
Ya, karena jodoh adalah cerminan diri kita :)

6 comments:

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...